Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

UJI AKTIVITAS PENYUBUR RAMBUT KOMBINASI EKSTRAK AIR TEH HIJAU DAN HERBA PEGAGAN Sulastri, Lela; Indrawati, Teti; Taurhesia, Shelly
Pharmaciana Vol 6, No 1 (2016): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.462 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v6i1.3194

Abstract

Hair fertilizer was used to stimulate hair growth that is used topically on the scalp. Natural materials are expected to be used as fertilizer hair is green tea leaves and herb gotukola. Because the green tea leaves contain a chemical polyphenol compounds that are flavonoids and their derivatives and herb gotukola contain lead compound triterfenoid saponin that are asiatikoside, flavonoids, phytosterols, madecassid acid, madecassoside, asiatic acid and amino acids are thought to have properties as fertilizer hair. This study was conduced to determine whether the combination of the water extract of green tea leaves and herb gotukola has activity as a hair fertilizer and combination which has the most optimum activity. Test hair fertilizer activities include the rate of hair growth, hair growth acceleration and the weight of the hair. In this study used three combinations are combination 1 ( the water extract of green tea leaves and 5% water gotukola herb extract 2.5%), combination 2 (the water extract of green tea leaf extract 7.5% and 2.5% water gotukola herb) and combination 3 (the water extract of green tea leaves and 5% water gotukola herb extract 7.5%). The results showed the combination of the water extract of green tea leaves and water extract herb gotukola has activity as fertilizer hair and extract the most optimum combination is a combination of 1 with a concentration of water extract of green tea leaves (5%) and water extract of the herb gotukola (2.5%) the rate of hair growth 2.689 cm in 28 days, accelerated hair growth 0.128 cm / day and the hair weighs 0.1938 grams in 28 days.
Peningkatan Kesehatan Warga Leuwimunding Majalengka di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Edukasi Manfaat Jamu Godog Kunaedi, Aan; Sulastri, Lela; Milhah, Mila Zainatul; Ramdhani, Arief Syarifudin
Community Empowerment Vol 6 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.702 KB) | DOI: 10.31603/ce.4557

Abstract

Virus Covid-19 telah menginfeksi ratusan ribu orang di seluruh dunia. Salah satunya Indonesia yang menjadi negara dengan kasus yang sangat tinggi. Adanya virus Covid-19, masyarakat perlu meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Edukasi pembuatan jamu dengan komposisi yang tepat diharapkan dapat menjadi solusi yakni memberikan efikasi daya tahan tubuh guna menghadapi pandemi Covid-19 ini dan dapat mengedukasi masyarakat tentang manfaat dari masing-masing tanaman herbal. Program kegiatan KKM yang disampaikan menggunakan metode webinar dan sampling hasil jamu pada tetangga sekitar untuk mendapatkan respons terkait rasa dari jamu yang dibuat. Hasil dari webinar menunjukkan respons yang positif dengan adanya interaksi antara peserta dan penyelenggara webinar. Pemberian sampel jamu godog kepada tetangga sekitar, tujuannya agar mengetahui jamu godog yang dibuat memiliki rasa yang baik dan dapat diterima oleh masyarakat. Hasil dari pemberian sampel jamu godog menunjukkan 50% masyarakat sekitar sangat menyukai rasa dari jamu godog..
Pelatihan penyusunan template rapor TK Islam Nurussa'adah Desa Panembahan, Kabupaten Cirebon Kunaedi, Aan; Sulastri, Lela; Prasetyo, Tri Budi; Ishadi, Syaiful Latif; Fajri, Laika Zulfahnur; Selawati, Anis; Cantika, Citra Dhea
Community Empowerment Forthcoming issue
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.5133

Abstract

Tuntutan kemajuan zaman dalam teknologi informatika hampir meliputi seluruh aspek kehidupan, terutama dunia pendidikan. Kegiatan pendokumentasian dan pengarsipan hingga ke penyusunan rapor yang semula tulis tangan bergeser ke digital dari jenjang pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi. Masa transisi terhadap penggunaan teknologi tentu akan membawa permasalahan sendiri, seperti yang dialami guru Taman kanak-kanak (TK) Islam Nurussa’adah. Dimana sebelumnya seluruh administrasi dilakukan secara manual, dan saat ini dituntut menggunakan aplikasi Microsoft Word dalam pengisian rapor siswa. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, TK Islam Nurussa’adah menyatakan sangat terbantu dengan adanya pelatihan pengisian template rapor siswa dengan menggunakan aplikasi Microsoft Word. Dengan memahami pengoperasian pengelolaan file di Microsoft Word dan proses pengisian rapor siswa, guru TK Islam Nurussa'adah dapat mengisi rapor siswa sesuai template Kemendikbud.
UJI AKTIVITAS PENYUBUR RAMBUT KOMBINASI EKSTRAK AIR TEH HIJAU DAN HERBA PEGAGAN Lela Sulastri; Teti Indrawati; Shelly Taurhesia
Pharmaciana Vol 6, No 1 (2016): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.462 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v6i1.3194

