Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

DEVELOPMENT OF AUTOTROPHIC DENITRIFICATION FOR NITRATE-CONTAMINATED INDUSTRIAL WASTEWATER Nugroho, Rudi
Jurnal Air Indonesia Vol. 3 No. 2 (2007): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.981 KB) | DOI: 10.29122/jai.v3i2.2333

Abstract

An autotrophic denitrification system was developed for treatment wastewater from steel industry. The aim was to evaluate the kinetics and capability of the system in reducing nitrate content in such industrial wastewater. The experiments were conducted in batch suspension and continuous runs. The denitrification kinetics in suspension runs obeys first order reaction with the rate constant k1 and k2 were determined to be 0.014 and 0.004 g-N/m3.d, respectively. The continuous runs used a column packed with mixture of granular sulfur and limestone. The microbes of Thiobacillus denitrificans were attached on the surface of granular sulfur in the form of biofilm. The biofilm thickness was investigated to be approximately 40 μm. The denitrification kinetics in the packed column obeys half-order reaction with the rate constant k of 0.172 g-N1/2.m1/2/(kg-S.d). The lower denitrification extent of industrial wastewater compared with the synthetic wastewater might be due to the lack of alkalinity. Keywords: Autotrophic denitrification, sulfur, packed column, thiobacillus denitrificans.
KINETIKA PROSES AOPs UNTUK PENGHILANGAN WARNA AIR LIMBAH PRODUKSI BATIK Nugroho, Rudi; Mahmud, Ikbal
Jurnal Air Indonesia Vol. 1 No. 3 (2005): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.944 KB) | DOI: 10.29122/jai.v1i3.2356

Abstract

An experiment of Advanced Oxydation Processes (AOPs) was conducted in semi-pilot scale using ozon and hydrogen peroxide. The reaction of ozon and hydrogen peroxide  produce an active hydroxil which can crack a long-chain organic compounds such as azo dyes. A wastewater contains colour substances coming from batik industries in Jababeka was treated by AOPs. The reaction rate was affected by ozon concentration supplied to the wastewater. The more ozon concentration, the colour removal became faster.The colour removal using AOPs could be illustrated by first-order chemical reaction equation.The constant of reaction was calculated from experiment as high as 0,38 per hour.The cost for treating the wastewater using AOPs was  Rp.3.656,- for one cubic meter of wastewater. Key words:  AOPs, Colour Removal, Hydrogen Peroxide, Ozon,
Pestisida Organoklorin dalam Air dari Daerah Jabodetabek: Studi Pada Daerah Padat Penduduk Shoiful, Ahmad; Nugroho, Rudi; Fujita, Hiroyuki; Honda, Katsuhisa
Jurnal Air Indonesia Vol. 8 No. 2 (2015): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.543 KB) | DOI: 10.29122/jai.v8i2.2374

Abstract

Organochlorine pesticides (OCPs) in waters from five sampling point in Jabodetabek area have been determined using HRGC-HRMS. A total of 21 OCPs have been analyzed, however only few of OCPs were detected. Among HCH isomers, only -HCH and lindane (-HCH) were detected with concentration in the range of ND-0,25 ng/L and 0,083 – 0,82 ng/L, respectively. Interesting result was found, where HCB was detected in relatively high in water of Ciliwung river, Pluit Jakarta with concentration of 688,28 ng/L. HCB is a compound which is not only intentionally produced as pesticide, but also unintentionally produced from industrial by-product. Therefore, contamination of the river water may come from industrial processes which are located near sampling point. If compared with river water quality criteria of PP No.82 Tahun 2001, it results were below the standard of river water quality Class I. Keywords : organochlorine pesticides (OCPs), waters, Indonesia, industrial by-products.
PERCOBAAN APLIKASI PEMBANGKIT GELEMBUNG MIKRO UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN ZAT BESI DALAM AIR TANAH Indriatmoko, Robertus Haryoto; Herlambang, Arie; Nugroho, Rudi
Jurnal Air Indonesia Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.802 KB) | DOI: 10.29122/jai.v10i1.3749

