Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Gambaran Proses Seleksi Tenaga Kerja Non Medis di Rumah Sakit Umum Daerah M Natsir Solok Windika Putri; Elsi Susanti; Erpidawati,; Silvia Adi Putri; Hendry Wibowo
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.249 KB) | DOI: 10.55866/jak.v3i2.124

Abstract

Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan, di RSUD M. Natsir Solok proses tersebut sudah dilakukan, namun perekrutan calon karyawan belum dilakukan secara terbuka. Tujuan dari karya tulis ilmiah ini adalah untuk mengetahui proses seleksi tenaga kerja non medis di RSUD M. Natsir Solok Tahun 2021. Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang didapat adalah proses seleksi tenaga kerja non medis di RSUD M. Natsir Solok sudah dilaksanakan, seperti seleksi syarat administrasi, seleksi pengetahuan umum, seleksi psikologi dan seleksi wawancara. Namun belum sepenuhnya sesuai dengan teori. Proses seleksi tenaga kerja non medis di RSUD M. Natsir Solok sudah dilaksanakan sesuai prosedur dari rumh sakit, namun sebaiknya proses rekrutmen dilakukan secara terbuka supaya masyarakat tau adanya perekrutan calon karyawan di rumah sakit.
Description of Submission of Claim Files Inpatient Health BPJS at Kolonel Abundjani RSD Bangko Hendry Bowo Wibowo
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Berkala (JIKeMB) - November 2021
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jikemb.v3i2.1834

Abstract

Based on preliminary observation at RSD Kolonel Abundjani Bangko in early August 2020, the submission of claim file was implemented well. In submission of BPJS claims file Inpatient health has been delayed due to limited coding officers and sometimes incomplete files. The purpose of this study was to find out the description of submission of BPJS claim inpatient health file at RSD Kolonel Abundjani Bangko.The research was conducted in RSD Kolonel Abundjani Bangko by using descriptive method. Technique of collecting data by observation and intervie. From the results of the study showed that the claim file originated from the place of admission to the hospital which later to the treatment room. When the patient comes home, the file is taken directly to the medical record to be coded, grouper and in-input. Then in submission of claims file to BPJS Health must be accompanied by the news event files and txt-shaped files.The conclusion of this research is the procedure of submission of BPJS claims file of inpatient health starting from the place of admission to the ward or the treatment room, after the patient returns the file directly taken to the medical record for dicoding, gruper, and input. Then the file is submitted to the BPJS Hospital health section to be verified by using file event files and txt-shaped files. Officers who receive BPJS health care claim file are medical record-keeping officers Standard time in submission of BPJS claims file Inpatient health in RSD Kolonel Abundjani Bangko is 2 x 24 hours since patient leave hospital.
PELATIHAN DARING TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH DI ERA PANDEMI COVID 19 DI SMK TEKNOLOGI MUHAMMADIYAH KOTA BUKITTINGI Erpidawati Erpidawati; Elsi Susanti; Silvia Adi Putri; Vivi Nezi Azwir; Hendry Wibowo
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.024 KB)

Abstract

Di balik keberaturan tata kelola sekolah yang menghasilkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan dan pembelajara selalu ada Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) yang bekerja dengan professional. Begitu pentingnya keberadaan TAS sehingga kualifikasi dan kompetensinya di atur melalui peraturan pemerintah (Permendiknas nomor 24 tahun 2008). Berbeda dengan guru, urgensi ruang lingkup kerja TAS dianggap masih berada di bawah tugas-tugas guru. Maka perhatian terhadap peningkatan kompetensi dan profesionalitas TASbaik dari pusat, pemerintah daerah, maupun pada unit terbawah yaitu sekolah masih sangat kurang. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi TAS khususnya di SMK dalam mengelola, mengembangkan, dan memberikan layanan berbasis mutu di sekolah. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan pelatihan kepada TAS dalam melaksanakan layanan administrasi sekolah di masa pandemic covid-19. Pelatihan ini mengadaptasi protocol kesehatan selama pandemic covid-19 sehingga dilaksanakan secara daring menggunakan layanan zoom cloud meeting. Pelatihan ini terdiri dari dua segmentasi: (1) penyampaian materi dengan akumulasi 20 jam pelajaran dan (2) penugasan terbimbing dengan akumulasi 12 jam pelajaran. Efektivitaspelatihan diukur dari tanggapan peserta pelatihan terhadap angket efektivitas pelatihan dan penilaian pada hasil kerja peserta pada segmen penugasan terbimbing. Hasi evaluasi akhir dapat disimpulkan terdapatnya peningkatan pemahaman, keterampilan, dan produktivitas TAS dalam melaksanakan tugas masa pandemic covid-19.Kata Kunci: Pelatihan, Kompetensi, Tenaga Administrasi, SMK
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI IMPLANT DIKLINIK SARI ADITYA LOKA II, BUNGO TAHUN 2021 Hendry Wibowo; Sylvi Nezi Azwita
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 3: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i3.2017

