Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Susu Bubuk Fullcream Terhadap Mutu Produk Minuman Fermentasi dari Ekstrak Ubi Jalar Merah (Ipomoea batatas L) Novelina, Novelina; Eliyasmi, Rifma; Ariani, Siska; Firdausni, Firdausni
Jurnal Litbang Industri Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.761 KB) | DOI: 10.24960/jli.v2i2.605.93-102

Abstract

This study was aimed to find exact volume of fullcream milk powder which added in the fermented beverage of red sweet potatoes extract (Ipomoea batatas L), as well as to investigate physical and chemical characteristics, and organoleptic. So it was obtained the fermented beverages which fulfilled the quality requirements of yogurt according to SNI 01- 2981-1992. Analysis was conducted on total Lactobacillus, total plates count, total lactic acid, pH, total solids, viscosity, and fat content. Organoleptic test of the color, texture, flavor, consistency, and taste was also carried out. The best product was analyzed for the chemical properties such as protein content, ash and crude fiber. The design used in this study was completely randomized design (CRD) with four treatments of fullcream milk powder addition 5%, 10%, 15% and 20% respectively with 3 replications. The organoleptic test of the most preferred by the panelists was a fermented beverage with the addition of 10% fullcream milk powder. This product contained Lactobacillus total; 7.3 x 108 CFU/ml, total plate count; 1.4 x 107 CFU/ml, total lactic acid; 1.56%, pH; 4.42, total solids; 25.62%, viscosity; 25.5 dPa.s, fat content; 3.4%, protein content; 6.34%, ash content; 0.11%, and crude fiber content; 0.17%.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penambahan susu bubuk fullcream yang tepat pada minuman fermentasi ekstrak ubi jalar merah (Ipomoea batatas L), sertakarakteristik fisik, kimia dan organoleptik, sehingga diperoleh minuman fermentasi dariekstrak ubi jalar merah yang memenuhi persyaratan mutu yogurt menurut SNI 01 - 2.981- 1.992. Analisis dilakukan pada total Lactobacillus, angka lempeng total, asam laktat total, pH, total padatan, viskositas, kadar lemak dan organoleptik warna ,tekstur, rasa, konsistensi, rasa. Produk terbaik yang didapatkan dianalis sifat kimia seperti kadar protein, abu dan serat kasar. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan penambahan susu bubuk fullcream 5%, 10%, 15% dan 20% dan 3 kali ulangan. Uji organoleptik yang paling disukai oleh panelis adalah perlakuan penambahan susu bubuk fullcream 10%. Produk ini mengandung Lactobacillus total dari 7,3 x 108 CFU / ml, angka lempeng total 1,4 x 107 CFU / ml, asam laktat sebesar 1,56%, pH 4,42, total padatan 25,62%, 25,5 dPa.s viskositas, kandungan lemak 3,4%, kadar protein 6,34%, kadar abu 0,11%, kadar serat kasar 0,17%.
METODE PENETAPAN TITIK KERITIS, DAYA SIMPAN DAN KEMASAN PRODUK INSTAN FUNGSIONAL Ninsix, Retti; Azima, Fauzan; Novelina, Novelina; Nazir, Novizar
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi umur simpan merupakan salah satu informasi yang wajib dicantumkan oleh produsen pada kemasan produk pangan, Kewajiban produsen untuk mencantumkan informasi umur simpan ini telah diatur oleh pemerintah dalam UU Pangan tahun 1996 serta PP Nomor 69 tahun 1999 tentang Label dan kadaluarsa (umur simpan) pada setiap kemasan produk pangan. Hal ini terkait dengan keamanan produk pangan tersebut dan untuk menghindari pengkonsumsian pada saat kondisi produk sudah tidak layak dikonsumsi. Untuk itu perlu ditelaah mengenai regulasi titik kritis, umur simpan dan kemasan, dalam upaya memperpanjang umur simpan produk pangan khususnya produk instan fungsional. Pengolahan untuk memperpanjang umur simpan produk pangan perlu mengantisipasi faktor-faktor yang dapat menimbulkan kerusakan mutu. Penentuan umur simpan juga perlu mempertimbangkan faktor teknis dan ekonomis berkaitan dengan upaya distribusi produk yang di dalamnya mencakup keputusan manajemen yang bertanggung jawab.
METODE PENETAPAN TITIK KERITIS, DAYA SIMPAN DAN KEMASAN PRODUK INSTAN FUNGSIONAL Ninsix, Retti; Azima, Fauzan; Novelina, Novelina; Nazir, Novizar
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.48 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v7i1.112

