Poltje D. Rumajar
Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Manado

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PEMANFAATAN FESES BURUNG PUYUH DALAM PEMBUATAN KOMPOS Poltje D. Rumajar
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 1 (2015): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.939 KB) | DOI: 10.47718/jkl.v5i1.591

Abstract

Feses burung puyuh dan sampah organik adalah bahan-bahan organik yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan dan dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peranan feses burung puyuh sebagai aktifator dalam pembuatan kompos. Oleh sebab itu dimanfaatkan untuk dijadikan kompos. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dimana peneliti ingin menguji coba feses burung puyuh dalam pembuatan kompos. Penelitian ini dilakukan selama 21 hari, dengan pengukuran suhu, kelembaban dan pH. Kematangan kompos dilihat dari warna, bau, serta struktur bahan. Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa pencampuran feses burung puyuh dan sampah organik berhasil menjadi kompos. Hal ini dapat dilihat dari warna, bau, serta struktur yang gembur (bahan menjadi lunak, menyusut dan tidak menggumpal) dan nilai suhu, kelembaban dan pH yang optimal sampai pada hari terakhir sehingga penguraiannya sangat cepat.
ANALISIS TINGKAT KEBERHASILAN PELAKSANAAN PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANGANITU KABUPATEN KEPL. SANGIHE (Studi Di Desa Taloarane I) Poltje D. Rumajar; Dismo Katiandagho; Daniel Robert
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 9 No 1 (2019): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jkl.v9i1.638

Abstract

Hasil survey pendahuluan di Puskesmas Manganitu, terdapat 18 desa dan semua desa melaksanakan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Pada tahun 2017 dari 18 desa, baru 2 desa yang telah mendeklarasikan program STBM dengan 5 pilar, yaitu desa Hiung dan Talaorane I. Untuk pemiciuan STBM sudah dilaksanakan oleh 16 desa yang lain tetapi belum melaksanakan deklarasi. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis tingkat keberhasilan pelaksanaan Program STBM di Wilayah Kerja Puskesmas Manganitu. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif. Poulasi adalah Semua desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas Manganitu sebanyak 18 desa, dan yang menjadi sampel yaitu masyarakat yang sudah melaksanakan pemicuan dan sudah melaksanakan deklarasi Stop BABS yaitu masyarakat yang ada di Taloarane I Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe. Hasil penelitian yaitu Tingkat kepuasan terhadap program STBM Pilar I yaitu 80% responden merasa puas dan 20% responden tidak merasa puas. Keberhasilan Program STBM Pilar I yaitu 93,3% program STBM berhasil dan hanya 6,7% program STBM tidak berhasil. Kesimpulan : Tingkat kepuasan terhadap program STBM Pilar I yaitu 80% responden merasa puas dan 20% responden tidak merasa puas. Keberhasilan Program STBM Pilar I yaitu 93,3% program STBM berhasil dan hanya 6,7% program STBM tidak berhasil. Saran : Bagi Puskesmas Manganitu agar selalu melakukan evaluasi bagi masyarakat yang masih membuang tinja di sungai, dan selalu memberikan penyuluhan tentang bahaya serta dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan jika membuang tinja di sungai dan bagi Pemerintah Desa Taloarane I Kecamatan Manganitu agar memberikan pendampingan, teguran dan sanksi bagi masyarakat yang selalu membuang tinja disungai.
HUBUNGAN PERILAKU KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KELURAHAN GIRIAN ATAS KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG Masryk Kabuhung; Poltje D. Rumajar; Ferdy G. Pakasi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 2 No 2 (2013): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jkl.v2i2.546

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Dewasa ini usaha untuk mencegah penyakit demam berdarah dengue kian digalakan, baik lewat program pemerintah maupun kesadaran masyarakat. Walaupun upaya kegiatan penanggulangan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat Kota Bitung sudah dapat menurunkan kasus namun masih terjadi peningkatan kasus di wilayah Kelurahan Girian Atas. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan perilaku masyarakat dengan kejadian DBD. Jenis penelitian menggunakan metode studi obsevasional analitik dengan rancangan cross sectional study, populasi dalam penelitian adalah seluruh kepala keluarga yang ada di Kelurahan Girian Atas berjumlah 873 orang dan sampel ditentukan sebesar 15 % sampel dimabil secara simple random sampling dengan jumlah sampel 131orang. Hasil analisis dengan menggunakan uji Chi square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan Kejadian DBD, tidak ada hubungan antara sikap dengan Kejadian DBD dan tidak ada hubungan antara tindakan masyarakat dengan kejadian DBD berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai p = > 0,05. Berdasarkan hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel yang diteliti mulai dari pengetahuan, sikap dan tindakan ternyata tidak ada hubungan dengan kejadian demam berdarah.
PERBANDINGAN CAMPURAN EFFECTIVE MICROORGANISM 4 (EM4) DENGAN KOTORAN KUDA SERTA CAMPURAN EFFECTIVE MICROORGANISM 4 (EM4) DENGAN KOTORAN AYAM DALAM PROSES KOMPOSTING Zulkifli Bawode; Poltje D. Rumajar; Steven Jacub Soenjono
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 1 (2015): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jkl.v5i1.592

