Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA DOSEN DI FKIP UNIVERSITAS KUNINGAN Suryani, Yeyen; Setiawan, Iyan
Equilibrium Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Equilibrium
Publisher : Equilibrium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kinerja dosen melalui budaya organisasi dan kepuasan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja dosen, untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja dosen di FKIP Universitas Kuningan serta untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan.Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dan verifikatif dengan metode penelitian survey. Populasi  dalam penelitian ini Dosen Tetap FKIP Universitas Kuningan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling. Teknik dan analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS for windows.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Besarnya pengaruh langsung dari budaya organisasi terhadap kinerja dosen , yaitu sebesar 1,016. Besarnya pengaruh langsung dari kepuasan kerja terhadap Kinerja Dosen, yaitu sebesar 0,044 . Secara simultan variabel budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja dosen berpengaruh signifikan terhadap kinerja dosen  sebesar 0,995 atau 99,5%.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja dosen mempunyai pengaruh yang signifikan. Maka disampaikan saran sebagai berikut : perlunya perbaikan dan peningkatan budaya organisasi sehingga meningkatkan kepuasan kerja dosen, agar perilaku dosen dapat menampilkan kinerja yang prima, maka perlu ditelaah dan dilakukan pembenahan terhadap faktor dalam dan luar individu yang akan berpengaruh terhadap kinerja. Dosen harus lebih menyadari akan peran dan fungsinya sebagai seorang pengajar dan pendidik sehingga sikap, semangat dan kepribadiannya sekiranya dapat menjadi contoh  bagi mahasiswanya.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA (Studi Eksperimen Pada Mata Kuliah Manajemen SDM Tingkat IV Tahun Akademik 2016/2017 Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Kuningan) Suryani, Yeyen; Prawirasuyasa, Wirasmo; Rismaya, Lilis
Equilibrium Vol 14, No 02 (2016): Equilibrium
Publisher : Equilibrium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA (Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X IIS di SMA Negeri 1 Kuningan) Suryani, Yeyen; Dewiana, Sintia
Equilibrium Vol 13, No 1 (2016): Equilibrium
Publisher : Equilibrium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis siswa rendah. Hal ini ditunjukkan dengan kurangnya partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran serta kurangnya kemampuan siswa untuk memecahkan masalah yang membutuhkan kemampuan analisis.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) terdapat perbedaan kemampuan awal siswa,2) setelah pembelajaran berlangsung kemampuan berpikir kritis siswa kelas yang menggunakan PjBL lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunkan metode ceramah, 3) peningkatan (N-Gain) kemampuan berpikir kritis siswa kelas yang menggunakan PjBL lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode ceramah.Metode yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan non-equivalent control group pretes-posttest design. Dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 75 orang yaitu 38 siswa di kelas eksperimen, dan 37 siswa di kelas kontrol.Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa pada tes awal terbukti dengan thitung=0,2616<ttabel=1,993. Kedua, setelah pembelajaran berlangsung kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas yang menggunakan metode PjBL lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode pembelajaran ceramah terbukti dengan thitung=4,375>ttabel=1,993. Ketiga, peningkatan (N-Gain) kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas yang menggunakan metode PjBL lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode pembelajaran ceramah terbukti dengan thitung =5,173 > ttabel =1,993.Adapun saran dari penelitian ini yaitu, perlu adanya penjelasan yang mendalam dalam proses persiapan sehingga siswa tidak kesulitan dalam menyusun pertanyaan penyelidikan. Dalam penggunaan PjBL guru berperan sebagai fasilitator dan motivator sehingga dibutuhkan penguasaan materi dan pengelolaan kelas yang baik. Penggunaan metode PjBL meningkatkan kemampuan berpikir kritis lebih tinggi dari metode ceramah sehingga disarankan guru untuk menerapkan metode ini yang disesuaikan dengan materi sehingga kemampuan berpikir kritis siswa berkembang dan terlatih. Penyesuaian penggunaan metode pembelajaran dengan materi dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai lebih optimal serta pengetahuan yang diperoleh siswa benar-benar melekat dan lebih bermakna.
PENGGUNAAN METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DI SMP NEGERI 4 KUNINGAN Suryani, Yeyen
Equilibrium Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Equilibrium
Publisher : Equilibrium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP Negeri 4 Kuningan. Hal ini dikarenakan guru jarang sekali melakukan pembelajaran yang inovatif yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa, sehingga kemampuan berpikir kreatif siswa kurang optimal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pretest pada kemampuan berpikir kreatif siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP Negeri 4 Kuningan. Untuk mengetahui perbedaan posttest pada kemampuan berpikir kreatif siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP Negeri 4 Kuningan. Untuk mengetahui gain (pretest dan posttest) pembelajaran pada kemampuan berpikir kreatif siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP Negeri 4 Kuningan.Hipotesis dalam penelitian ini adalah 1) H1: Terdapat perbedaan pretest pada kemampuan berpikir kreatif siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. 2) H1: Terdapat perbedaan posttest pada kemampuan berpikir kreatif siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. 