Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

FORMULASI GRANUL EFERVESEN EKSTRAK KERING KULIT BUAH MANGGIS (Garciniae mangostanae Cortex fructus) Renny Amelia; Muh Yani Zamzam; Mansyur Yusup
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.072 KB) | DOI: 10.37874/ms.v1i1.1

Abstract

Keberadaan Manggis (Garcinia mangostana Linn.) sebagai salah satu tanaman lokal indonesia saat ini sangatlah diperhitungkan oleh karena aktifitasnya yang sangat baik untuk kesehatan. Melihat dari banyaknya permintaan konsumen akan produk buah manggis, khususnya pada bagian pericarp (kulit) maka dibuatlah sediaan yang lebih praktis dengan rasa yang menyenangkan yaitu granul efervesen. Formula dibedakan berdasarkan jumlah konsentrasi effervesent mix yaitu 80%, 70% dan 60% dengan perbandingan untuk asam sitrat, asam tartat dan natrium bikarbonat adalah (1:2:3,4). Dari pengujian, dapat disimpulkan bahwa ketiga formula memenuhi persyaratan uji evaluasi granul efervesen yang meliputi uji organoleptik,uji waktu larut, uji kadar air, kompresibilitas, kecepatan alir dan sudut istirahat.
UJI AKTIVITAS PENYUBUR RAMBUT EMULGEL EKSTRAK ETANOL BUAH CABAI GENDOT (Capsicum annum Var.Abbreviata) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN Lela Sulastri; Sri Asih; Renny Amelia
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.496 KB) | DOI: 10.37874/ms.v4i2.137

Abstract

Sediaan penyubur rambut digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut yang digunakan dengan dioleskan pada kulit kepala. Bahan alam yang diperkirakan yang dapat digunakan adalah salah satunya adalah cabai. Cabai mengandung senyawa saponin,  terpenoid, kuinon, alkaloid capsaicin, dan flavonoid yang mempunyai peranan dalam memacu pertumbuhan rambut. Esktrak Etanol buah cabai gendot (Capsicum annum Var.Abbreviata)  diformulasikan dalam bentuk sediaan emulgel. Pada penelitian ini digunakan emulgel ekstrak etanol buah cabai gendot yang dibagi menjadi 2 formula, formula 1 (konsentrasi 2,5%) dan formula 2 (konsentrasi 5%). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah emulgel ekstrak etanol buah cabai gendot memiliki aktivitas sebagai penyubur rambut dan formula manakah yang memiliki aktivitas paling optimum. Uji aktivitas penyubur rambut meliputi laju pertumbuhan rambut dan bobot rambut. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa emulgel ekstrak etanol buah cabai gendot mempunyai aktivitas sebagai penyubur rambut dan konsentrasi emulgel yang paling optimum adalah formula 1 dengan konsentrasi 5% dengan laju pertumbuhan rambut 0,023 cm dalam 28 hari dan bobot rambut yaitu 0,0267 gram dalam 28 hari.Kata kunci : ekstrak cabai gendot, aktivitas penyubur rambut
AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK NADES DAUN PACAR KUKU (Lawsonia inermis L) DAN DAUN ALPUKAT (Persea americana) TERHADAP PITYROSPORUM OVALE: ANTIFUNGAL ACTIVITIES OF NAIL HENNA (Lawsonia inermis L) LEAVES AND AVOCADO (Persea americana) LEAVES EXTRACTED WITH NADES AGAINST PITYROSPORUM OVALE Renny Amelia; Nia Murni Asih; Puna Lati; Lela Sulastri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.942 KB) | DOI: 10.37874/ms.v7i1.295

Abstract

Ketombe merupakan gangguan kulit kepala yang dialami hampir setengah dari populasi pada usia pra-pubertas dan semua jenis kelamin dan etnis, dimana salah satu penyebab ketombe yaitu jamur Pityrosporum ovale. Daun pacar kuku dan daun alpukat memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, quinon dan terpenoid yang diduga mempunyai khasiat sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun pacar kuku dan daun alpukat yang diekstraksi dengan pelarut NADES (asam sitrat-glukose) terhadap pertumbuhan jamur pityrosporum ovale dan pengaruh peningkatan konsentrasi terhadap daya hambat pertumbuhan jamur pityrosporum ovale. Ekstraksi dilakukan dengan bantuan Microwave assisted ekstaction (MAE). Pengujian aktivitas anti fungi kedua sampel menggunakan metode difusi cetak lubang pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Parameter yang diamati adalah diameter daya hambat disekitar lubang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik SPSS. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa ekstrak NADES daun pacar kuku dan daun alpukat dimulai dari konsentrasi 25%, dapat menghambat pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale. Nilai r (koefisien korelasi) peningkatan konsentrasi terhadap daya hambat jamur Pityrosporum ovale dari ekstrak NADES daun pacar kuku dan daun alpukat secara berturut-turut adalah 0,935 dan 0,893 yang menunjukan hubungan yang sangat signifikan.
FORMULASI LOTION EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DENGAN KONSENTRASI 2%, 4%, DAN 6% Renny Amelia; Rinto Susilo
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.365 KB)