Abstract

Pupuk kompos merupakan salah satu pupuk organik yang dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan organisme hidup.Untuk membuat pupuk kompos diperlukan bahan baku berupa material organik dan organisme pengurai. Organisme pengurainya bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme.Pengomposan juga dapat dilakukan dengan menambahkan kotoran ternak seperti kotoran sapi, kuda, ayam, babi dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu, kelembapan, pH, lama waktu pengomposan dan kualitas fisik serta kandungan kimia, dan uji pada tanaman. Dalam penelitian ini sampah organik di olah menjadi kompos menggunakan campuran effective microorganism 4 (EM4) dengan kotoran kuda serta campuran effective microorganism 4 (EM4) dengan kotoran ayam. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen semu (quasi experiment). Cara pengumpulan data dengan observasi dan pengukuran suhu, kelembapan, pH dan tinggi tunas serta analisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkankompos campuran effective microorganism 4 (EM4) dengan kotoran ayam lebih efektif dibandingkan dengan kompos campuran effective microorganism 4 (EM4) dengan kotoran kuda yang diukur dari suhu, kelembapan, pH, kualitas fisik, lama waktu, kualitas kimia serta uji pada tanaman jagung.
KARAKTERISTIK PEKERJA SEKSUAL KOMERSIAL DAN KEJADIAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI KOTA BITUNG Christina Manurung; Martha D. Korompis; Iyam Manueke; Poltje D. Rumajar
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6 No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jkl.v6i2.611

Abstract

Di Kota Bitung terjaring 625 PSK menjajakan diri dilokasi tertentu dan tidak langsung seperti di café dan pub. Laporan pada tahun 2012 terdapat 523 kasus PMS yaitu rasio laki-laki 128 orang dan perempuan 395 orang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan gambaran karakteristik PSK dengan kejadian PMS di Kota Bitung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah keseluran PSK di Kota Bitung berjumlah 625 dengan cara pengambilan sampel adalah accidental sampling. Hasil pengolahan data yaitu pekerja seks komersi yang positif menurut golongan umur terbanyak adalah 20-35 tahun berjumlah 10 orang (23%) yang negatif umur < 20 tahun berjumlah 2 orang (5%) dan > 35 tahun 1 responden (2%), pendidikan responden yang positif adalah SMP yaitu 3 responden (7%) yang diikuti SMA berjumlah 7 responden (16%) sedangkan responden negatif SD berjumlah 2 responden (5%) dan berpendidikan pendidikan SMP 15 responden (35%) berpendidikan SMA berjumlah 16 responden (37%), responden positif yang berpengetahuan yang baik berjumlah 8 responden (18 %) dan yang berpendidikan kurang 2 responden (5 %) sedangkan yang negatif berpengetahuan baik 33 responden (77%) dan responden yang tingkat pendapatan tinggi yang positif 3 responden (7%) tingkat pendapatan yang rendah 7 responden (16 %) dan responden yang negatif yang berdapatan tinggi 5 responden (7 %) dan rendah 28 responden (70%). Kesimpulan: Bagi pekerja seks komersil untuk selalu dapat melakukan pemeriksaan kesehatan atau check up secara rutin pada fasilitas kesehatan agar terhindar dari penyakit menular seksual, bagi petugas kesehatan untuk dapat melakukan pemeriksaan continue untuk semua pekerja seks komersil sekaligus melakukan inspeksi mendadak pada tempat-tempat yang dicurigai adanya prostitusi yang terselubung dan perlu dilakukan komunikasi, informasi, dan edukasi oleh berbagai pihak agar para pekerja seks komersil dapat kembali kejalan kehidupan yang normal.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH PT PUTRA KARANGETANG TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI PENTU DI DESA POPONTOLEN KECAMATAN TUMPAAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Nyoman Sedana; Tony K. Timpua; Poltje D. Rumajar
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 1 (2017): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jkl.v7i1.617

