p-Index From 2017 - 2022
6.508
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Teknologi Hasil Perikanan Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) Jurnal Sosiologi Reflektif Paramita: Historical Studies Journal KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE JEJAK Fakultas Ekonomi PROSIDING SEMINAR KIMIA JURNAL POENALE GEA, Jurnal Pendidikan Geografi REFLEKSI EDUKATIKA Unnes Political Science Journal Unnes Civic Education Journal Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology Padjadjaran Journal of Dentistry Unnes Science Education Journal Moneter : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Jurnal SOLMA NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan EKOLOGIA : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Jurnal Keuangan dan Bisnis Wacana: Journal of the Humanities of Indonesia Teknologi Indonesia Jurnal Bimbingan Konseling Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Jurnal Ilmu Manajemen Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara Jurnal Fisika dan Terapannya Parameter Jurnal Akuntansi dan Keuangan Journal of Social Political Sciences (JSPS) MOTIVASI Jurnal Manajemen dan Bisnis Jurnal Kesehatan: Jurnal Ilmu- Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Farmasi dan Analis Kesehatan At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Risalah Kenotariatan Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen)
Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Daya Dukung Ekowisata Hutan Mangrove Blanakan, Subang, Jawa Barat Muhammad, Fuad; Basuni, Sambas; Munandar, Aris; Purnomo, Herry
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 14, No. 2, Tahun 2012
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.49 KB) | DOI: 10.14710/bioma.14.2.64-72

Abstract

Growth in tourist arrivals at ecotourism mangrove in Blanakan can cause a threat to the preservation of conservation areas and tourist attraction. This happens when the utilization of the region exceeds its carrying capacity. The aims of This study  to identify the carrying capacity of ecotourism mangrove in Blanakan as conservation areas are used for tourism activities. The results showed that the carrying capacity the ecotourism mangrove in Blanakan is 425 visitors per day. Pollution load simulation results showed that ecotourism mangrove Blanakan  had suffered pollution by phosphate, ammonia pollution carrying capacity will be passed  in 2019 and organic waste in the year 2011 to 2013, while nitrate and garbage until the year 2032 has not been exceeded.   Key words: ecotourism, mangrove, carrying capacity
KEGIATAN FIELDSTUDY DALAM PEMBENTUKAN KOMPETENSI PROFESIONAL CALON GURU GEOGRAFI Munandar, Aris
Parameter Vol 31 No 1 (2019): Parameter
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.275 KB) | DOI: 10.21009/parameter.311.01