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava l.) mengandung senyawa flavonoid dan fenolik alami yang dapat berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan lotion    menggunakan  zat  aktif  ekstrak  etanol  daun  jambu  biji  (Psidium  guajava  L.) konsentrasi 2%, 4%, dan 6% dan untuk mengetahui stabilitas lotion   ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) dengan konsentrasi 2%, 4%, dan 6%. Daun jambu biji diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.  Pengujian stabilitas metode cycling test dilakukan sebanyak 6 siklus (12 hari) pada suhu ± 4oC selama 24 jam dan ± 40oC selama 24 jam dengan parameter uji meliputi pengamatan organoleptis, homogenitas, tipe emulsi, pH, daya sebar, viskositas, dan sifat alir. Hasil pengamatan menunjukan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji konsentrasi 2%, 4%, dan 6% stabil pada semua parameter yang diuji. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji konsentrasi 2%, 4%, dan 6% dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion.Kata kunci : Ekstrak daun jambu biji, lotion, cycling test.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS GEL EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) DENGAN PEMBENTUK GEL CARBOPOL 940 KONSENTRASI 0.5% & 0.75% dan HPMC Rima Yulia Senja; Renny Amelia
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.605 KB)

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  memformulasikan  sediaan  gel  dari  ekstrak  etanol  daun kemangi (Ocimum sanctum L.) dengan menggunakan pembentuk gel carbopol 940 dengan konsentrasi 0.5% dan 0.75% dan HPMC. Sediaan gel yang dibuat dengan 2 formula, sediaan gel  formula  1  menggunakan  carbopol  konsentrasi  0.5%  dan  formula  2  menggunakan carbopol  konsentrasi  0.75%.  Stabilitas  sediaan  gel  diuji  dengan  metode  cycling  test, sebanyak 6 siklus. Parameter  yang diamati adalah organoleptis (warna, bau, konsistensi), homogenitas, pH, daya sebar,viskositas, dan sifat alir. Selain itu uji stabilitas dilakukan dengan  uji syneresis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas yang dihasilkan sediaan gel ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum sanctum L.) dengan pembentuk gel carbopol 940 dengan konsentrasi 0.5% dan 0.75% dapat dikatakan stabil pada parameter organoleptis, homogenitas, pH, dan daya sebar  sedangkan parameter yang lain tidak stabil. Uji syneresis menunjukkan bahwa sediaan tersebut tidak stabil. Kata kunci : Gel,  Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.), carbopol 940, stabilitas, cycling test.
FORMULASI KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA L.) KONSENTRASI 5% DAN 10%: FORMULATION OF CHERRY LEAF ETHANOL EXTRACT CREAM (MUNTINGIA CALABURA L.) CONCENTRATION OF 5% AND 10% Yadi Supriyadi; Renny Amelia
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.096 KB)

Abstract

Daun kersen (Muntingia calabura L.) mengandung senyawa flavonoid, tannin dansaponin yang berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaankrim menggunakan zat aktif ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calaburaL.) konsentrasi5% dan 10% serta untuk mengetahui stabilitasnya. Krim dibuat dalam 2 formula konsentrasiekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) yang berbeda. Formula I dengankonsentrasi 5% sedangkan Formula II dengan konsentrasi 10%. Krim yang dibuat diujistabilitasnya dengan menggunakan metode Cycling test yang dilakukan sebanyak 6 siklusataus elama 12 hari dengan parameter pengujian organoleptis, homogenitas, pH, daya sebardan tipe emulsi. Pengamatan dilakukan pada setiap siklus. Uji kesukaan dilakukan pada 30panelis perempuan dan laki-laki antara 15-25 tahun. Hasil Formula I dan Formula II darisiklus 0 sampai siklus 6 menunjukan parameter organoleptis yang relatif stabil yaitu tidakmengalami perubahan warna, aroma dan tekstur. Homogenitas dari kedua krim menunjukankondisi yang relatif stabil dan homogen. pH kedua krim menunjukan kondisi yang relatifstabil dengan nilai pH pada F1 5,24-5,66 dan F2 5,63-6,35. Daya sebar krim menunjukannkondisi yang relatif stabil dengan nilai daya sebar pada F1 5,07-5,49 dan F2 4,25-5,20. Ujitipe emulsi krim menunjukkan tipe emulsi m/a yang relatif stabil. Hasil Uji Kesukaanmenunjukan krim F1 lebih disukai panelis dengan persentase untuk bau 74%, warna 77%dan tekstur 80%.Kata Kunci : Ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.), krim, vanishing cream,cycling test, Uji kesukaan
FORMULASI BABY RICE CRACKER BEKATUL RASA PISANG AMBON (Musa paradisiaca) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL: FORMULATION OF BABY RICE CRACKER RICE BRAN TASTE OF AMBON BANANA (Musa paradisiaca) AS A FUNCTIONAL FOOD Renny Amelia; Alina Hizni
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.835 KB)

