Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DENGAN PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY Jayanto, Ignasius Fandy; Noer, Sri Hastuti
Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Matematik dan Pendidikan Matematika 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memegang peranan penting dalam pendidikan. Matematika dapat mengembangkan pemikiran kritis, kreatif, sistematis, dan logis, matematika juga telah memberikan kontribusi dalam kehidupan sehari-hari mulai dari hal yang sederhana seperti perhitungan dasar sampai hal yang kompleks dan abstrak. Beberapa fokus dalam pengembangan pembelajaran matematika yaitu kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Kemampuan berpikir kreatif diperlukan siswa agar dapat mengungkapkan banyak ide-ide dalam penyelesaian masalah. Salah satu pembelajaran matematika yang berorientasi pada kemampuan berpikir kreatif adalah dengan pembelajaran guided discovery. Pembelajaran guided discovery merupakan salah satu strategi untuk membantu kesulitan siswa dalam belajar matematika. Belajar dengan penemuan adalah didalam proses belajar seorang siswa dihadapkan dengan suatu masalah sehingga siswa dapat mencari jalan pemecahan sendiri dengan bimbingan guru. Dalam kegiatan pembelajaran siswa disarakan untuk menemukan sesuatu, merumuskan suatu hipotesa, atau menarik suatu kesimpulan sendiri. Dalam guided discovery, menempatkan guru sebagai fasilitator, guru membimbing siswa dimana guru diperlukan. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui bagaimana guided discovery diaplikasikan dalam pembelajaran matematika, untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa. Hasil kajian menunjukkan pembelajaran guided discovery dapat merangsang berpikir kreatif siswa dan membantu siswa dalam menemukan pengetahuan atau konsep yang baru. 
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DENGAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Sari, Ayu Devita; Noer, Sri Hastuti
Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Matematik dan Pendidikan Matematika 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang penting untuk dipelajari karena keberadaannya dapat membantu manusia untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu peran dan tugas pendidik  dalam rangka memaksimalkan kesempatan belajar siswa adalah agar siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis. Hal tersebut dilakukan agar siswa bisa menyelesaikan permasalahan didalam kehidupannya. Untuk itu, pendidik dalam prosesnya perlu mempertimbangkan model pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk mencapai kemampuan tersebut, yaitu model pembelajaran Creative Problem Solving  (CPS). Model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) adalah suatu model pembelajaran yang memusatkan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah, yang diikuti dengan penguatan kreatifitas. Noller (Isaksen, Dorval, & Treffinger, 2011: 26) mengemukakan bahwa “Creative Problem Solving or CPS is a process, a method, a system for approaching a problem in a imaginatif way resulting in effective action”. Hal ini berarti bahwa CPS adalah sebuah proses, sebuah metode, sebuah sistem pendekatan masalah dengan cara yang imajinatif untuk menghasilkan solusi melalui tindakan yang efektif. Untuk lebih lanjut, artikel ini akan mengkaji apa itu Creative Problem Solving  (CPS) dan hubungannya dengan kemampuan pemecahan masalah matematis dalam pembelajaran matematika.
EFEKTIVITAS PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN REPRESENTASI MATEMATIS Noer, Sri Hastuti; Gunowibowo, Pentatito
JPPM (Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika) Vol 11, No 2 (2018): JPPM (Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika) Volume 11 Nomor 2 Agustus
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.296 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v11i2.3751

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of problem-based learning model in terms of the ability to think critically and mathematical representation of grade VIII students at a State Junior High School in Bandarlampung City. The population in this study are all students of class VIII distributed in eleven classes. The samples of this study are the students of two classes VIII whose class is selected by purposive random sampling technique. The research design is Pre-test Post-test Control Group Design. Mann-Whitney U non parametric test results on critical thinking and mathematical representation, indicating that H0 is rejected, thus drawn the conclusion that mathematical critical thinking and mathematical representation of students who follow PBL is higher than mathematical critical thinking and mathematical representation of students following learning conventional. The proportion test shows that the percentage of students who have critical thinking skills and mathematical representations are categorized well in the class using the PBL more than 60% of the number of students. The result of the research shows that learning with effective PBL model is viewed from critical thinking ability and student's mathematical representation Keywords:  Problem Based Learning, Critical thinking, Mathematical Representation 
Guided Discovery Worksheet for Increasing Mathematical Creative Thinking and Self-Efficacy Yuliani, Tripatika; Noer, Sri Hastuti; Rosidin, Undang
International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : IIES Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.102 KB) | DOI: 10.33122/ijtmer.v1i1.6

