Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KEMAMPUAN MENULIS SURAT IZIN SISWA KELAS VII SMP PERTI PADANG TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Muriani, Muriani; Chan, Wirsal; Zulfitriyani, Zulfitriyani
Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Wisuda Ke 47, Genap 2013-2014 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Pendidikan Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background issue in this study is the lack of student interest in learning to write is to write a letter one of them his own license. Students prefer to ask for help to others and ask for help to write a letter permission. It happened because the students in writing including the fear of being wrong in choosing and determining parts and sub-parts of a letter and use proper diction, effective sentences and the use of spelling will be used. Destination this study was to describe the ability of junior high school students of class VII in terms of Padang Perti three aspects. First, the ability to write part of the license. Second, the ability to use diction. Third, the ability to use words effectively in writing to the schools license. This research is quantitative descriptive method. Descriptive method is used to describe the data obtained. The research sample of junior high school students of class VII Perti Padang taken 25% of the amount of each class. The data of this study is to school letters written permission sample with respect to parts and sub-parts of a letter, EYD, and effective sentence. The results illustrate that the ability to write a letter of permission Perti junior class VII Padang in using sections and sub sections permit the semi-official form letter is in good classification, with an average of 80. Terms of use EYD on classification hampr enough, with an average of 49.33, and in terms of effective use of the phrase is in the classification of almost pretty, with an average of 46.66. Based on three aspects of the above, the ability of students using the effective sentence is at 46.66 which is lowest classification and use parts and sub-parts of the permit form the semi-official letter is at the highest classification that is 80 by using quantitative research.
TEACHING READING ON NARRATIVE TEXT BY COMBINING DIRECTED READING THINKING ACTIVITY (DRTA) AND NOTE TAKING STRATEGY AT JUNIOR HIGH SCHOOL Muriani, Muriani; Susanti, Rina
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penulisan makalah ini bertujuan untuk membantu guru dalam menyelesaikan salah satu permasalahan yang ada dalam pengajaran membaca pada siswa Sekolah Menengah Pertama. Selain itu makalah ini dimaksudkan untuk menjelaskan pengaplikasian strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) and Note Taking dalam pemahaman sebuah teks naratif agar siswa tertarik untuk membaca teks Bahasa Inggris.Dalam makalah ini penulis membahas bagaimana pengajaran membaca dengan menggabungan dua strategi yaitu strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) dan Note Taking. Penggunaan penggabungan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) dan Note Taking dalam pengajaran bahasa Inggris dibagi menjadi beberapa tahapan: Pertama, guru menyiapkan sebuah teks dan membagikannya kepada siswa. Kedua, sebelum siswa membaca teks tersebut siswa disuruh memprediksi apa isi dari teks tersebut berdasarkan judul dan gambar text. Ketiga, setelah siswa membaca text siswa  di minta untuk mendiskusikan isi dari teks tersebut dan membuat catatan atau kesimpulan dari apa yang mereka baca. Berdasarkan hasil diskusi serta penerapannya, Penggabungan strategi Directed Reading Thingking Activity dan Note Taking ini dapat menjadi alternatif bagi guru untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris, khususnya membaca serta dapat membuat mereka berpikir lebih aktif dan kritis dalam memahami text.
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN PENGAWASAN PIMPINAN TERHADAP KINERJA MELALUI DISIPLIN PEGAWAI DI UPT PUSKESMAS POLOMBANGKENG SELATAN Muriani, Muriani; Dammar, Baharuddin; Cahya Mulat, Trimaya
YUME : Journal of Management Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Pascasrjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.551 KB)

