Puji Rahayu Ningsih
Progam Studi Pendidikan Matematika Universitas Pesanren Tinggi Darul Ulum Jombang

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PROFIL BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF Ningsih, Puji Rahayu
Gamatika Vol 2, No 2: Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGaya kognitif dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu a) reflektif; b) impulsif; c) fast-accurate dan d) slow-inaccurate. Untuk mendapatkan kelompok gaya kognitif tersebut dilakukan tes MFFT (Matching Familiar Figure Test), kemudian pada masing–masing kelompok dipilih 1 siswa sebagai subjek penelitian. Dari keempat subjek tersebut diberikan soal pemecahan masalah matematika dengan tujuan untuk mengetahui profil dari masing- masing kelompok gaya kognitif. Hasil yang diperoleh adalah 1) siswa reflektif menceritakan permasalahan pada soal dengan baik, setiap keputusan maupun kesimpulan disertai dengan alasan yang relevan, penarikan kesimpulan yang tepat, dapat menjelaskan  kesimpulan yang dibuat dengan baik serta melakukan overview setelah selesai mengerjakan, namun dalam keseluruhan kegiatan cenderung lama. 2) Siswa fast accurate hampir keseluruhan sama dengan siswa reflektif namun dalam pengerjaan keseluruhan cenderung cepat. 3) Siswa Impulsif mampu menceritakan permasalah yang terdapat pada soal, setiap langkah disertai alasan namun ada beberapa alasan yang tidak relevan sehingga penarikan kesimpulan yang dilakukan kurang tepat, dan siswa impulsif tidak melakukan overview, dan 4) Siswa Slow Inaccurate tidak dapat menceritakan permasalahan dengan baik, alasan yang digunakan cenderung tidak relevan, siswa ini juga belum dapat membuat kesimpulan dikarekan belum selesai dalam mengerjakan dan tidak melakukan overview. Kata Kunci: Berpikir Kritis, Gaya Kognitif, MFFT AbstractCognitive Styles can be grouped into four, namely a) reflective; b) impulsive; c) fast-accurate and d) slow-inaccurate. To get a group of cognitive style are performed MFFT (Matching Familiar Figures Test), then in each of the chosen Group 1 of students as subjects of research. Of the four subjects are given a matter of mathematical problem solving in order to know the profile of each group of cognitive style. A result for the study is 1) tells the students about issues reflective properly, every decision or conclusion is accompanied by relevant reasons, withdrawal of the right conclusion, can explain the conclusions made well and when you´re done working out, overview, however in the overall activities tend to be long. 2) fast accurate almost all Students together with students of the work as a whole, however, reflective tend to be fast. 3) Students were able to recount problem Impulsive contained on the matter, every step is accompanied reasons but there are several reasons which are not relevant so that the withdrawal of the conclusions made less precise, and impulsive students don´t do and 4) overview, Students cannot recount Inaccurate Slow problems properly, the reason being used tend to be irrelevant, these students also has yet to be made keimpulan dikarekan not done yet in doing and not doing the overview. Keywords: Critical Thinking, Cognitive Style, MFFT
PENERAPAN STRATEGI MIND MAPPING (PETA PIKIRAN) DENGAN KOMBINASI FLASH CARD PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI POKOK TRIGONOMETRI DI KELAS XI SMA NEGERI I BABAT LAMONGAN Ningsih, Puji Rahayu
Gamatika Vol 3, No 1 (2012): GAMATIKA
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.523 KB)

Abstract

Abstrak Sebagian besar catatan yang dibuat siswa kurang efektif karena mereka tidak mampu mengidentifikasikan ide-ide penting yang perlu untuk dicatat. Kondisi ini yang mengakibatkan lemahnya daya ingat siswa terhadap materi yang telah dipelajari di kelas dan pada akhirnya akan mempengaruhi hasil belajar siswa di kelas. Untuk itu, diperlukan strategi pembelajaran baru yaitu dengan mind mapping (peta pikiran) dengan kombinasi flash card. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendiskripsikan; aktivitas siswa, kemampuan siswa membuat mind mapping dengan kombinasi flash card, kemampuan guru mengelola kelas, hasil belajar siswa dan respons siswa terhadap penerapan strategi mind mapping dengan kombinasi flash card pada pembelajaran matematika materi pokok trigonometri. Penelitian yang akan dilaksanakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan subyek penelitian adalah guru matematika dan siswa kelas XI IPA I SMA Negeri I Babat Lamongan yang berjumlah 32 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar aktivitas siswa, lembar penilaian mind mapping dengan kombinasi flash card, lembar kemampuan guru mengelola kelas, lembar angket respon siswa terhadap pembelajaran dan soal tes evaluasi hasil belajar. Hasil analisi data diperoleh bahwa: 1) aktivitas siswa selama pembelajaran dikatakan aktif, 2) Kemampuan siswa dalam membuat mind mapping dengan kombinasi flash card termasuk sangat baik, 3) Kemampuan guru dalam mengelola kelas selama pembelajaran dikatakan sangat baik. 4) Hasil belajar siswa, diperoleh bahwa dari 32 siswa, yang tuntas dengan mendapatkan skor hasil belajar
PENERAPAN METODE REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) PADA POKOK BAHASAN PERBANDINGAN SENILAI DAN BERBALIK NILAI DI KELAS VII E SMP IPIEMS SURABAYA Ningsih, Puji Rahayu
Gamatika Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.428 KB)

Abstract

Abstrak Masalah utama yang sering dihadapi pada pelajaran matematika adalah rendahnya kemampuan pemahaman konsep siswa. Diasumsikan yang menjadi penyebab dari permasalahan tersebut yaitu pendekatan pembelajaran yang dipakai selama ini masih menggunakan pendekatan tradisional yang menekankan pada latihan mengerjakan soal serta menggunakan rumus. Untuk mengatasi permasalah tersebut pada penelitian ini peneliti menerapkan salah satu metode yaitu Realistic mathematics Education (RME) pada materi pokok perbandingan senilai dan berbalik nilai. RME merupakan sebuah metode yang berangkat dari ide tentang pembelajaran dan pengajaran yang dapat memberi gambaran dengan contoh dari ilustrasi dasarnya yang didasarkan dari 5 hubungan dasar pembelajaran dan pengajaran meliputi 1) Pembelajaran matematika adalah sebuah aktivitas kontruktif, 2) Pembelajaran dari sebuah konsep atau keahlian yang penyelesaiannya membutuhkan waktu yang lebih lama dan melalui beberapa level yang berbeda dari abstraksi, 3) Pembelajaran matematika siswa dan proses mengukur pemahaman melalui refleksi pemikiran mereka sendiri, 4) Pembelajaran tidak hanya berlangsung terisolasi tetapi lebih pada konsep sosial, dan 5) Pemahaman matematika adalah tersruktur dan saling berhubungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan "One Shot Case Study Design". Adapun perangkat pembelajaran meliputi Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan Lembar kerja siswa (LKS). Berdasarkan hasil dan analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa 96 % siswa mampu menyelesaikan soal pada LKS dengan baik dan benar, dengan menggunakan cara mereka sendiri, Siswa tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal pada LKS dan proses pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Kata Kunci: Penerapan, Realistic mathematics Education Abstract The main problem is often encountered in mathematics is low ability students understanding of concepts. Assumed that the cause of these problems is the approach used for this study are still using the traditional approach that emphasizes on working on the exercises and using formulas. To overcome these problems in this study, researchers applied a method that is Realistic Mathematics Education (RME) in the subject matter and turned comparative worth of value. RME is a method that departs from the idea of
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MINI LAB UNTUK MELATIH DASAR – DASAR ENTREPRENEURSHIP PADA SISWA MENENGAH PERTAMA Ningsih, Puji Rahayu
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.826 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan mandiri. Untuk membekali hal tersebut, maka tugas pendidik tidak hanya menuangkan sejumlah informasi ke dalam benak siswa, tetapi juga merancang sebuah pembelajaran inovatif yang pada akhirnya membuat peserta didik memiliki berbagai macam kecakapan hidup. Salah satu kecakapan hidup yang harus dimiliki  adalah kecakapan entrepreneurship. Namun kecakapan tersebut tidak diberikan secara langsung melainkan harus bertahap sesuai dengan jenjang pendidikannya. Karena subjek pada penelitian ini adalah siswa menengah pertama, maka peneliti menggunakan  metode pembelajaran mini lab untuk melatih dasar – dasar entrepreneurship. