Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pendidikan Budi Pekerti: Salah Satu Bidang Garap dalam Bimbingan Pribadi-Sosial Elia Flurentin
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 22, No 2 (1995)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjadikan bangsa beradab dimulai dari pemberian pendidikan budi pekerti kepada anak sejak dini, karena sikap positif atau negatif seorang anak tergantung pada pendidikan dari orangtua dan lingkungan. Pendidikan budi pekerti adalah pendidikan yang menyokong perkembangan hidup individu, lahir dan batin, dari sifat kodratinya menuju ke arah peradaban dalam sifatnya yang umum. Oleh karena itu seharusnya disediakan lingkungan yang positif dan sehat bagi pertumbuh-kembangan anak, baik di rumah maupun di sekolah. Penyediaan lingkungan sekolah yang kondusif merupakan tanggung jawab kepala sekolah, guru, dan konselor. Dalam pelayanan bimbingan, pendidikan budi pekerti termasuk dalam bidang bimbingan pribadi-sosial.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA FILM UNTUK MENINGKATKAN EMPATI SISWA KELAS VII SMP Alan Auliyah; Elia Flurentin
Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.707 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effectiveness of the use of film to improving emphaty sevents grade students junior high school. The study design used a quasi-experimental design using the design of one group pretest-posttest design. Subjects in this study were six students who have the lowest levels of emphaty in the classroom. The research instrument used is the scale of emphaty and guidance experiment. The hypothesis testing is using the Wilcoxon test. Wilcoxon test results showed that the difference value (z) is-2.201 with a significance value of 0.028. Significance value less than 0.05, which means that Ho is rejected, so it can be concluded that the use of film is effective to improving emphaty among sevents grade student of junior high school.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan media film untuk meningkatkan empati siswa kelas VII SMP. Desain penelitian menggunakan desain eksperimen semu dengan menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini adalah enam siswa yang mempunyai tingkat empati terendah dalam satu kelas. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala empati dan pedoman eksperimen.Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai beda (z) adalah -2,201 dengan nilai signifikansi 0,028. Nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yang artinya Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media film efektif untuk meningkatkan empati siswa kelas VII SMP.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um001v1i12016p019
Pengembangan Media Layanan Informasi Menghadapi Perubahan Masa Pubertas bagi Siswa Sekolah Dasar Fitri Firdayati; Ella Faridati Zen; Elia Flurentin
Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.799 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media layanan informasi “menghadapi perubahan masa pubertas” bagi siswa SD. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall dengan prosedur sebagai berikut: (1) perencanaan; (2) pengembangan produk; (3) uji coba produk; (4) revisi akhir produk. Data uji coba produk dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penilaian uji coba produk dapat disimpulkan bahwa produk sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan sangat menarik secara teoritis dan praktis, sehingga dapat digunakan sebagai media dalam bimbingan menghadapi perubahan masa pubertas.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um001v1i42016p142
PENGEMBANGAN PANDUAN SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN NILAI PEDULI SOSIAL SISWA SMP Rizka Rosida Hayuni; Elia Flurentin
Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.498 KB)

Abstract

Abstract: This development reaserch aims to produce sociodramas manual to increase the value of social care junior high school students theoretically and practically acceptable. This research method adapted the Borg and Gall procedural model covering the planning stage, the stage of product development and test phase of the product. Design test is test material experts and drama experts, potential users test products and test a small group. These products meet very precise criteria, very useful, very easy and very attractive to mean very feasible to use. It can be concluded that the guidelines have been grateful sociodramas theoretically and practically.Abstrak: Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan panduan sosiodrama untuk meningkatkan nilai peduli sosial siswa SMP yang berterima secara teoritis dan praktis. Metode penelitian ini mengadaptasi model prosedural Borg and Gall meliputi tahap perencanaan, tahap pengembangan produk dan tahap uji coba produk. Desain uji coba yaitu uji ahli materi dan ahli drama, uji calon pengguna produk dan uji kelompok kecil. Produk ini memenuhi kriteria sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan sangat menarik sehingga bermakna sangat layak untuk digunakan. Dapat disimpulkan bahwa panduan sosiodrama ini telah berterima secara teoritis dan praktis.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um001v1i32016p118
Keefektifan konseling kelompok behavioral teknik self-management untuk meningkatkan kemampuan manajemen waktu siswa SMA yang tinggal di pondok pesantren Sayyidah Hafshah Husainiah; Elia Flurentin; M. Ramli
Teacher in Educational Research Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ter.v2i2.97