Abstract

ABSTRAK Dari hasil penelitian ini peneliti menemukan (1) Analisis Pengaruh X1 (Motivasi) terhadap Y (Disiplin) dimana dari hasil analisis pada tabel 4.9 diperoleh nilai signifikansi X1=0.000<0.05. sehingga dapat disimpulkan bahwa secara langsung terdapat pengaruh yang signifikan X1 terhadap Y. (2)Analisis pengaruh X2 (Pengawasan) terhadap Y (Disiplin) dimana dari hasil analisis pada tabel 4.9 diperoleh nilai signifikansi X2=0.000<0.05. sehingga dapat disimpulkan bahwa secara langsung terdapat pengaruh yang signifikan X2 terhadap Y. (3)Analisis Pengaruh X1 (Motivasi) terhadap Z (Kinerja) dimana dari hasil analisis pada tabel 4.11 diperoleh nilai signifikansi X1=0.481>0.05. sehingga dapat disimpulkan bahwa secara langsung tidak terdapat pengaruh yang signifikan X1 terhadap Z. (4) Analisis pengaruh X2 (Pengawasan) terhadap Z (Kinerja) dimana dari hasil analisis pada tabel 4.11 diperoleh nilai signifikansi X2=0.000<0.05. sehingga dapat disimpulkan bahwa secara langsung terdapat pengaruh yang signifikan X2 terhadap Z. (5) Analisis pengaruh Y (Disiplin) terhadap Z (Kinerja) dimana dari hasil analisis pada tabel 4.11 diperoleh nilai signifikansi Y=0.117>0.05. sehingga dapat disimpulkan bahwa secara langsung tidak terdapat pengaruh yang signifikan Y terhadap Z. (6) Analisis pengaruh X1 melalui Y terhadap Z diketahui pengaruh langsung yang diberikan X1 terhadap Z sebesar 0.089. Sedangkan pengaruh tidak langsung X1 melalui Y terhadap Z adalah perkalian antara nilai beta X1 terhadap Y dengan nilai beta Y terhadap Z yaitu: 0.511 X 0.250 = 0.128. Jadi pengaruh total yang diberikan X1 terhadap Z adalah pengaruh langsung ditambah dengan pengaruh tidak langsung yaitu: 0.089 + 0.128 = 0.217. Berdasarkan hasil perhitungan di atas diketahui bahwa nilai pengaruh langsung sebesar 0.089 dan pengaruh tidak langsung sebesar 0.128 yang berarti bahwa nilai pengaruh tidak langsung lebih besar dibandingkan dengan nilai pengaruh langsung, hasil ini menunjukkan bahwa secara tidak langsung X1 melalui Y mempunyai pengaruh signifikan terhadap Z. (7) Analisis pengaruh X2 melalui Y terhadap Z diketahui pengaruh langsung yang diberikan X2 terhadap Z sebesar 0.494. Sedangkan pengaruh tidak langsung X2 melalui Y terhadap Z adalah perkalian antara nilai beta X2 terhadap Y dengan nilai beta Y terhadap Z yaitu: 0.466 X 0.250 = 0.117. Jadi pengaruh total yang diberikan X2 terhadap Z adalah pengaruh langsung ditambah dengan pengaruh tidak langsung yaitu: 0.494+ 0.117 = 0.611. Berdasarkan hasil perhitungan di atas diketahui bahwa nilai pengaruh langsung sebesar 0.494 dan pengaruh tidak langsung sebesar 0.117 yang berarti bahwa nilai pengaruh tidak langsung lebih Kecil dibandingkan dengan nilai pengaruh langsung, hasil ini menunjukkan bahwa secara tidak langsung X2 melalui Y tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap Z. Kata Kunci : Motivasi Kerja, Kinerja, disiplin 
ANALISIS YURIDIS PERKAWINAN SESAMA JENIS YANG DICATATAKAN OLEH PEGAWAI KANTOR PENCATAT SIPIL DAN DINAS KEPENDUDUKAN DKI JAKARTA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 (Studi Kasus: Putusan Pengadilan Negeri Nomor 481/Pdt.G/2012/ PN.Jak.Sel) Widya Dwi Cahyani; Muriani Muriani
Reformasi Hukum Trisakti Vol. 1 No. 1 (2019): Reformasi Hukum Trisakti
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.379 KB) | DOI: 10.25105/refor.v1i1.7135

Abstract

Suatu perkawinan harus dilaksanakan sesuai persyaratan perkawinan dalam undang-undang perkawinan, Dalam hal persyaratan perkawinan tidak dipenuhi oleh para pihak akan berakibat perkawinan tersebut dapat dibatalkan. Membahas Pembatalan perkawinan, Apakah Perkawinan Sesama Jenis dapat dilakukan pencatatan oleh Pegawai Catatan Sipil dan Dinas Kependudukan DKI Jakarta menurut UU No.1 Tahun 1974? dan Apakah Putusan No.481/Pdt.G/Jak.Sel yang menyatakan tidak sah dan tidak mengikat hukum perkawinan sesama jenis tersebut sudah sesuai dengan UU No.1 Tahun 1974? Untuk membahas permasalahan dilakukan penelitian secara hukum normatif, menggunakan data sekunder, dianalisis secara kualitatif, kesimpulan menggunakan logika deduktif. Berdasarkan analisis, perkawinan yang sah menurut Pasal 2 Ayat (2) UU No.1 Tahun 1974 saja yang dapat dilakukan Pencatatan. Perkawinan sesama jenis bukan perkawinan yang sah menurut UU No.1 Tahun 1974. Dalam isi Putusan Pengadilan No 481/Pdt.G/2012/PN.Jak.Sel menyatakan perkawinan tersebut tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum, karena perkawinan sesama jenis, tidak sesuai dengan azas-azas perkawinan dan ketentuan dalam Pasal 1 UU No.1 Tahun 1974 serta tidak terpenuhinya syarat sah perkawinan dalam hal kesepakatan para pihak, sesuai dengan Pasal 6 ayat (1) UU Nomo1 Tahun 1974. Adapula sebab pembatalan perkawinan sesama jenis lainnya karena adanya salah sangka diri terhadap suami/isteri, seperti yang diatur dalam Pasal 27 UU Nomor 1 Tahun 1974.Kata Kunci: Pembatalan Perkawinan, Pencatatan Perkawinan yang dibatalkan.
TINJAUAN YURIDIS ANAK BELUM DEWASA SEBAGAI TURUT TERGUGAT DALAM SENGKETA WARIS (STUDI PUTUSAN PENGADILAN AGAMA SUKABUMI NOMOR 0371/PDT.G/2017/PA.SMI) Intan Justiasari; Muriani Muriani
Reformasi Hukum Trisakti Vol. 3 No. 1 (2021): Reformasi Hukum Trisakti
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.429 KB) | DOI: 10.25105/refor.v3i1.13257