3) H1: Terdapat gain (pretest dan posttest) pembelajaran pada kemampuan berpikir kreatif siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.       Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pada pretest antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol sebelum pembelajaran. Sedangkan setelah pembelajaran terdapat perbedaan hasil posttest pada kemampuan berpikir kreatif siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Adapun peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dapat dilihat dari nilai gain kelas eksperimen sebesar 0,50 dan kelas kontrol sebesar 0,21. Hal tersebut berarti terdapat gain (pretest dan posttest) pembelajaran pada kemampuan berpikir kreatif siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari bukti diatas, dapat disimpulkan bahwa metode Problem Based Learning(PBL) dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif bagi guru untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa.Berdasarkan hasil penelitian, adapun saran penulis adalah sebagai berikut : 1) Guru diharapkan menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) sebagai variasi dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), khususnya pada konsep Ketenagakerjaan. 2) Dalam melaksanakan metode Problem Based Learning (PBL), guru diharapkan dapat mengorganisasi pertanyaan-pertanyaan yang akan disampaikan kepada siswa sesuai dengan karakteristik materi dan siswanya. 3) Dalam proses pembelajaran siswa diharapkan terbiasa menghubungkan konsep pada materi yang diajarkan dengan data dan fakta yang ada dilingkungan sekitar untuk lebih melatih kemampuan berpikir kreatifnya. 4) Metode Problem Based Learning (PBL) dapat dijadikan sebagai alternatif dalam proses belajar mengajar di sekolah karena dapat berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 4 Kuningan.
Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Subang Kabupaten Kuningan Suryani, Yeyen
Equilibrium Vol 10, No 19 (2014): Equilibrium
Publisher : Equilibrium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas X SMAN 1 Subang Kabupaten Kuningan belum optimal,hal ini terlihat dari nilai rata-rata ujian akhir sekolah semester ganjil dalam mata pelajaran IPS Ekonomi masih ada siswa yang nilainya di bawah KKM (70), keadaan tersebut menunjukkan hasil belajarnya rendah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan gain (pretes dan postes) pembelajaran antara kelas yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe time token dibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan gain (pretes dan postes) pembelajaran antara kelas yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe time token dibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan gain pembelajaran antara kelas yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe time token dibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen yang dilakukan terhadap siswa kelas X SMA Negeri 1 Subang Kabupaten Kuningan yang berjumlah 72 siswa, terdiri dari 36 siswa kelas eksperimen dan 36 siswa pada kelas kontrol. Instrumen penelitian menggunakan tes tertulis bentuk soal pilihan ganda sejumlah 20 butir soal. Selanjutnya dilakukan analisis instrumen dengan perhitungan tingkat kesukaran, daya pembeda, validitas, dan reliabilitas soal. Setelah itu, dilakukan analisis data terhadap hasil pretes dan postes antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, yaitu uji normalitas, homogenitas, uji-t, dan n-gain. Hasil data pretes menunjukkan bahwa tidak adanya penbedaan kemampuan awal antara siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen sebelum pembelajaran. Sedangkan data postes menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Adapun peningkatan hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat dari nilai gain kelas kontrol sebesar 0,43 dan kelas eksperimen sebesar 0,57. Dapat dilihat bahwa peningkatan gain jauh lebih tinggi pada kelas eksperimen, yaitu sebesar 0,14. Hal ini berarti terdapat perbedaan gain pembelajaran antara kelas yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe time token dibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode pembelajaran konvensional.Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyampaikan saran sebagai berikut: 1) Dalam penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe time token, guru hendaknya memilih materi ajar yang bisa menimbulkan banyak permasalahan sehingga memicu siswa untuk berpendapat karena metode pembelajaran kooperatif tipe time token merupakan metode yang mengharuskan siswanya mengemukakan pendapat, sehingga jika diberikan materi yang dapat merangsang semangat siswa berpendapat pada akhirnya akan menambah pengetahuan siswa dan berdampak pada hasil belajar siswa.2) Guru dapat memilih berbagai media dalam menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe time token. Kupon bicara dapat diganti dengan sesuatu yang lebih menarik lagi. Pemberian reward juga dapat disesuaikan. Dengan demikian siswa akan lebih semangat lagi dalam mengikuti pembelajaran tersebut. 3) Dalam menerapkan suatu metode pembelajaran seharusnya disesuaikan dengan kemampuan siswa, karena metode pembelajaran kooperatif tipe time token lebih mengutamakan peran aktif siswa dalam mengemukakan pendapat. Sehingga sebelum menggunakan metode ini sebaiknya siswa sudah memiliki pengetahuan terkait dengan materi yang akan disampaikan
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA (Studi Eksperimen Pada Mata Kuliah Kewirausahaan Tingkat II Tahun Akademik 2014/2015 Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Kuningan) Suryani, Yeyen; Mulyati, Sri
Equilibrium Vol 13, No 1 (2016): Equilibrium
Publisher : Equilibrium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE EFFORTS TO INCREASE MULTIPLICATION LEARNING OUTCOMES WITH QUANTUM LEARNING MODEL Awaludin, Muhamad; Suryani, Yeyen; Riyadi, Mohamad
Indonesian Journal of Learning and Instruction Vol 2, No 01 (2019)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ijli.v2i01.1683