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok behavioral teknik self-management untuk meningkatkan kemampuan manajemen waktu siswa SMA Islam Almaarif Singosari yang tinggal di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan rancangan model one group pre-test and post-test design. Subjek penelitian sejumlah lima orang siswa SMA Islam Almaarif Singosari yang dipilih berdasarkan penjaringan menggunakan Skala Manajemen Waktu. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Manajemen Waktu dan Pedoman Pelaksanaan Konseling Kelompok Behavioral Teknik Self-Management. Hasil menunjukkan bahwa konseling kelompok behavioral teknik self-management efektif untuk meningkatkan kemampuan manajemen waktu siswa SMA Islam Almaarif Singosari yang tinggal di pondok pesantren. Effectiveness of behavioral group counseling using self-management techniques to improve Islamic boarding schools students’ time management ability AbstractThe purpose of this study was to determine the effectiveness of behavioral group counseling using self-management techniques to improve Islamic boarding schools students’ time management ability. This study used one group pre-test and post-test design model. The research subjects were five students of Almaarif Singosari Islamic High School who were selected based on the selection using the Time Management Scale. The research instrument used was the Time Management Scale and Guidelines for the Implementation of Behavioral Group Counseling Self-Management Techniques. The results showed that the behavioral group counseling using self-management techniques was effective to Islamic boarding schools students’ time management ability.
Pengembangan Media Permainan Simulasi Jujur Tantangan untuk Meningkatkan Penyesuaian Sosial Siswa SMP Laboratorium UM Malang Mukhlishotin Nabilah; Adi Atmoko; Elia Flurentin
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.338 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i22021p148-155

Abstract

Abstract: The purpose of this research development is to generating an honest challenge simulation game product to increasing students social adjustment. The steps development in this research are adjusted to the research needs, namely (1) data collection (2) planning (3) development of the initial product draft (4) expert testing (5) product revision after expert testing (6) prospective user testing (7) revision the final product. Experts and prospective product users are analyzed using inter-rater agreement models (Gregory, 2011). Test validity index subject matter experts, media and prospective product users showed very high criteria. These products meet very precise criteria, very useful, very easy and very attractive to mean very feasible to use. Based on the test can be concluded that the simulation game of honest challenge to increase the social adjustment of junior high school have met the acceptance criteria. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk permainan simulasi jujur tantangan untuk meningkatkan penyesuaian sosial siswa. Langkah pengembangan dalam penelitian ini disesuaikan dengan kebutuhan penelitian yaitu (1) pengumpulan data (2) perencanaan (3) pengembangan draft produk awal (4) uji coba ahli (5) revisi produk setelah uji ahli (6) uji calon pengguna (7) revisi produk akhir. Uji ahli dan uji calon pengguna dianalisis menggunakan inter-rater agreement model (Gregory, 2011). Indeks validitas uji ahli materi, media dan calon pengguna produk menunjukkan kriteria sangat tinggi. Produk ini memenuhi kriteria sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan sangat menarik sehingga bermakna sangat layak untuk digunakan. Berdasarkan uji tersebut dapat disimpulkan bahwa media permainan simulasi jujur tantangan untuk meningkatkan penyesuaian sosial siswa SMP telah memenuhi kriteria keberterimaan.
Fenomena Phone Snubbing pada Siswa Menengah Pertama Meytikasari Dwijayanti; Lutfi Fauzan; Elia Flurentin
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.304 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i32021p170-177