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to measure the formation of professional competencies in field study activities. The research was conducted on students who conducted field studies with the names PKL (Field Lecture Practices) at UNJ and KKL (Field Work Lectures) at UPI. There were 120 samples from 580 participants with sample quota with each of 20 students from 6 groups — measurement of professional competence by using multiple choice questions, 30 questions. Questions were constructed from the courses taken by participants in semesters 2, 4 and 6. The test results showed an average value of 56.84 with the lowest score of 44 and the highest of 77. The test results showed more in the medium category; there were no lows and fewer with the high category. The researcher concludes that professional competence in mastering the material has a low relationship. Professional competence in the form of knowledge is formed from other activities such as teaching in the classroom.Keywords: Field study, competence, professionalsAbstrakTujuan dari penelitian ini untuk mengukur pembentukan kompetensi professional dalam kegiatan fieldstudy. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa yang melakukan fieldstudy dengan nama PKL (Praktek Kuliah Lapangan) di UNJ dan KKL (Kuliah Kerja Lapangan) di UPI. Jumlah sampel 120 dari 580 peserta dengan kuota sampel dengan masing-masing 20 mahasiswa dari 6 kelompok. Pengukuran kompetensi profesional dengan meggunakan instrument soal pilihan ganda, 30 soal. Soal dikontruksi dari matakuliah yang sudah diambil peserta di semester 2, 4 dan 6. Hasil tes menunjukan nilai rata-rata 56,84 dengan nilai terendah 44 dan tertinggi 77. Hasil tes menunjukan lebih banyak pada kategori sedang, tidak ada yang rendah dan sedikit dengan kategori tinggi. Peneliti berkesimpulan kompetensi profesional penguasaan materi memiliki hubungan yang rendah. Kompetensi profesional berupa pengetahuan terbentuk dari kegiatan lain seperti pengajaran dikelas. Kata kunci : Fieldstudy, kompetensi, profesional
PERBANDINGAN MOTIVASI SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA SISWA KELAS 3 DAN KELAS 5 DI SDN JATILANGKUNG MOJOKERTO MUNANDAR, ARIS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2016): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Secara umum, fungsi dari pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk mencapai masyarakat yang sejahtera. Di dalam sebuah aktivitas belajar mengajar PJOK diperlukan adanya interaksi sehingga tercipta pembelajaran yang aktif. Hal ini tidak terlepas dengan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi, apakah itu faktor dari luar ataupun dari dalam. Salah satunya adalah motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran yang diberikan di lapangan oleh guru. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswi yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Salah satu unsur yang mendukung motivasi belajar adalah lingkungan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket motivasi siswa. Angket motivasi siswa digunakan untuk memperoleh data kuantitatif tentang motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran PJOK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang (1) Perbedaan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran PJOK pada siswa kelas 3dan kelas 5 di SDN Jatilangkung Mojokerto dan (2) mana yang lebih antara siswa kelas 3 dan kelas 5 di SDN Jatilangkung Mojokerto. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat suatu perbedaan motivasi siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas 3 dan kelas 5 yang dibuktikan dari hasil uji t-hitung < t-tabel (1,495 < 2,021) dengan taraf signifikan 0,05. Kata Kunci: Siswa kelas 3 dan kelas 5, Motivasi, PJOK Abstract In general, the function of national education is to develop the potential of learners to achieve a prosperous society. In teaching-learning process, interaction is needed in order to create an active learning atmosphere. This cannot be separated with other factors, be it from the inside or the outside. One of the inside factor is the student’s motivation to participate in the learning process. In the process of learning, motivation is defined as the driving force from within the students that fuels learning process. Learning process can be both internal or external force for the students involved in learning process that makes it possible for a change of attitude that a number of indicators or supporting factors. One of the factor that plays a role in learning process is the environment. This research is using the kind of research non-experiment with quantity approach. The results of this research are collected by question of motivation. Questions of motivation are used to get quantity result about the comparison of the motivation in learning physical education, sport and health. The purpose of this research is to describe (1) the motivation students in learning physical education, sport and health students in 3rd graders and 5th graders of SDN Jatilangkung Mojokerto and (2) the value of comparison motivation students in learning physical education, sport and health students in 3rd graders and 5th graders of SDN Jatilangkung Mojokerto. From this research, it can be concluded there are no difference in the motivation in physical education, sport and health students in 3rd graders and 5th graders proofed by the result of the test t-count < t-table (1,495 < 2,021) with 0,05 significance margin. Keywords: 3rd graders and 5th graders, Motivation in Learning Physical Education, Sport and Health
ISLAMIC WORLDVIEW DI DUNIA PENDIDIKAN Anam, Syaiful; Munandar, Aris; Wahada, Listiatul
Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2019): AT-TUROTS: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : LPPM STIT Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jurnal pendidikan islam.v1i1.2

