Claim Missing Document
Check
Articles

PROFIL PENUGASAN GURU-GURU SMP DAN MTs DI WILAYAH KECAMATAN TAMAN SIDOARJO TERHADAP PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PASCA PENDAMPINGAN Nadi Suprapto, ; Woro Setyarsih,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 15, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Wilayah kecamatan Taman Sidoarjo terdiri atas 22 sekolah menengah pertama (SMP dan MTs) baik negeri maupun swasta. Hanya sebagian kecil yang memiliki SDM, sarana/fasilitas yang memadai. Sosialisasi KTSP pernah dilakukan di tingkat Kabupaten, namun belum menjangkau seluruh sekolah yang ada. Berlatar belakang hal tersebut maka diadakan kegiatan pendampingan pengembangan perangkat pembelajaran IPA berorientasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Berdasarkan kriteria evaluasi yang telah ditetapkan dan hasil penilaian yang diperoleh serta hasil olahan data atau angket pasca pendampingan dapat dikatakan bahwa penguasaan peserta atas komponen-komponen perangkat pembelajaran berorientasi KTSP berkategori  cukup, skor rata-rata pengembangan silabus dan RPP masing-masing  adalah 2,16 dan 2,33 dalam skala 0-4. Pelaksanaan kegiatan pendampingan dan materi yang disajikan dalam kegiatan pendampingan direspon semua guru dengan sangat baik atau menarik. Kesan tehadap penyaji dalam menyampaikan/memaparkan materi, teknik/cara penyajian baik pada teori maupun praktek, alokasi waktu yang digunakan penyaji dalam pendampingan sudah baik. Guru IPA tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran, dari 10 butir indikator yang ditetapkan, sebanyak 79,23 % peserta tidak mengalami kesulitan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran. Peserta menginginkan adanya pelatihan dan pendampingan terkait dengan pemanfaatan barang-barang bekas dan alat-alat sederhana di sekitar lingkungan sekolah untuk praktikum/percobaan IPA di SMP, baik memodifikasi peralatan yang ada maupun rancang bangun peralatan praktikum, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat mencerminkan life skill dan sesuai dengan tuntutan kurikulum.
Peningkatan Kualitas Proses Perkuliahan Laser dan Serat Optik dengan Menggunakan Program ELIZA pada Mahasiswa 2007 di Jurusan Fisika Unesa Aditya Prapanca, ; Nadi Suprapto, ; Asnawi,
Widya Cendika Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Widya Cendika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laser and Fiber Optics course is one of the subject option that is very important. It must be mastered by the students taking the instrumentation and computing skills program. The results of previous observations, namely the Laser and Fiber Optics Subject year 2008/2009 toward the physic students, shows the results of the subject is still less satisfactory. It is caused by the students who do not understand the materials. It can be seen from the lack of active participation in class numbers. As a result the students do not have motivation to ask and answer the questions. By using action research, there is an imprivement toward the students’ participation in Lasers and Fiber Optics subject. The first cycle shows that there are 22 students who are active in this subject. And in the second cycles, there are 36 students who are active. It means there is an improvement.