Abstract

Abstract: In the midst of the Covid-19 pandemic, smartphones have become the main tool in online learning at all levels of education. This has an impact on the intensity of smartphone use in everyday life. This situation has led to a growing phone snubbing behavior and is not realized by individuals. Phone Snubbing as a phenomenon of excessive individual smartphone use shows a behavior that is ignorant and indifferent to the presence of people around. This behavior is characterized by being fixated on a smartphone that is held so that it can have positive and negative impacts in the social environment, especially in the personal and social fields of students. This descriptive qualitative research aims to describe information about the background and factors causing the phenomenon of phone snubbing behavior in students as well as recommendations for BK service strategies. Data analysis using the Miles and Huberman model. The validity of the research data was carried out by extending observations, increasing persistence and triangulating sources. The results showed 1) The background of phone snubbing behavior in junior high school students stated that the use of smartphones in the high category, namely an average of 6-10 hours per day, caused a high smartphone dependence. The situation of using smartphones when interacting with junior high school students is very diverse, including forms of avoidance, to get rid of boredom, the importance of activities with smartphones, and other needs that require a fast response. The reason for using a smartphone is to fulfill the interests of learning as well as for entertainment, maintaining communication with long distance friends. 2) Four factors that indicate phone snubbing behavior of junior high school students, namely nomophobia, interpersonal conflict, recognition of problems and self-isolation; 3) BK service strategy recommendations include guidance and counseling tailored to the needs. Abstrak: Di tengah pandemi Covid-19, smartphone menjadi piranti utama dalam pembelajaran daring di semua jenjang pendidikan. Hal tersebut berdampak pada intensitas penggunaan smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Keadaan tersebut memunculkan perilaku phone snubbing semakin berkembang dan tidak disadari oleh individu. Phone Snubbing sebagai fenomena penggunaan smartphone individu yang berlebihan menunjukan perilaku abai dan tak acuh atas kehadiran orang di sekitar. Perilaku ini ditandai dengan terpaku pada smartphone yang digenggam sehingga dapat menimbulkan dampak positif dan negatif dalam lingkungan sosial, khususnya pada bidang pribadi dan sosial siswa. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk menjabarkan informasi tentang latar belakang dan faktor penyebab fenomena perilaku phone snubbing pada siswa serta rekomendasi strategi layanan BK. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Keabsahan data penelitian dilakukan dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan 1) Latar belakang perilaku phone snubbing pada siswa SMP menyatakan bahwa penggunaan smartphone dengan kategori tinggi yaitu rata-rata 6-10 jam perhari hingga menyebabkan ketergantungan smartphone yang juga tinggi. Situasi penggunaan smartphone saat interaksi pada siswa SMP sangat beragam, meliputi bentuk penghindaran, untuk mengusir rasa bosan, adanya kepentingan yang terdapat dalam aktivitas dengan smartphone, dan keperluan yang lainnya yang membutuhkan fast response. Alasan penggunaan smartphone untuk memenuhi alih-alih kepentingan belajar juga untuk mencari hiburan, menjaga komunikasi dengan teman jarak jauh. 2) Empat faktor yang mengindikasikan perilaku phone snubbing siswa SMP yaitu nomophobia, konflik interpersonal, pengakuan masalah dan isolasi diri; 3) Rekomendasi strategi layanan BK meliputi bimbingan dan konseling yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Development of Siap Antisipasi (SIANTI) to Enhance Students’ Assertive Behavior in Preventing Physical Sexual Harassment on Junior High School Students Fitri Ratnasari; Elia Flurentin; Arbin Janu Setiyowati
Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang & Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.666 KB) | DOI: 10.17977/um001v7i22022p44-51

Abstract

Abstract: This research and development aims to develop a product called Siap Antisipasi (SIANTI) to improve assertive behavior in preventing physical sexual harassment in junior high school students by meeting product acceptance. SIANTI’s products include three educational videos with a video duration of three minutes each and a guidebook for school counselors in providing classical guidance services. The research method by adapting Borg and Gall model. This research and development procedure includes preliminary studies, product design and development as well as product testing of material experts, media experts and users. The research and development subjects consisted of one material expert, one media expert and two users. Assessment of expert and users to determine product acceptance uses a rating scale based on aspects of accuracy, usability, convenience and product attractiveness. The research instrument uses an expert and prospective user assessment format. The results of the expert test were analyzed using the numerical average, the results of the users were tested using the inter-rater agreement. The overall test results show that the SIANTI product gets a very high rating category and meets product acceptance so that it can be implemented as a medium for school counselors in providing classical guidance services to improve students’ assertive behavior to prevent physical sexual harassment. Abstrak: PPenelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan Siap Antisipasi (SIANTI) untuk meningkatkan perilaku asertif dalam mencegah physical sexual harassment pada siswa sekolah menengah pertama dengan memenuhi keberterimaan produk. Produk SIANTI meliputi tiga video edukasi dengan durasi masing-masing video tiga menit dan buku panduan untuk konselor sekolah dalam memberikan layanan bimbingan klasikal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan model Borg dan Gall yang telah diadaptasi. Prosedur penelitian dan pengembangan ini meliputi studi pendahuluan, rancangan dan pengembangan produk serta uji produk terhadap ahli materi, ahli media dan calon pengguna. Subjek penelitian dan pengembangan terdiri dari satu ahli materi, satu ahli media dan dua calon pengguna. Penilaian uji ahli dan calon pengguna untuk mengetahui keberterimaan produk menggunakan skala penilaian yang berdasarkan pada aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan produk. Instrumen penelitian menggunakan format penilaian ahli dan calon pengguna. Hasil uji ahli dianalisis menggunakan numerik rerata, hasil uji calon pengguna diuji menggunakan inter-rater agreement. Keseluruhan hasil uji menunjukkan bahwa SIANTI mendapatkan kategori penilaian sangat tinggi dan memenuhi keberterimaan produk sehingga dapat diimplementasikan sebagai media bagi konselor sekolah dalam memberikan layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan perilaku asertif siswa guna mencegah physical sexual harassment.
Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang Dimas Ivan Aminta; Djoko Budi Santoso; Elia Flurentin
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i32023p215-221

