Andi Muhammad Aminullah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Penerapan Komunikasi Interpersonal dalam Melayani Pemustaka di Perpustakaan UIN Alauddin Makassar Madinatul Munawwarah Ridwan; Ismaya Ismaya; Syahdan Syahdan; Andi Muhammad Aminullah; Nurlaeli Jamaluddin; Elihami Elihami; Musdalifah Musdalifah; Taufiq Mathar; Hasniar Husain
EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling Vol 3 No 1 (2021): EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia yang merupakan makhluk sosial, hidup, berkembang dan berperan sebagai manusia dengan berhubungan, berinteraksi dan bekerja sama dengan manusia lainnya perpustakaan sebagai pusat sumber daya informasi menjadi tulang punggung gerak majunya suatu institusi terutama institusi pendidikan, di mana tuntutan untuk adaptasi terhadap perkembangan informasi sangat tinggi. Pelayanan pustakawan merupakan hal yang sangat penting mengingat pemustaka adalah pengguna perpustakaan yang tanpa pemustaka, perpustakaan bukanlah apa-apa. Adapun komunikasi yang paling penting dan sangat di butuhkan pemustaka adalah senyum dan sapaan hangat dari para pustakawan yang ada, simple dan mudah, tetapi sering terlupakan oleh para pustakawan yang ada.Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana cara penerapan komunikasi interpersonal pustakawan dalam melayani pemustaka?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan komunikasi interpersonal di perpustakaan universitas islam negeri alauddin Makassar dan diharapkan agar bermanfaat baik bagi peneliti maupun pihak lain untuk menambah pengetahuan tambahan terhadap penerapan komunikasi interpersonal pustakawan pada pelayanan di perpustakaan universitas islam negeri alauddin Makassar. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pustakawan menerapkan komunikasi interpersonal dalam melayani Pengunjung di Perpustakaan Universitas islam negeri alauddin makassar maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1.Keterbukaan (Openess),2. Empati (empathy). 3.Dukungan (Supportnes).4. Rasa Positif (Positiveness) 5. Kesamaan (Equality). Dalam perpustakaan Universitas negeri uin alauddin Makassar menerapkan 5 hal diatas dalam memberikan pelayanan kepada pemustaka dan dari keseluruhan hasil dapat disimpulkan bahwa perpustakaan uin alauddin Makassar sudah menerapkan semaksimal mungkin komunikasi interpersonal agar dapat memberikan pelayanan yang baik dan maksimal kepada para pemustakanya.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM KLASIFIKASI DDC DALAM PENGOLAHAN PUSTAKA Syahdan Syahdan; Madinatul Munawwarah Ridwan; Ismaya Ismaya; Andi Muhammad Aminullah; Elihami Elihami
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan merupakan suatu organisasi yang memberikan jasa penyedia informasi bagi semua orang yang membutuhkan dalam hal ini pemustaka Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan managerial, yuridis dan pedagodik. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer yang terdiri dari pustakawan, bendahara dan sumber data sekunder yang diperoleh dari referensi, baik berupa majalah, jurnal, artikel dan berbagai hasil penelitian yang relevan. Instrumen penelitian ini menggunakan panduan pedoman wawancara, dan dokumentasi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan dan analisis data melalui beberapa tahap yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem klasifikasi DDC yang digunakan di Perpustakaan SMA Negeri 5 Sidrap adalah sistem klasifikasi ringkasan DDC cetak. Langkah yang dilakukan pustakawan dalam mengklasifikasi bahan pustaka sama yang menggunakan DDC tercetak yaitu:(1) Menentukan subjek dari judul, kata pengantar, dan disiplin ilmu dari bahan pustaka, (2) menentukan notasi dari judul atau kata pengantar dari setiap bahan pustaka. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam analisis penerapan sistem klasifikasi DDC di Perpustakaan SMA Negeri 5 Sidrap yakni terkendala dari segi jumlah pustakawan, dan kebutuhan perangkat dalam pengolahan bahan pustaka. Implikasi penerapan dalam mengklasifikasi bahan pustaka di Perpustakaan SMA Negeri 5 Sidrap yaitu memudahkan mengetahui kekurangan bahan pustaka di rak dan kerapihan bahan pustaka. Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) Petugas pengelola harus menggunakan sistem klasifikasi edisi yang terbaru. 2) Menambah jumlah tenaga pustakawan untuk pengolahan. 3) Memberika fasilitas kebutuhan perangkat untuk pengolahan. 4) Pengelola perpustakaan sebaiknya terus menjalin komunikasi yang baik dengan kepala sekolah.
Etika Pemanfaatan Teknologi Informasi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Enrekang Ismaya Ismaya; Madinatul Munawwarah Ridwan; Syahdan Syahdan; Andi Muhammad Aminullah; Nurlaeli Jamaluddin; Elihami Elihami
EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling Vol 2 No 2 (2020): EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Enrekang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan melakukan kajian literatur terhadap beberapa hasil penelitian tentang pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teknologi Informasi adalah salah satu media yang dapat memudahkan dalam pencarian informasi di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Enrekang. Akan tetapi dalam penggunaannya tetap harus memperhatikan beberapa etika, karena menggunakan Teknologi Informasi pada dasarnya adalah kita berhubungan dengan orang lain, dan berhubungan dengan orang lain membutuhkan kode etik tertentu.