Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

SEPARATED OPERATION STATE PADA MEDIUM ACCESS CONTROL DI JARINGAN IEEE 802.11AC Malik, Reza Firsansadaya; Mustofa, Imam
Transmisi Vol 21, No 2 April (2019): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.179 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.21.2.43-50

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai bagaimana algoritma Separated Operation States in Medium Access Control (SOSMAC) dapat mengatasi hidden node di jaringan Wireless Local Area Network (WLAN) IEEE 802.11ac dan menghindari collision. Skenario jaringan yang dibangun adalah menempatkan 100 node dengan toplogi grid 10 x 10 yang akan berkomunikasi dengan 4 node server dan menggunakan protokol routing Ad-hoc on Demand Distance Vector (AODV) dalam simulasi jaringan Network Simulator 3 (NS-3). Parameter yang digunakan sebagai acuan analisa pada penelitian ini adalah nilai throughput, packet loss, dan packet delivery ratio. Hasil simulasi SOSMAC yang diperoleh dibandingkan dengan algoritma standar komunikasi yang sudah umum pada jaringan nirkabel yaitu Medium Access Contol Access (MACA).  Hasil perbandingan yang diperoleh adalah nilai rata-rata throughput 6,061 Kbps, packet loss 0,41%, dan Packet Delivery Ratio (PDR) 99,58% yang didapatkan dari algoritma SOSMAC sedangkan pada algoritma MACA diperoleh hasil throughput 5,681 Kbps, packet loss 7,00%, dan Packet Delivery Ratio (PDR) 93,00%.  Oleh karena itu, perbandingan hasil tersebut menunjukkan bahwa algoritma SOSMAC lebih baik dari algoritma MACA dalam mengatasi hidden node dan collision.
Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam Perspektif Hukum Islam Mustofa, Imam
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 4 No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4771.385 KB) | DOI: 10.24090/mnh.v4i1.3665

Abstract

The study of violation toward intellectual property from the Islamic law perspective is not much. Meanwhile, it really needs protection from the laws itself. This paper begins its discussion with the protection of property in Islam, the importance of fiqh for intellectual property, defining the violation law toward intellectual property and the last point is about the violation from a fiqh perspective.
Membangun Epistemologi Fikih Medis melalui Kontekstualisasi Maqasid al-Syari’ah Mustofa, Imam
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3885.779 KB) | DOI: 10.24090/mnh.v9i2.501

Abstract

Perkembangan zaman dengan segala produknya membawa perubahan pada berbagai bidang. Perkembangan sains dan Penemuan teknologi telah berpengaruh pada dunia kedokteran. Hal ini tentunya membawa problem tersendiri bila dilihat dari perspektif fikih. Banyak tindakan medis atau jenis-jenis obat yang berkembang saat ini yang belum terjawab secara pasti mengenai status hukumnya dalam perspektif fikih. Tulisan ini bermaksud mengeksplorasi pentingnya membangun epistemologi ijtihad dalam bidang fikih kesehatan di era global saat ini. Fokus kajian dalam tulisan ini adalah kontekstualisasi maqasid al-syari’ah yang dijadikan landasan, acuan, panduan, standar dan sekaligus batasan ijtihad dalam rangka menemukan jawaban problem hukum Islam dalam bidang kesehatan di era modern. Kajian ini merupakan kajian kepustakaan dengan data dari berbagai kitab atau buku-buku dan artikel yang terkait dengan kajian maqasid al-syari’ah dari buku klasik sampai yang modern. Berdasarkan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa, dengan paradigma integratif, maqasid al-syari’ah dapat menjadi sebuah metode yang sangat fleksibel. Ia dapat diterapkan dengan menembus ruang dan zaman. Perangkat-perangkat kontekstualisasi melalui istihsan, fath al-zara’i’, ‘urf dan istishab menjadikan hukum Islam compatible dalam segala situasi, kondisi zaman, sosio-kultural masyarakat modern yang terus berkembang. Paradigma ini akan melahirkan fikih medis yang kontekstual di era modern.
Ijtihad Kontemporer sebagai Upaya Pembaruan Hukum Keluarga di Indonesia Mustofa, Imam
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 7 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.466 KB) | DOI: 10.24090/mnh.v7i2.565