Abstract

Bekatul memiliki kandungan gizi yang tinggi, terutama serat makanan sebagai makananfungsional. Potensi komponen bioaktif ini mendorong pengembangan pengguna baby ricecracker dapat dimodifikasi dengan nasi dan pisang ambon sebagai varian rasa. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk dapat membuat formulasi baby rice cracker bekatul rasa pisangambon sebagai pangan fungsional. kombinasi bekatul 3%, 5%, dan 7% diinaktifkanenzimnya pada suhu 110?C. Evaluasi meliputi uji organoleptik, uji lumer, uji kerapuhan danuji hedonik. Formula 1, formula II, and formula III dalam uji organoleptik memiliki bau,rasa, warna dan tekstur yang sama. Kemudian pada uji kerapuhan persiapan produkinnovator dengan hasil 18%. Baby rice cracker formula I 10%, formula II 8%, dan formulaIII 6%. Pada uji lumer hasil produk innovator adalah 3 menit 56 detik, sedangkan formula I 4menit 15 detik, formula II 4 menit 37 detik, dan formula III 4 menit 50 detik. Uji hedonikbaby rice cracker dengan 30 panelis adalah netral.Kata kunci : Bekatul, Baby Rice Cracker, MPASI.
FORMULASI BABY RICE CRACKER BEKATUL RASA TARO (Colocasia esculenta L) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL: FORMUALTION OF BABY RICE CRACKER TARO (Colocasia esculenta. L) BRAN AS FUNCTIONAL FOOD Renny Amelia; Aan Kunaedi
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.688 KB)

Abstract

Bekatul pada saat ini masih digunakan sebagai pakan ternak. Bekatul juga mempunyai nilaigizi yang mengandung karbohidrat, protein, mineral, lemak, vit B komleks. Tujuan daripenelitian ini adalah mampu membuat formulasi baby rice cracker yang memiliki rasa taro.Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan kombinasi 3%, 5%, dan 7%untuk menentukan konsentrasi bekatul yang sesuai. Pengujian meliputi uji organoleptik, ujilumer, uji kesukaan. Formula I, formula II, dan formula III pada uji organoleptis mempunyaihasil yang sama bau, rasa, warna, dan tekstur. Uji kerapuhan pada produk inovator denganhasil 18% sedangkan sediaan baby rice cracker formula I 10% formula II 8%, dan formulaIII 4%. Pada uji lumer mempunyai hasil pada produk inovator 3 menit 56 detik sedangkanpada sediaan baby rice cracker formula I 3 menit 5 detik, formula II 3 menit 53 detik,danformula III 3 menit 55 detik. Uji kesukaan dipilih 30 panelis kebanyakan panelis menilaibaby rice cracker dengan skala hedonik netral/biasa. Bekatul dengan konsentrasi 3%,5%,dan 7% dapat dijadikan sediaan baby rice cracker. Dari 12% panelis Baby rice crackerformula I lebih disukai berdasarkan parameter rasa, warna, dan tekstur, sedangkan untukkekerasan penalis lebih menyukai formula II.
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MITRA PLUMBON CIREBON: EVALUATION OF WAITING TIME FOR DRUG AT THE INSTALLATION OF MITRA PLUMBON HOSPITAL CIREBON Arsyad Bachtiar; Renny Amelia; Nur Rahmi Hidayati; Oom Komariah
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.374 KB)

Abstract

Waktu tunggu merupakan salah satu standar pelayanan minimal rumah sakit dan menjadi indikator terhadap kualitas pelayanan resep. Kecepatan pelayanan memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan pasien dimana pasien akan merasa puas jika waktu tunggu dalam pelayanan resep tidak membutuhkan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah waktu tunggu sudah memenuhi persyaratan Kepmenkes No. 129 Tahun 2008. Penelitian ini bersifat prospektif dimana pengambilan sampel hanya terhadap resep obat pasien rawat jalan pasien khusus BPJS lantai 1 di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon pada periode Maret-April 2021 sebanyak 1020 lembar resep. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan obat adalah 29,20 menit untuk obat non racikan dan 61,58 menit untuk obat racikan. Rata-rata waktu tunggu pelayanan obat non racikan sudah memenuhi standar sedangkan untuk obat racikan tidak memenuhi standar pelayanan minimal rumah sakit sesuai Kepmenkes RI No. 129 tahun 2008. Kata kunci: Waktu tunggu, pelayanan resep, instalasi farmasi rumah sakit
DAGUSIBU socialization at the Al–Ichsan Orphans and Dhuafa Foundation Renny Amelia; Rinto Susilo; Yayan Rizkiyan; Ibnu Mas’ud; Arista Maulana; Hana Syifaun Nufus; Fathiyah Putri Alifia
Community Empowerment Vol 7 No 9 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.7034

Abstract

Public education on how to get, use, store, and dispose of drugs properly and correctly is still needed by the community. Many problems that occur in the community related to DAGUSIBU include choosing places that are not safe to get drugs, instructions for use that are not paid attention to, storage of drugs that are not according to instructions, and how to dispose of drugs that are not appropriate. The purpose of socialization is to provide information to students about how to get, use, store, and dispose of drugs properly and correctly. The results obtained after the socialization were the knowledge of the students about the importance of getting, using, storing, and disposing of drugs properly and correctly