Abstract

Abstract: Changes in learning methods during the pandemic transition period are starting to return to normal. Activities outside of lectures such as student activity units began to be active again. Students are required to adapt and actively carry out activities on and off campus. Various cases faced by students cannot be avoided. Assignments in the form of individuals and groups with certain deadlines for collection. In the settlement of obligations as a student there are problems such as delays in work or assignments due to various factors. The behavior of procrastinating work in this case is also called academic procrastination behavior. This research is a quantitative study with a survey research design. The sample of this study was students majoring in Guidance and Counseling, State University of Malang batch 2020. The sampling technique used was simple random sampling. The research instrument is an inventory of academic procrastination. The data analysis technique is percentage. The results of the analysis showed that students belonging to the category of academic procrastination were 16 percent high. Students who belong to the category of moderate academic procrastination are 79 percent. students who belong to the category of low academic procrastination are 16 percent. students who belong to the category of academic procrastination are very low at 0 percent. It was concluded that the academic procrastination of Guidance and Counseling Department students was in the moderate category. This research can be used as data from the Department of Guidance and Counseling, State University of Malang and forwarded to LP2BK3A if the level of academic procrastination of Guidance and Counseling students at State University of Malang shows a high percentage and needs to be followed up. Abstrak: Perubahan Metode pembelajaran di masa transisi pandemi mulai kembali normal. Kegiatan-kegiatan diluar perkuliahan seperti unit kegiatan mahasiswa mulai aktif kembali. Mahasiswa dituntut beradaptasi dan aktif menjalani kegiatan di dalam dan diluar kampus. Berbagai kasus yang dihadapi para mahasiswa tidak dapat terhindar. Tugas dalam bentuk individu dan kelompok dengan tenggat waktu pengumpulan tertentu. Dalam penyelesaian kewajiban sebagai mahasiswa terdapat masalah seperti penundaan pekerjaan atau tugas karena berbagai macam faktor. Perilaku menunda-nunda pekerjaan dalam hal ini disebut juga dengan perilaku prokrastinasi akademik.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang angkatan 2020. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen penelitian ini adalah inventori prokrastinasi akademik. Teknik analisis datanya adalah persentase. Hasil analisis menunjukan mahasiswa yang termasuk kategori prokrastinasi akademiknya tinggi sejumlah 16 persen. Mahasiswa yang termasuk kategori prokrastinasi akademiknya sedang sejumlah 79 persen. mahasiswa yang termasuk kategori prokrastinasi akademiknya rendah sejumlah 16 persen. mahasiswa yang termasuk kategori prokrastinasi akademiknya sangat rendah sejumlah 0 persen. Disimpulkan bahwa prokrastinasi akademik mahasiswa Departemen Bimbingan dan Konseling dalam kategori sedang. Penelitian ini dapat dijadikan data Departemen Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang dan diteruskan kepada LP2BK3A apabila tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang menunjukan presentase yang tinggi dan perlu untuk di tindaklanjuti.
Dukungan Orang Tua, Ekspektasi Karier dan Hubungannya dengan Motivasi Belajar Siswa di SMK Negeri 5 Malang Laili Indah Sari Rohmawati; Henny Indreswari; Elia Flurentin
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i32023p252-262

Abstract

Abstract: This research examines the problems of lack of learning motivation experienced by students of SMK Negeri 5 Malang, as well as factors related to these problems. The purpose of this study is to determine the correlation between student learning motivation problems and parental support obtained by students and student expectations for future careers. This is important to research as a basis for providing services to increase student learning motivation. The type of research used is correlational descriptive research. The population in this study was class XI and XII at SMK Negeri 5 Malang. Sampling was performed using a Cluster Random Area. The data retrieval technique uses questionnaires and the data is analyzed using multiple linear analysis. The results of this study show that; (1) there is a correlation between parental support and student learning motivation; (2) there is a correlation between career expectations and learning motivation; (3) there is a correlation between parental support, career expectations and learning motivation. Results of this research can be used to provide services that can improve the provision of support from parents to students and also services that can increase students' expectations of future career. It is hoped that these services can increase student learning motivation. Abstrak: Penelitian ini mengkaji mengenai problematika kurangnya motivasi belajar yang dialami oleh siswa SMK Negeri 5 Malang, dan variabel lain yang berhubungan dengan permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran korelasi antara dukungan orang tua dan ekspektasi karier dengan motivasi belajar siswa. Hal tersebut penting diteliti sebagai dasar pemberian layanan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah kelas XI dan XII di SMK Negeri 5 Malang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Cluster Random Area. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner dan data dianalisis menggunakan analisis linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; (1) terdapat hubungan antara dukungan orang tua siswa dengan motivasi belajar siswa; (2) terdapat hubungan antara ekspektasi karier dengan motivasi belajar; (3) terdapat hubungan antara dukungan orang tua, ekspektasi karier dengan motivasi belajar. Hasil dari penelitian ini, dapat digunakan sebagai acuan dalam membuat program layanan bimbingan dan konseling. Diharapkan dari pemberian layanan tersebut, dapat meningkatkan dukungan orang tua, ekspektasi karier serta motivasi belajar siswa.