PENGGUNAAN DISCREPANT EVENTS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA FISIKA KONSEP KINEMATIKA DAN DINAMIKA SUPRAPTO, NADI; SETYARSIH, WORO
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 19, No 2 (2012): Vol. 19, No. 2, Desember 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya hubungan antara discrepant events (DE) dengan terjadinya konflik kognitif yang bermakna dalam pembelajaran kinematika dan dinamika serta mendeskripsikan pengaruh discrepant events dan hasil belajar mahasiswa konsep kinematika dan dinamika. Penelitian dilakukan  pada mahasiswa semester 1 peserta mata kuliah fisika dasar di Jurusan Fisika Universitas Negeri Surabaya. Analisis penelitian menggunakan analisis korelasi dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan (yang cukup) antara discrepant events (DE) dengan terjadinya konflik kognitif (bermakna) dalam pembelajaran kinematika dan dinamika. Konflik kognitif bermakna baru muncul jika persentase DE minimal 24,62%, yang pada penelitian ini paling rendah 88%. Penggunaan discrepant events berpengaruh positif terhadap hasil belajar mahasiswa konsep kinematika dan dinamika. DE mempengaruhi hasil belajar mahasiswa sebesar 49,67%. Kata Kunci: discrepant events, konflik kognitif bermakna, hasil belajar, kinematika, dinamika The aims of this study were to determine the  relationship or no relationship between discrepant events (DE) with significant cognitive conflict in learning kinematics and dynamics as well as describe the influence of discrepant events and student learning outcomes concepts of kinematics and dynamics. The study was conducted in the first semester of the student participants of  basic physics course in the Department of Physics State University of Surabaya. Analysis of studies using simple correlation and regression analysis. The results showed there relationship (enough) between discrepant events (DE) with cognitive conflict (significant) in the learning of kinematics and dynamics. New meaningful cognitive conflict arises if a minimum percentage of DE 24.62% , which is the lowest in this study 88% . The use of discrepant events positive effect on student learning outcomes concepts of kinematics and dynamics.  DE affecting student learning outcomes of 49.67%.  Key Words: discrepant event, meaningful cognitive conflict, learning outcomes, kinematics, dynamics  
Tiga dekade riset tentang PCK dalam pendidikan sains (fisika) dan prospek ke depannya Suprapto, Nadi
Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan (JPFK) Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERISTAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.36 KB) | DOI: 10.25273/jpfk.v5i1.3338

Abstract

Penelitian tentang Pedagogical Content Knowledge (PCK) dalam pendidikan sains (Fisika) telah mengalami perkembangan yang signifikan sejak diinisiasi oleh Lee Shulman pada tahun 1986. Tahun demi tahun, para peneliti melakukan modifikasi, melengkapi, bahkan mengkritisi upaya-upaya awal Shulman tersebut, yang semuanya ditujukan untuk memperkuat strand PCK itu sendiri. Sebagai konsekuensinya, terdapat dua model yang mewakili sub strand PCK di dunia: transformative model dan integrative model. Oleh karena itu, paper ini ditujukan untuk mengkaji perkembangan penelitian tentang PCK ini khususnya pada domain fisika. Dengan menggunakan systematic review, penulis meninjau kembali kedua sub strand tersebut. Proses reviu terdiri dari lima tahap: memfokuskan dan mengidentifikasi riset terdahulu yang relevan, mengevaluasi dan mengkritisi, menyajikan contoh-contoh dan bukti-bukti, menafsirkan temuan, dan memberikan rekomendasi. Dengan kata lain, hasil-hasil penelitian PCK dalam domain fisika diuraikan, dicontohkan, dan dianalisis. Hasil penelitian PCK topik gaya dan gerak sebagai representasi model integratif dan hasil penelitian PCK topik semikonduktor sebagai representasi model transformative didiskusikan dalam penelitian ini. Selain itu potensi-potensi riset ke depannya tentang strand ini juga direkomendasikan.
PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA MELALUI PERTANYAAN (LEARNING BY QUESTIONING) DAN KETERAMPILAN BERPIKIR Suprapto, Nadi; Suliyanah, Suliyanah; Admoko, Setyo
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v3n2.p1-11

Abstract

Paradigma pembelajaran saat ini adalah Student Center Learning (SCL), yang dapat dicapai apabila pembelajaran khususnya pembelajaran fisika di SMA dirancang sedemikian rupa hingga dapat membelajarkan siswa. Salah satu desain pembelajaran (learning design) yang dapat digunakan untuk membelajarkan siswa adalah pembelajaran melalui pertanyaan?Learning by Questioning- (LBQ). LBQ berpotensi lebih memberdayakan keterampilan berpikir dan dapat mengkonstruk pengetahuan. Untuk itu sangat perlu dihasilkan contoh perangkat pembelajaran melalui bertanya (LBQ) dan selanjutnya diuji secara empiris. Artikel ini akan mendeskripsikan hasil-hasil pengujian empiris tersebut, sehingga rumusan masalah yang dikemukakan adalah bagaimanakah hasil implementasi perangkat pembelajaran melalui bertanya (LBQ) di kelas? Setelah dihasilkan contoh perangkat pembelajaran melalui pertanyaan (Learning by Questioning) yang terdiri dari dua topik fisika SMA: fluida statis yang sesuai dengan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP), dan Hukum-hukum Newton sesuai dengan Kurikulum 2013.Perangkat pembelajaran tersebut terdiri atas silabus, RPP, LKS dan panduannya, buku siswa, Lembar penilaian LBQ dan kuncinya. Selanjutnya terkait hasil uji empiris atau hasil implementasi perangkat pembelajaran di kelas, diperoleh temuan-temuan: (a) Penerapan pembelajaran bertanya (LBQ) dapat meningkatkan keterampilan berpikir siswa dengan perolehan gain peningkatan untuk 10 atribut keterampilan berpikir berada pada rentang 0,27 sampai 0,73 dengan rata-rata 0,48 (sedang), (b) Ditemukan delapan atribut keterampilan berpikir (80%) dari sepuluh yang diteliti yang konsisten dan dapat ditingkatkan dengan pembelajaran melalui pertanyaan (LBQ). Kedelapan atribut tersebut adalah menganalisis dan mensintesis (analizing and synthesizing), meningkatkan kualitas pertanyaan (raises questions), menggali informasi (information searching), menggunakan konsep (utilizes concept), membuat inferensi (makes inferences), membangun implikasi (generates implications), mengambil keputusan (making decision), dan memecahkan masalah secara kreatif (creative problem solving), (c) Guru model dan siswa merespons positif pembelajaran dengan LBQ. Guru model menilai 95 persen penerapan pembelajaran LBQ sesuai untuk diterapkan, sementara siswa memberikan jawaban positif sebesar 76,7%.
DEVELOPMENT OF LEARNING MATERIALS WITH SOCRATIC MODEL AT HISTORY OF PHYSICS Suprapto, Nadi; Dwikoranto, D
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v1n1.p14-22

Abstract

A history of physics lecture become important for the student because its knowledge will be a complement as knowledge framework from all that have and will be obtained by students. This is an optional lecture for the student of physics education by 2 credit which is programmed at even semester. Though an optional lecture, this is still very enthused by students. Pursuant to this situation hence done a research and development (R and D) to this lecture. Research done by student of Reguler Physics Education 2006. The aim of this research is to develop learning materials include Lesson Plan (GBRP and SAP), dictate, Student Worksheet (LKM), Appraisal Sheet (LP), hands out, physician pictures and poster oriented to socratic model. Then those are tried to the student. The result shows the ability of lecturer in managing study of Socrates categorize goodness. Result of management at introduction and activity of class condition shows that the category is very good, while for core activities, closure, and time management shows good enough category, from perception mean score ?3.0 every study steps. Student activity cover: listening actively, reading, doing and writing answer