Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan

Penerapan Metode Sbabs Dalam Mencegah Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat Yuliza Anggraini; Liza Andriani
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs meskipun dilapanganmenunjukkan kemajuan yang masih lambat. Strategi Nasional Kebijaka STBM ( Sanitasi TotalBerbasis Masyarakat) mengacu pada strategi percepatan yang bertujuan untuk mengejar targetSDGs. Tujuan penyelenggaraan program ini adalah untuk mewujudkan perilaku masyarakat yanghigienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yangsetinggi-tingginya. STMB merupakan pendekatan yang dilakukan oleh berbagai Negara dalamrangka perubahan perilaku pedesaan yang diterapkan secara luas untuk mengakhiri buang air besarsembarangan dan masalah ini terkait kesehatan. Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS)merupakan salah satu pilar yang terdapat didalam STMB dalam pencegahan stunting. Stop Buang Air Besar Sembarangan merupakan program sanitasi total berbasis masyarakat yangmembudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasislingkungan, meningkatkan kemampuan masyarakat merubah perilaku untuk tidak melakukanaktivitas buang air besar sembarangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas metodeSBABS dalam mencegah stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas AirBangis Kabupaten Pasaman Barat. Metode: penelitian menggunakan desain Kohor Retrospektif.Kelompok SBABS sebagai penerima program dengan kelompok Non SBABS yang tidakmenerima program. Kelompok wilayah SBABS yaitu jorong Silawai Tengah dan kelompokwilayah non SBABS adalah Kampung Padang Utara. Hasil penelitian menunjukkan proporsibaduta stunting pada kelompok SBABS 15,3%, dengan tinggi badan normal 91,3% dan status gizibaik (92,7%). Terdapat hubungan antara tinggi badan balita pada kelompok SBABS dengan NONSBABS dengan p-value 0.012 namun tidak ada hubungan antara status gizi balita kelompokSBABS dengan NON SBABS dengan p-value 0.374Kesimpulan: metode SBABS efektif menurunkan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulanpada wilayah kerja Puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat.