Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

MEDIA GAMBAR SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN APRESIASI PUISI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Mustofa, Arif
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 1, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI PACITAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini, pembelajaran apresiasi puisi sering menjadi momok yang menakutkan bagi siswa. Siswa kesulitan memahami kata-kata abstrak yang sering dihadirkan dalam puisi. Oleh karena itu, harus ada usaha-usaha mengkonkretkan kata-kata abstrak dalam puisi. Salah satu cara mengkonkretkan kata abstrak tersebut adalah dengan media gambar.
PANJI DALAM LAKON ”KAWINE DEWI SEKARTAJI” WAYANG BEBER PACITAN Mustofa, Arif
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI PACITAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu ragam wayang, yaitu Wayang Beber. Di Indonesia, tidak banyak bisa dijumpai Wayang Beber. Beberapa wayang Beber yang penulis ketahui yaitu wayang Beber dari Cilacap, Wayang Beber dari Surakarta, Wayang Beber dari Wonosari, dan Wayang Beber dari Pacitan tidak semuanya masih dipertunjukkan.Hingga saat ini, wayang Beber yang masih sering dipertunjukkan yaitu Wayang Beber dari Pacitan. Lakon yang dibawakan wayang Beber Pacitan yaitu “Kawine Dewi Sekartaji. Pola Alur cerita dan adanya motif pengembaraan tokoh menunjukkan bahwa wayang beber Pacitan merupakan salah satu kisah Panji.
POLA PIKIR DAN PANDANGAN HIDUP MASYARAKAT MASA LAMPAU DALAM CERITA RAKYAT DI SEPANJANG PESISIR SELATAN KABUPATEN PACITAN Mustofa, Arif
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 5, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI PACITAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As a part of the culture, folklore is important to be documented and studied. The folklore of south coast Pacitan, is still prevalent nowadays. Although it is not all documented, an effort of the research has to be conducted. Beside as an effort of conserving it, the research is also very important to reveal another side of the story. Based on the reason, the study is conducted to reveal the mindset as well as the culture system of the past society reflected in folklore.This study uses the theory of narrative structure of Levi s Strauss . The method used is a qualitative method approach using anthropology. The data used comes from the 14 folklores taken from the South Coast of  Pacitan region. Based on the result of the analysis, it can be concluded that the mindset of the past society can be separated into (1) the social status way, (2) migration way, and (3) the way of techno-economy. While, the life views of the past society in the south coast of Pacitan region are (1) complying the rule, (2) nature as the source of life, and (3 ) Peace of life is very desirable dream.Keywords: folklore, mindset, culture system, and literary anthropology.
POLA PIKIR DAN PANDANGAN HIDUP MASYARAKAT MASA LAMPAU DALAM CERITA RAKYAT DI SEPANJANG PESISIR SELATAN KABUPATEN PACITAN Sutopo, Bakti; Mustofa, Arif
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 5, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As a part of the culture, folklore is important to be documented and studied. The folklore of south coast Pacitan, is still prevalent nowadays. Although it is not all documented, an effort of the research has to be conducted. Beside as an effort of conserving it, the research is also very important to reveal another side of the story. Based on the reason, the study is conducted to reveal the mindset as well as the culture system of the past society reflected in folklore.This study uses the theory of narrative structure of Levi s Strauss . The method used is a qualitative method approach using anthropology. The data used comes from the 14 folklores taken from the South Coast of  Pacitan region. Based on the result of the analysis, it can be concluded that the mindset of the past society can be separated into (1) the social status way, (2) migration way, and (3) the way of techno-economy. While, the life views of the past society in the south coast of Pacitan region are (1) complying the rule, (2) nature as the source of life, and (3 ) Peace of life is very desirable dream.Keywords: folklore, mindset, culture system, and literary anthropology.
Efektivitas Penerapan Metode Sugesti-Imajinasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Pendek (Qishah Qashirah) Mustofa, Arif
Arabia Vol 9, No 1 (2017): JURNAL ARABIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/arabia.v9i1.2351