in LKM, discussing with lecturer, discussing between student in group, making resume, and irrelevant behavior successively are 14.50%, 13.50%, 16.50%, 27.75%, 20.75%, 7.00% and 0.00%. The biggest percentage activity is to discuss with lecturer, while smallest activity percentage is to make resume and irrelevant behavior. Enthusiasm learn student at negative and positive statement criterion, mean score to every condition of attention, relevansion, confidence, and satisfaction (ARCS) successively is 4.00, 4.05, 4.15, and 3.45 with good category with mean score for all condition are 3.91 so that student enthusiasm criterion in good category. The learning product of pretest at learning show all product indicator is not complete with complete mean 27.68%. Then after given by post test its result show complete mean equal to 81.67% and all item test is completed.Key words: Development materials learning, Socratic Model, R & D, History of Physics
PENINGKATAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENGEMBANGKAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI PENELAAHAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH Budiningarti, Hermin; Suprapto, Nadi; Admoko, Setyo
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v5n2.p56-63

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sejumlah perangkat pembelajaran yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa. Melalui perkuliahan Teaching Learning Process 3 (TLP 3) yang berisi pengkajian tentang model-model pembelajaran selama ini disajikan secara teoritis melalui tatap muka, pemodelan, workshop, dan praktek pembelajaran dalam forum, perangkat tersebut dioptimalkan. Standar kompetensi mata kuliah tersebut adalah mahasiswa terampil merancang dan mengelola proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran diskusi kelas (class discussion),  penemuan terbimbing (guided discovery), dan pembelajaran berdasarkan masalah (problem based learning). Kompetensi ini akan lebih mudah tercapai bilamana mahasiswa sebelumnya dibekali dengan kemampuan menilai sebuah perangkat pembelajaran terkait kesesuaiannya dengan model pembelajaran yang diterapkan. Pada penelitian ini, perangkat pembelajaran berdasarkan masalah (PBI) karya mahasiswa terdahulu dinilai oleh mahasiswa dan dosen dengan menggunakan instrumen yang sama (IPKG1) menghasilkan penilaian X1 dan X2. Setelah itu mahasiswa merancang perangkat pembelajaran model PBI dan dinilai oleh dosen menggunakan IPKG1 dan menghasilkan penilaian Y1. Perangkat pembelajaran PBI yang telah dihasilkan kemudian disimulasikan oleh mahasiswa dan dinilai oleh dosen dengan menggunakan IPKG2 menghasilkan penilaian Y2. Analisis data menggunakan analisis korelasi dan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menghasilkan beberapa temuan: 1) Tingkat kesesuaian penilaian perangkat PBI oleh mahasiswa dan dosen cukup tinggi dengan korelasi yang tinggi, 2) Keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan perangkat pembelajaran model pembelajaran berdasarkan masalah untuk skala 0-100 berada pada kisaran 77,94-97,06 dengan rata-rata 87,04 yang berarti baik. Penilaian contoh perangkat oleh mahasiswa dan dosen tidak berkorelasi dan tidak memberikan dampak atas keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan perangkat pembelajaran model PBL, 3) Keterampilan mahasiswa dalam melaksanakan model PBL untuk skala 0-100 berada pada kisaran 78-90 dengan rata-rata 82,69 yang berarti baik. Hubungan antara keterampilan pengembangan perangkat yang telah dilakukan mahasiswa dan keterampilan melaksanakan pembelajaran menunjukkan korelasi yang signifikan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MUSYAFFA YAZID, MOKHAMMAT; SUPRAPTO, NADI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dan melatihkan kemampuan pemecahan masalah di kelas X MIA SMA Khadijah Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-experimental dengan desain penelitian one-group pretest-posttest. Sasaran