Abstract

Pada kasus perkara Putusan Pengadilan Agama Sukabumi Nomor 0371/Pdt.G/2017/PA.Smi terIetak pada subjek hukum masih dibawah umur dan eksepsi obscuur libel. Pokok permasalah yang dibahas pada skripsi ini adalah 1) Apakah seorang anak dibawah umur dapat ditarik sebagai turut tergugat dalam suatu sengketa yang diajukan ke Pengadilan? Dan 2) Apa dasar pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Agama Sukabumi menolak eksepsi Tergugat terhadap gugatan waris yang obscuur libel? Untuk menjawab permasalahan metode penelitian dilakukan secara yuridis-normatif, sifat penelitian deskriptif, data yang digunakan data sekunder, pengolahan data dilakukan secara kualitatif, pengambilan kesimpulan menggunakan logika deduktif. Berdasarkan analisis putusan Nomor 0371/Pdt.G/2017/PA.Smi ditemukan bahwa gugatan cacat formil karena tidak memenuhi syarat formil sahnya suatu gugatan karena terdapat pihak yang masih dibawah umur dan tidak diwakilkan oleh walinya berdasarkan keputusan hakim. Akibatnya adalah gugatan tidak dapat diterima. Dasar pertimbangan Hakim tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku karena menyalahi prosedur perubahan gugatan.
ANALISIS YURIDIS PENETAPAN PERKAWINAN BEDA AGAMA ANTARA KEVIN SANGIAN HENDRIK RUMIAP DENGAN NUR REZKI ANGGRAENI AKHBAR MENURUT HUKUM PERKAWINAN YANG BERLAKU DI INDONESIA (STUDI PENETAPAN PENGADILAN NEGERI MAKASSAR NOMOR 622/PDT.P/2018/PN.MKS) Praditya Arrahim Pahlevi; Muriani Muriani
Reformasi Hukum Trisakti Vol. 3 No. 1 (2021): Reformasi Hukum Trisakti
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5546.307 KB) | DOI: 10.25105/refor.v3i1.13297

Abstract

Perkawinan beda agama adalah perkawinan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang berbeda agama. Perkawinan antara Kevin Sangian Hendrik Rumiap dengan Nur Reski Anggraeni Akhbar merupakan perkawinan beda agama. Pokok permasalahan yang dibahas adalah apakah perkawinan beda agama diatur dalam hukum perkawinan yang berlaku di Indonesia dan apakah penetapan Nomor 622/Pdt.P/2018/PN.Mks yang mengizinkan perkawinan beda agama sudah sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, bersifat deskriptif, menggunakan data sekunder bersumber dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Analisis data secara kualitatif. Penarikan kesimpulan secara deduktif. Hasil penelitian adalah pengaturan perkawinan beda agama diatur di Indonesia di UU No. 1 Tahun 1974 (Pasal 8 huruf (f) (tetapi tidak dengan tegas) dan di Kompilasi Hukum Islam diatur secara tegas (dalam Pasal 40 huruf (c) dan Pasal 44 yang menyebutkan setiap lakilaki dilarang melakukan pernikahan dengan wanita yang bukan beragama Islam dan setiap wanita dilarang melakukan pernikahan dengan laki-laki yang bukan beragama Islam) serta penetapan Pengadilan Negeri N0. 622/Pdt.P/2018/PN.Mks yang mengabulkan perkawinan beda agama tidak sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam, tetapi sesuai dengan Pasal 2 ayat (2) Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 dan Putusan MA Nomor 1400K/Pdt/1986.