Abstract

Penggunaan air tanah sebagai sumber air bersih untuk digunakan sebagai air minum sering terkendala oleh kualitas air mengandung besi terlarut yang cukup tinggi. Kandungan zat besi diatas 0,3 ppm menyebabkan sumber air tersebut tidak layak digunakan sebagai sumber air baku air bersih dan untuk kandungan besi diatas 0,05 ppm menyebabkan sumber tersebut tidak layak digunakan sebagai sumber air minum.  Air baku dengan kualitas seperti itu sebaiknya dilakukan pengolahan terlebih dahulu.  Air tanah yang berasal dari daerah vulkanik aktif dengan batuannya banyak mengandung zat besi terutama dari daerah yang sering mengalami perendaman air seperti daerah bekas sawah atau bekas rawa. Proses kimiawi yang bekerja di wilayah ini tersebut pada umumnya adalah proses reduksi. Pada umumnya besi yang ada terlarut dalam air adalah sebagai Fe2+ atau Fe3+, dalam ikatan kimia sebagai Fe2O3, Fe(OH)2 Fe(OH)3 ataunFeSO4. Setelah dilakukan ekploitasi atau pengambilan air tanah dan air baku tersebut mengalami kontak langsung dengan udara, maka akan berwana kecoklatan, berbau amis seperti karat besi. Ada tiga cara penurunan zat besi dalam air yaitu dengan cara 1. Aerasi, 2. Sedimentasi dan 3. Filtrasi. Dalam percobaan ini proses penurunan zat besi dilakukan dengan cara aerasi yaitu dengan mengaplikasikan penggunaan gelembung mikro yang dihasilkan dari generator pembangkit gelembung mikro dan dengan filtrasi. Pembangkit gelembung micro ini dibangkitkan oleh pompa KTN Merk Nikuni menghasilkan gelembung udara dengan diameter 20 micron yang digunakan sebagai bahan oksidator untuk air baku mengandung besi. Setelah proses oksidasi berlangsung dalam periode waktu tertentu kemudian disaring dan diukur sisa kandungannya. Hasil percobaanadalah pada kandungan besi dalam air baku sebesar 1,16 ppm yang direaksikan dalam sebuah reactor maka efisiensi oksidasi dapat dicapai dengan baik dan berhasil menambah kelarutan oksigen dalam air sebesar 71-80 % dan menurunkan zat besi dalam air baku sampai mencapai 38-56 % pada pH 7. Kesimpulan yang dapat diambil melalui percobaan ini adalah bahwa generator gelembung mikro mampu digunakan sebagai sebuah cara untuk mengoksidasi zat besi terlarut dalam air baku dan dapat dimanfaatkan sebagai sebuah cara untuk meningkatkan kandungan oksigen terlarut air baku.Kata kunci: air tanah, zat besi terlarut, pembangkit gelembung mikro, oksidasi
Peningkatan Kualitas Air Baku dari Sungai Surabaya dengan Proses Biofiltrasi Said, Nusa Idaman; Widayat, Wahyu; Nugroho, Rudi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.337 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v21i1.3284