Abstract

Perkembangan zaman yang berimplikasi pada lahirnya berbagai fenomena dan persoalan hukum membutuhkan jawaban. Banyak persoalan yang tidak terpenuhi/teratasi oleh aturan hukum Islam dan hukum keluarga di Indonesia. Oleh karena itu, perlu ijtihad kontemporer dalam rangka menjawab berbagai persoalan aktual tersebut. Artikel ini memaparkan tentang urgensi ijtihad kontemporer dalam rangka pembaruan hukum keluarga di Indonesia. Ijtihad kontemporer dilakukan dengan mensinergikan metode usul fikih klasik dengan metode ilmiah modern. Banyak persoalan yang harus diakomodir dalam rangka menghasilkan hukum keluarga yang compitable dengan kehidupan masyarakat modern saat ini, seperti kesetaraan jender, HAM, perkembangan sains dan teknologi modern serta perkembangan sosio-kultural masyarakat. Ada beberapa model ijtihad yang biasa digunakan ulama dalam menjawab permasalahan dalam kehidupan masyarakat. Ijtihad yang paling mungkin dan cocok dilakukan dalam rangka melakukan pembaruan hukum keluarga di Indonesia adalah dengan menggunakan metode mu’tadil mutawazin atau metode istislahi, karena metode ini mempertemukan maslahat menurut nass dan maslahat manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG PADA GEDUNG UNIVERSITAS TULUNGAGUNG Mustofa, Imam; Winarto, Sigit; Ridwan, Ahmad
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018): OCTOBER
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.113 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v1i2.379

