Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN PRESTASI ATLET MELALUI LITERASI GIZI NOORDIA, ANNA
Ordik Vol 11, No 1 (2013): Vol. 11 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutrition’s literacy (literacy nutrition) can be defined as the capacity to obtain, process, and understand basic nutrition information needed to make a decision right diet. Nutrition plan has an urgent role in coaching athletes achievements. The fulfillment of balance nutrition for an athlete is one factor that affects athlete achievement. Energy requirement for athlete is calculated from individual requirements. The latest nutrition and school health research provides data indicating a correlation between quality nutrition education and the selection of foods for a healthy diet   Keywords: literasi gizi, prestasi olahraga, gizi olahraga
MINUMAN OLAHRAGA DAN PENINGKATAN PERFORMA ATLET NOORDIA, ANNA
Arena Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Arena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Body fluid losses during exercise can be very high, and if the fluid is not replaced quickly, dehydration will follow. This will have an adverse effect on athlete’s physical performance and health. Exercise will be much harder and suffer fatigue will be sooner. It is important to drink fluids to avoid dehydration, but over-drinking before and during exercise have a risk of water intoxication (hyponatraemia). Water is a good option before and during exercise but at a high intensity exercise for longer than one hour, there is benefit further from a sports drink.  They offer an advantage over plain water, to improve performance. This paper’s objectives are to analyze the science behind the formulation of sports drinks and as an information to consider the timing, condition, the amount and the types of fluid intake by athlete: before, during and after exercise. This information is expected to be beneficial for athletes to improve their performance.   Keywords: sports drinks, hyponatraemia, athlete’s performance, dehydration 
PENGARUH STATUS HIDRASI TERHADAP KEMAMPUAN VO2MAX ATLET PUTRA CABANG OLAHRAGA SEPAK TAKRAW SMAN OLAHRAGA JAWA TIMUR OKTAVRIANTO, DWIKY; NOORDIA, ANNA
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Status hidrasi adalah suatu atau keadaan yang menggambarkan jumlah cairan dalam tubuh. Asupan air sangat bervariasi bagi individu yang banyak aktifitas dan tidak. Misalnya, kebutuhan air sehari hari orang-orang yang banyak duduk adalah 1,2 L atau 2,5 L, dan meningkat menjadi 3,2 L jika melakukan aktivitas fisik sederhana. Salah satu komponen kondisi fisik yang dapat menjadi tolok ukur kondisi fisik seorang atlet adalah tingkat volume oksigen (O2) maksimal yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif atau yang sering disebut VO2Max. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status hidrasi terhadap kemampuan VO2Max pada atlet putra cabang olahraga sepak takraw SMANOR JATIM. Sampel: Subjek penelitian ini berjumlah 19 atlet cabang sepak takraw SMANOR JATIM. Metode Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif, dan desain One Group Pre test and Post test. Untuk mengukur status hidrasi dengan menggunakan metode PURI (periksa urin sendiri) yang dilihat dari level indikator urin dan kemampuan VO2Max menggunakan metode MFT (multistage fitness test), lalu dianalisa menggunakan analisis paired sampel t-test atau uji t dengan taraf 0,05 (5%) Hasil : Berdasarkan hasil analisis perbedaan pre test dan post test dengan paired sampel t-test, nilai signifikansi status hidrasi diperoleh sebesar 0,001 < 0,05 sedangkan nilai signifikansi VO2Max sebesar 0,000 < 0,05. Kesimpulan: dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan/pengaruh yang signifikan antara pre test dan post test pada kedua variabel yaitu status hidrasi dan VO2Max pada atlet putra cabang olahraga SMAN Olahraga Jawa Timur. Kata kunci: Status hidrasi, VO2Max, Pengaruh status hidrasi terhadap kemampuan VO2Max.
ANALISIS KECUKUPAN ENERGI DAN TINGKAT KELELAHAN ATLET U 19 TAHUN PADA KLUB SEPAKBOLA (STUDI SSB PUTRA MINAK JINGGO BANYUWANGI) ROBBY SEPTIAWAN, MOCH; NOORDIA, ANNA
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 7, No 2 (2019): Edisi Juli 2019
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permainan sepakbola merupakan olahraga yang membutuhkan daya tahan fisik tinggi untuk melakukan aktifitas terus menerus dalam waktu 90 menit tanpa mengalami kelelahan. Supaya atlet mempunyai daya tahan fisik yang baik maka perlu diperhatikan porsi latihannya dan kecukupan energi untuk mendukung performa atlet. Namun demikian saat ini perhatian terhadap pengaturan gizi masih sangat kurang ditingkat daerah. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi data kecukupan energi atlet usia 19 tahun pada klub sepakbola Putra Minak Jinggo Banyuwangi dan mengidentifikasi hasil analisa tingkat kelelahan atlet usia 19 tahun pada klub sepakbola Putra Minak Jinggo Banyuwangi Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara dan tes. Tenkik wawancara digunakan untuk memperoleh data konsumsi pangan dan aktifitas fisik, sedangkan teknik tes digunakan untuk memperoleh data IMT dan tingkat kelelahan atlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kecukupan energi dengan tingkat kelelahan, dimana hubungan keduanya bersifat negatif dengan kata lain semakin besar kecukupan energi atlet maka semakin kecil tingkat kelelahannya. Dengan demikian dapat disimpulkan kurangnya asupan energi dapat mengakibatkan kelelahan pada atlet karena tidak adanya ketersediaan glukosa pada saat melakukan aktifitas olahraga. Kata Kunci : kecukupan energi, tingkat kelelahan, dan atlet ABSTRACT Fotball is a sport that requires a high physical endurance for a period of 90 minutes without fatigue. For an athlete to have good physical endurance, attention should be given to his training and sufficient energy to support his performance. However, at the moment the attention to the nutrition arrangement is still very low level. The aims of this study is to identify the data sufficient for the energy of 19-year-old athletes at the football club of Putra Minak Jinggo Banyuwangi and to identify analysis of the exhaustion level of 19-year-old athlete?s at the football club of Putra Minak Jinggo Banyuwangi. The method of research used is a quantitave descriptive approach. Data was collected using interview and test techniques. The interview techniques were used to obtain data for food consumption and physical activity, while test techniques were used to obtain IMT data and athlete?s exhaustion levels. Researchers found that there was a significant correlation between energy levels and fatigue levels, in wich both relation was negative and in other words the larger the energy of the athlete, the smaller exhaustion levels. Thus the lack of energy intake can lead to athletes exhausted because there is no availability of glucose during exercise activity. Keywords : a wealth of energy, fatigue index, and athletes.
EFEKTIVITAS MINUMAN BERENERGI DARI BUAH PISANG DAN GULA KELAPA TERHADAP INDEKS KELELAHAN OTOT DEWA FAJAR JUNE PRABOWO, PUTRA; NOORDIA, ANNA
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 7, No 2 (2019): Edisi Juli 2019
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract EFFECTIVENESS OF ENERGY DRINK FROM BANANAS AND COCONUT SUGAR ON THE INDEX OF MUSCLE FATIGUE Athletes who exercise with an aerobic-anaerobic combination often experience muscle fatigue. Muscle fatigue is a condition when muscles lose the ability to contract after strong or long muscle contractions. Efforts to overcome fatigue when exercising with the type of anaerobic endurance requires an intake that serves as a support for the athletes anaerobic endurance level in the sport. The purpose of this study was to identify the effectiveness of energy drinks from bananas and coconut sugar to index of fatigue. This research is an experimental study with a one group pre-test post-test design, namely the design that has a pre-test before being given treatment and post-test after being treated and comparing the results of the pre-test and post-test. The research sample was 8 people. Because the value of F table is 8.8> 4.6. Then F count> F Table (8.8> 4.6), then H0 is rejected. The results of the study obtained the results of the average index of fatigue in the pre test is 6,653. While the average value of the post test is 4,154. From the two tests, the provision of energy drinks from bananas and coconut sugar (post test) can reduce index value of muscle fatigue. So it can be concluded that the administration of energy drinks from bananas and coconut sugar has been shown to be effective against the index of muscle fatigue. Keywords : RAST Test, Energy Drink, Index of Muscle Fatigue
PELATIHAN LIDAH BUAYA MASYARAKAT TEBO SELATAN KELURAHAN MULYOREJO Noordia, Anna; Nurita, Tutut
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v3n2.p84-87