Abstract

Hair fertilizer was used to stimulate hair growth that is used topically on the scalp. Natural materials are expected to be used as fertilizer hair is green tea leaves and herb gotukola. Because the green tea leaves contain a chemical polyphenol compounds that are flavonoids and their derivatives and herb gotukola contain lead compound triterfenoid saponin that are asiatikoside, flavonoids, phytosterols, madecassid acid, madecassoside, asiatic acid and amino acids are thought to have properties as fertilizer hair. This study was conduced to determine whether the combination of the water extract of green tea leaves and herb gotukola has activity as a hair fertilizer and combination which has the most optimum activity. Test hair fertilizer activities include the rate of hair growth, hair growth acceleration and the weight of the hair. In this study used three combinations are combination 1 ( the water extract of green tea leaves and 5% water gotukola herb extract 2.5%), combination 2 (the water extract of green tea leaf extract 7.5% and 2.5% water gotukola herb) and combination 3 (the water extract of green tea leaves and 5% water gotukola herb extract 7.5%). The results showed the combination of the water extract of green tea leaves and water extract herb gotukola has activity as fertilizer hair and extract the most optimum combination is a combination of 1 with a concentration of water extract of green tea leaves (5%) and water extract of the herb gotukola (2.5%) the rate of hair growth 2.689 cm in 28 days, accelerated hair growth 0.128 cm / day and the hair weighs 0.1938 grams in 28 days.
FORMULASI SABUN PADAT TRANSPARAN AIR PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia Swingle) Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.516 KB) | DOI: 10.37874/ms.v1i1.8

Abstract

ABSTRAK Jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) mempunyai aktivitas sebagai anti bakteri dengan mekanisme mendenaturasi protein sel bakteri dan merusak membran sel tanpa dapat diperbaiki lagi Aktivitas ini disebabkan karena kandungan senyawa flavonoid. Pada penelitian ini air perasan jeruk nipis diformulasikan dalam sediaan sabun padat transparan dengan konsentrasi air perasan jeruk nipis konsentrasi 10,81% dan 21,63%. Dengan penelitian ini diharapkan dapat diketahui apakah air perasan jeruk nipis dapat dibuat sediaan sabun transparan dan bagaimanakah stabilitas sabun tersebut. Stabilitas sabun dilakukan dengan menyimpan sabun pada suhu ±2°C, ±25°C dan ±40°C dengan pengamatan organoleptis, pH, stabilitas busa dan kekerasan, pada hari ke-0, 7, 14, 21 dan 28. Hasil penelitian menunjukan air perasan jeruk nipis dapat diformulasikan dalam sediaan sabun padat transparan. Formula 1 memiliki warna, bau dan konsistensi yang lebih stabil pada suhu kamar (±250C) sedangkan formula 2 memiliki warna, bau dan konsistensi yang tidak stabil baik pada suhu ±20C, ±250C maupun ±400C. pH kedua formula sabun sekitar 8-9dan mengalami penurunan tinggi busa ±0,4-1,3 cm pada menit ke-5 setelah dikocok dalam aquadest dengan kisaran stabilitas busa antara 80-92,86%. Kekerasan kedua sabun pada suhu ±20C dan ±250C mengalami peningkatan sampai hari ke-28 dan suhu ±400C tetap cair tidak mengalami pemadatan.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK AIR AKAR MANIS (Glycyrrhiza glabra L.) SEBAGAI PENYUBUR RAMBUT PADA KELINCI JANTAN Sulistiorini Indriaty; Lela Sulastri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.249 KB) | DOI: 10.37874/ms.v1i1.11