Abstract

The foundation is an important part of the structure of the building. In particular, multi-storey buildings are now increasingly used, both private homes and public facilities. The foundation is the load bearing element of the column which then channels it to the hard soil layer. Piles are construction parts that are made of wood, concrete, steel or steel, which are used to carry surface loads to lower surface levels in the soil. The purpose of this final project is to be able to calculate / find out the load on the building, the dimensions and depth of the pile foundation, the need for reinforcement and the stability of the control to match the load borne. Pondasi merupakan salah satu bagian penting dalam struktur bangunan. Khususnya bangunan gedung bertingkat yang sekarang ini semakin banyak digunakan, baik rumah pribadi maupun fasilitas umum. Pondasi adalah elemen pemikul beban dari kolom yang kemudian menyalurkannya ke lapisan tanah keras. Tiang pancang adalah bagian – bagian konstruksi yang di buat dari kayu, beton, dana tau baja, yang digunakan untuk meneruskan beban – beban permukaan ke tingkat – tingkat permukaan yang lebih rendah di dalam masa tanah. Tujuan dari tugas akhir ini agar dapat menghitung/ mengetahui pembebanan pada bangunan, dimensi serta kedalaman pondasi tiang pancang, kebutuhan tulangan dan stabilitas kontrol agar sesuai dengan beban yang dipikul.
PERSEPSI AKTIFIS MUSLIM KAMPUS TERHADAP TERORISME DAN NEGARA ISLAM INDONESIA (Studi pada Perguruan Tinggi di Kota Metro) Mustofa, Imam
JURNAL TAPIS Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : P3M STAIN Jurai Siwo Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terorisme dan Negara Islam Indonesia (NII) sampai saat ini menjadi tema hangat di berbagai media. Kedua masalah ini menjadi perhatian serius pemerintah, karena keduanya mengganngu kehidupan masyarakat dan mengancam stabilitas pemerintahan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk menanggulangi aksi terorisme dan gerakan NII. Berbagai cara dan pendekatan telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini. Pendekatan hukum sebagai upaya pemberantasan melalui penyelidikan, penyidikan, penyidangan, dan eksekusi terhadap para pelaku teror di Indonesia telah dilakukan. Bahkan pemerintah sekarang mulai menempuh cara pencegahan dengan membentuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).Mengenai gerakan NII, pemerintah juga berupaya melalui berbagai langkah. Di antaranya melalui kordinasi berbagai Kementerian dan departemen. Mulai dari Kementerian Pertahanan dan Keamanan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Agama, sampai Kementrian Pendidikan Nasional. Pelibatan Kementrian Pendidikan Nasional memang sangat penting dan tepat, mengingat selama ini jaringan gerakan NII sangat berkaitan dengan lembaga pendidikan. Dari berbagai kasus yang muncul selama ini, pola perekrutan anggota baru NII melalui Sekolah Menegah Atas dan Perguruan Tinggi.
IJTIHAD JARINGAN ISLAM LIBERAL: Sebuah Upaya Merekonstruksi Ushul Fiqih Mustofa, Imam
Al-Mawarid Jurnal Hukum Islam Vol 15 (2006): Fiqh dan Kontroversi Seputar Legislasi Pornografi dan Pornoaksi
Publisher : Islamic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic legal theory denotes an original methodology of Islamic studies. This methodology is used by Moslem scholars especially Moslem jurists to understand Islamic teaching. The characteristics of this methodology is departing from texts either Quran or prophet tradition. Besides, human reason is also used in this methodology to understand and apply the Islamic doctrine. Based on this paradigm, it is clear that the forms of Islamic legal reform should consider revelation texts, reason and reality. Hence, this methodology differs from that of liberal Moslem scholars who try to offer Islamic legal reform is only using reason and rational understanding toward Quran and hadis because of social change and the complexity of problem.
STUDI KRITIS TERHADAP KRITIK NALAR ARAB MUHAMMAD ABED AL-JABIRI Mustofa, Imam
ISTINBATH JURNAL HUKUM Vol 7, No 1 (2010): Volume 7 Nomor 1 Mei 2010
Publisher : STAIN Jurai Siwo Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis article traits to discuss Mohammad Abed al-Jabiris critical Arab reason project. As result of study, the author found that Al-Jabiri projected his self in the specific ideas project. He tried to build and bring Islam to improvement based on reality. He poured building of epistemology to three concepts "trilogy of concepts"  which spread in his three books. First, Takwīn al- ‘Aql al ‘Arabī (Formation of Arab Reason, 1982), second, Bunyah al-‘Aql al-‘Arabī (Strutructure of Arab Reason, 1986), and third, al ‘Aql as-Siyāsī al-‘Arabī (Political Arab Reason, 1990). Al-Jabiri concerned on themes which often appear in Arabic language environment. Al-Jabiri return Arab reason structure to three compositions; first, Original Arab composition which he called religious rationality or reason of explication which illustrated in the linguistics and religious science. Second, Greece composition or Aristotelian which he called rationality of rational or demonstrative-cosmologic reason which illustrated in the philosophy and its sciences. Third, old composition  he called irationality of rational future reason and it was illustratred  in the gnostic. In the critical arab reason project, Al-Jabiri discussed many things, but he also leaved many things. He alienatedrationality area at dicipline of knowledge which illustrated in the sufism (gnostic) traditions. Keywords: Critique, demonstrative-cosmologic-gnostic.
METODE IJTIHAD ISLAM LIBERAL (STUDI KRITIS TERHADAP IJTIHAD JARINGAN ISLAM LIBERAL/JIL) Mustofa, Imam
ISTINBATH JURNAL HUKUM Vol 10, No 2 (2013): Edisi September 2013
Publisher : STAIN Jurai Siwo Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tulisan ini mencoba mengkritisi pemikiran para tokoh Jaringan Islam Liberal mengenai metode dan sumber hukum dalam ijtihad. Kajian ini dilatarbelakangi adanya pemikiran ijtihad kalangan Islam liberal tersebut yang berbeda dan bahkan bertolak belakang dengan pandangan mayoritas ulama yang selama ini diikuti oleh mayoritas umat Islam. Mereka bermaksud mereformasi metodologi ijtihad klasik yang menurut mereka problematis dari sudut ontologis-epistemologis tersebut. Reformasi ini dilakukan dengan merekonstruksi kaidah-kaidahh ushuliyah. Pembahsan dalam tulisan ini berdasarkan kajian pustaka yang bersifat kualitatif. Pendekatan yang digunakan penulis adalah pendekatan ushul fiqh. Berdasarkan kajian yang penulis lakukan dapat disimpulakan bahwa kalangan Islam liberal menjadikan akal dan logika publik sebagai ukuran untuk menentukan kemashlahatan dalam pembentukan hukum. Rekonstruksi metodologi tersebut sebagai upaya untuk menghasilkan produk pemikiran Islam, khususnya fikih yang lebih solutif bagi problem-problem sosial dalam kehidupan masyarakat. Namun demikian, ukuran kemashlahatan dalam konsep mereka terlalu lentur dan cenderung mengabaikan nash. Kata kunci : Ijtihad, Jaringan Islam Liberal, Mashlahat, Akal publik. Abstract This article tried to criticize the thought, the method and the source of the laws used by the people that joined in liberal Islam network. The discussion was based on the thought of Ijtihad that is used by them was different and contrast with the view of the majority of Islamic scholars as they are followed by most moslem society. They thinked to reform classical Ijtihad methodology which is problematic based on ontological and epistemologic concept. This reformation is done to reconstruct ushuliyah principle. The discussion of this article is based on the library research qualitatively. The writer used Ushul fiqh approach. Referring to the analyzing the data, it can be concluded that liberal Islam network try to explore the ideas and logical public as the measurement to determine public welfare (mashlahat) in the law convention. This methodology reconstruction is produced as an effort toward new thought of Islamic product especially fiqh in order to solve the social problem in the living society. However, the measurement of public welfare (mashlahat) in their concept is too flexible and tend to avoid nash.Keywords : Ijtihad, Islamic Liberal Association, Mashlahat, Logical Public.
Reading Types of Islamic Fundamentalism in Lampung Province (A Study on Doctrine and Movement of Islamism at Lampung University) Mustofa, Imam; Enizar, Enizar; Hadi, Mukhtar; Irwansyah, Dedi
QIJIS Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/qijis.v7i2.5719