Abstract

This research development aimed to develop of worksheet based on guided discovery for increasing mathematical creative thinking and student’s self-efficacy. Development stage in this study is a preliminary study, planning, development of worksheet, worksheet validation, and field testing. The subject of this research is the students of class 10A3 and 10A5 MAN 1 Central Lampung in the Academic of 2017/2018. The data of this research were obtained by observation, interview, mathematicalcreative thinking ability test and self-efficacy scale. The result of the validity by subject matter expert and media expert showed that the worksheet is considered excellent. The Initial field testing results indicate that worksheet is included in either category. The field testing results showed that (1) the student’s mathematical creative thinking aspect was effective because seen from the N-Gain of 0,54 which included in the category of moderate improvement and (2) the student’s self-efficacy was effective because seen from the N-Gain of 0,36 which included in the category of moderate improvement. It can be concluded that worksheet based on guided discovery effective way to improve the mathematical creative thinking ability and student’s self-efficacy.
Guided discovery model: An alternative to enhance students’ critical thinking skills and critical thinking dispositions Noer, Sri Hastuti
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 1: May 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.7 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v5i1.16809

Abstract

This current study aimed to determine the effectiveness of the guided discovery model in increasing students' critical thinking skills and critical thinking dispositions. Each experiment and control group consisted of 34 students of grade X of one high school class in Bandar Lampung city. The data were obtained through mathematical critical thinking skills test and critical thinking dispositions scale. The data were analyzed qualitatively and quantitatively to obtain a comprehensive description of the impact of learning on the increase in both skills. The results showed that the increase of students’ critical thinking skills and critical thinking dispositions after learning was in the effective category. Other finding showed that the use of a contextual problem in the beginning of learning could trigger students to activate their prior knowledge. In this way, students used some strategies and made an appropriate conclusion confidently. This study suggested that the guided discovery model can be an alternative to improve students' critical thinking skills and critical thinking dispositions.
Development of Guided Discovery Learning to Improve Reflective Thinking Jayanto, Ignasius Fandy; Noer, Sri Hastuti; Caswita, Caswita
International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IIES Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.847 KB) | DOI: 10.33122/ijtmer.v2i2.116