Abstract

ABSTRAK Akar manis (Glycyrrhiza glabra L.) mengandung glisirisin dan flavonoid sebagai penyubur rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak air akar manis dapat menyuburkan rambut pada kelinci jantan dengan membuat enam area: area I kontrol normal, area II kontrol negatif, area III kontrol positif, area IV dioleskan ekstrak air akar manis konsentrasi 2,5%, area V dioleskan ekstrak air akar manis konsentrasi 5%, dan area VI dioleskan ekstrak air akar manis konsentrasi 7,5%. Pengolesan dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore 1 ml pada tiap daerah pengolesan. Pengamatan dilakukan selama 35 hari dengan mengambil enam helai rambut kelinci pada tiap area setiap tujuh hari sekali yaitu hari ke-7, 14, 21, 28 dan ke-35. Rambut diambil dengan cara dicukur dan diukur dengan menggunakan jangka sorong. Pada hari ke-35, rambut pada tiap area dipotong dan ditimbang beratnya. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan metode ANOVA Penelitian dilakukan dengan mengukur laju pertumbuhan rambut dan bobot rambut selama 35 hari. Dari penelitian ini disimpulkan konsentrasi ekstrak air akar manis 2,5% memiliki efek sebagai penyubur rambut dengan laju pertumbuhan rambut terbaik yaitu 2,19 cm dalam 35 hari, dan konsentrasi 5% memiliki bobot rambut terbesar yaitu 0,12 gram dalam 35 hari.
FORMULASI DAN UJI IRITASI DARI KRIM YANG MENGANDUNG EKSTRAK ETANOL HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L) Urban) Lela Sulastri; Sulistiorini Indriaty; Siti Pandanwangi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.653 KB) | DOI: 10.37874/ms.v1i2.17

Abstract

ABSTRAK Herba pegagan (Centella asiatica (L) Urban) mengandung triterpenoid yang bersifat sebagai antibakteri. Pada penelitian ini herba pegagan konsentrasi 10% dibuat sediaan krim dengan basis tipe m/a. Penelitian ini bertujuan untuk membuat mengetahui stabilitas dan indeks iritasi sediaan krim ekstrak etanol herba pegagan. Uji stabilitas menggunakan metode cycling test dilakukan sebanyak 6 siklus dengan pengamatan organoleptis, homogenitas, uji daya sebar, viskositas, pH dan tipe krim. Uji iritasi menggunakan metode draize dengan teknik patch test yang dilakukan pada 4 ekor kelinci , pengamatan eritema dan edema pada jam ke 24 dan 72. Sampel yang digunakan adalah Sodium Lauril Sulfas, basis formula krim, dan formula krim. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak etanol herba pegagan konsentrasi 10% dapat diformulasikan menjadi sediaan krim tipe m/a dengan stabilitas krim formula 1 dan 2 memiliki bau khas ekstrak, homogen, pH berkisar 5 – 7 , tipe krim M/A, dan daya sebar untuk formula 1 yaitu 4,44 – 6,1 cm dan formula 2 yaitu 4,41 – 6,1 cm dengan nilai viskositas berkisar formula 1 55.333 cps-76.000 cps dan formula 2 64.000 – 50.333cps. Untuk hasil uji iritasi krim tersebut berpotensi menyebabkan iritasi dengan nilai indeks iritasi pada formula 1 sebesar 0,249 dan formula 2 sebesar 0,438.
FORMULASI GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) Lela Sulastri; Rizal Miftah Fariz; Yayan Rizikiyan
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.295 KB) | DOI: 10.37874/ms.v2i1.34

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava (L.)) mengandung turunan flavonoid yaitu quercetin yang bersifat sebagai antibakteri. Dimana pada penelitian ini daun jambu biji dibuat dalam bentuk sediaan granul effervescent. Selain untuk membuat sediaan granul effervescent ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava (L.)), penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruhnya menggunakan kombinasi asam, basa dan pengikat yaitu asam sitrat-asam tartrat, natrium bikarbonat dan pulvis gummi arabicum (PGA) dengan variasi konsentrasi 5:5:10:0,5 ; 5:10:5:1 ; 2,5:7,5:10:1,5 variasi konsentrasi tersebut akan diuji terhadap sifat fisik granul, uji kadar air, bobot jenis (BJ), sifat alir, indeks kompresibilitas, pH, waktu melarut dan uji respon kesukaan pada 30 panelis. Dari hasil penelitian di peroleh sifat fisik dengan bentuk granul. Berdasarkan hasil pengujian uji kadar air, bobot jenis (BJ), sifat alir, indeks kompresibilitas dan waktu melarut memperoleh hasil yang memenuhi syarat. Dan untuk pH tidak memenuhi syarat karena menggunakan kombinasi 2 asam. Untuk uji respon kesukaan pada 30 panelis aspek warna lebih disukai formula 1, aspek rasa lebih disukai formula 2 dan 3, dan aspek aroma lebih disukai formula 2 dan 3. Setelah dilakukan penelitian dengan kombinasi asam, basa dan pengikat yaitu asam sitrat-asam tartrat, natirum bikarbonat dan PGA granul effervescent dapat diformulasikan dengan hasil yang baik.
FORMULASI DAN UJI DAYA HAMBAT KRIM EKSTRAK ETANOL TEH HIJAU TERHADAP Propionibacterium acnes Yayan Rizikiyan; Lela Sulastri; Sulistiorini Indriaty
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.389 KB) | DOI: 10.37874/ms.v2i2.44