Abstract

Islamic worldview adalah pandangan hidup yang dimulai dari konsep ke- Esaan Tuhan (syahadad) yang berimplikasi pada keseluruhan kegiatan manusia di dunia.Islamic worldview diartikan juga sebagai visi tentang realitas dan kebenaran, yang terbaca oleh mata hati kita dan yang menerangkan tentang hakikat wujud yang sesungguhnya, sebab totalitas dunia wujud itulah yang diproyeksikan Islam. Profesionalisasi dunia pendidikan yang terintegrasi dengan Islamic worldview mengandung arti peningkatan segala daya dan usaha dalam rangka pencapaian secara optimal layanan yang akan diberikan kepada masyarakat. Pengembangan dunia pendidikan dimaksudkan untuk merangsang, memelihara, dan meningkatkan kompetensi siswa dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran yang berdampak pada peningkatan mutu hasil belajar siswa dan memiliki pandangan hidup Islami. Hal yang paling utama yang harus diperhatikan dalam membangun peradaban umat adalah cara pandang terhadap Islam. Artinya pandangan umat Islam harus menggunakan pandangan atau cara berpikir yang berasas Islam, menghadirkan Islam dalam semua lini kehidupan baik Politik, Ekonomi, Pendidikan, Sains dan sektor-sektor lainnya. Sebab Islam yang bersumber dari Alquran membahas secara universal tentang politik. Tatanan pemerintahan yang sesuai agar bisa menjalankan syariat, bagaimana menata kehidupan yang baik dan wilayahnya bisa berdaulat dan bermartabat juga rakyatnya bisa sejahtera. Peradaban Islam adalah peradaban yang dibangun oleh ilmu pengetahuan Islam yang dihasilkan dari pandangan hidup Islam. membangun peradaban Islam harus dimulai dengan membangun pemikiran umat Islam, meskipun tidak berarti kita berhenti membangun bidang-bidang lain. Mengubah Islamic world view/framework atau cara pandang umat kepada cara pandang Islam (prinsip Islam) adalah kunci bangkitnya peradaban Islam. Sebab peradaban itu muncul dari pandangan yang melahirkan tindakan dan berbuah Ilmu Pengetahuan.
PENGARUH CANDU TERHADAP ASPEK SOSIAL-BUDAYA DAN EKONOMI ETNIS TIONGHOA DI SAMBAS TAHUN 1909-1942 Munandar, Aris; Noor, Agus Sastrawan; Firmansyah, Andang
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 9, No 4 (2020): April 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.628 KB)