Abstract

ABSTRACTSurabaya River is a source of raw water for the needs of the community in Surabaya and its surrounding areas, including for industrial and the Surabaya water supply company. Along with the rapid growth of settlements and the development of the industrial sector, the Surabaya River pollution level has increased so that the quality of the water does not meet the quality standards required as raw water for drinking water. The most potential parameter that causes the level of pollution is organic pollutants. The concentration of some water quality parameters including organic pollutants in the Surabaya River has exceeded class I water quality standards based on Government Regulation (PP) No. 82 of 2001, namely for allotment of raw water for drinking water. The purpose of this study was to improve the raw water quality such as parameters of suspended solids (TSS), organic substances, detergents and manganese (Mn) through the application of biofilter technology. The study was conducted by operating a biofilter pilot plant consisting of a lamella-type settling tank and a biofilter reactor filled with wasp-type nesting media. The results showed that the biofilter process used can reduce the concentration of TSS, organic matter, detergents and Mn in raw water. In general, the longer the hydraulic residence time (HRT) in the biofilter pilot plant, the greater the efficiency of removing TSS, organic matter, and detergent in raw water. The experiments results at the conditions of the shortest total HRT of 81 minutes, including HRT of 36 minutes in the settling tank and HRT of 45 minutes in the biofilter reactor, could obtain TSS removal efficiency of 46.92%, 15.97% for organic matter, and 55% for detergent, where the concentration of these parameters meets the quality standards for drinking water.Keywords: biofiltration, HRT, drinking water, water qualityABSTRAKSungai Surabaya merupakan sumber air baku untuk kebutuhan masyarakat di wilayah Surabaya dan sekitarnya, termasuk untuk kebutuhan industri dan air baku PDAM kota Surabaya. Seiring pesatnya pertumbuhan pemukiman dan perkembangan sektor industri, mengakibatkan tingkat pencemaran Sungai Surabaya semakin tinggi sehingga kualitas airnya tidak memenuhi ketentuan baku mutu yang dipersyaratkan sebagai air baku air minum. Parameter yang paling potensial menyebabkan tingkat pencemaran tersebut adalah polutan organik. Konsentrasi beberapa parameter kualitas air termasuk polutan organik di sungai Surabaya telah melebihi baku mutu air kelas I berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 82 tahun 2001, yakni untuk peruntukan air baku air minum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan peningkatan kualitas air baku seperti parameter padatan tersuspensi (TSS), zat organik, deterjen dan mangan (Mn) melalui penerapan teknologi biofilter. Penelitian dilakukan dengan mengoperasikan pilot plant biofilter yang terdiri dari bak pengendap tipe lamella dan reaktor biofilter yang diisi dengan media plastik tipe sarang tawon. Hasil penelitian menujukkan bahwa proses biofilter yang digunakan dapat menurunkan konsentrasi TSS, zat organik, deterjen dan Mn di dalam air baku. Secara umum semakin lama waktu tinggal di dalam pilot plant biofilter, efisiensi penghilangan TSS, zat organik, dan deterjen di dalam air baku semakin besar. Hasil percobaan pada kondisi total waktu tinggal terpendek (total HRT) 81 menit, meliputi HRT di bak pengendap 36 menit dan HRT di reaktor biofilter 45 menit, didapatkan efisensi penghilangan TSS 46,92 %, zat organik 15,97 %, dan deterjen 55 %, dimana konsentrasi parameter-parameter tersebut memenuhi baku mutu untuk air minum.Kata kunci: biofiltrasi, HRT, air minum, kualitas air
Kualitas Air Danau Toba di Wilayah Kabupaten Toba Samosir dan Kelayakan Peruntukannya Garno, Yudhi Soetrisno; Nugroho, Rudi; Hanif, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.074 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v21i1.3277

Abstract

ABSTRACTThis research was conducted to determine the status of Lake Toba water quality in the area of Toba Samosir (Tobasa) Regency and the feasibility of its use. This study revealed that BOD, COD, iron and free Cl2 of Lake Toba Tobasa regency exceed water quality criteria for Class I and Class II based on Governor Decree No. 1 Year 2009 on Raw water quality of Lake Toba in North Sumatera. High COD and BOD values imply that Lake Toba water was polluted by organic matter presumably originated from floating net cages (KJA), while free Cl2 is thought to originate from domestic waste activities in Parapat City and its surroundings. In general, it was concluded that the water of Lake Toba in the Tobasa Regency did not meet the criteria for clean water and water tourism.Keywords: Lake Toba, raw water, pollution, water qualityABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas air Danau Toba wilayah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) dan kelayakan peruntukannya. Penelitian ini mengungkapkan bahwa air Danau Toba wilayah Kabupaten Tobasa memiliki BOD, COD dan konsentrasi besi dan Cl2 bebas melebihi kriteria mutu air Kelas I dan Kelas II pada Peraturan Gubernur Sumatra Utara No 1 Tahun 2009. Tingginya nilai COD dan BOD mengisyaratkan bahwa perairan Danau Toba tercemar oleh bahan organik yang diduga berasal keramba jaring apung (KJA), sedangkan Cl2 bebas diduga berasal dari limbah domestik kegiatan Kota Parapat dan sekitarnya. Secara umum disimpulkan bahwa air Danau Toba di wilayah Kabupaten Tobasa tidak/belum memenuhi kriteria untuk air baku air minum  dan wisata air.Kata kunci: danau Toba, bahan baku air, pencemaran, baku mutu
Efektivitas Pengolahan Air yang Mengandung Amonia Konsentrasi Tinggi Menggunakan Konsorsium Probiotik Komersial dan Bakteri Sedimen Kolam Lele Ambarsari, Hanies; Syah, Iman; Nugroho, Rudi; Manurung, Brian Saputra; Suciati, Fuzi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.099 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v21i1.3478

