Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

WAJAH ISLAM NUSANTARA PADA TRADISI PETA KAPANCA DALAM PERKAWINAN ADAT BIMA Muhammad Aminullah; Nasaruddin Nasaruddin
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 1 No 1 (2017): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v1i1.1

Abstract

Penyelenggaraan peta kapanca dalam masyarakat Bima telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat. Hadirnya peta kapanca dalam perkawinan adat Bima, merupakan bagian dari respon masyarakat terhadap kebudayaan yang berbasis Islam. Bentuk-bentuk akulturasi Islam dengan budaya Bima atau dalam istilah lain disebut dengan pribumisasi Islam pada tradisi peta kapanca dapat dilihat pada; pertama, pembacaan shalawat dan do’a pada saat dimulainya prosesi boho oi mbaru atau mandi uap dengan bunga-bunga. Kedua, iringan hadrah pada saat prosesi kalondo wei. Ketiga, pembacaan kalam ilahi yang kemudian dilanjutkan dengan jiki kapanca yang berisi pembacaan maulid syaraful anam saat prosesi peta kapanca. Keempat, prosesi peta kapanca yang berjumlah ganjil, melambangkan bahwa Allah swt. menyukai sesuatu yang ganjil dan hiasan bunga-bunga telur yang berjumlah sembilan buluh sembilan buah, melambangkan asmaul husna. Proses pribumisasi Islam pada tradisi peta kapanca itulah yang kemudian membentuk pola atau corak Islam yang khas Bima yang merupakan wajah Islam Nusantara.
SISTEM INFORMASI MULTI ANCAMAN BENCANA ALAM DI ACEH Nasaruddin Nasaruddin; Khairul Munadi; Dedi Yuliansyah
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Propinsi Aceh mengalami banyak ancaman bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami pada tahun 2004, banjir yang melanda beberapa daerah kabupaten, gunung merapi dan lain-lain. Bencana-bencana tersebut telah mengakibatkan kerugian yang sangat besar terhadap manusia, lingkungan dan ekonomi di Aceh. Pemeritah Aceh belum punya sistem informasi ancaman alam yang dapat digunakan sebagai tool pendukung keputusan dan untuk meningkatkan kesadaran publik dalam upaya pengurangan dampak dari ancaman tersebut. Oleh karena itu, paper ini mengusulkan desain konseptual dan pembangunan prototipe dari sistem informasi multi ancaman bencana alam (SIMABA) di Aceh. SIMABA merupakan sistem informasi berbasis Web Geographic Information System (GIS) yang mampu menyediakan peta-peta multi ancaman bencana alam sebagai acuan perencanaan pembangunan di Aceh berbasis pengurangan risiko bencana dan juga sebagai wadah disiminasi informasi daerah multi ancaman bencana alam ke publik sebagai isu peringatan dini. Peta multi ancaman bencana alam merupakan suatu proses overlay beberapa informasi ancaman alam yang saling terkait pada daerah tertentu, sehingga penanganan bencana bisa dilakukan secara komprehensif untuk daerah tersebut. Dalam membangun prototipe SIMABA, kebutuhan sistem, desain dan pengujian dibahas dalam paper ini. Hasil dari prototipe SIMABA adalah visualiasi peta multi-ancaman dari beberapa ancaman alam yang ada di Aceh. Terakhir, kesimpulan memberikan beberapa perspektif akan pentingnya sistem informasi ini untuk diimplementasikan di Aceh.
Analisi Kinerja Jaringan Kooperatif Multi-hop Relay Berbasis Protokol Amplify-Quantize and Forward (AQF) Alfian Alfian; Nasaruddin Nasaruddin; Rusdha Muharar
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dokumen Kinerja jaringan komunikasi nirkabel dapat menurun akibat adanya gangguan sinyal informasi yang disebabkan oleh fading dan noise. Fading ini dapat dikurangi dengan menerapkan sistem jaringan relay kooperatif. Jaringan relay kooperatif yang digunakan pada penelitian ini adalah jaringan kooperatif multi-hop relay dengan protokol AmplifyQuantize-and-Forward (AQF). Protokol AQF bekerja berdasarkan penguatan dan kuantisasi sinyal-sinyal yang lemah akibat gangguan fading dan noise pada relay sebelum diterima pada tujuan. Pada penelitian ini dilakukan; (1) analisis kinerja jaringan kooperatif multi-hop relay menggunakan protokol AQF; (2) analisis Bit Error Rate dan throughput terhadap pengaruh banyaknya jumlah hop relay; (3) perbandingan kinerja antara jaringan kooperatif multi-hop relay dengan protokol AQF dan jaringan kooperatif dengan protokol AF dan QF. Dalam analisis penelitian, faktor jarak antara sumber, relay dan tujuan tidak diperhitungkan. Hasil analisis menunjukkan sistem jaringan kooperatif multi-hop dengan dua hop menggunakan protokol AQF memiliki kinerja lebih baik dibandingkan dengan sistem jaringan kooperatif multi-hop dengan 3 hop dan 4 hop dengan protokol yang sama, dimana nilai Bit Error Rate tinggi dan throughput yang dihasilkan rendah. Begitu juga untuk sistem jaringan kooperatif multi-hop relay dengan 3 hop menggunakan protokol AF, AQF dan QF, disini nilai Bit Error Rate dan throughput pada sistem jaringan mengunakan protokol AF lebih baik dari protokol AQF dan QF, sedangkan protokol AQF lebih baik dibandingkan menggunakan protokol QF.  Kata Kunci —  Jaringan kooperatif, multi-hop relay, AQF, bit error rate dan throughput
Pengaruh Teknik Modulasi Terhadap Kinerja Layanan Voice dan Video Pada Jaringan WiMAX Menggunakan Opnet Modeler Muhammad Akmal; Nasaruddin Nasaruddin; Ramzi Adriman
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan berkembang dan meluasnya berbagai teknologi jaringan nirkabel seperti worldwide interoperability for microwave access (WiMAX), jumlah pengguna perangkat bergerak internet terus bertambah. Untuk kestabilan jaringan WiMAX sangat tergantung pada kemampuan quality of service (QoS), pada saat koneksi dengan internet memerlukan bandwith yang memadai terutama pada layanan voice dan video. Quality of service untuk layanan voice dan video merupakan suatu permasalahan dalam komunikasi internet secara keseluruhan. Salah satu cara untuk menjaga kestabilan kualitas layanan yaitu menggunakan teknik modulasi, dimana teknik modulasi memungkinkan pengaturan pola sinyal modulasi yang tergantung pada kondisi signal to noise ratio (SNR). Pada penelitian ini membandingkan tipe modulasi yaitu QPSK, 16QAM dan 64QAM. Hasil pengujian didapatkan perbandingan nilai delay, throughput, Block error rate (BLER), signal to noise ratio (SNR) pada masing-masing modulasi tersebut.
PENANGGULANGAN KORUPSI DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Nasaruddin Nasaruddin; Abdussahid Abdussahid
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 3 No 1 (2019): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v3i1.244

