Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Mental atlet Papua: Bagaimana karakteristik psikologis atlet atletik? Sutoro Sutoro; Tri Setyo Guntoro; Miftah Fariz Prima Putra
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 1: April 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.897 KB) | DOI: 10.21831/jk.v8i1.30312

Abstract

Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengungkap secara komprehensif karakteristik psiko-logis atlet atletik PPLP Papua. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian seluruh atlet atletik yang tergabung dalam PPLP Provinsi Papua berjumlah 20 (12 laki-laki dan 8 perempuan). Atlet junior tersebut berada pada tingkat sekolah SMP dan SMA (17 SMA dan 3 SMP) dengan rentang usia 13-18 tahun ( = 16,6; s = 1,27). Terdapat tiga belas dimensi psikologis yang akan diungkap dengan menggunakan dua instrumen. Pertama, Psychological Skill Inventory for Sport (PSIS) yang terdiri dari 38 pernyataan dengan lima aternatif pilihan jawaban. Kedua, Inventori Kepribadian Atlet (IKA) yang terdiri dari 48 pernyataan dengan lima aternatif pilihan jawaban. Teknik analisis deskriptif seperti nilai rata-rata, nilai terendah dan tertinggi, serta standar deviasi akan digunakan. Hasil penelitian menemukan motivasi menjadi dimensi psikologis yang skornya paling tinggi yaitu 4,36, kemudian disusul dimensi komitmen (4,11) dan kerja keras (4,01). Terdapat dua dimensi yang skornya paling rendah, yaitu kontrol kecemasan (2,60) dan konsentrasi (2,83). Untuk dimensi psikologis lainnya seperti perhatian, kepercayaan, persiapan, ambisi prestatif, gigih, mandiri, cerdas, dan swakendali berada pada nilai sedang. Karakteristik psikologis tersebut juga didiskusikan cara meningkatkannya. Mental athletes of Papua: How are the psychological characteristics of the athletic athlete? AbstractThe purpose of this study was to reveal the psychological characteristics of athletes from PPLP Papua comprehensively. The quantitative descriptive research will be used in this study by involving all athletic athletes who were members of PPLP Papua amounted to 20 (12 male and 8 female). The junior athletes were at the junior high school (JHS) and senior high school (SHS) (3 JHS and 17 SHS) with a range of ages 13 – 18 years ( = 16,6; s = 1,27). Thirteen psychology dimensions will be revealed using two instruments. First, Psychological Skill Inventory for Sport (PSIS) consisting of 38 statements with five alternative answer choices. Second, the inventory of athletes’ personality (IAP) composed of 48 statements with five options. Descriptive analysis techniques such as average values, lowest and highest values, and standard deviation will be used. The results of the study found that motivation was the most top psychological dimensions (4,36), followed by the dimensions of commitment (4,11) and hard work (4,10). There were two dimensions with the lowest score, namely anxiety control (2,60) and concentration (2,83). For other psychological dimensions such as attention, self-confidence, achievement ambition, prestige, perseverance, self-containment, intelligence and self-control were at a moderate value. The psychology characteristics are also discussed how the improve it.
Peningkatan Kemampuan Pelatih Lari Sprint Jarak Pendek Melalui Kepelatihan Program Latihan Sutoro Sutoro
JURNAL OLAHRAGA PAPUA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.319 KB) | DOI: 10.31957/jop.v1i1.142

Abstract

Abstract : Development of Skills to Trainer of the sprinter through the program of TOT. The study of application is aiming for trainers and athletes of sprinter to apply a variety of techniques as training models in the movements feet and arms. And also to have the ability to lead and apply Sport Science and Technology. The study used methods of class Action with the approach of 2 cycles. The procedure consists of: (1) Action plan, (2) Application of action, (3) Observation and evaluation, (4) Analysis and reflection. The techniques and data gained from: interviews, questioners and observation. The results from action 1 (cycle 1) can be concluded as follow: Two of trainers (28%) could be able to submit and apply the techniques of training models, the movements of the feet, legs, arms and hands and also Sports Science and  Technology. Four trainers (59%) could be able to submit and could not practice the training program yet. Five of trainers (70%) failed to use the techniques of training models and the techniques to move feet/legs, arms and hands also Sports Science and Technology. Later on the second cycles it is concluded that: All of trainers (100%) could be able to submit and practice the techniques to move feet/legs, arms/hands and also Sports Science and Technology. Suggestions: The study of this Sports Action should be continued in order to improve the skill of the athletes. How to use the study of Sports Action to promote and popularize the numbers of athletic sports.Keys: The skill to train 100 m, 200 m and 400 m.
Pelatihan Model Pembelajaran Terbaru Teaching Games For Understanding (TGFU) Pada Guru Penjasorkes PTri Setyo Guntoro; Sutoro Sutoro; Rodhi Rusdianto Hidayat
Jurnal Berkarya Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Berkarya Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Uiveristas Negeri Padang Jl. Prof. Hamka, Air Tawar Padang 25131 Telp. 0751-7059901