Abstract

This study aims to improve Mathematics learning outcomes with quantum learning models on multiplication material in class III B SDN 1 Purwawinangun Kuningan. The type of this study is Classroom Action Research (CAR) by Kemmis and Mc. Taggart models consisting of 2 cycles. Each cycle is carried out with four main activities, namely planning, implementing, observing, and reflecting by using quantum learning model. The results of this study indicate enhancement in Mathematics learning outcomes. In the cycle I, the completeness percentage of students learning outcomes are 68% with an average students learning outcomes are 70.2. Meanwhile, in cycle II a percentage of students learning outcomes are 92% with an average learning outcomes are 83.3. From the action research, it can be concluded that by using the quantum learning model can improve the results of Mathematics learning outcomes of students in class III B SDN 1 Purwawinangun, especially in Multiplication material.
AKTUALISASI WANITA BERPENDIDIKAN PADA ERA GLOBALISASI DALAM MENJAGA ETIKA DAN MORAL LINGKUNGAN Hindriana, Anna Fitri; Suryani, Yeyen; Lismaya, Lilis
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 02 (2019): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v2i02.2116

Abstract

The development of moral and environtmental ethics must be started early. This is because someone’s success is deeply affected by their characther that has been nurtured since childhood. 0 – 5 years old is the period when the children are capable to do information accomodation processing from their suroundding very quicky, thus the ealy years of children is an opportunity to give them understanding about proper ethics and environtmental moral. The nurture of ethics and environtmental moral is not only the obligation of the teacher but also parents. In accordance with that, the aim of this community service is to 1) give understanding to parents about the necessity of sinergy between parents and pre-school teachers for children’s ethics and environtmental moral development, 2) enhance pre-school teachers’ and parents’ understanding about the principals that need to be applied in developing ethics and evinrontmental moral. The method used in this activity were 1) Training for pre-school teacher and parents on early childhood ethics and moral development, 2) assistance in creating ethics and moral based lesson plan for pre-school teachers. The result that attained is the improvement of pre-school teachers’ and parents’ understanding on ethics and moral and the improvement of ethics and moral based lesson plan quality.Abstrak Indonesia tengah mengalami proses kehilangan, mulai kehilangan aspek fisik, alam hayati, manusia dan budaya. Wanita mampu berperan baik di bidang pendidikan dan domestik sebagai  pendidik pertama dan utama yang harus mengambil langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan generasi bangsa. Pengembangan moral dan etika lingkungan harus dimulai sejak dini,  hal ini dikarenakan  keberhasilan dan kesuksesan  seseorang sangat dipengaruhi oleh karakter yang terbangun semenjak kecil, usia 0 sampai 5 tahun yang merupakan  masa dimana anak melakukan proses akomodasi informasi dari lingkungan yang sangat cepat oleh karena itu pada masa-masa awal pertumbuhan merupakan kesempatan diberikannya  pemahaman tentang etika dan moral lingkungan yang baik. Pembentukan moral dan etika lingkungan bukan hanya merupakan tanggung jawab  guru tetapi harus bersinergi dengan orang tua  di rumah. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk : 1) memberikan pemahaman pentingnya sinergi  pengembangan etika dan moral lingkungan pada anak oleh guru PAUD dan orang tua, 2) meningkatkan pemahaman guru PAUD dan orang tua tentang prinsip-pinsip yang harus dikembangkan dalam mengembangkan etika dan moral lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini; 1) pelatihan kepada orang tua dan guru PAUD tentang progam pengembangan etika dan moral lingkungan  anak usia dini, 2) pendampingan pembuatan rancangan pembelajaran berbasis etika dan moral bagi guru-guru PAUD. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pemahaman orang tua dan guru-guru PAUD tentang etika dan moral lingkungan dan peningkatan kualitas rancangan pembelajaran berbasis etika dan moral lingkungan.Kata Kunci : Etika, Moral, Lingkungan, Anak Usia Dini