Abstract

Salah satu tantangan yang paling berat bagi pembangunan dalam sebuah bangsa dan negara adalah masalah korupsi. Korupsi merupakan salah satu kejahatan dan tindak pidana tertentu yang bersifat serius, terorganisir yang telah menimbulkan masalah dan ancaman serius, karena dapat membahayakan stabilitas dan keamanan negara dan juga kemerosotan ummat. Kemakmuran dan keamanan negara sangat sulit tercapai apabila praktek korupsi masih sering dilakukan oleh sebagian orang, pejabat, staf dan instansi-instansi tertentu. Dari sisi lain bahwa praktek korupsi adalah tergolong sebagai kejahatan yang besar dan luar biasa. Dan oleh karenanya pemberantasa harus dilakukan dengan cara yang luar biasa pula, diantaranya; adanya upaya setiap pribadi untuk memaksimalkan seluruh potensi yang diberikan oleh Allah SWT dalam dirinya dan pemanfaatan segala instrumen yang ada dalam masyarakat. Salah satu diantaranya adalah pemanfaatan ayat al-Quran dan hadits Rasulullah SAW yang berkaitan dengan penanggulangan korupsi, tidak dapat dilakukan secara sekaligus tetapi dilakukan secara bertahap demi mewujudkan dan mengaktulisasikan nilai-nilai agama dalam kehdidupan bermasyarakat dan bernegara. Berangkat dari permasalahan ini bahwa al-Quran dan al-Hadits mempunyai wawasan tersendiri tentang penanggulangan korupsi yang secara detail.
Spatial Pattern in Beta Diversity of Echinoidea and Asteroidea Communities from the Coastal Area of Tomia Island, Wakatobi Marine National Park, Southeast Sulawesi, Indonesia Kangkuso Analuddin; Nasaruddin Nasaruddin; Andi Septiana; Wa Ode Sarliyana; Agus Nurlyati; Wa Masa; Saban Rahim
BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology Vol. 22 No. 1 (2015)
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2015.22.1.355