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendiskripsikan; aktivitas siswa dan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan subyek penelitian siswa kelas VII C SMP IPIEMS Surabaya yang berjumlah 32 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar aktivitas siswa dan soal tes evaluasi hasil belajar. Hasil analisi data diperoleh bahwa: 1) secara keseluruhan kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan rancangan, siswa lebih aktif dan tidak pasif, dan 2) hasil belajar siswa, menunjukkan bahwa untuk ketuntasan klasikal kelas adalah 81,25 %, dimana ketuntasan ini lebih besar dari ketuntasan yang diterapkan di sekolah tersebut yaitu 75%. Kata Kunci: Mini lab, Enterpreneurship, SMP  ABSTRACT National education aims at developing the potential of learners in order to become a man of faith and fear of God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, skilled, creative and independent. To equip it, then the task of educators is not just pour some of the information into the minds of students, but also to design an innovative learning that ultimately makes the students have a wide range of life skills. One of the skills they must possess the skills of entrepreneurship. But these skills are not given directly but must be phased in accordance with education levels. Because the subjects in this study were junior high students, the researchers used a mini-lab learning methods for basic training - basic entrepreneurship. The purpose of this study was to determine and describe; student activities and student learning outcomes during the learning process takes place. The study was carried out descriptive quantitative research, the study subjects VII C grade junior high school students IPIEMS Surabaya, amounting to 32 students. The instrument used is a student activity sheets and learn about the results of evaluation tests. The results of analysis of data obtained that: 1) overall good learning activities, students are more active and not passive, and 2) student learning outcomes, show that for classical completeness of classes is 81.25%, where the completeness is greater than that applied in the thoroughness the school is 75% Keywords: Mini lab, Entrepreneurship, Junior High School
PENERAPAN METODE REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) PADA POKOK BAHASAN PERBANDINGAN SENILAI DAN BERBALIK NILAI DI KELAS VII E SMP IPIEMS SURABAYA Ningsih, Puji Rahayu
Gamatika Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.428 KB)

Abstract

Abstrak Masalah utama yang sering dihadapi pada pelajaran matematika adalah rendahnya kemampuan pemahaman konsep siswa. Diasumsikan yang menjadi penyebab dari permasalahan tersebut yaitu pendekatan pembelajaran yang dipakai selama ini masih menggunakan pendekatan tradisional yang menekankan pada latihan mengerjakan soal serta menggunakan rumus. Untuk mengatasi permasalah tersebut pada penelitian ini peneliti menerapkan salah satu metode yaitu Realistic mathematics Education (RME) pada materi pokok perbandingan senilai dan berbalik nilai. RME merupakan sebuah metode yang berangkat dari ide tentang pembelajaran dan pengajaran yang dapat memberi gambaran dengan contoh dari ilustrasi dasarnya yang didasarkan dari 5 hubungan dasar pembelajaran dan pengajaran meliputi 1) Pembelajaran matematika adalah sebuah aktivitas kontruktif, 2) Pembelajaran dari sebuah konsep atau keahlian yang penyelesaiannya membutuhkan waktu yang lebih lama dan melalui beberapa level yang berbeda dari abstraksi, 3) Pembelajaran matematika siswa dan proses mengukur pemahaman melalui refleksi pemikiran mereka sendiri, 4) Pembelajaran tidak hanya berlangsung terisolasi tetapi lebih pada konsep sosial, dan 5) Pemahaman matematika adalah tersruktur dan saling berhubungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan "One Shot Case Study Design". Adapun perangkat pembelajaran meliputi Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan Lembar kerja siswa (LKS). Berdasarkan hasil dan analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa 96 % siswa mampu menyelesaikan soal pada LKS dengan baik dan benar, dengan menggunakan cara mereka sendiri, Siswa tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal pada LKS dan proses pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Kata Kunci: Penerapan, Realistic mathematics Education Abstract The main problem is often encountered in mathematics is low ability students' understanding of concepts. Assumed that the cause of these problems is the approach used for this study are still using the traditional approach that emphasizes on working on the exercises and using formulas. To overcome these problems in this study, researchers applied a method that is Realistic Mathematics Education (RME) in the subject matter and turned comparative worth of value. RME is a method that departs from the idea of