Abstract

This study is a development research that aims (a) to produce valid and practical Guided Discovery learning to improve the ability of reflective thinking, and (b) to determine the effectiveness of Guided Discovery learning to improve the ability to think reflective.  This research is a Research and Development (R & D). The research subjects were seventh grade students of SMP Paramarta 1 Seputih Banyak in the academic yearof 2018 / 2019. The instruments used are observation sheets, interview sheets, validity assessment instruments, trial sheets, and reflective thinking test instruments. The results of this study are (a) Guided Discovery learning has valid and practical criteria and (b) Average N-Gain scores mathematically reflective thinking of students after given Guided Discovery learning bigger than the average N-Gain score of mathematical reflective thinking skills of students who following conventional learning. Suggestions for developing Guided Discovery learning as an alternative to improve the ability of mathematical reflective thinking in junior high school students.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA Andrean, Nurwahid Juli; Noer, Sri Hastuti; Asmiati, Asmiati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v8i1.1818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran penemuan terbimbing dan menguji efektivitasnya pada keterampilan berpikir reflektif matematis dan kemandirian belajar siswa. Tahap pengembangan ini dimulai dari studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk awal, pengujian tahap awal, revisi produk awal, dan pengujian lapangan. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa kelas VII.C dan 30 siswa VII.D di SMP Negeri 24 Bandar Lampung Tahun Akademik 2017/2018. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, tes keterampilan berpikir reflektif matematis, dan angket kemandirian belajar siswa. Hasil tes lapangan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir reflektif matematis dan Pembelajaran Kemandirian siswa menggunakan pembelajaran penemuan terbimbing yang dikembangkan lebih tinggi daripada kemampuan berpikir reflektif matematika dan Kemandirian Belajar siswa yang tidak menggunakan pembelajaran penemuan terbimbing yang dikembangkan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pembelajaran penemuan terbimbing yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir reflektif matematis dan Kemandirian Belajar siswa. Peningkatan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa menggunakan pembelajaran Guided Discovery yang dikembangkan dikategorikan tinggi sedangkan peningkatan kemandirian belajar siswa dikategorikan sedang. AbstractThis study aims to develop a model of guided discovery learning and test its effectiveness on mathematical reflective thinking skills and independence learning of student. This stage of development starts from preliminary studies, planning, initial product development, initial stage testing, initial product revision, and field testing. The subjects of this study were 30 students of  class VII.C and 30 students of  VII.D in SMP Negeri 24 Bandar Lampung  2017/2018 Academic Year. The research data was obtained through observation, interviews, tests of mathematical reflective thinking skills, and student Independence Learning questionnaires. The results of field tests show that the ability of mathematical reflective thinking and the Independence Learning of students using developed guided discovery learning is higher than the ability of mathematical reflective thinking and student Independence Learning that does not use developed guided discovery learning. Therefore it can be concluded that developed guided discovery learning is effective for improving mathematical reflective thinking skills and student Independence Learning. The increase in the ability of mathematical reflective thinking of students using developed Guided Discovery learning is categorized as high while the increase in student Independence Learning is categorized as being moderate.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN SOAL OPEN ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS Suprianto, Tunggal; Noer, Sri Hastuti; Rosidin, Undang
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v9i1.2583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan model pembelajaran group investigation berbantuan soal open ended untuk meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII D berjumlah 26 siswa sebagai kelas eksperimen dan seluruh siswa kelas VIII A berjumlah 24 siswa sebagai kelas kontrol di SMP Muhammadiyah 1 Metro. Jenis penelitian merupakan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Instrumen dalam penelitian ini menggunakan validasi ahli pembelajaran, media dan materi, angket respon siswa, angket tanggapan guru, dan hasil tes pembelajaran. Perangkat pembelajaran berdasarkan kemampuan berpikir reflektif matematis dalam sistem persamaan linear dua variabel dinyatakan valid. Hasil angket respon siswa terhadap model pembelajaran group investigation berbantuan soal open ended mendapat kategori penilaian sangat praktis dan angket tanggapan guru dengan kategori sangat praktis. Hasil tes belajar siswa dianalisis dengan uji hipotesis N-gain, Berdasarkan uji hipotesis diperoleh bahwa pengembangan model pembelajaran group investigation berbantuan soal open ended terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa.AbstractThis study aims to develop a group investigation learning model assisted by open ended questions to improve mathematical reflective thinking skills. The subjects in this study were all students of class VIII D totaling 26 students as the experimental class and all students of class VIII A totaling 24 students as the control class at SMP Muhammadiyah 1 Metro. This type of research is Research and Development (R&D). The instruments in this study used validation of learning experts, media and material, student response questionnaire, teacher response questionnaire, and learning test results. Learning devices based on mathematical reflective thinking ability in a system of linear equations of two variables that have been compiled and declared valid. After revision according to the suggestions of the validator, and field trials are conducted. The results of the student response questionnaire to the open investigation assisted group investigation model received a very practical assessment category and the teacher's questionnaire was very practical. Student learning test results were analyzed with the N-gain hypothesis test. Based on the hypothesis test, it was found that the development of the learning model of open ended group investigation was proven effective in increasing students' mathematical reflective thinking abilities.
Pengaruh model pembelajaran berbasis masalah ditinjau dari kemampuan representasi matematis siswa Daryono, Daryono; Gunowibowo, Pentatito; Noer, Sri Hastuti
Jurnal Pendidikan Matematika Unila Vol 8, No 1 (2020): MARET 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian eksperimental ini membahas model pembelajaran berbasis masalah dari segi pemahaman konsep matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Bandarlampung pada tahun akademik 2019/2020 oleh 244 siswa yang dibagikan ke setiap jenjang. Dengan menggunakan teknik cluster random sampling, diambil dua kelas sebagai sampel yaitu VIII H sebanyak 30 siswa dan kelas 8 G sebanyak 30 siswa. Penelitian ini menggunakan desain kontrol posttest acak saja. Analisis data penelitian ini menggunakan uji 𝑡. Hasil penelitian ini menunjukkan fakta bahwa representasi representasi matematis siswa yang mengambil pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi dari pembelajaran konvensional. Demikian,Kata kunci: kemampuan representasi matematis, Problem Based Learning. 
Pengembangan PBM dengan Tahapan TPS untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis dan Self- Efficacy Siswa Kusuma, Indri cahya indri; Noer, Sri Hastuti; Caswita, Caswita
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v4i2.321

Abstract

Penelitian ini secara umum menggunakan prosedur R&D dari Borg dan Gall (1983:775) yang menggunakan 7 dari 10 tahapan nya. Secara khusus, desain pembelajaran menggunakan model pengembangan desain pembelajaran menurut Branch (2009:17) dengan tahapan analysis, design, development, implementation, dan evaluation (ADDIE) yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil pengembangan model PBM, serta efektifitasnya terhadap kemampuan berpikir reflektif matematis dan self efficacy siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 20 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2019/2020. Data penelitian diperoleh melalui tes berpikir reflektif matematis dan skala self efficacy. Teknik analisis data menggunakan uji t dan N-gain.. Hasil penelitian ini, yaitu (1) studi pendahuluan menunjukkan kebutuhan dikembangkannya pembelajaran berbasis masalah yang terfokus pada kebutuhan dan kesulitan dalam berpikir tingkat tinggi siswa yang difasilitasi dengan LKPD. (2) pengembangan pembelajaran memiliki kategori valid, perangkat pembelajaran yang juga memiliki kategori valid yaitu silabus, RPP, dan LKPD dengan rata-rata persentase adalah 80,11%, (3) Hasil kepraktisan dan kemenarikan pengembangan memiliki kategori praktis dengan rata-rata persentase 84,8% dan kategori menarik 83,43%, dan (4) Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa PBM yang dikembangkan dengan TPS efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dengan rata-rata N-gain sebesar 0,502. PBM yang dikembangkan dengan tahapan TPS menunjukkan lebih efektif dibandingkan kemampuan berpikir reflektif matematis matematis dan self efficacy siswa dengan pembelajaran yang tidak menggunakan PBM yang dikembangkan.