Abstract

  تجريدإن الكتابة مهارة لا بد أن يملكها كل فرد، وهي مهارة إكتسابية أي أنها كفاءة لا يحصل عليها الشخص منذ ولادته وإنما يحتاج إلى التدريبات وتوجيهات من أجلها. كانت مهارة الكتابة لها مجالها المتنوعة بحسب مستويات الدارس؛ مبتدئا كان أو متوسطا أو متقدما (يعد المستوى الثالث يختص للكاتب المتأهل). ومن فنون الكتابة الجذاب ليكون البحث عليه بل يطور فن كتابة القصة حيث أن الحجة الأساسية هي أن القصة عملية لا تحتاج إلى الجد فقط ولكن الكفاءة الجيدة من قبل صاحب القصة من ناحية الخيال والوصف. ومن ثم أساليب وتقنيات كتابة القصة منها أسلوب إقتراحي-خيالي كما طوره المثقفون وعلماء تعليم االغة. يكون هذا الأسلوب بقراءة موضوع معين للعثور على الأفكار أو بمشاهدة الفيلم. ويستطيع الفيلم أن يظهر الصورة العامة من القصة بكونها وسيلة بصرية لصاحب القصة لتوسيع مضمون القصة حسب ما يريده أو أن الفيلم يساعده لإخراج الفكرة والخيال عن القصة قبل أن يؤديها في شكل الكتابة.الكلمات الأساسية: كتابة القصة، اقتراحي-خيالي، الفيلم Abstrak Menulis merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap individu, keterampilan menulis tidak serta merta dimiliki setiap individu sejak lahir, akan tetapi menulis adalah suatu skill yang membutuhkan latihan dan arahan. Bidang menulis amat beragam sesuai dengan level individu, antara lain level pemula, level menengah dan level tinggi (biasanya praktisi menulis). Salah satu keterampilan menulis yang menarik untuk diteliti serta dikembangkan ialah menulis cerita.alasan logisnya ialah bercerita merupakan kegiatan yang tidak hanya membutuhkan ketelatenan akan tetapi juga kemampuan imaginasi penulis. Banyak teknik dalam menulis cerita, diantaranya ialah dengan metode sugesti imaginasi sebagaimana dikembangkan oleh para pakar. Teknik ini dapat melalui membaca sebagai cara menggali inspirasi, dan dapat pula melalui media seperti halnya film. Film sebagai satu visual dapat memberikan stimulus bagi penulis untuk mengembangkan cerita yang disesuikan dengan selera penulis.setidaknya film itu mampu memunculkan imaginasi penulis yang kemudian ia kembangkan dalam menulis cerita.Tulisan ini merupakan hasil penelitian dalam pembelajaran menulis cerita dengan metode sugesti-imaginasi melalui media film documenter. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa media film dapat merangsang penulis dalam memunculkan gagasan serta mengembangkan tulisan dalam bentuk cerita.
تعليم مهارة الكتابة للمستوى المتقدم Mustofa, Arif
Arabia Vol 5, No 2 (2013): JURNAL ARABIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/arabia.v5i2.1438

Abstract

ABSTRAKMenulis ialah suatu aktivitas yang kompleks. Kompleksitas menulis terletak pada tuntutan kemampuan mengharmonikan berbagai aspek. Aspek-aspek itu meliputi (1) pengetahuan tentang topik yang akan dituliskan, (2) penuangan pengetahuan itu ke dalam racikan bahasa yang jernih, yang disesuaikan dengan corak wacana dan kemampuan pembacanya, dan (3) penyajiannya selaras dengan konvensi atau aturan penulisan. Jenis keterampilan menulis secara garis besar terbagi menjadi dua; yaitu functional writing مهارة الكتابة الوظيفية dan creative writing مهارة الكتابة الابداعية . Pembelajaran keterapilan menulis creative writing yang diperuntukkan bagi peserta didik tingkat lanjut (advanced) memerlukan keahlian dan pemilihan materi serta metode yang sesuai, sebab pada level ini, peserta didik telah menguasai kaidah-kaidah penulisan yang didapatkan pada tingkat sebelumnya. Pada tingkat inilah menulis kreatif diajarkan, dengan materi antara lain penulisan makalah, opini, prosa dan karya ilmiah seperti jurnal, skripsi dan lain sebagainya. Tujuan akhir pembelajaran keterampilan menulis pada tingkat lanjut ini ialah memperdalam kompetensi peserta didik untuk menulis dengan baik (sistematika dan gaya bahasa yang baik dan benar sesuai kaidah penulisan) terutama bagi peserta didik pada tingkat perguruan tinggi, yang dituntut mampu menulis dengan baik. Dengan pertimbangan tingkat peserta didik ini pula pembelajaran keterampilan menulis menjadi suatu keterampilan tingkat lanjut yang membutuhkan perhatian khusus dalam mengajarkannya terlebih jika bahasa yang digunakan adalah bahasa asing (Arab).Kata Kunci: Pembelajaran, Ketrampilan Menulis, Bahasa Arab
Musykilat Talim Maharah al-Kalam Li Marhalah al-Jamiah Lada Thalabah Qism Talim al-Lughah al-Arabiyah Wa Halluha Mustofa, Arif
ARABIYATUNA : Jurnal Bahasa Arab Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN)Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jba.v1i1.200

