Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

TUTURAN AMBIGUITAS DALAM WACANA HUMOR WAKTU INDONESIA BERCANDA: KAJIAN PRAGMASEMANTIK NISA, KHOIRUN
BAPALA Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKHumor memiliki beragam bentuk tampilan, salah satunya adalah wacana humor. Sebuah wacana dapat dikatakan mengandung humor apabila menimbulkan tawa bagi pendengarnya dan bersifat ambigu. Dalam wacana humor Waktu Indonesia Bercanda terdapat banyak tuturan yang mengandung ambiguitas. Waktu Indonesia Bercanda adalah salah satu acara ragam yang ditayangkan di saluran televisi swasta, NET, yang dibawakan oleh Cak Lontong. Tuturan ambiguitas dalam wacana humor Waktu Indonesia Bercanda dapat dikaji menggunakan teori pragmasemantik yang mengombinasikan ilmu pragmatik dan semantik karena meskipun makna ambiguitas berada pada ranah semantik, tetapi dalam penelitian ini makna ambiguitas dikaitkan dengan konteks situasi dan pelibat tutur dalam wacana.Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah, yaitu (1) bentuk tuturan ambiguitas, (2) penyebab ambiguitas, dam (3) penyimpangan konteks yang terjadi dalam wacana humor Waktu Indonesia Bercanda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggambarkan fenomena kebahasaan yang ada melalui uraian kata. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan pragmatis yang menggunakan petutur dan penutur sebagai alat penentu. Sumber data penelitian ini adalah video acara Waktu Indonesia Bercanda yang tayang di NET dan diunggah di situs www.youtube.com di akun resmi Waktu Indonesia Bercanda mulai bulan Juli hingga Oktober 2017. Proses analisis data dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu tahap transkripsi, klasifikasi, pengodean, penganalisisan, dan penyimpulan data. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap data yang telah dikumpulkan, ditemukan tiga bentuk tuturan ambiguitas dalam wacana humor Waktu Indonesia Bercanda, yaitu: (a) ambiguitas gramatikal, (b) ambiguitas fonetik, (3) dan ambiguitas leksikal. Kemudian ditemukan enam penyebab ambiguitas dalam wacana humor Waktu Indonesia Bercanda, yaitu: (a) generalisasi, (b) penghematan penggunaan kata, (c) konteks kalimat, (d) homofon, (e) polisemi, dan (f) amfipoli. Kemudian ditemukan dua jenis penyimpangan konteks yang terjadi dalam wacana humor Waktu Indonesia Bercanda, yaitu (a) penyimpangan act sequences, dan (b) penyimpangan key. Berdasarkan diskusi hasil penelitian dari temuan selama proses analisis data, bentuk tuturan ambiguitas menjadi tanda bagi penutur untuk menafsirkan makna di luar kebiasaan dalam konteks wacana humor Waktu Indonesia Bercanda. Koteks dan konteks adalah dua hal penting yang digunakan untuk menentukan makna dalam kajian pragmasemantik. Selain itu, tuturan yang mengalami penyimpangan konteks berakibat pada munculnya asosiasi lain bagi petutur. Dengan demikian, penentuan makna dalam tuturan ambiguitas wacana humor Waktu Indonesia Bercanda tidak dapat terlepas dari koteks dan konteks yang mengiringinya.Kata Kunci: Tuturan Ambiguitas, Wacana Humor, Waktu Indonesia Bercanda, Pragmasemantik.
EFEKTIVITAS INQUIRY BASED LEARNING DAN MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOMPETENSI DASAR MENGKLASIFIKASI KETENAGAKERJAAN Nisa, Khoirun; Margunani, Margunani
Economic Education Analysis Journal Vol 5 No 1 (2016): Economic Education Analysis Journal