Abstract

Islamic fundamentalism is usually identified and associated with the Islamic radicalism movement. This Islamic fundamentalism doctrine and movement have prepared students to be their successors. Lampung University as the biggest university in Lampung cannot be separated as its target. This article attempts to investigate types of fundamentalism at Lampung University; the fundamentalism development at the university; and the responses of university and faculty members towards religious activities at the. This study was a result of qualitative research applying two data sources in the words of primary data source and secondary data source. The collecting data methods were documentation and interview. The interviews were intended to lecturer, staff, university activist, and student. The documentation was held by examining the literature correlated with religious practice. The collected data were analyzed by using content analysis. The analysis was conducted through plotting the study and practice of religion, and analyzing the pattern of the study, religion practice and the contextualization of within Islamic study of Indonesia. Based on the analysis, this study concluded that the right-leaning Islamic doctrine which usually called Islamic fundamentalism turning a finger to Lampung University was not oriented on radicalism movement. This movement developed seriously Islamic education. Fundamentalism at Lampung University, not only moved to the education sector (tarbiyah) but also came into political sectors (siyasah). Unfortunately, university lets them move, because of their active roles in Islamic education for students. Nevertheless, some groups responded to their movement by initiating to create a similar student unit, namely KMNU (the Family of Nahdatul Ulama Students). However, the existence of this organization has not given significant improvements towards religious practices and discourses at Lampung University.