Abstract

The present study was aimed to elucidate the spatial pattern in the beta diversity of marine bentic for Echinoidea and Asteroidea that assemblages the coastal area of Tomia Island, Wakatobi Marine National Park, Indonesia. The two transect lines of 460 and 260 m in length with small quadrats of 1m2 wide were placed at the open and unopen beaches perpendicularly to the coastlines. The important value index and similarity index SI of organisms on these taxa were estimated in each the transect. Echinometra mathaei was the most dominant Echinoidea at open and unpen beaches, while Protoreaster nodusus was the most dominant Asteroidea at both areas. Most of SI values of Echinoidea at open beach were estimated less than 50%, which was lower than SI values that of organisms at unopen beach. On the other hand, most of SI values of Asteroidea at both areas were estimated more than 70% representing high similarity degree of its species composition among sites. The disimilarity index of organisms in the taxa of Echinoidea and Asteroidae was increased significantly as increasing the distance of among stands, which suggested that pettern in beta diversity of these taxa was associated with the spatial heterogenity.
Pengaruh Keaktifan dalam Organisasi terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa SMA Negeri 1 Campalagian Nasaruddin Nasaruddin; Rezki Amaliyah AR
SAINTIFIK Vol 3 No 2 (2017): VOLUME 3 NOMOR 2 JULI 2017
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.456 KB) | DOI: 10.31605/saintifik.v3i2.155

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian expost facto dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh keaktifan dalam ornagisasi terhadap motivasi belajar matematika siswa SMA Negeri 1 Campalagian. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Campalagian dengan subjek penelitian siswa yang masuk dalam pengurus OSIS tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 29 responden. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu: variabel bebas : 1). keaktifan dalam organisasi (X), 2). variabel terikat: motivasi belajar matematika (Y). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket yang terdiri atas instrumen penelitian keaktifan dalam organisasi dan motivasi belajar matematika dengan skala Likert. Keabsahan data diperoleh melalui uji validitas dan riliabilitas instrumen. Pengujian prasyarat analisis meliputi uji normalitas dan linearitas. Analisis data untuk uji hipotesis menggunakan analisis regresi linear sederhana dan untuk mengetahui besarnya kontribusi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh antara keaktifan dalam organisasi terhadap motivasi belajar matematika siswa SMA Negeri 1 Campalagian. Dengan kontribusi sebesar 15,4% dan sisanya 84,6% dipengaruhi oleh variabel lain.Kata kunci : keaktifan dalam organisasi, motivasi belajar matematika
Analisis Konsumsi Daya Sistem Komunikasi Kooperatif Multi Relay Dengan Metode Pemilihan Relay Fityanul Akhyar; Nasaruddin Nasaruddin; Rusdha Muharar
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja pada sistem komunikasi kooperatif nirkabel dapat ditingkatkan dengan menggunakan relay antara base station dan perangkat pengguna, dimana jarak antara antara base station dan pengguna dapat diperpendek sehingga kinerja transmisi dapat ditingkatkan. Relay dapat diasumsikan sebagai mini base station, repeater, atau perangkat bergerak. Mekanisme sistem relay dapat dilakukan dengan memanfaatkan protokol – protokol yang ada dalam sistem komunikasi kooperatif seperti amplify and forward (AF), decode and forward (DF) dan quantize and forward (QF). Penelitian ini mengkaji kinerja pada sistem komunikasi kooperatif nirkabel dengan protokol QF menggunakan strategi pemilihan relay (relay-selection strategy), yaitu reactive relay selection dan proactive relay selection pada topologi jaringan multi-relay. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi komputer dengan pemodelan sistem dan analisis matematis. Penelitian ini dapat memberi solusi untuk meningkatkan kinerja pada sistem komunikasi nirkabel, khususnya sistem komunikasi kooperatif. Kata Kunci— topologi, komunikasi kooperatif nirkabel, quantize and forward (QF), strategi pemilihan relay, simulasi komputer.
Pola Pembinaan Sosial Keagamaan Dengan Pengintegrasian Nilai-Nilai Budaya Bima (Studi Terhadap Para Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Bima) Nasaruddin Nasaruddin; Syarifuddin Syarifuddin
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 2 No 1 (2018): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v2i1.103