Publisher : Department of Economics Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran yang berpusat pada guru, menjadikan siswa hanya menerima konsep jadi dari guru. Akibatnya, siswa hanya menghafal tanpa memahami konsep tersebut, sehingga siswa mudah lupa. Inquiry Based Learningdan media gambar menjadi alternatif pembelajaran student centered yang akan diuji cobakan dalam penelitian ini, dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan keefektifannya dibanding metode ceramah.Penelitian ini menggunakan desain True Experimental Pretest-Posttes Control Group dengan objek penelitian siswa kelas XI IPS MAN 1 Semarang. Kelas XI IPS 3 ditetapkan sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol. Data diambil melalui dokumentasi, observasi dan tes. Pengujian hipotesis menggunakan paired sample t test pada H1dan independent t test pada H2.Hasil penelitian diperoleh bahwa kelas eksperimen yang diajar menggunakan pembelajaran Inquiry Based Learning dan media gambar meningkat dari rata-rata 38,69 menjadi 78,45. Kefektifan pembelajaran Inquiry Based Learning dan media gambar dibuktikan dengan capaian ketuntasan hasil belajar kelas eksperimen yang mencapai 79,3% yang artinya mampu melebihi target ketuntasan yang diharapkan sekolah, sekaligus nilai rata-rata kelas eksperimen yang jauh lebih tinggi yaitu  78,45 sedangkan  rata-rata kelas kontrol sebesar 70,37.Kesimpulanya terjadi peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen, dan peningkatan tersebut menunjukkan angka lebih tinggi dibandingkan capaian minimal yang diharapkan sekolah dan kelas kontrol sehingga disimpulkan metode Inquiry dan media gambar mampu meningkatkan hasil belajar dan lebih efektif dibandingkan metode konvensional berupa ceramah. Saran dari penelitian ini diharapkan guru dapat menerapkan metode Inquiry Based Learning dan media gambar sebagai upaya mengatasi kejenuhan pembelajaran dikelas.Teacher centered learning, make the students only accepted the instant concept from teacher. Finally, students to be memoried only without understanding this concept, so student are easily forget. Inquiry Based Learning and images media is the alternatives student centered that will be tested in this study, with the aim to determine the improvement of learning outcomes and effectiveness than the konventional method.This study uses a design True Experimental Pretest-Posttes Control Group. The objects study are students of class XI IPS MAN 1 Semarang. Class XI IPS 3 is defined as an experimental class and class XI IPS 1 as the control class. Data gained through documentation, observation and tests. Testing hypothesis use a paired sample t test at the H1 and independent t test at H2.The result  of the study is experiment class with Inquiry Based Learning and images media is increase average the achivement from 38,69 to 78,45. The  reason of Effectiveness Inquiry Based Learning and images is the completeness result performance of experiment class isr 79,3%, the meaning it higher than performance school targeting, all at once the average experiment class higher than  control class which average result experiment class is 78,45 and average result control class is 70,37.In conclusion, there is an increase in learning outcomes in the experimental class, which indicates the number is higher than performance schol targeting and control class, so  that concluded Inquiry methods and imagesmediais can increase achivement and more effective than a convensional methode. Suggestions from this study teacherare expected can apply the method Inquiry Based Learning and images media in as the efort to overcome boredom learning in class.
دور بر نامج الكندي ومناظرة لتنمية كفاءة الطلبة في التعبير الشفهي بقسم تعليم اللغة العربية في جامعة مولانا مالك إبراهيم الإسلامية الحكومية بمالانج YANI, AHMAD; NISA, KHOIRUN; MAHJUB, SOLEH
Al-Tadris: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/tadris.2018.6.2.201-223

