Maharin Maharin
Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Manajemen Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran Maharin Maharin; Sri Ningsih; Sabda Budiman
JMPK : Jurnal Manajemen Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.191 KB) | DOI: 10.51667/jmpk.v1i2.704

Abstract

Management is a science that regulates the process of utilizing human resources effectively, and is also supported by other sources within the organization to achieve certain goals. To achieve development and progress in an institution, the implementation of human resource management, namely educators and education personnel, is important. Therefore, this study aims to determine how the implementation of the management of teaching and educational staff at Simpson Theological College. This research uses descriptive qualitative research method analysis to find out how the process carried out by the institution in the management of education and education personnel at the Simpson Theological College. The author uses data analysis through observation and interviews. The results of the data will be organized, then it is put together to be managed, the data obtained is then presented in descriptive form. The results of the study indicate: that the management process for educators and education is carried out through; Planning for the recruitment of educators and education personnel, organizing, coaching and developing, promoting and transferring educators and educational staff, then dismissing, compensation and awards for educators and education personnel. So the management is already in the implemented category. However, another explanation, especially the obstacles to funding the recruitment of educators is still lacking, due to human resources in addition to fulfilling the required criteria, as well as the interest and availability of human resources.
Upaya Mengajar Guru Pendidikan Agama Kristen Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Sosial Untuk Pembentukan Karakter Siswa Kristen Sabda Budiman; Maharin Maharin; I Putu Ayub Darmawan
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 20, No 1 (2022): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v20i1.924

Abstract

Memandang bahwa karakter adalah sifat yang dapat mempengaruhi segenap pikiran dan menghasilakn perilaku positif dan negatif, maka pembentukan karakter merupakan hal yang sangat penting. Kepentingannya adalah untuk menjadikan manusia itu bersikap baik, berperilaku sopan, dan berakhlak mulia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya mengajar guru melalui model pembelajaran Kooperatif Sosial  untuk pembentukan karakter siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui upaya mengajar guru dalam pembentukan karakter siswa dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Sosial. Jenis penelitian dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan kualitatif analisis dan studi kepustakaan. perlu ada pelayanan oleh guru dan orang tua yang berkesinambungan sehingga terbentuk karakter siswa yang baik.  Selain dari kerjasama antara guru dan orang tua untuk membangun kepribadian anak melalui pendidikan karakter, tetapi juga beberapa strategi yang dilakukan oleh guru dan orang tua untuk meningkatkan kepribadian untuk dapat menghasilkan prilaku yang manusiawi, yaitu melakukan pembinaan rohani dan konseling pastoral yang terus menerus dilakukan.
Nilai-Nilai Kristiani Bagi Kompetensi Kepribadian Guru Maria Lidya Wenas; Elsi Susanti Br Simamora; Maharin Maharin; Joni Apri Candra; Rifka Priskila
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.344 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v1i1.3

Abstract

Dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya, seorang guru harus memiliki kompetensi yang dihayati dan dikuasainya. Salah satu kompetensi dalam profesi seorang guru adalah memiliki kepribadian yang mantap, selain kecakapan dalam mengajar. Sebagai guru Agama Kristen maka penting untuk membangun konsep kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai kekristenan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan penelitian pustaka yang diambil dari berbagai sumber pustaka termasuk beberapa penelitian yang terpublikasi. Guru agama Kristen adalah guru yang mencerminkan sosok pribadi Yesus sebagai teladan. Guru agama Kristen harus mengenal dirinya dan panggilannya sebagai seorang yang dipilih Tuhan untuk menjadi pendidik dan pengajar; mampu menguasai diri dalam segala keadaan, baik keinginan dan harapan serta memiliki kestabilan emosi; memiliki kasih sejati yang terpancar dalam kehidupan kesehariannya dengan sesama; kematangan dalam kehidupan spiritualnya; serta terus mengembangkan diri dalam menjalankan tugas profesinya sebagai guru.
Makna Penebusan Dalam Upacara Tiwah Sebagai Pendekatan Kontekstualisasi Injil Ruat Diana; Sabda Budiman; Maharin Maharin
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 2, No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.256 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v2i1.381

Abstract

Budaya dalam agama Hindu Kaharingan, yaitu budaya Tiwah merupakan sebuah bentuk budaya yang dengan pelaksanaan upacara yang unik. Dalam proses pelaksaannya, upacara tiwah mengandung prosesi yang beragam dan penuh makna. Melalui makna upacara tiwah ini, penulis mengadopsikannya sebagai kontekstualisasi media untuk menyampaikan Injil. Penulis memahami pemahaman makna dan selanjutnya Kristus dalam upacara tiwah yang dilakukan oleh umat Hindu Kaharingan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan penelusuran pelaksanaan upacara Tiwah melalui wawancara dan literatur yang ada, penulis mengkaji makna dalam upacara Tiwah tersebut yang kemudian disaring dengan metode yang mengubah, dan membuah dan firman Tuhan sebagai tolak ukurnya. Yesus sebagai korban dalam upacara tiwah, Yesus sebagai jalan menuju “Lewu Tatau” , dan Yesus sebagai pengantara antara manusia dan “Ranying Hatalla”. Poin-poin tersebut menjadi hasil pembahasan dalam pendekatan kontekstualisasi Injil dalam upacara Tiwah.