Abstract

Informasi umur simpan merupakan salah satu informasi yang wajib dicantumkan oleh produsen pada kemasan produk pangan, Kewajiban produsen untuk mencantumkan informasi umur simpan ini telah diatur oleh pemerintah dalam UU Pangan tahun 1996 serta PP Nomor 69 tahun 1999 tentang Label dan kadaluarsa (umur simpan) pada setiap kemasan produk pangan. Hal ini terkait dengan keamanan produk pangan tersebut dan untuk menghindari pengkonsumsian pada saat kondisi produk sudah tidak layak dikonsumsi. Untuk itu perlu ditelaah mengenai regulasi titik kritis, umur simpan dan kemasan, dalam upaya memperpanjang umur simpan produk pangan khususnya produk instan fungsional. Pengolahan untuk memperpanjang umur simpan produk pangan perlu mengantisipasi faktor-faktor yang dapat menimbulkan kerusakan mutu. Penentuan umur simpan juga perlu mempertimbangkan faktor teknis dan ekonomis berkaitan dengan upaya distribusi produk yang di dalamnya mencakup keputusan manajemen yang bertanggung jawab.
RASIO PATI SINGKONG DAN ASAM AKRILAT TERHADAP KAPASITAS ABSORBSI PADA SINTESIS KOMPOSIT POLIMER SUPERABSORBAN Fika, Weni; Kasim, Anwar; Novelina, Novelina; Septevani, Athanasia Amanda
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 20 No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jmst.v20i2.963.2019

Abstract

This study aimed to synthesize a superabsorbent polymer composite based on a natural polymer that has been made by grafting method using cassava starch as a backbone (main framework), Acrylic acid (AA) as a monomer, Ammonium persulfate (APS) as an initiator and N,N Methylene bisacrylamide (MBA) as a crosslinker. The effect of the ratio of cassava starch and acrylic acid (25 : 75; 50 : 50 and 75 : 25% weight total) has been studied based on absorption capacity. The chemical structure that occurs is analyzed using Fourier Transform Infra-red (FTIR) spectroscopy. The results of the FTIR spectrum showed that the grafting of acrylic acid to starch occurred. In the ratio of starch to acrylic acid 25 : 75% of the weight total obtained the maximum water absorption ability (absorption capacity) 224 g/g in aquades and 25 g/g in 0,9% NaCl solution. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensintesis komposit polimer superabsorban berbasis polimer alam yang telah dibuat dengan metode grafting (pencangkokan) yang menggunakan pati singkong sebagai backbone (kerangka utama), asam akrilat (AA) sebagai monomer, Ammonium persulfat (APS) sebagai inisiator dan N,N Metilen bisakrilamida (MBA) sebagai crosslinker. Pengaruh rasio pati singkong dan asam akrilat (25 : 75; 50 : 50 dan 75 : 25% berat total) telah dipelajari berdasarkan kapasitas absorbsi. Struktur kimia yang terjadi dianalisa menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infra-red (FTIR). Hasil dari spektrum FTIR memperlihatkan bahwa terjadinya grafting asam akrilat terhadap pati. Pada rasio pati dengan asam akrilat 25 : 75% berat total diperoleh kemampuan menyerap air (kapasitas absorbsi) maksimum 224 g/g dalam aquades dan 25 g/g dalam larutan NaCl 0,9%.
RASIO PATI SINGKONG DAN ASAM AKRILAT TERHADAP KAPASITAS ABSORBSI PADA SINTESIS KOMPOSIT POLIMER SUPERABSORBAN Weni Fika; Anwar Kasim; Novelina Novelina; Athanasia Amanda Septevani
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.327 KB) | DOI: 10.33830/jmst.v20i2.193.2019