Abstract

AbstractThe research was titled "Opium Influence on socio-cultural aspects and ethnic Chinese economy in Sambas year 1909-1942". A common problem in this research is how opium influences the ethnic Chinese in Sambas in 1909-1942. The purpose of this research is to describe the opium influence of ethnic Chinese in Sambas in 1909-1942 in socio-cultural and economic aspects. The study uses historiography methods, namely Heutistics, source criticism, verification, and historiography. The approach used in the study was sociology, economics and politics. The results of this study showed that: (1) The opium trade was not separated from the coming of the Chinese to Sambas, the opening of the gold mine at Monterado and the trade route between West Borneo and Singapore; (2) Opium trade managed by the local government as well as during the Dutch East Indies, influenced the socio-cultural life of Chinese society, especially the disputes between Chinese society and Sultan Sambas and government Dutch Colonial Indies; (3) The government-run opium management system through the Regie system gives a large income to fill the colonial treasury. The Chinese smugglers also benefit from opium trading as there is no need to pay high taxes to the colonial government. However, the majority of Chinese consumers have a health loss that will also affect their economy.Keywords: Opium influence, ethnic Chinese, Sambas
PERAN PENGADILAN NEGERI DALAM PEMBERIAN REHABILITASI TERHADAP TERDAKWA YANG DIPUTUS BEBAS DAN LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM (ONSLAG) Munandar, Aris
JURNAL POENALE Vol 1, No 1: JURNAL POENALE
Publisher : FAKULTAS HUKUM UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minimnya peraturan perundang-undangan yang mengatur ketentuan penerapan rehabilitasi yang diberikan dalam putusan bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum yang mengakibatkan kesulitan-kesulitan dalam penerapannya, sehingga kurang memenuhi rasa keadilan bagi terdakwa yang diputus bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum. Hal demikian dapat dilihat dari banyaknya pemberian rehabilitasi yang tidak memberi pengaruh apa-apa bagi pemulihan hak atas kemampuan, kedudukan, harkat dan martabat seorang yang diputus bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum. Permasalahan dalam skripsi ini adalah Bagaimanakah peran Pengadilan Negeri dalam memberikan rehabilitasi terhadap terdakwa yang diputus bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum ? dan apakah Faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam pemberian rehabilitasi terhadap terdakwa yang diputus bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum? .Penelitian dilakukan melalui pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Dalam pengambilan sample digunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, bahwa setiap putusan bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum telah diberi rehabilitasi dalam amar putusannya yang bersifat serta merta tanpa memerlukan permintaan dari terdakwa. Dalam praktik di Pengadilan Negeri Tanjung Karang pelaksanaan pengumuman rehabilitasi berupa penempatan salinan isi putusan rehabilitasi tidak pernah dilakukan oleh Panitera. Adapun faktor penghambat yang dapat dikaitkan dengan tiga sistem hukum, yaitu substansi hukum, struktur hukum dan budaya hukum. Saran dalam penulisan ini Bagi Hakim, agar lebih memberikan pemahaman kepada terdakwa mengenai hak untuk memperoleh rehabilitasi apabila yang bersangkutan nantinya dinyatakan bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum, dan Panitera, agar melaksanakan pengumuman rehabilitasi sebagaimana diamanatkan dalam PP No. 58 Tahun 2010, meskipun tidak ada perintah dari hakim atau ketua pengadilan serta tidak ada permintaan dari terdakwa.
Padepokan Karakter: Model of Character Development Rachman, Maman; Munandar, Aris; Suhardiyanto, Andi
KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Vol 7, No 2 (2015): Komunitas, September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v7i2.4460

Abstract

This study was aimed at describing the portraits of the factual management model of character reinforcement applied nowadays, developing the hypothetical management model of character reinforcement in Padepokan Karakter or a character hermitage. This research was conducted under research and development approaches. The subjects of this research were the informants (students, lecturers, teachers, school principals), documents, and events. The data were collected through interviews, observations, documentations, considerations of specialists and practitioners, focused group discussions, and questionnaires. The results indicated that the factual model of character reinforcement was done by integrating characters on subjects described in the functions of planning, implementation, and evaluation. The development of management models of character reinforcement recommended in this research was managed through the function of planning, organizing, implementing and controlling the characters in the character hermitage. The device of character reinforcement available in the character hermitage was effective and influential to reinforce the students ‘ character.
Losing the battle; The marginalization of Javanese compact forms Munandar, Aris
Wacana Vol 19, No 1 (2018): Language and culture in Java and its environs
Publisher : Faculty of Humanities, University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.725 KB) | DOI: 10.17510/wacana.v19i1.617

Abstract

 In the contact situation with Indonesian, the standard variety of Javanese in Yogyakarta is experiencing an incipient shift. The shift is indicated by the shrinking domain of use, and the degradation of speakers’ proficiency. It also reveals some ongoing changes in its structure, observable in the tendency of the younger generation to use particular elements different to those used by grandparent and parent generations. This article examines unique patterns of Javanese morphosyntax by focusing on the suffix -a, infix -um-, -in-, and confix ka-an, on the basis of utterances recorded from authentic speech events involving speakers of different generations. The findings show a gradual replacement of these affixes by a more general morphosyntax pattern similar to that of Indonesian. It concludes that the suffix -a and infix -um-, -in- exhibit low resistance to the imposition of Indonesian. It also predicts that in future Javanese will show more convergent with Indonesian because of the marginalization of unique patterns of Javanese morphosyntax. 
PEMETAAN DAN PENILAIAN PERMAKAMAN SEJARAH SAMUDRA PASAI DI KABUPATEN ACEH UTARA Nurjanah H, Nurjanah H; Munandar, Aris; Arifin, Nurhayati HS
Paramita: Historical Studies Journal Vol 27, No 1 (2017): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v27i1.9189