penelitian yakni kelas X MIA 1 sebagai kelas eksperimen, X MIA 2 sebagai kelas replikasi 1 dan X MIA 3 sebagai replikasi 2. Variabel dalam penelitian meliputi variabel manipulasi yaitu model pembelajaran inkuiri terbimbing yang didalamnya terdapat kemampuan berliterasi sains, variabel respon yaitu keterlaksanaan pembelajaran, dan kemampuan pemecahan masalah, serta variabel kontrol yaitu guru, waktu, perangkat pembelajaran dan materi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing pada tahap pendahuluan, kegiatan inti, penutup, alokasi waktu dan suasana kelas terlaksana dengan rata-rata 3,40 dengan kategori baik dengan percentage of agreement sebesar 96,45% yang berada dalam kategori sangat tinggi. Kemampuan pemecahan masalah menunjukkan peningkatan dalam kategori sedang, yakni kelas X MIA 1 dengan nilai <g> sebesar 0,64, kelas X MIA 2 dengan nilai <g> sebesar 0,63 dan X MIA 3 dengan nilai <g> sebesar 0,66, yang dianalisis dengan n-gain score. Berdasarkan analisis uji t-berpasangan diketahui bahwa terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang signifikan antara kelas eksperimen dan replikasi. Simpulan dari penelitian ini, penerapan model inkuiri terbimbing dapat digunakan untuk melatihkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik di kelas X MIA SMA Khadijah Surabaya pada pokok bahasan usaha dan energi. Kata kunci: Inkuiri terbimbing, Literasi sains, Pemecahan masalah
PENERAPAN STRATEGI MULTIPLE INTELLIGENCES DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PADA PESERTA DIDIK KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 11 SURABAYA AVRIYANTI, IIS; SUPRAPTO, NADI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi MI pada peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain one grup pretest-posttest serta menggunakan 1 kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes berupa pretest dan postest. Aktivitas MI dalam penelitian ini diarahkan pada pengerjaan LKPD sehingga diperoleh kesimpulan bahwa aktivitas pengerjaan LKPD berpengaruh terhadap kemampuan intelegensi peserta didik. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh strategi MI pada pembelajaran fisika, dilakukan uji t berpasangan pada hasil pretest dan posttest berbasis MI, sehingga didapatkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan pada kemampuan intelegensi peserta didik setelah diberikan strategi MI. kemampuan intelegensi peserta didik dapat dilihat melalui kemampuan peserta didik dalam mengerjakan setiap butir soal yang berbasis MI, sehingga diperoleh kesimpulan peserta didik dengan kecerdasan tertentu mendapat nilai dominan pada butir soal yang sesuai dengan jenis kecerdasannya namun mendapat nilai yang tidak terlampau jauh pada butir soal kecerdasan lain.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS CORE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATERI MOMENTUM DAN IMPULS SYUKRON AMRULLOH, MOHAMMAD; SUPRAPTO, NADI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembanganibahan ajar yang telah dilakukan di SMA Negeri 16 Surabaya dengan subjek penelitian yakni peserta didik kelas X-IPA 3 dan X-IPA 4 bertujuan untuk menguji kelayakan bahan ajar fisika yang ditinjau dari kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan, serta menguji keterbacaan dan pengaruh penggunaan bahan ajar Fisika CORE untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi momentum dan impuls. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran angket, dokumentasi penelitian, observasi, dan test tertulis. Langkah percobaan sesuai dengan tahapan ADDIE. Sehingga hasil data penelitian diambil dari tahapan ADDIE yakni: (1) Tahap Analysis menghasilkan persentase kebutuhan bahan ajar sebesar 85,16%; (2) Tahap Design menghasilkan validasi perangkat pembelajaran dengan persentase validitas 80,59%; (3) Tahap Development menghasilkan bahan ajar Fisika yang telah dilakukan validasi instrumen kelayakan,keterbacaan, dan pengaruh bahan ajar Fisika CORE terhadap hasil belajar menghasilkan persentase validitas 81,80%; (4) Tahap Implementation menghasilkan penilaian hasil belajar sebesar 87,84; (5) Tahap Evaluation menghasilkan kenaikan hasil belajar mendapatkan kriteria tinggi 74,88% melalui uji gain ternormalisasi, keterbacaan bahan ajar dengan nilai rata-rata 88,42 melalui tes rumpang, penilaian kepraktisan sebesar 95,55% melalui angket kendala dan keterlaksanaan, dan keefektifan mendapatkan respon positif sebesar 84,66% melalui angket respon peserta didik. Hasil pada semua tahap tersebut dapat dinyatakan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak dan dapat digunakan untuk meningatkan hasil belajar peserta didik. Kata kunci: Pengembangan bahan ajar, model pembelajaran CORE, dan hasil belajar
Co-Authors Abdul Rochman Amrullah Aditya Prapanca Afaurina Indriana Safitri Ahmad Qosyim Akhmad Zamroni Ali Hasbi Ramadani Ali Hasbi Ramadani, Ali Hasbi Alif Syaiful Adam Alisa Arrizkiyah Anggi Aulidhia Rohmah Angki Yustito Dulim Aretha Patricia Andriani Arika Arika Arika Arika Arika Hary Cahyono Arum, Anjar Desynta Asnawi AVRIYANTI, IIS Azmil Abidah Azmil Abidah Binar Kurnia Prahani Bonda Sisephaputra Budi Jatmiko Budi Jatmiko Budi Jatmiko Chih-Hsiung Ku Chih-Hsiung Ku Daliana Fehabutar Deda, Yohanis Ndapa Della Shinta Bestiantono Desi Wulandari Desi Wulandari Desi Wulandari Dhila Linggar Lentika Diah Hari Kusumawati Diah Hari Kusumawati Diah Rahmawati Dian Savitri Diego Pradana Dwikoranto Eka Putri Dian Nata Sari EKA YUNIAR, RISA Elok Halimah Sa'diyah Erina Krisnaningsih Erman Erman Ermia Fadilata Khoir Eva Ayu Yanuarti Fajriyatul Mukhlishina Fanani Riski Dwi Faradila Aulia Alifteria Faradila Aulia' Alifteria Fatihatun Nikmah Fida Rachmadiarti Fitria Mercyta Celina FX Krisna Kurniawan GARINA DEWAYANI, ASTRID HALIMAH SADIYAH, ELOK Hariyono, Eko Hasan Nuurul Hidaayatullaah Hasan Nuurul Hidaayatullaah Hasan Nuurul Hidaayatullaah Hasan Nuurul Hidaayatullaah Hasan Nuurul Hidayaatullaah Hermin Budiningarti Hermin Budiningarti Hermina Disnawati, Hermina Hidaayatullaah, Hasan Nuurul Husni Mubarok Husni Mubarok Husni Mubarok Imam Sya'roni Imam Sya'roni Indah Putri Maulidya Sari Intan Ika Ashhabul Maimanah Iqbal Ainur Rizki Iqbal Ainur Rizki Irgy Redityo Dawana Khoirun Nisa' Khoirun Nisa' Kiki Lutfiah Arizah Lailatul Yusro Lely Mutakinati M Munasir Madlazim Madlazim Madlazim Madlazim Madlazim Madlazim Maharani Ayu Nurdiana Putri Margaretha Aurelia Pasaribu Moch Yusuf Efendi Mohamad Nur Mohammad Budiyanto Mohammad Walid Rasuliy Mohd Nor Syahrir Abdullah Mohd Zaidi Bin Amiruddin Muchamad Arif Al Ardha Muhimmatul Khoiro MUNASIR MUSLIMIN IBRAHIM MUSYAFFA YAZID, MOKHAMMAT NANDYANSAH, WISNU Nina Fajriyah Citra Novie Amalia Izza Iksani Nur Azizah NUR CAHYANI, DIDIN Nur Chasanah Prabowo Prabowo Pratiwi, Taufanny Putri Puspa Wulan Aprilia Putri Nanda Agustin Putri Zulaiha Ria Agustina RACHMATYA, RENNY Randy Bambang Nugraha Reza Stefani Carlesia Rinie Pratiwi Puspitawati Riski Dwi Fanani Rizki Fitri Rahima Uulaa Rooselyna Ekawati Roy Martin Simamora Safitri, Shabrina Saidatul Khoiriyah Saidatul Khoiriyah Sayyidah Annimatus Sa’diyah Al Lathifah Sefia Anggi Lestari Selsy Florensia Alfany Setyo Admoko Setyo Admoko Setyo Admoko Setyo Admoko Setyo Admoko Setyo Admoko Setyo Admoko Shabrina Safitri Sifak Indana Sri Kantina Sukarmin Sukarmin Suliyanah Suliyanah Suliyanah Suliyanah SULIYANAH SULIYANAH Suliyanah Suliyanah Suliyanah Suliyanah Suliyanah Suliyanah Sunu Kuntjoro Suryanti Syafri Milanto SYUKRON AMRULLOH, MOHAMMAD Taufanny Putri Pratiwi Titin Sunarti TITIN SUNARTI Tjipto Prastowo Tjipto Prastowo Tsabitamia Irba Tsung-Hui Cheng Tsung-Hui Cheng Utama Alan Deta Utama Alan Deta Uzlifatul Rusydiana Valensa Yossyana Vivi Yulia Nur Laili Wahono Widodo Wahono Widodo Wahono Widodo wahyu sabtiawan Woro Setyarsih Woro Setyarsih Woro Setyarsih Woro Setyarsih Yuli Sutoto Nugroho Yulisara Yulisara ZAHRA, YUANITA ZAHRATUL HIKMAH, NAILA Zainal Arifin Imam Supardi ZAINUL ARIFIN IMAM SUPARDI