Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SUDIANG RAYA Yuniharce Kadang; Muhammad Awal; Muh. Tahir Abdullah; Herman Herman; Zulfiah Zulfiah; Rusli Rusli
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2021): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v16i2.2293

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan Gangguan Metabolisme Yang Di Tandai meningkatnya kadar gula dalam darah (Hiperglikemia). Diabetes dapat mempengaruhi Kualitas Hidup dengan beberapa aspek yaitu perawatan diabetes, gejala gejala Diabetes, dan komplikasi kronik yang menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian.Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup pasien DM Tipe 2 Di Puskesmas sudiang Raya Kota Makassar.Metode penelitian ini menggunaan metode cross sectional. Populasi penelitian 120 pasien terdiagnosa Diabetes mellitus tipe 2, dengan metode total sampling, sampel sebanyak 120 Responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan presentase ,bivariate dengan uji chis-quareFaktor yang dinilai adalah Kecemasan, Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan secara signfikan mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien DM Tipe 2 Yaitu (p value =0,000). Kata kunci : Diabetes Mellitus Tipe 2, Faktor yang berpengaruh, Kualitas Hidup 
ANALISIS BIAYA PENGOBATAN PENYAKIT GINJAL KRONIK RAWAT INAP DENGAN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNDATA PALU Muhamad Rinaldhi Tandah; Ihwan Ihwan; Khusnul Diana; Zulfiah Zulfiah; Nurul Ambianti
Jurnal LINK Vol 15, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.006 KB) | DOI: 10.31983/link.v15i2.5222

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global. Pembiayaan penyakit ginjal merupakan peringkat kedua terbesar dari BPJS kesehatan setelah penyakit jantung. Indonesia memasuki era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak 01 Januari 2014. Pola pembayaran JKN adalah dengan sistem Indonesia Case Base Group (INA-CBGs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata biaya pengobatan, komponen biaya yang paling besar, serta selisih antara biaya pengobatan pasien PGK dengan JKN rawat inap terapi hemodialisis dengan standar tarif INA-CBGs. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data sekunder berupa biaya medik langsung dari perspektif rumah sakit pada pasien PGK rawat inap dengan JKN terapi hemodialisis di RSUD Undata Palu periode Januari - Desember 2017. Hasil penelitian menunjukan rata-rata biaya medik langsung pasien PGK rawat inap dengan hemodialisis sebesar Rp 11.074.834. Komponen biaya terbesar adalah biaya hemodialisis sebesar Rp 155.122.000  (37,86%) dari total pembayaran, dan selisih antara biaya medik langsung pasien PGK JKN rawat inap hemodialisis dengan standar tarif INA-CBGs sebesar Rp 191.920.841 (46,84 %) dari total biaya rumah sakit.
UPAYA PENINGKATAN DAYA DUKUNG LAHAN DI DAS JENEBERANG HULU MELALUI FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD)DAN ANALITICAL HIERARCY PROCESS (AHP). Zulfiah Zulfiah
Jurnal Eboni Vol 1 No 1 (2019): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.422 KB)

Abstract

Penyusunan rencana tata ruang wilayah yang tidak sesuai dengan daya dukung lingkungan dapat menimbulkan permasalahan lingkungan, untuk itulah penentuan daya dukung lingkungan kemudian diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI No 17 tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Status daya dukung lahan sawah di Sub DAS Lengkese, 2) Mencari upaya meningkatkan daya dukung lahan sawah di Sub DAS Lengkese. Penelitian ini dilaksanakan di Sub DAS Lengkese meliputi 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Tinggimoncong dan Kecamatan Parigi. Pada penelitian ini variabel yang dianalisis adalah daya dukung lahan sawah di Sub DAS Lengkese. Jenis penelitian ini adalah eksploratif dengan menggunakan metode survey dan pengukuran langsung dilapangan dan dilakukan wawancara dengan menggunakan kuisioner serta melakukan diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan petani, penyuluh pertanian dan stakeholder pada unit lahan yang memiliki aktivitas pertanian sawah. Analisis daya dukung lahan berdasarkan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI No 17 tahun 2009, upaya peningkatan daya dukung lahan dengan Focus Group Discussion (FGD) dan Analitical Hierarcy Process (AHP). Hasil Penelitian diperoleh semua desa di Sub DAS Lengkese berstatus Surplus karena nilai kebutuhan lahan (DL) lebih rendah dari ketersediaan lahan (SL) yang menunjukkan bahwa ketersediaan lahan setempat di suatu wilayah masih dapat mencukupi kebutuhan akan produk hayati di wilayah tersebut. Upaya peningkatan daya dukung lahan lebih memprioritaskan pada komponen dukungan prasarana, dukungan sarana, dan produktivitas lahan.