Abstract

The purposes of this study are to map and identify the location of those artifacts, historical landscape unit of Samudra Pasai and to evaluate the historical tombs. Methods used were Cultural Mapping Approach using GIS and historical landscape assessment. From this research it was found that there are 33 historical tombs in Aceh Utara District. Thirteen of them are already stated as Cultural Heritage Site and 20 of them not yet included on the list. Historical landscape of Samudera Pasai’s tomb bearing importance with high significance value found in 6 tombs unit at Meurah Mulia Sub-district, Lhokseukon Sub-district, Baktiya Barat Sub-district, Tanah Jambo Aye sub-district and Syamtalira Aron sub-district. Ten tombs with medium significance value can be found at six sub-districts which are Geureudong Pase sub-district, Tanah Luas sub-district, Paya Bakong sub-district, Samudera sub-district, Seunuddon sub-district and Nibong sub-district. Four tombs with low significance value can be found at Samudera sub-district, Nibong sub-district, Seunuddon sub-district and Syamtalira Aron sub-district. Landscape preservation priority will be conducted at landscapes with high and medium significance values. Meanwhile, the landscape with low significance proposed to do physical improvements only. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan dan mengidentifikasi keberadaan artefak, Unit lanskap sejarah Samudra Pasai dan penilaian terhadap peningalan makam-makam bersejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cultural Mapping Approach dengan menggunakan GIS dan asesmen lanskap sejarah. Hasil dari penelitian ditemukan 33 permakaman bersejarah di Kabupaten Aceh Utara, 13 merupakan permakaman kepemilikan Situs Cagar Budaya dan 20 diantaranya belum terdaftar sebagai Situs Cagar budaya. Lanskap sejarah permakaman Samudra Pasai memiliki nilai penting dengan signifikansi tinggi sebanyak 6 unit permakam-an yang terdapat pada Kecamatan Meurah mulia, Kecamatan Lhokseukon, Kecamatan Baktiya Barat, Kecamatan Tanah Jambo Aye dan Kecamatan Syamtalira Aron. Permakam-an dengan nilai signifikansi sedang sebanyak 10 unit dapat dijumpai pada enam Kecamatan yaitu Kecamatan Geureudong Pase, Kecamat-an Tanah Luas, Kecamatan Paya Bakong, Kecamatan Samudera, Kecamatan Kecamat-an Seunuddon dan kecamatan Nibong. Permakaman dengan nilai signifikansi rendah sebanyak 4 unit terdapat pada Kecamatan Samudera, Kecamatan Nibong, Kecamatan Seunuddon dan Kecamatan Syamtalira Aron. Prioritas pelestarian dilakukan pada lanskap dengan nilai signifikansi tinggi dan sedang, namun untuk nilai signifikansi rendah diusulkan perbaikan fisik. 
A rare case of massif Adenomatoid Odontogenic Tumor in the anterior region of mandible: Mimicking as dentigerous cyst Munandar, Aris; Syamsudin, Endang; Sylvyana, Melita; Rizki, Kiki Akhmad
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 27, No 3 (2015): November
Publisher : Faculty of Dentistry Universitas Padjadjaran, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1504.831 KB) | DOI: 10.24198/pjd.vol27no3.13561