PROFIL BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF Ningsih, Puji Rahayu
Gamatika Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGaya kognitif dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu a) reflektif; b) impulsif; c) fast-accurate dan d) slow-inaccurate. Untuk mendapatkan kelompok gaya kognitif tersebut dilakukan tes MFFT (Matching Familiar Figure Test), kemudian pada masing–masing kelompok dipilih 1 siswa sebagai subjek penelitian. Dari keempat subjek tersebut diberikan soal pemecahan masalah matematika dengan tujuan untuk mengetahui profil dari masing- masing kelompok gaya kognitif. Hasil yang diperoleh adalah 1) siswa reflektif menceritakan permasalahan pada soal dengan baik, setiap keputusan maupun kesimpulan disertai dengan alasan yang relevan, penarikan kesimpulan yang tepat, dapat menjelaskan  kesimpulan yang dibuat dengan baik serta melakukan overview setelah selesai mengerjakan, namun dalam keseluruhan kegiatan cenderung lama. 2) Siswa fast accurate hampir keseluruhan sama dengan siswa reflektif namun dalam pengerjaan keseluruhan cenderung cepat. 3) Siswa Impulsif mampu menceritakan permasalah yang terdapat pada soal, setiap langkah disertai alasan namun ada beberapa alasan yang tidak relevan sehingga penarikan kesimpulan yang dilakukan kurang tepat, dan siswa impulsif tidak melakukan overview, dan 4) Siswa Slow Inaccurate tidak dapat menceritakan permasalahan dengan baik, alasan yang digunakan cenderung tidak relevan, siswa ini juga belum dapat membuat kesimpulan dikarekan belum selesai dalam mengerjakan dan tidak melakukan overview. Kata Kunci: Berpikir Kritis, Gaya Kognitif, MFFT AbstractCognitive Styles can be grouped into four, namely a) reflective; b) impulsive; c) fast-accurate and d) slow-inaccurate. To get a group of cognitive style are performed MFFT (Matching Familiar Figures Test), then in each of the chosen Group 1 of students as subjects of research. Of the four subjects are given a matter of mathematical problem solving in order to know the profile of each group of cognitive style. A result for the study is 1) tells the students about issues reflective properly, every decision or conclusion is accompanied by relevant reasons, withdrawal of the right conclusion, can explain the conclusions made well and when you're done working out, overview, however in the overall activities tend to be long. 2) fast accurate almost all Students together with students of the work as a whole, however, reflective tend to be fast. 3) Students were able to recount problem Impulsive contained on the matter, every step is accompanied reasons but there are several reasons which are not relevant so that the withdrawal of the conclusions made less precise, and impulsive students don't do and 4) overview, Students cannot recount Inaccurate Slow problems properly, the reason being used tend to be irrelevant, these students also has yet to be made keimpulan dikarekan not done yet in doing and not doing the overview. Keywords: Critical Thinking, Cognitive Style, MFFT
PENERAPAN STRATEGI MIND MAPPING (PETA PIKIRAN) DENGAN KOMBINASI FLASH CARD PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI POKOK TRIGONOMETRI DI KELAS XI SMA NEGERI I BABAT LAMONGAN Ningsih, Puji Rahayu
Gamatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.523 KB)

Abstract