Abstract

ABSTRACTNitrification is one of the most widely used methods to reduce ammonia concentration in wastewater.The purpose of this study was to determine the effectiveness of high-concentrated ammonia nitrification by the consortium between commercial probiotics and bacteria from the sediment of the catfish pond. The study was conducted on batch system bioreactors with a working volume of 1 liter containing 100 mg/L ammonia solution and 50 grams sediment of catfish pond. This study used a treatment variation of the concentration of commercial probiotics and the bacterial isolate from the catfish pond sediment using glucose as the carbon source. The variations of commercial probiotics added to the bioreactor were 5 ml/L, 10 ml/L and 15 ml/L. The variations of glucose concentration were 0 g/L and 3,9 g/L. Analysis of ammonia concentration was carried out by spectrophotometry using the phenate method. The highest removal efficiency of ammonia was 92.35% in the bioreactor with a mixture of 15 ml/L commercial probiotics and 3.9 g/L glucose with the fastest ammonia rate was on the third day of the experimental period. The addition of glucose in the bioreactors could increase ammonia removal by 57.39%. The result of statistical analysis indicated that variations in the concentration of commercial probiotic indicated no statistically significant difference in ammonia removal (P> 0.05), while variations in glucose concentration showed a statistically significant difference in ammonia removal (P <0.05). Three isolates were successfully isolated on specific media for nitrifying bacteria. The result of bacterial identification showed that three isolated bacteria were Bacillus sp., Aeromonas salmonicida, and Burkholderia cepacia.Keywords: ammonia, nitrification, sediment of catfish pond, commercial probioticABSTRAKNitrifikasi merupakan salah satu metode yang paling banyak digunakan untuk mengurangi konsentrasi amonia pada limbah cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penambahan sedimen kolam lele dan probiotik komersial dalam nitrifikasi amonia konsentrasi tinggi. Penelitian menggunakan bioreaktor sistem batch dengan volume kerja 1 liter yang berisi larutan amonia 100 mg/L dan 50 gram sedimen kolam lele. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari pemberian variasi konsentrasi probiotik komersial dan sedimen kolam lele dengan sumber karbon glukosa. Variasi probiotik komersial yang ditambahkan pada bioreaktor adalah 5 ml/L, 10 ml/L dan 15 ml/L sedangkan variasi konsentrasi glukosa adalah 0 g/L dan 3,9 g/L. Analisis konsentrasi amonia dilakukan secara spektrofotometri menggunakan Metode Fenat. Hasil penurunan rata-rata amonia tertinggi adalah sebesar 92,35% pada bioreaktor dengan campuran probiotik komersial 15 ml/L dan glukosa 3,9 g/L dengan laju penurunan ammonia tercepat pada hari ke-3 periode eksperimen. Penambahan glukosa pada bioreaktor mampu meningkatkan penurunan amonia sebesar 57,39%. Analisis statistik menunjukkan bahwa variasi konsentrasi probiotik komersial tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada penurunan amonia (p>0,05) sedangkan variasi konsentrasi glukosa menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap penurunan amonia (p<0,05). Tiga isolat berhasil diisolasi menggunakan media spesifik bakteri nitrifikasi. Hasil identifikasi dari tiga bakteri menunjukkan bahwa isolat tersebut adalah Bacillus sp., Aeromonas salmonicida dan Burkholderia cepacia.Kata kunci: amonia, nitrifikasi, sedimen kolam lele, probiotik komersial
Studi Karakterisasi Sampah Landfill dan Potensi Pemanfaatannya (Studi Kasus di TPA Sukawinatan dan Bantargebang) Wahyono, Sri; Sahwan, Firman Laili; Suryanto, Feddy; Febriyanto, Irhan; Nugroho, Rudi; Hanif, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.738 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v20i2.3335