Abstract

Background. Adenomatoid Odontogenic Tumor (AOT) is a rare tumor of epithelial origin. AOT appears in three clinico-topographic variants: follicular, extrafollicular and peripheral. The AOT was predominantly found in the upper jaw, and rarely found in mandible, especially at anterior mandible. AOT is a tumor of odontogenic epithelium having duct like structures, which may be partly cystic, and in some cases the solid lesion may be present only as masses in the wall of a large cyst. The surgical management of this lesion would be enucleation along with removal of associated impacted tooth. The prognosis for both of them is good and recurrences are very rare after complete removal of the lesion. Purpose. It is important to define final diagnose for AOT due to mimicking with DC in clinically and radiographically finding. Biopsy is still obviously necessary to the final diagnosis. Case. 15-year-old female patients reported with chief complain of swelling in anterior mandible. The swelling beginning 4 years ago, gradually progressed, with no history pain, discharge and patient is complaint about loss of sensation around anterior mandible. Aspiration revealed straw colored fluid thinking in the way of DC. The provisional diagnosis of DC was given due to clinical presentation and radiographic imaging. But the biopsy examination showed AOT due to duct-like epithelial cells was being found. Discussion. The case report illustrates characteristic clinical and radiographic features of follicular variant of AOT mimicking a DC at unusual site that is anterior mandible. AOT is thought to arise from odontogenic epithelium and associated with the impacted tooth. Rightfully AOT is a perfect imitator of DC radiographically as well as histopathologically. It usually clinically misdiagnosed as DC as both have a unilocular, well-defined radiolucency surrounding the crown of an impacted tooth. The mass was enucleated, involved teeth were extracted, and titanium plates are used to avoid pathologist fracture. The patient had uneventful postoperative recovery. Follow up of a year has not shown any evidence of recurrence. Conclusion. Follicular type of OAT could confuse us with DC if the support examination just only clinicaly finding and radiographic examination. This case could not be definitively diagnosed on clinical and radiographic features alone. Biopsy was obviously necessary to the final diagnosis.
Co-Authors ., Darussalam A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdurahman Abdurrahman Agus Sastrawan Noor ahmad yani Alimuddin Alimuddin Andang Firmansyah Andi Suhardiyanto Arjon Turnip Armidiana, Armidiana Asep Hidayat Astuti Wijayanti, Astuti Aulia, Alfiana Bija, Rein Pong Bustami Bustami Catharina Tri Anni, Catharina Tri Daniel Djokosetiyanto Dede Rohmat Demi Soetraprawata Diane Tangian, Diane Dini Surilayani, Dini Djumardin, Djumardin Dwikoryanto, Matius I Totok Eko Wahyu Jamaluddin, Eko Wahyu Endang Syamsudin Enok Maryani Eti Sulandari Fadlisyah Fadlisyah Fajriana, Fajriana Ferry J. Juliantono, Ferry J. Fitriyani, Intan Fuad Muhammad Fuadi, Nurul Hari Wibawanto Haryadi, Didid Herry Purnomo Heru Mugiarso Hilman Syaeful Alam HS, Salim Idris Hemay, Idris Indung Sitti Fatimah, Indung Sitti Jumiati Kholil Kholil, Kholil Kholil, - Kiki Akhmad Rizki, Kiki Akhmad Kustiono Kustiono, Kustiono Latifah Latifah Lestari, Nadia Lestariningsih, Dwi Sukanti Liana Sari, Ika Yekti Maman Rachman Mamat Ruhimat, Mamat Meihazura, Yulita Melita Sylvyana, Melita Mulawarman Mulawarman mungin eddy wibowo, mungin eddy Murhaban Murhaban Naik Sinukaban Nurhayati HS Arifin Nurjanah H Nurjanah H, Nurjanah H Nursafira, Julia Nurtanto, Anggian Ode Sofyan Hardi Pebriani, Reny Aziatul Prayitno, Slamet Purna, Fitra Prasapawidya Rizal Rizal Rosmiati Sambas Basuni Setia Budi Slamet Widodo Soerja Koesnarpadi Srinayanti, Yanti sriyanti, yanti Suhardjo Suhardjo Sunarmasto, Sunarmasto Suprayogi Suprayogi Syaiful Anam Syamsir Teti Sobari, Teti Veronica, Meilin Wahada, Listiatul Yoga Yuniadi Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Zacheus, Soelistiyo Daniel