Abstract

Tanaman lidah buaya banyak manfaatnya terutama bagi kesehatan tubuh. Pelatihan bertujuan untuk mendeskripsikan minat masyarakat terhadap manfaat tanaman lidah buaya. Lokasi pelatihan dilaksanakan di daerah Mulyorejo Sukun Malang yang dihadiri oleh 10 peserta. Metode pelaksanaan yaitu pengumpulan data sebelum pelatihan, memberikan informasi mengenai manfaat lidah buaya, demonstrasi membuat gel lidah buaya dan pengumpulan data akhir berupa angket setelah pelatihan. Instrumen yang digunakan berupa angket sebelum pelatihan produksi pangan dari lidah buaya dan angket minat setelah pelatihan produksi pangan dari lidah buaya. Hasil dari pelatihan menunjukan minat positif terutama dalam pelatihan produksi pangan dari lidah buaya sebesar 100%.
RESPONS PESERTA PELATIHAN PEMBUATAN SARI BUAH PISANG DAN NATA DE BANANA SKIN LIMBAH KULIT PISANG DI LIDAH KULON LAKSRSANTRI DAN JAGIR SIDOMUKTI Noordia, Anna; Nurita, Tutut; Dewi, Ratna Candra
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v2n1.p6-9

Abstract

Perkembangan kebun rakyat dan industri olahan di daerah sentra produksi, dapat memberikan peluang baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap perluasan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Hasil survey lokasi pada wilayah Lidah Kulon RT 05 dan RW 02 didapatkan adanya banyak kebun kering yang sebagian besar ditumbuhi dengan tanaman pisang, sementara daerah Jagir Sidomukti dekat dengan pasar Mangga Dua, DTC Wonokromo dan Pasar Bendul. Ketiga pasar ini merupakan sentra perkulakan pisang skala besar. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah Sebagian besar ibu-ibu rumah tangga di daerah Lidah Kulon RT 05 dan RW 02 Lakarsantri ini mengisi waktunya hanya dengan melakukan pekerjaan rutin rumah tangga dan selanjutnya menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama kerabat atau tetangga sekitar atau berdiam diri di rumah menunggu anak pulang sekolah dan suami pulang kerja. Ibu-ibu di daerah Jagir Sidomukti tidak mempunyai kegiatan apapun sehingga memiliki banyak waktu luang yang tidak termanfaatkan dan juga tidak mengetahui apa saja kelebihan dan potensi yang terpendam dari tanaman pisang dan bagaimana mereka bisa memanfaatkan potensi tersebut agar lebih berdaya guna dan menghasilkan produk yang bernilai jual seperti pembuatan sari buah pisang dan nata de banana skin limbah kulit pisang. Solusinya, mitra satu dan mitra dua, keduanya dilatih cara pengolahan buah pisang menjadi produk sari buah pisang dan pembuatan produk nata de banana dari kulit pisang sebagai alternatif wirausaha baru di wilayah mereka. Hasil dari pelaksanaan IbM menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan dianggap penting.