Abstract

ABSTRACTLandfills contain materials that can be recovered to be recycled or used as an energy source. The purpose of this study is to conduct waste characterization that has long been buried in landfill which includes analysis of composition, proximate analysis, and ultimate analysis. Then the waste is analyzed for its use as recycled material and energy sources. The study was conducted at the Sukawinatan landfill (Palembang) and the Bantargebang landfill (Bekasi). Sampling was carried out on garbage that had been buried in landfills by digging at depths of up to 5 m using an excavator. Furthermore, the samples are dried in the sun, sifted with rotary screen, and sorted manually. Some samples were taken by quartering to be analyzed in the laboratory. The results of the research and analysis showed that (i) landfill waste was dominated by compost material (31-47%) and plastic combustible material (32-43%) and nonplastic combustible material (32-43%); (ii) shaped material such as compost has the potential as a substitute for landfill cover and as soil conditioner; (iii) potentially recycled materials such as plastic waste need intensive sorting and cleaning; (iv) landfills excavated waste can be potentially used as an energy source or refuse-derifed fuels (RDF) with a heating value between 7.31-15.61 MJ / kg; (v) landfills excavated waste has the potential to be used as fuel for incinerators; (vi) utilization of landfill waste for the cement industry still faces several obstacles such as high chlorine content and water content.Keywords: landfill, waste characterization, composition, proximate, ultimate ABSTRAKTPA mengandung material yang dapat diambil untuk didaur ulang atau dimanfaatkan sebagai sumber energi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan karakterisasi sampah yang telah lama tertimbun di TPA yang  meliputi analisis komposisi, analisis proksimat, dan analisis ultimat. Kemudian sampah tersebut dilakukan analisis pemanfaatannya sebagai bahan daur ulang dan sumber energi. Penelitian dilakukan di TPA Sukawinatan (Palembang) dan di TPA Bantargebang (Bekasi). Pengambilan sampel dilakukan terhadap sampah yang sudah tertimbun di landfill dengan cara menggali pada kedalaman hingga 5 m menggunakan excavator. Selanjutnya sampel dijemur, diayak dengan penyaring berputar (rotary screen), dan dipilah secara manual. Sebagian  sampel diambil dengan metode perempatan (quartering) untuk kemudian dianalisa di laboratorium. Hasil dari penelitian dan analisisnya memperlihatkan bahwa (i) sampah galian TPA didominasi oleh material kompos (31-47%) dan material combustible plastik (32-43%) serta combustible nonplastik (32-43%); (ii) material berbentuk seperti kompos memiliki potensi sebagai pengganti soil cover TPA dan sebagai material pembenah tanah (soil conditioner); (iii) material yang potensial didaur ulang seperti sampah plastik perlu pemilahan dan pembersihan yang intensif; (iv) sampah galian TPA potensial dimanfaatkan sebagai sumber energi atau RDF (refuse-derifed fuels) dengan nilai kalor antara 7,31-15,61 MJ/kg; (v) sampah galian TPA berpotensi digunakan sebagai bahan bakar insinerator PLTSa; (vi) pemanfaatan sampah galian TPA untuk industri semen masih menghadapi beberapa kendala seperti tingginya kandungan klorin dan kadar air.Kata kunci: landfill, karakterisasi sampah, komposisi, proksimat, ultimat
KAJIAN KELAYAKAN EKONOMI RENCANA PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DOMESTIK KOMUNAL SISTEM UASB-DHS DI KOTA BOGOR Nugroho, Rudi; Rifai, Agus
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 3 (2012)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2348.49 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v13i3.1396