Abstract

مُلَخَّصُ البَحْثِ: يتناول هذا البحث دور تحليل الحاجات في تصميم  المقررات لأغراض خاصّة، متّخذاً من طلاب العربيَّة في كليَّة معارف الوحي عيّنة له، مع الاعتماد على المنهج الوصفيّ   التحليليّ؛  للإجابة  عن سؤال البحث : ما المقصود بتحليل الحاجات؟ ومادوره في تصميم مقرر العربيّة لأغراض خاصّة للطلاب المتخصصين في العربية؟ وقد تمّ توزيع استبيان على العينة المكونة من 100فرد، وبعد التحليل بواسطة البرنامج الإحصائيّ (SPSS) للدراسات الاجتماعيّة، توصل البحث إلى نتائج منها: حاجات أفراد العيّنة من مهارات اللغة الأربع على المستوى الأكاديمي، ترتيبها علي النحو التالي: الاستماع- الكلام –القراءة-الكتابة،  أمّا على المستوى الوظيفي فترتيبها : الكلام- الكتابة- القراءة . وقد أوصى البحث بضرورة تشجيع  الطلاب على الكلام بالعربية، وخلق آليات تساعد إلى دفعهم إلى الكلام. .
SIFAT MEKANIK KAYU LAPIS DENGAN VARIASI LAPISAN PENGISI DARI IRATAN BAMBU (GIGANTOCHLOA APUS KURZ) Yulianto, Agus; Nisa, Khoirun; Saputra, Budi Antoni; Susanto, -; Rosita, Nita
Jurnal Fisika Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu telah digunakan sebagai penguat pada kayu lapis karena kuat tekan dan kuat lenturnya yang tinggi. Sifat mekanik kayu lapis dipengaruhi oleh jumlah variasi lapisan pengisi. Kayu lapis dengan variasi lapisan pengisi 4 lapis, 5 lapis, 6 lapis, 7 lapis, 8 lapis, dan 9 lapis menjadi fokus yang dikaji. Pembuatan kayu lapis dilakukan dengan perekatan dimana face dari  kayu lapis berasal dari vinir kayu sengon sedangkan lapisan pengisi berasal dari iratan bambu apus. Pengujian multiplek dilakukan dengan menempatkan alat penekan Universal Testing Machine (UTM) tegak lurus dengan vinir kayu sengon bagian atas. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi dan terendah dimiliki oleh kayu lapis dengan variasi lapisan pengisi sebanyak 9 dan 5 lapis sedangkan kuat lentur tertinggi dan terendah dimiliki oleh kayu lapis dengan variasi lapisan pengisi sebanyak 4 dan 5 lapis. Informasi sifat mekanik yang diberikan oleh kayu lapis dengan lapisan pengisi sebanyak 5 lapis menunjukkan penyimpangan tetapi secara garis besar menunjukkan bahwa semakin banyak komposisi iratan bambu maka kekuatan tekan akan semakin bertambah sedangkan kekuatan lenturnya akan semakin berkurang.
A Teacher’s Beliefs and Practices of Using Video to Teach Speaking: A Case Study At SMA As-Salam Surakarta Masyhudianti, Ummy Khoirunisya'; Masithoh, Hanita; nisa, Khoirun
Vision: Journal for Language and Foreign Language Learning Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/vjv7i12398