Abstrak Sebagian besar catatan yang dibuat siswa kurang efektif karena mereka tidak mampu mengidentifikasikan ide-ide penting yang perlu untuk dicatat. Kondisi ini yang mengakibatkan lemahnya daya ingat siswa terhadap materi yang telah dipelajari di kelas dan pada akhirnya akan mempengaruhi hasil belajar siswa di kelas. Untuk itu, diperlukan strategi pembelajaran baru yaitu dengan mind mapping (peta pikiran) dengan kombinasi flash card. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendiskripsikan; aktivitas siswa, kemampuan siswa membuat mind mapping dengan kombinasi flash card, kemampuan guru mengelola kelas, hasil belajar siswa dan respons siswa terhadap penerapan strategi mind mapping dengan kombinasi flash card pada pembelajaran matematika materi pokok trigonometri. Penelitian yang akan dilaksanakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan subyek penelitian adalah guru matematika dan siswa kelas XI IPA I SMA Negeri I Babat Lamongan yang berjumlah 32 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar aktivitas siswa, lembar penilaian mind mapping dengan kombinasi flash card, lembar kemampuan guru mengelola kelas, lembar angket respon siswa terhadap pembelajaran dan soal tes evaluasi hasil belajar. Hasil analisi data diperoleh bahwa: 1) aktivitas siswa selama pembelajaran dikatakan aktif, 2) Kemampuan siswa dalam membuat mind mapping dengan kombinasi flash card termasuk sangat baik, 3) Kemampuan guru dalam mengelola kelas selama pembelajaran dikatakan sangat baik. 4) Hasil belajar siswa, diperoleh bahwa dari 32 siswa, yang tuntas dengan mendapatkan skor hasil belajar
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MINI LAB UNTUK MELATIH DASAR – DASAR ENTREPRENEURSHIP PADA SISWA MENENGAH PERTAMA Ningsih, Puji Rahayu
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan mandiri. Untuk membekali hal tersebut, maka tugas pendidik tidak hanya menuangkan sejumlah informasi ke dalam benak siswa, tetapi juga merancang sebuah pembelajaran inovatif yang pada akhirnya membuat peserta didik memiliki berbagai macam kecakapan hidup. Salah satu kecakapan hidup yang harus dimiliki  adalah kecakapan entrepreneurship. Namun kecakapan tersebut tidak diberikan secara langsung melainkan harus bertahap sesuai dengan jenjang pendidikannya. Karena subjek pada penelitian ini adalah siswa menengah pertama, maka peneliti menggunakan  metode pembelajaran mini lab untuk melatih dasar – dasar entrepreneurship. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendiskripsikan; aktivitas siswa dan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan subyek penelitian siswa kelas VII C SMP IPIEMS Surabaya yang berjumlah 32 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar aktivitas siswa dan soal tes evaluasi hasil belajar. Hasil analisi data diperoleh bahwa: 1) secara keseluruhan kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan rancangan, siswa lebih aktif dan tidak pasif, dan 2) hasil belajar siswa, menunjukkan bahwa untuk ketuntasan klasikal kelas adalah 81,25 %, dimana ketuntasan ini lebih besar dari ketuntasan yang diterapkan di sekolah tersebut yaitu 75%. Kata Kunci: Mini lab, Enterpreneurship, SMP  ABSTRACT National education aims at developing the potential of learners in order to become a man of faith and fear of God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, skilled, creative and independent. To equip it, then the task of educators is not just pour some of the information into the minds of students, but also to design an innovative learning that ultimately makes the students have a wide range of life skills. One of the skills they must possess the skills of entrepreneurship. But these skills are not given directly but must be phased in accordance with education levels. Because the subjects in this study were junior high students, the researchers used a mini-lab learning methods for basic training - basic entrepreneurship. The purpose of this study was to determine and describe; student activities and student learning outcomes during the learning process takes place. The study was carried out descriptive quantitative research, the study subjects VII C grade junior high school students IPIEMS Surabaya, amounting to 32 students. The instrument used is a student activity sheets and learn about the results of evaluation tests. The results of analysis of data obtained that: 1) overall good learning activities, students are more active and not passive, and 2) student learning outcomes, show that for classical completeness of classes is 81.25%, where the completeness is greater than that applied in the thoroughness the school is 75% Keywords: Mini lab, Entrepreneurship, Junior High School
PENERAPAN STRATEGI MIND MAPPING (PETA PIKIRAN) DENGAN KOMBINASI FLASH CARD PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI POKOK TRIGONOMETRI DI KELAS XI SMA NEGERI I BABAT LAMONGAN Ningsih, Puji Rahayu
Gamatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sebagian besar catatan yang dibuat siswa kurang efektif karena mereka tidak mampu mengidentifikasikan ide-ide penting yang perlu untuk dicatat. Kondisi ini yang mengakibatkan lemahnya daya ingat siswa terhadap materi yang telah dipelajari di kelas dan pada akhirnya akan mempengaruhi hasil belajar siswa di kelas. Untuk itu, diperlukan strategi pembelajaran baru yaitu dengan mind mapping (peta pikiran) dengan kombinasi flash card. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendiskripsikan; aktivitas siswa, kemampuan siswa membuat mind mapping dengan kombinasi flash card, kemampuan guru mengelola kelas, hasil belajar siswa dan respons siswa terhadap penerapan strategi mind mapping dengan kombinasi flash card pada pembelajaran matematika materi pokok trigonometri. Penelitian yang akan dilaksanakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan subyek penelitian adalah guru matematika dan siswa kelas XI IPA I SMA Negeri I Babat Lamongan yang berjumlah 32 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar aktivitas siswa, lembar penilaian mind mapping dengan kombinasi flash card, lembar kemampuan guru mengelola kelas, lembar angket respon siswa terhadap pembelajaran dan soal tes evaluasi hasil belajar. Hasil analisi data diperoleh bahwa: 1) aktivitas siswa selama pembelajaran dikatakan aktif, 2) Kemampuan siswa dalam membuat mind mapping dengan kombinasi flash card termasuk sangat baik, 3) Kemampuan guru dalam mengelola kelas selama pembelajaran dikatakan sangat baik. 4) Hasil belajar siswa, diperoleh bahwa dari 32 siswa, yang tuntas dengan mendapatkan skor hasil belajar
PENERAPAN METODE REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) PADA POKOK BAHASAN PERBANDINGAN SENILAI DAN BERBALIK NILAI DI KELAS VII E SMP IPIEMS SURABAYA Ningsih, Puji Rahayu
Gamatika Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah utama yang sering dihadapi pada pelajaran matematika adalah rendahnya kemampuan pemahaman konsep siswa. Diasumsikan yang menjadi penyebab dari permasalahan tersebut yaitu pendekatan pembelajaran yang dipakai selama ini masih menggunakan pendekatan tradisional yang menekankan pada latihan mengerjakan soal serta menggunakan rumus. Untuk mengatasi permasalah tersebut pada penelitian ini peneliti menerapkan salah satu metode yaitu Realistic mathematics Education (RME) pada materi pokok perbandingan senilai dan berbalik nilai. RME merupakan sebuah metode yang berangkat dari ide tentang pembelajaran dan pengajaran yang dapat memberi gambaran dengan contoh dari ilustrasi dasarnya yang didasarkan dari 5 hubungan dasar pembelajaran dan pengajaran meliputi 1) Pembelajaran matematika adalah sebuah aktivitas kontruktif, 2) Pembelajaran dari sebuah konsep atau keahlian yang penyelesaiannya membutuhkan waktu yang lebih lama dan melalui beberapa level yang berbeda dari abstraksi, 3) Pembelajaran matematika siswa dan proses mengukur pemahaman melalui refleksi pemikiran mereka sendiri, 4) Pembelajaran tidak hanya berlangsung terisolasi tetapi lebih pada konsep sosial, dan 5) Pemahaman matematika adalah tersruktur dan saling berhubungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan "One Shot Case Study Design". Adapun perangkat pembelajaran meliputi Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan Lembar kerja siswa (LKS). Berdasarkan hasil dan analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa 96 % siswa mampu menyelesaikan soal pada LKS dengan baik dan benar, dengan menggunakan cara mereka sendiri, Siswa tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal pada LKS dan proses pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Kata Kunci: Penerapan, Realistic mathematics Education Abstract The main problem is often encountered in mathematics is low ability students' understanding of concepts. Assumed that the cause of these problems is the approach used for this study are still using the traditional approach that emphasizes on working on the exercises and using formulas. To overcome these problems in this study, researchers applied a method that is Realistic Mathematics Education (RME) in the subject matter and turned comparative worth of value. RME is a method that departs from the idea of