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jba.0401.2022.04

Abstract

Purpose of this training is to improve the pedagogic competence of physical education teachers in Jayapura city. We do through training in the Teaching Games For Understanding (TGFU) learning model. The training approach uses discourse and practicum methods (class and field). There was an increase in the knowledge and teaching skills of physical education teachers throughout the Jayapura city using the TGFU learning model. There is a significant difference between the average knowledge of participants before and after being given the training where the value of Sig. (2-tailed) < 0.05 (p value = 0.000). This value indicates that the training provided significantly affects the participants' knowledge of the Teaching Games for Understanding learning model. Through the TGFU learning model, it can increase student interest and increase the achievement of physical education learning objectives. Through the TGFU learning model, students' interest in physical education has increased again even though they have been undergoing online learning for a long time.
Mengolahragakan Masyarakat Melalui Optimalisasi Permenpora No. 18 Tahun 2017 Tentang Gerakan Ayo Olahraga Sutoro Sutoro; Tri Setyo Guntoro; Welly Lokollo; Evi Sinaga; Yos Wandik; Daniel Womsiwor; Remuz Maurens Bertho Kmurawak; Junalia Muhammad; Miftah Fariz Prima Putra
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol 3, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v3i2.13921

Abstract

Adanya lahan terbuka olahraga terbengkalai menjadi ironi di tengah upaya untuk mengelorakan dan membudayakan olahraga di masyarakat. Oleh karena itu, pengabdian ini memiliki tujuan untuk (1) melalukan optimlasisasi Permenpora No. 18 tahun 2017 tentang “gerakan ayo olahraga” dengan cara memfungsikan lahan terbuka untuk digunakan sebagai sarana olahraga masyarakat, dan (2) menjadikan olahraga sebagai gaya hidup dengan cara memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan tersebut adalah edukasi, pendampingan, dan pemberian bantuan berupa peralatan olahraga. Hasil kegiatan menemukan (1) Optimlasisasi permenpora No. 18 tahun 2017 tentang “gerakan ayo olahraga” dengan cara memfungsikan lahan terbuka untuk digunakan sebagai sarana olahraga masyarakat telah berjalan dengan cukup baik, (2) olahraga rutin belum menjadi gaya hidup meskipun telah dilakukan kegiatan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.
Mental atlet: Konstruk, pengukuran, dan arah penelitian ke depan Miftah Fariz Prima Putra; Sutoro Sutoro; Evi Sinaga
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 22, No 1 (2023): February
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multilateral.v22i1.14785

Abstract

Mental atlet diyakini sebagai faktor yang memberikan pengaruh besar terhadap hasil suatu pertandingan, apakah atlet akan keluar sebagai pemenang atau sebaliknya. Itu sebabnya, publikasi ilmiah yang membahas mental atlet mengalami peningkatan jumlahnya. Tujuan artikel ini adalah (1) mengulas tentang konstruk atau konsep mental dalam konteks olahraga, (2) mereviu cara mengukur aspek mental atlet, dan (3) memberikan rekomendasi untuk penelitian ke depan dalam area tersebut. Mental juara dapat dimaknai sebagai karakter atlet yang memiliki keyakinan diri tinggi, pantang menyerah dalam kondisi sulit, dan dapat bangkit dari keterpurukan untuk fokus menggapai tujuan. Beberapa instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur mental atlet antara lain, MTI, SMTQ, PPI-A, SPI, MTQ, AfMTI, dan CMTI. Namun begitu, diperlukan adaptasi bahasa dan budaya serta pengujian validitas dan reliabilitas sebelum instrumen tersebut digunakan pada atlet Indonesia. Masih banyak celah dan potensi untuk menggali area kajian pada mental atlet. Itu sebabnya, pekerjaan kajian ke depan hendaknya diarahkan pada pengembangan seperangkat program latihan mental atlet yang tersusun sistematis dan komprehensif, serta penyusunan alat ukur untuk mengungkap mental atlet dengan mendasarkan pada data karakteristik atlet atau orang di Indonesia.