Abstract

In the 21st century era, the implementation of technology in the form of common digital media and resources has been applied by teachers in language teaching and learning process. One of the digital media broadly used in teaching is video. It provides many advantages to promoteand improve students' speaking skill. This study aims to investigate the teacher's beliefs and the practices of using video in teaching speaking at the Ten Grade of SMA As-Salam Surakarta. A qualitative method was employed as the design of this study. An English teacher voluntarily involved as the participant. The data were collected through in depth-interview. The findings were categorized into three majors: 1) Teacher's belief in teaching speaking using video; 2) The reflection of those beliefs in classroom practices; 3) Factors shaping the teacher's beliefs and the practices. The result showed that there is no discrepancy between the teacher's beliefs and teaching practices. This study has a contribution to the development of English foreign language teaching. Hence, it is suggested that the English teacher should highlight their beliefs in order to create effective teaching practices.
PERBENTURAN ANTAR DALIL HUKUM (TA‘A>RUD} AL-ADILLAH) Nisa, Khoirun
JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : JURNAL PENELITIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 THE THEOREMA CLASHES (TA‘A>RUD} AL- ADILLAH). This study is discuss the argument of the law (ta‘a>rud} al-adillah) clashing problem. This study was started by some cases the argument of  the law that looks clashed. In this case, there are two opinions of  ulama, namely: (1) qat}‘i> may not clashing, because every argument that qat}‘i>  requires the existence of  the law (madlu>l); (2) Ulama allows the two qat}‘i>  mutual clashing argument, where each argument was held by ulama as a qat}‘i> proof. The solution face two arguments of  the law which clashed is: (1) tawfi>q or compromise , namely facing two arguments who clash so that no visible again the existence of clashing; (2) takhs}i>s} or the setting aside, if two arguments clashing, one of  them is general special other, then the way out with special argument practiced to set a specific things according to its specialties, while the general public is practiced according to it’s general; (3) if it still contrary, then undertook to at least one of whom practiced, another is leaving, by doing nasakh-mansu>kh, tarji>h}, takhyi>r; (4) if the dispute cannot be avoided, then both the argument that choose, not practiced , namely by way of tawa>quf   dan tasaqut}. Important points from this review is that there is no contradiction between arguments of the law. If there is a conflict it is in outer side only, not the essential.keywords: Ta‘a>rud} al-Adillah, Tawfi>q, Takhs}i>s}, Tarji>h}, Tawa>quf.Tulisan ini membahas masalah perbenturan antar dalil hukum (ta‘ar> ud} al-adillah). Kajian ini diawali oleh beberapa kasus dalil hukum yang tampak berbenturan. Dalam hal ini, ada dua pendapat ulama, yaitu: (1) pendapat yang menyatakan bahwa dua dalil yang qat}‘i> tidak mungkin bertentangan, karena setiap dalil yang qat}‘i> mengharuskan adanya hukum (madlu>l); (2) ada ulama yang memungkinkan bertemunya dua dalil qat}‘i> yang saling berbenturan, di mana masing- masing dalil tersebut dipegang oleh ulama yang memandangnya sebagai dalil qat}‘i>. Solusi menghadapi dua dalil hukum yang berbenturan adalah: (1) tawfi>q atau kompromi, yaitu mempertemukan kedua dalil yang berbenturan sehingga tidak terlihat lagi adanya perbenturan; (2) takhs}i>s} atau pengkhususan, yaitu jika dua dalil tersebut berbenturan, satu di antaranya bersifat umum, yang lainnya khusus, maka jalan keluarnya dengan melakukan pengkhususan sehingga dalil khusus diamalkan untuk mengatur hal yang khusus menurut kekhususannya, sedangkan yang umum diamalkan menurut keumumannya; (3) jika masih bertentangan, maka diusahakan setidaknya satu di antaranya diamalkan, yang satu lagi ditinggalkan, yaitu dengan melakukan nasakh-mansu>kh,  tarji>h},  takhyi>r;  (4)  jika  pertentangan  tersebut tidak dapat dielakkan, maka kedua dalil itu ditinggalkan, tidak diamalkan, yaitu dengan jalan tawa>quf  dan tasaqut}. Poin penting dari kajian ini adalah bahwa tidak ada pertentangan di antara dalil- dalil hukum. Kalaupun ada, hal itu hanyalah bersifat lahiriah, secara substansial tidak bertentangan.kata kunci: Ta‘a>rud} al-Adillah, Tawfi>q, Takhs}i>s}, Tarji>h}, Tawa>quf.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BIG BOOK TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI SISWA KELAS V SDN I CERME KIDUL GRESIK NISA, KHOIRUN
Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2017): JPGSD Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : PGSD FIP UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                                                                   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan yang signifikan pada kemampuan literasi informasi siswa yang belajar dengan media pembelajaran big book, dibandingkan dengan media pembelajaran konvensional. Jenis penelitian adalah jenis eksperimen kuasi dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V di SDN I Cerme Kidul Gresik. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data kemampuan literasi informasi siswa yang dikumpulkan dengan tes kemampuan literasi informasi berbentuk uraian. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji–t menggunakan uji independent–samples t test dengan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan literasi informasi siswa kelas eksperimen berada pada kategori sedang (N-gain=0,560), sedangkan pada kelas kontrol berada pada kategori rendah (N-gain=0,296). Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dengan probabilitas 0,000 antara kelas eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan media pembelajaran big book dengan kelas kontrol yang menggunakan media konvensional. Kata Kunci: big book, literasi informasi
Hubungan antara Kemandirian Belajar dengan Konsep Diri Siswa Pengguna Jejaring Sosial Facebook Setyowani, Ninik; Nisa, Khoirun
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is based on the data collected from Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) on 8th grade students of SMP Negeri 7 Semarang that shows that many students still have low consciousness of independent learning and negative self-concept. The aim of this research is to find out relationship between independent learning and self-concept illustration of students using facebook. This research used ex post facto with correlational quantitative method. The populations used in this research are students of SMP Negeri 7 Semarang who use facebook. Data-collection method uses psychology scale which is independent learning and self-concept scale. Data-analysis technique uses percentage descriptive statistics and correlation analysis product moment. The result of percentage descriptive statistics showed that students’ independent learning was on high category (74.8 %) and students’ self-concept was on high category (77.8 %). According to the result of correlation product moment test, it showed that rhitung = 0,619 > rtabel = 0,148 that means Ha is accepted and Ho is rejected. The result indicates there is positive and significant relationship between independent learning and self-concept of students of SMP Negeri 7 Semarang who use facebook
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE PADA MATERI ENZIM SISWA SMA Nisa, Khoirun; Lestari, Anista Vera Duwi
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol 3 No 02 (2018): Edubiotik
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.783 KB) | DOI: 10.33503/ebio.v3i02.93