Abstract

Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pengolahan air limbah PT. Putra Karangetang terhadap kualitas air sungai Pentu di Desa Popontolen Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan, yaitu untuk mengetahui kadar BOD, COD, PH, dan menguji pengaruh air limbah PT Putra Karangetang terhadap BOD, COD, dan PH air sungai pentu di Popontolen. Jenis penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan rancangan cross sectional study, variabel dalam penelitian ini yaitu pengolahan air limbah dan kualitas air sungai Pentu di Desa Popontolen Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan. Sampel dari penelitian ini di ambil 12 sampel. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada pengaruh antara pengolahan air limbah PT Putra Karangetang terhadap kualitas air Sungai Pentu (p value 0,024) terhadap kadar BOD pada air sungai Pentudan p value 0,025 < α 0,05 yang artinya ada pengaruh antara Pengolahan Air Limbah PT Putra Karangetang terhadap kadar COD pada air sungai Pentu. Untuk PT Putra Karangetang Desa Popontolen Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan untuk dapat memperbaiki tempat pengolahan air limbah tersebut sehingga dapat berfungsi dengan baik.
EFEKTIVITAS TRICHOKOMPOS (CAMPURAN KOTORAN SAPI DENGAN AGENCY HAYATI/TRICHODERMA Spp) DAN KOMPOS DAUN TERHADAP TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICUM) Gratia Pelealu; Poltje D. Rumajar; Jusran Mokoginta
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 1 (2017): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.285 KB) | DOI: 10.47718/jkl.v7i1.618

Abstract

Buah tomat merupakan jenis sayuran yang digunakan masyarakat untuk kebetuhan pangan baik yang dikonsumsi secara matang maupun mentah, yang memiliki Vitamin A dan C. Apabila mengonsumsi buah tomat secara teratur maka tidak akan menimbulkan penyakit, namun kebanyakan para petani menggunakan bahan pestisida (zat kimia) yang beracun untuk pertumbuhan tomat, bila dikonsumsi secara terus-menerus dapat menimbulkan penyakit, selain itu sisa buangan bahan pestisida tersebut juga dapat mencemari lingkungan sekitar. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Efektivitas Trichokompos yang menggunakan kotoran sapi dengan Trichoderma Spp dalam pembuatan kompos selama 21 hari dengan pengamatan suhu, kelembapan dan pengamatan trichokompos yang diamati struktur trichokompos, warna, dan bau. Kemudian dilakukan percobaan tanaman tomat yang sasarannya kebuah tomat dengan melakukan perbandingan antara Trichokompos dan Kompos Daun dengan perlakuan 3:1. 2:1, dan 1:1 Hasil dari penelitian ini menunjukan pada perlakuan 2:1 efektif terhadap pertumubuhan tanaman tomat dari tinggi tanaman, banyak daun, dan banyak buah baik yang menggunakan Trichokompos maupun yang menggunakan Kompos daun. Pada perlakuan 1:1 dan 3:1 dapat digunakan tapi hasilnya belum maksimal
PENYEDIAAN AIR BERSIH DAN JAMBAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA BETELEN KECAMATAN TOMBATU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Vivi Mokosandib; Poltje D. Rumajar; Suwarja Suwarja
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.789 KB) | DOI: 10.47718/jkl.v7i2.621

Abstract

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Tenggara sampai pada bulan Juni 2014, terdapat 708 kasus diare, kasus terbanyak terdapapat pada usia > 5 tahun sebanyak 430 kasus; kasus tertinggi terdapat di wilayah kerja Puskesmas Tombatu sebanyak 115 kasus, dan Desa dengan kasus diare terbanyak yaitu Desa Betelen sebanyak 73 kasus diare yang diderita oleh balita. Jenis penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Besar sampel dalam penelitian ini tidak dilakukan, karena seluruh populasi yaitu 73 orang balita dijadikan sebagai sampel, dan menjadi responden dalam penelitian ini yaitu orang tua balita atau penghuni rumah yang dapat berkomunikasi dan bersedia untuk diwawancarai. Hasil pengolahan dan analisis data secara bivariat dengan menggunakan uji chi square mendapatkan hasil yaitu terdapat hubungan yang bermakna antara penyediaan sarana air bersih dengan kejadian diare pada balita, yang memperoleh nilai p = 0,002 dan terdapat hubungan yang bermakna antara penyediaan jamban keluarga dengan kejadian diare pada balita, yang memperoleh nilai p = 0,003. Kesimpulan yaitu ada hubungan yang bermakna antara penyediaan air bersih dan penyediaan jamban keluarga dengan kejadian diare di Desa Betelen Kecamatan Tombatu. Saran Bagi masyarakat yang tidak mempunyai sarana air bersih dan jamban keluarga agar membuat atau membangun sarana air bersih dan jamban keluarga dan Perlunya peranan dan dukungan petugas kesehatan dalam usaha pencegahan penyakit diare yang di tularkan lewat lingkungan, petugas selalu melakukan pengamatan dan pengawasan untuk menjaga penyebaran penyakit berbasis lingkungan seperti penyakit diare.