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OPEN ENDED TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DENGAN VARIABEL MODERATOR MOTIVASI BELAJAR Sri Mulyati; Yeyen Suryani; Iyan Setiawan
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol 16, No 02 (2019): Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v16i02.2174

Abstract

Abstract: The problem in this study is the low ability of students's critical thinking, seen from apreliminary study which shows that the majority of students get grades below the minimalcompleteness criteria. This research is a quasi-experimental design with a Two-factor betweensubjectdesign. The subjects of the study were the social studies class X students of Cikijing SeniorHigh School 1 2018-2019 school year. Where class X IPS 1 as a control class and class X IPS 3as an experimental class where the total students of the two classes are 66 students. The results ofthis study are to show that: (1) there are differences in critical thinking skills between studentswho are taught with the open ended learning model compared to the lecture method. (2) there aredifferences in critical thinking skills between students who have high learning motivation andstudents who have low learning motivation. (3) there is no interaction between open endedlearning models with student motivation to influence students's critical thinking skills.Kata kunci : Model Pembelajaran Open Ended, Kemampuan Berpikir Kritis, dan MotivasiBelajar.
PENGARUH PENERAPAN BLENDED LEARNING DALAM MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Iik Siti Koyimah; Yeyen Suryani; Atin Nuryatin
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol 18, No 02 (2021): Equilibrium: Jurnal penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v18i2.4483

Abstract

Abstract: The problem in this study is the low creative thinking ability of students, seen from a preliminary study with a creative thinking ability test which showed that the majority of students scored below the Minimum Completeness Criteria. The purpose of this study is to describe: (1) there are posttest differences in creative thinking skills between experimental class students who were taught by the application of Blended Learning in a problem-based learning model and control class students who were taught using the lecture method. (2) there are differences in the improvement of creative thinking skills between experimental class students who are taught by applying Blended Learning in a problem-based learning model and control class students who are taught using the lecture method. This study uses a quantitative approach, a quasi-experimental method with a Non-equivalent Control Group Design research design. The research subjects were students of class X OTKP at SMK Patriot IV Ciawigebang in the academic year 2021. X OTKP 2 as the experimental class and X OTKP 5 as the control class with 47 students. Based on data processing and analysis, the results showed that there were differences in posttest thinking skills. creative students between the experimental class and the control class. And there is a difference in the gain of creative thinking skills between the experimental class students and the control class. it can be concluded that the application of Blended Learning in the problem-based learning model is declared to be more effective than the lecture method, and can be used as an alternative for educators to improve students' creative thinking skills.Keywords: Blended Learning; Problem Based Learning Model; Creative Thinking.