Abstract

This research was conducted based on the problems that occurred, among others: LKS owned by students so far have not been able to train students to learn independently and low mastery of students on metabolic material. The purpose of this development research is to find out the development process and find out the results of the development of Multiple Intelligence Based Student Worksheets on the material of high school students' enzymes. This study uses the 4D development model by Thiagarajan et al. which includes 4 stages: Define, design, design and Disseminate. Testing of Multiple Intelligence-Based LKS products, there are several aspects including media assessment, assessment of material and readability tests. Multiple Intelligence-based worksheet validation results have been obtained by media expert validators with a percentage of 96.43%, by the material expert validator with a percentage of 84.21% and the students' readability trial results obtained a percentage of 65.33%. Based on the data that has been obtained for testing this Multiple Intelligence-Based LKS product, it is expected that in the future it can be tested on a large scale in the classroom for further development. Further development, can be done with classroom action training (PTK) or Experimental research.
PERBENTURAN ANTAR DALIL HUKUM (TA‘A>RUD} AL-ADILLAH) Nisa, Khoirun
Jurnal Penelitian Vol 8, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v8i2.832

Abstract

 THE THEOREMA CLASHES (TA‘A>RUD} AL- ADILLAH). This study is discuss the argument of the law (ta‘a>rud} al-adillah) clashing problem. This study was started by some cases the argument of  the law that looks clashed. In this case, there are two opinions of  ulama, namely: (1) qat}‘i> may not clashing, because every argument that qat}‘i>  requires the existence of  the law (madlu>l); (2) Ulama allows the two qat}‘i>  mutual clashing argument, where each argument was held by ulama as a qat}‘i> proof. The solution face two arguments of  the law which clashed is: (1) tawfi>q or compromise , namely facing two arguments who clash so that no visible again the existence of clashing; (2) takhs}i>s} or the setting aside, if two arguments clashing, one of  them is general special other, then the way out with special argument practiced to set a specific things according to its specialties, while the general public is practiced according to it’s general; (3) if it still contrary, then undertook to at least one of whom practiced, another is leaving, by doing nasakh-mansu>kh, tarji>h}, takhyi>r; (4) if the dispute cannot be avoided, then both the argument that choose, not practiced , namely by way of tawa>quf   dan tasaqut}. Important points from this review is that there is no contradiction between arguments of the law. If there is a conflict it is in outer side only, not the essential.keywords: Ta‘a>rud} al-Adillah, Tawfi>q, Takhs}i>s}, Tarji>h}, Tawa>quf.Tulisan ini membahas masalah perbenturan antar dalil hukum (ta‘ar> ud} al-adillah). Kajian ini diawali oleh beberapa kasus dalil hukum yang tampak berbenturan. Dalam hal ini, ada dua pendapat ulama, yaitu: (1) pendapat yang menyatakan bahwa dua dalil yang qat}‘i> tidak mungkin bertentangan, karena setiap dalil yang qat}‘i> mengharuskan adanya hukum (madlu>l); (2) ada ulama yang memungkinkan bertemunya dua dalil qat}‘i> yang saling berbenturan, di mana masing- masing dalil tersebut dipegang oleh ulama yang memandangnya sebagai dalil qat}‘i>. Solusi menghadapi dua dalil hukum yang berbenturan adalah: (1) tawfi>q atau kompromi, yaitu mempertemukan kedua dalil yang berbenturan sehingga tidak terlihat lagi adanya perbenturan; (2) takhs}i>s} atau pengkhususan, yaitu jika dua dalil tersebut berbenturan, satu di antaranya bersifat umum, yang lainnya khusus, maka jalan keluarnya dengan melakukan pengkhususan sehingga dalil khusus diamalkan untuk mengatur hal yang khusus menurut kekhususannya, sedangkan yang umum diamalkan menurut keumumannya; (3) jika masih bertentangan, maka diusahakan setidaknya satu di antaranya diamalkan, yang satu lagi ditinggalkan, yaitu dengan melakukan nasakh-mansu>kh,  tarji>h},  takhyi>r;  (4)  jika  pertentangan  tersebut tidak dapat dielakkan, maka kedua dalil itu ditinggalkan, tidak diamalkan, yaitu dengan jalan tawa>quf  dan tasaqut}. Poin penting dari kajian ini adalah bahwa tidak ada pertentangan di antara dalil- dalil hukum. Kalaupun ada, hal itu hanyalah bersifat lahiriah, secara substansial tidak bertentangan.kata kunci: Ta‘a>rud} al-Adillah, Tawfi>q, Takhs}i>s}, Tarji>h}, Tawa>quf.