Abstract

If we speak about language, we know that it has four skills: listening, speaking, reading and writing. But many students are not competent for all skill, although these skills relate to each other. For example, the student could not speak Arabic only by listening and vice versa, as well as the skill of the book and reading, and could not dictate the ability to read. In this research, the researcher focused on teaching speech skills in terms of the problems faced by students at the university stage, especially in the Department of Arabic Language Education. Because the students at the university stage feel the difficulty in speaking in Arabic, although this skill is one of the important skills in the language, because the language is the speech, and sometimes they speak Arabic, but they mixed in the mother tongue compound or single. From this research, the researcher hopes to know the problems and difficulties faced by students of the Department of Arabic language education, especially in the skill of speech and knowledge of solutions that benefit students of the Department of Arabic language education to solve problems and difficulties when learning the skill of speech among university students. In this research, we know that the problems faced by the students of the Department of Arabic Language Education are varied, such as language problems, psychological problems, and practical problems such as lack of vocabulary, fear, shyness, lack of training and training in Arabic speaking outside the classroom. Students are encouraged to speak and to remove the fear of them by showing that all students have the equal opportunity to develop the skill of speech and some are not superior to others.
MEDIA GAMBAR SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN APRESIASI PUISI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Mustofa, Arif
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 1, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini, pembelajaran apresiasi puisi sering menjadi momok yang menakutkan bagi siswa. Siswa kesulitan memahami kata-kata abstrak yang sering dihadirkan dalam puisi. Oleh karena itu, harus ada usaha-usaha mengkonkretkan kata-kata abstrak dalam puisi. Salah satu cara mengkonkretkan kata abstrak tersebut adalah dengan media gambar. Kata kunci: Media, puisi dan apresiasi.
أهمية كتابة الخاطرة لتنمية مهارة الكتابة الإبداعية Mustofa, Arif
Arabia Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ARABIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/arabia.v6i2.1396

Abstract

ABSTRAK Dalam pembelajaran menulis, perlu diperhatikan pendekatan, metode atau teknik yang digunakan pengajar, selain itu level peserta didik juga harus disesuaikan dengan materi, kurikulum atau bahan ajar yang dijadikan sumber. Pada konteks ini, pembelajaran menulis yang bisa disebut tingkat lanjut dikategorikan sebagai menulis kreatif, yang mana lebih menitik beratkan kreatifitas peserta didik dalam mengembangkan tulisannya, tentunya dengan arahan pengajar. Ada banyak jenis materi dalam lingkup keterampilan menulis kreatif yang secara konstruktif sudah dirumuskan oleh para pakar bidang keterampilan menulis dari berbagai negara dan bahasa. Salah satu materi yang dapat diajarkan ialah penulisan خاطرة (sejenis opini) yang dikenal pula dalam dunia jurnalistik sebagai penulisan intensif (kualitatif dari segi bahasa dan konten). Menulis خاطرة (opini) ini dianggap penting sebagai bekal awal peningkatan keterampilan menulis kreatif sebab dalam prosesnya peserta didik diarahkan untuk menulis dengan bebas subyektif dan imajinatif dengan bahasa dengan inspirasi fakta yang ada dilingkungan sekitarnya. Menulis opini sebagai latihan awal menulis ilmiah selanjutnya, seperti menulis makalah, laporan, skripsi dan lain sebagainy, selain itu menulis opini juga bisa sebagai bekal awal berlatih menulis novel 150أهمية كتابة الخاطرة لتنمية مهارة الكتابة الإبداعي : عارف مصطفى(dalam bidang sastra). Dalam menulis opini perlu latihan inten dan penguasaan bahasa, sebab opini tidak bisa disetarakan dengan menulis karangan bebas atau berita sederhana, akan tetapi substansi opini adalah mengungkapkan apa yang ada dalam benak dengan emosional dan imaginasi tinggi.الكلمات الرئيسة: أهمية، الخاطرة، الكتابة الإبداعة
Pesantren sebagai Benteng Ideologi Pancasila (Studi di Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang) Mustofa, Arif; Syah, Mabrur
FOKUS Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : STAIN Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jf.v4i1.717

Abstract

Islamic boarding schools as educational institutions that have the principal principle of tafaaquh fi din have a tremendous influence on their santri. In addition, history also records from before the independent state of Indonesia, that pesantren became the frontline in expelling colonial colonizers and presenting peace in the archipelago even today. Even so, lately there have been a number of pesantren that have lost their way, they have stopped paying attention to the security and peace of the nation, they only think that in a pesantren it is a place to explore religious knowledge not others. Therefore, the purpose of this research is to explore the pesantren in fortifying the Pancasila. This study is a linear field with a descriptive qualitative approach, where data collected in the form of written or oral words from people who are the subject of research and observable behavior. Research data is sought through observation, interviews, and documentation. This research produces several things: first; the role of pesantren in rejang lebong and kepahiang districts is very good in terms of education, da'wah which is tasamuh, religious and moral services as well as ukhuwah islamiyah, except the second pesantren as Syafi'i imam; the efforts made by the pesantren in fortifying Pancasila, namely: the formation of friendly Islam with the TNI and the Police and the Commemoration of national and Islamic holidays, as well as social services. In contrast to the efforts made by the imam as Syafi'i pesantren which is to establish communication with the guardians of the santri who agree with them.