Abstract

This study aimed to synthesize a superabsorbent polymer composite based on a natural polymer that has been made by grafting method using cassava starch as a backbone (main framework), Acrylic acid (AA) as a monomer, Ammonium persulfate (APS) as an initiator and N,N Methylene bisacrylamide (MBA) as a crosslinker. The effect of the ratio of cassava starch and acrylic acid (25 : 75; 50 : 50 and 75 : 25% weight total) has been studied based on absorption capacity. The chemical structure that occurs is analyzed using Fourier Transform Infra-red (FTIR) spectroscopy. The results of the FTIR spectrum showed that the grafting of acrylic acid to starch occurred. In the ratio of starch to acrylic acid 25 : 75% of the weight total obtained the maximum water absorption ability (absorption capacity) 224 g/g in aquades and 25 g/g in 0,9% NaCl solution. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensintesis komposit polimer superabsorban berbasis polimer alam yang telah dibuat dengan metode grafting (pencangkokan) yang menggunakan pati singkong sebagai backbone (kerangka utama), asam akrilat (AA) sebagai monomer, Ammonium persulfat (APS) sebagai inisiator dan N,N Metilen bisakrilamida (MBA) sebagai crosslinker. Pengaruh rasio pati singkong dan asam akrilat (25 : 75; 50 : 50 dan 75 : 25% berat total) telah dipelajari berdasarkan kapasitas absorbsi. Struktur kimia yang terjadi dianalisa menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infra-red (FTIR). Hasil dari spektrum FTIR memperlihatkan bahwa terjadinya grafting asam akrilat terhadap pati. Pada rasio pati dengan asam akrilat 25 : 75% berat total diperoleh kemampuan menyerap air (kapasitas absorbsi) maksimum 224 g/g dalam aquades dan 25 g/g dalam larutan NaCl 0,9%.
Isolasi dan Identifikasi Mikroflora Indigenous dalam Budu Yusra Yusra; Fauzan Azima; Novelina Novelina; Periadnadi Periadnadi
agriTECH Vol 34, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.9460

Abstract

Budu from is a fermented fi sh product mainly found in the coastal areas such a Pariaman, Tiku and Pasaman, West Sumatera. Budu is normally made from bigger sized marine fi sh such as Spanish mackerel (Scomberomorus guttatus). The aims of this research were to determine the type of indigenous microfl ora contained in budu. The material used in this study was budu derived from small scale domestic factory in West Sumatera (Sirah river and Gasan district Padang Pariaman and Sasak district Pasaman). Experimental method was used and was descriptively analyzed. Identification was conducted on the morphological and biochemical characteristics of bacteria. It was found 138 bacteria colonies as morphologically and biochemichal grouped into two genus namely Bacillus and Micrococcus (Bacillus sphaericus, Bacillus polymyxa, Bacillus cereus, Bacillus pantothenticus and Micrococcus lactis).ABSTRAKBudu merupakan produk fermentasi ikan yang diproduksi di daerah pesisir Kabupaten Padang Pariaman, Agam dan Pasaman. Budu biasanya terbuat dari ikan pelagis yang berukuran besar dan memiliki daging putih, seperti ikan Tenggiri (Scomberomorus guttatus). Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis mikrofl ora indigenous yang terdapat pada budu. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan budu yang berasal dari tiga pengolah yakni Sungai Sirah dan Gasan Gadang yang terletak di Kabupaten Padang Pariaman dan dari daerah Sasak Kabupaten Pasaman Propinsi Sumatera Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Identifi kasi yang dilakukan meliputi karakteristik morfologi dan biokimia bakteri. Ditemukan sebanyak 138 koloni bakteri yang secara morfologi dan biokimia dikelompokkan  ke dalam dua genus yakni Bacillus dan Micrococcus (Bacillus sphaericus, Bacillus polymyxa, Bacillus cereus, Bacillus pantothenticus dan Micrococcus lactis).
METODE PENETAPAN TITIK KERITIS, DAYA SIMPAN DAN KEMASAN PRODUK INSTAN FUNGSIONAL Retti Ninsix; Fauzan Azima; Novelina Novelina; Novizar Nazir
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v7i1.112

Abstract

Informasi umur simpan merupakan salah satu informasi yang wajib dicantumkan oleh produsen pada kemasan produk pangan, Kewajiban produsen untuk mencantumkan informasi umur simpan ini telah diatur oleh pemerintah dalam UU Pangan tahun 1996 serta PP Nomor 69 tahun 1999 tentang Label dan kadaluarsa (umur simpan) pada setiap kemasan produk pangan. Hal ini terkait dengan keamanan produk pangan tersebut dan untuk menghindari pengkonsumsian pada saat kondisi produk sudah tidak layak dikonsumsi. Untuk itu perlu ditelaah mengenai regulasi titik kritis, umur simpan dan kemasan, dalam upaya memperpanjang umur simpan produk pangan khususnya produk instan fungsional. Pengolahan untuk memperpanjang umur simpan produk pangan perlu mengantisipasi faktor-faktor yang dapat menimbulkan kerusakan mutu. Penentuan umur simpan juga perlu mempertimbangkan faktor teknis dan ekonomis berkaitan dengan upaya distribusi produk yang di dalamnya mencakup keputusan manajemen yang bertanggung jawab.