Abstract

Air limbah rumah tangga merupakan salah satu potensi sumber pencemaran lingkungan . Berdasarkan Laporan JICA , 1995 pencemaran lingkungan di Jabodetabek adalah 80 % disebabkan oleh air limbah rumah tangga . Untuk meminimalkan pencemaran lingkungan, air limbah harus diperlakukan sebelum dibuang ke sungai . Masalah yang sering muncul dalam pengelolaan limbah domestik adalah luas lahan terbatas dan dana yang ada untuk membangun fasilitas pengolahan air limbah dan juga biaya operasional yang tinggi . Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu pengembangan biaya rendah teknologi pengolahan air limbah dengan efisiensi penyisihan yang tinggi , mudah dioperasikan dan juga harus kompak . Sebuah teknologi kombinasi Upflow Anaerobic Sludge Blanket ( UASB ) dan aliran bawah Hanging Sponge ( DHS ) merupakan pengolahan air limbah ekonomi , mudah dioperasikan dan memiliki efisiensi penyisihan tinggi yaitu 98 % untuk BOD dan 99,8 % untuk bakteri . Namun, untuk membangun fasilitas pengolahan air limbah dengan menggunakan UASB dan teknologi DHS , perlu studi kelayakan . Makalah ini menjelaskan studi kelayakan ekonomi dan sosial dari penerapan teknologi pengolahan air limbah UASB dan DHS di Kota Bogor . Dengan perhitungan manfaat dan rasio biaya ( BCR ) , hasilnya menunjukkan bahwa BCR 2.13 . Ini berarti proyek pengolahan air limbah UASB dan DHS di Kota Bogor adalah layak. Kata kunci : air limbah rumah tangga , anaerobik selimut lumpur, studi sosial ekonom  AbstractDomestic wastewater is one of the potential sources of environment pollution. Based on the JICA Report, 1995 the environmental pollution in Jabodetabek was 80% caused by the domestic wastewater. To minimize the environmental pollution, the wastewater have to be treated before discharge to river. Problem which often emerge in management of domestic waste is the limited land area and existing fund to built a wastewater treatment facility and also the high operating cost. To overcome these problems, it needs development of low cost wastewater treatment technology with high removal efficiency, easy to operate and also should be compact. A combination technology of Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB) and Downflow Hanging Sponge (DHS) represents an economic wastewater treatment, easy to operate and has high removal efficiency that is 98% for BOD and 99,8% for bacterium. However, to build the wastewater treatment facility by using the UASB and DHS technology, it needs a feasibility study. This paper explains an economic and social feasibility study of application the UASB and DHS wastewater treatment technology at Bogor City. By the calculation of benefit and cost ratio (BCR), the result shows that the BCR is 2.13. It means the UASB and DHS wastewater treatment project at Bogor City was feasible.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI PERCETAKAN UANG KERTAS (UTAS) MENGGUNAKAN PROSES BIOLOGIS ANAEROB Nugroho, Rudi; Mahmud, Ikbal; Sulasmi, Nurtya
Jurnal Air Indonesia Vol. 4 No. 1 (2008): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.455 KB) | DOI: 10.29122/jai.v4i1.2368

Abstract

A research of wastewater treatment technology come from money producing industry was conducted in laboratory scale using 10 lt of Anaerobic Fixed Bed Reactor. The money producing wastewater was treated by mixing with domestic wastewater with various compositions. The wastewater was fed into the bioreactor by draw and fill daily.The results show that the optimum of COD removal is 52,5%, optimum loading is 0, 95 g-COD/l/day and optimum flowrate is 0,5 l/day. The optimum compossition of money producing wastewater towards domestic wastewater is 30%. These optimum conditions can be used as a designed criteria for full scale of anaerobic bioreactor in the money producing industry. Katakunci : Wastewater, Anaerobic, Fixed Bed Reactor