Abstract

Berbagai tindak kejahatan sering terjadi di masyarakat, misalnya pencurian, perampokan, penipuan, pembunuhan dan sebagainya. Dari semua tindak kejahatan tersebut terjadi dikarenakan berbagai macam faktor yang mempengaruhinya, seperti keterpaksaan seseorang melakukan tindak kejahatan pencurian yang dikarenakan faktor ekonomi, faktor lingkungan atau terikut dengan lingkungan yang ada di sekitarnya dan sebagainya. Kesemua tindak kejahatan yang terjadi tersebut harus mendapat ganjaran yang setimpal atau seimbang, dan dimasukan dalam lembaga pemasyarakatan untuk di bina dengan nilai-nila budaya lokal. Pembinaan bertujuan agar Narapidana setelah selesai menjalani masa pidananya tidak akan mengulangi perbuatannya (kejahatan) dan dapat hidup bermasyarakat secara wajar serta ikut berpartisipasi di dalam pembangunan. Maka setiap Narapidana didalam Lembaga Pemasyarakatan di bina dan di didik agar menyesali perbuatannya dan mengembangkannya menjadi Warga Binaan Pemasyarakatan yang baik dan taat kepada nilai-nilai agama dan nilai-nilai hukum. Pola pembinaan sosial keagamaan yang dilakukan oleh Lembaga pemasyarakat Bima dengan pengintegrasian nilai-nilai buadaya Bima, diantaranya Buadaya Maja Labo Dahu, Ngaha Aina Ngoho dan Nggahi Rawi Pahu.
MAYOR DAN MINOR LOSSES HEAD JARINGAN PIPA PENYALUR PADA POLITEKNIK NEGERI KUPANG Nasaruddin Nasaruddin
Jurnal Teknik Mesin Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.289 KB)

Abstract

Daya tampung air pada tandom Politeknik Negeri Kupang cukup besar yaitu 35 m3, tetapi air mengalir dari PDAM selama tahun 2018 debit air sangat kecil dan jarang sekali mengalir. Tidak ada masalah jika diatasi dengan memperbaiki sistem distribusi air untuk mengurangi kerugian-kerugian. Distribusi air dapat mengalir normal jika dibuat suatu instalasi perpipaan dan estimasi spesifikasi pompa yang terencana. Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu berapa besar kerugian head pada jaringan pipa penyalur dari tandom Baumata ketandom Politeknik Negeri Kupang.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kerugian yang terjadi akibat belokan, gesekan, pengecilan penampang pipa, dan pemilihan pompa. Metode yang digunakan yaitu menganalisis kerugian mayor dan minor losses, tempat dan waktu pengambilan data yaitu PDAM Kabupaten Kupang dari September s/d November 2018, dari hasil dan pembahasan sistem instalasi pipa penyalur dari tandom Baumata ke tandom Politeknik Negeri Kupang, total kerugian mayor dan minor losses titik A 5500 m sepanjang 29,068 meter, titik B 2300 m sepanjang 40,167 meter, dan titik C ke tandom Politeknik Negeri Kupang 2200 m sepanjang 29,068 meter, dan pompa yang digunakan menyalurkan air dari tandom Baumata ke tandom Politeknik Negeri Kupang dengan beda elevasi 2,5 meter, sehingga head pompa 86,4 meter, daya pompa 282,8 kW, efesiensi pompa (pompa) 90%, maka kerugian total mencapai 98,303 meter sepanjang 10.000 m