Abstract

The Indonesian government has launched various programs to deal with existing population problems. One of the programs with national planning as an integral part of national development whose family has a goal is to encourage PUS (Pupes of Childbearing Age) to take part in the Family Planning Program (BKKBN 2016). This type of research is a quantitative analytic study using a cross sectional approach where the method of returning data on the independent variable and the dependent variable is taken at one time at the same time which aims to determine the factors that influence the use of the implant contraceptive method at the Kencana Clinic Office. DPPKB Bungo Regency in 2021. Based on the research that has been carried out with Chi Square statistical tests with 163 respondents, it was found that respondents aged 30-35 years who chose contraceptive implants were 71 people with KB Implants 31 people (30.9%) p-value 0.003 where p < 0.05, moderate parity respondents who chose Implant KB contraception as many as 76 people with KB Implant 32 people (33.1%) p-value 0.007 where p < 0.05, respondents who graduated from high school/MA 77 people, who used KB Implant 33 people (33.5%) p-value 0.005 where p <0.05, respondents who work formally 78 people, who use KB Implant 34 people (34.0%) p-value 0.007 where p <0.02 , there is a significant relationship between age, parity, education, and health factors with implant contraceptive methods. For DPPKB, to add references and input materials in making policy planning to increase public participation in the use of contraceptive methods
Efektifitas Komunikasi Vertikal Karyawan di Ruang SDM RSI Ibnu Sina Padang Panjang (Effectiveness of Vertical Communication Employees in HR Space RSI Ibnu Sina Padang Panjang): Komunikasi Vertikal, Efektifitas Komunikasi Silvia Adi Putri; Hendry Wibowo
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Multidisiplin
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58705/jpm.v1i2.71

Abstract

The effectiveness of vertical communication is communication that is characterized by an understanding, can create pleasure, influence attitudes, improve good social relationships, and ultimately lead to an action. The purpose of this study is to determine the effectiveness of vertical communication employess in the SDM room of RSI Ibnu Sina Padang Panjang. The research uses descriptive method which is done by filling questioner as many as 6 respondents. The location of the study was conducted at RSI Ibnu Sina Padang Panjang Hospital, on July 24,2021 to July 31, 2021. Communication of hospital staff of RSI Ibnu Sina Padang Panjang based on IKI result is good value, while based on EKU result is enough. From the results of research can be concluded that the effectiveness of vertical communication employees in the space of SDM RSI Ibn Sina Padang Panjang using the assessment of the scale of assessment of the results of the effectiveness of vertical communication of employees running well because there is still from some point effectiveness vertical communications that have not been met from the results of questionnaires obtained from respondents , one of which is at the time of communicating has not been fully influenced by the feelings of self. It is expected that employees or supervisors at the time of communication are influenced by the feelings themselves.
GAMBARAN FAKTOR PENGETAHUAN PASIEN DALAM PELAYANAN BPJS Adilla Tullah; Yuliza Anggraini; Hendry Wibowo
Menara Medika Vol 5, No 2 (2023): VOL 5 NO 2 MARET 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v5i2.3834

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan merupakan sebuah hasil tahu yang diperoleh setelah melakukan interaksi terhadap suatu objek. Faktor yang berkaitan dengan pengetahuan yaitu umur, tingkat pendidikan, pekerjaan dan sumber informasi. Adanya pasien yang belum memahami bagaimana prosedur dalam pelayanan  BPJS. Tujuan: untuk mengetahui bagaimana distribusi frekuensi faktor yang berkaitan dengan pengetahuan pasien dalam pelayanan BPJS. Metodologi: Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Madina Bukittinggi dengan menggunakan metode Penelitian deskriptif pendekatan kuantitatif, dengan jumlah sampel sebanyak 76 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil: penelitian menunjukan bahwa lebih dari sebahagian responden dengan pengetahuan rendah yaitu sebesar (51,3%) dengan umur 21-30 dan 41-50 tahun (25%) dengan tingkat pendidikan tinggi (55,3%) serta responden dengan kategori tidak bekerja (36,8%) dan media cetak merupakan kategori sumber informasi yang paling banyak diperoleh oleh responden sebesar (46,1%). Diskusi: Dari penelitian ini adalah masih rendahnya pengetahuan pasien dalam pelayanan BPJS, saran diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk memberikan informasi kepada anggota BPJS dengan lebih maksimal, baik secara langsung, media cetak maupun media elektronik.
GAMBARAN KINERJA PERAWAT DAN KEPUASAN PELAYANAN TERHADAP PASIEN Nurul Fadila; Liza Andriani; Hendry Wibowo
Menara Medika Vol 5, No 2 (2023): VOL 5 NO 2 MARET 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v5i2.3856

Abstract

Latar Belakang: Kinerja diartikan sebagai hasil dari usaha seseorang yang dicapai dengan adanya kemampuan dan perbuatan dalam situasi tertentu. Jadi prestasi kerja merupakan hasil keterkaitan antara usaha, kemampuan dan persepsi tugas. Pelayanan adalah semua upaya yang dilakukan perawat sebagai profesi atau profesional untuk memenuhi keinginan pasien dengan jasa yang diberikan. Tujuan: untuk mengetahui Gambaran Kinerja dan Kepuasan Pelayanan Pasien di Rumah Sakit. Metodologi: Penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini adalah masih dominan tentang puasnya pasien terhadap kinerja di Ruang Rawat Inap Interne. Namun kurang dari setengah responden tidak puas disebabkan oleh faktor seperti masih adanya kelalaian perawat dalam memberikan tindakan pada pasien. Diskusi: Distribusi frekuensi kinerja perawat menyatakan baik 51,4% dan kurang baik 48,6%. Distribusi frekuensi Kepuasan Pelayanan Pasien menyatakan puas 54,3% dan kurang puas 45,7%. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam memberikan kepuasan pelayanan pasien.