Abstract

Teh hijau merupakan tanaman yang kaya akan senyawa katekin, yang merupakan kandungan utama pada polifenol yang dimiliki teh yang berperan sebagai antioksidan. Pada penelitian ini ekstrak etanol teh hijau dengan konsentrasi 7% diformulasikan dalam dua formula. Formula I menggunakan elmugator Trietanolamin 2% dan formula II menggunakan emulgator trietanolamin 1%. Sedian krim diuji stabilitasnya dengan menggunakan metode cycling test , sebanyak 6 siklus. Evaluasi yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan uji tipe krim. Pengamatan dilakukan pada hari ke-0 dan setiap setelah 1 siklus. Uji daya hambat dilakukan dengan dengan metode difusi cakram yaitu penentuan dengan cakram kertas yang dicelupkan ke dalam sediaan krim kemudian ditempatkan di atas permukaan media yang telah ditumbuhi bakteri kemudian diamkan selama 2 jam. Cawan petri diinkubasi pada suhu 37áµ’C selama 24 jam kemudian zona hambat yang terbentuk diukur. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula I dan formula II memiliki kestabilan yang baik dalam parameter uji homogenitas dan tipe krim sedangkan dalam parameter organoleptik, pH, dan daya sebar tidak stabil. krim ekstrak etanol teh hijau dengan konsentrasi 7% mempunyai daya hambat yang ditunjukkan dengan rata-rata diameter hambat 1,35 cm terhadap Propionibacterium acnes . Secara statistik diameter hambat krim ekstrak teh hijau tidak berbeda signifikan dengan klindamisin gel 1% yaitu 1,76 cm.
UJI AKTIVITAS PENYUBUR RAMBUT GEL KOMBINASI EKSTRAK AIR TEH HIJAU DAN HERBA PEGAGAN Lela Sulastri; Teti Indrawati; Shely Taurhesia
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.744 KB) | DOI: 10.37874/ms.v4i1.106

Abstract

Rambut sehat mempunyai siklus pertumbuhan rambut yang panjang dan kelembaban yang cukup dimana pertumbuhan rambut terjadi karena sel-sel daerah matriks atau umbi rambut secara terus menerus membelah. Bahan alam yang diperkirakan berpotensi dalam pertumbuhan rambut adalah daun teh hijau (Camellia sinensis (L) OK) dan herba pegagan (Centella asiatica (L) Urban). Dalam penelitian ini ekstrak air daun teh hijau 5% dan herba pegagan 2,5% diformulasikan dalam sediaan gel penyubur rambut dengan gelling agent carbophol 940 0,5%, 1% dan 1,5 %. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ekstrak air daun teh hijau 5% dan herba pegagan 2,5% dapat diformulasikan menjadi sediaan gel dan apakah gel yang mengandung kombinasi ekstrak tersebut mempunyai aktivitas sebagai penyubur rambut dan formula manakah yang memiliki aktivitas penyubur rambut yang paling optimum. Uji aktivitas penyubur rambut meliputi laju pertumbuhan rambut, percepatan pertumbuhan rambut dan bobot rambut. Hasil penelitian menunjukkan Campuran ekstrak air daun teh hijau 5 % dan ekstrak air herba pegagan 2,5% dengan gelling agent carbophol 940 0,5%, 1% dan 1,5% dapat dibuat menjadi sediaan gel yang baik, dan yang memiliki aktifitas optimum adalah gel penyubur rambut yang menggunakan gelling agent carbophol 0,5 % dengan karakteristik warna coklat, aroma yang khas, homogen, nilai konsistensi 585,886 dyne/cm2, viskositas 90.333 cps, sifat aliran plastis tikstropik, pH 5,56 , laju pertumbuhan 1,804 cm dalam 28 hari percepatan pertumbuhan rambut 0,1201 cm/hari dan bobot rambut 0,0858 gram dalam 28 hari.