Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdimas Bina Bangsa

PENGEMBANGAN UMKM BONTOT SALMINAH SEBAGAI KULINER KHAS KOTA SERANG MENUJU ERA INDUSTRI 5.0 Hadi Kurniawanto; Hafidz Hanafiah; Ardi Hidayat
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.342 KB) | DOI: 10.46306/jabb.v1i1.8

Abstract

Bontot Salminah yang merupakan salah satu kuliner khas Kota Serang. Seiring perkembangan jaman serta menghadapi era industri 5.0, Bontot Salminah masih saja memasarkan produknya secara offline. Metode Penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan melakukan pendekatan rasionalistik. Pengumpulan data didapat dari eksplorasi informasi dari berbagai sumber. startegi yang optimal untuk Bontot Salminah dalam menyongsong era industri 5.0, yaitu dengan menggunakan Sosial Media Marketing dan Toko Online. Kedua opsi tersebut dirasakan cukup melihat kondisi sekarang mengingat internal Bontot Salminah baik dari segi teknologi, SDM, serta modal menyesuaikan keuangan dari pengelola Bontot Salminah. pengembangan produk Bontot Salminah melakukan label dan kemasan yang menarik (baik dari nama, gambar, ukuran bontot dan desain kemasan) dengan baik. Pemasaran online oleh Bontot Salminah dilakukan melalui Jejaring Sosoal baik Facebook dan Instagram serta masuk ke market place toko online. Karena diyakini sangat efektif mendorong pemasaran. Serta dibuatkan testimoni baik gambar maupun video yang di upload via Youtube
INTERAKSI SOSIAL KKM 46 PADA KEGIATAN KHITAN MASSAL DI DESA BANJARSARI KECAMATAN WARUNG GUNUNG KABUPATEN LEBAK TAHUN 2017 Fatari; Asnawi; Ahmad Munawir; Surachman; Gatot Hartoko; Ardi Hidayat; Hadi Kurniawanto
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.951 KB) | DOI: 10.46306/jabb.v2i1.57

Abstract

Khitan atau sunatan sudah sangat familier dan biasa kita dengar. Dibeberapa tempat, acara khitanan anak anak bahkan dijadikan acara hajatan. Namun kegiatan yang dilakukan oleh kelompok 46 merupakan kegiatan pengabdian berupa interaksi social masyarakat. Tujuan dari penulisan ini untuk penyampaian informasi tentang kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 46 di desa Banjarsari kecamatan Warung Gunung kabupaten Lebak, dari beberapa program kegiatan, KKM Kelompok 46 melaksanakan program pokok yaitu kegiatan Khitan Massal yang meliputi (1) partisipasi masyarakat dalam kegiatan dan langkah evaluasi terhadap pelaksanaan program dan (2) capaian program kerja dan dampak kegiatan bagi masyarakat khususnya dampak manfaat bagi masyarakat desa Banjarsari. Dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STIE Bina Bangsa tahun 2017 oleh kelompok 46 menggunakan  metode Participatory Rural  Appraisal (PRA) dan metode pendekatan social kemasyarakatan. Pelaksanaan kegiatan Khitan Massal ini, diikuti oleh 10 (sepuluh) anak dari keluarga yang kurang mampu perwakilan setiap RT, yang berada di desa Banjarsari, dan berjalan lancar dari awal sampai akhir pelaksanaannya
PELATIHAN MANAJEMEN USAHA KEPADA PARA PELAKU USAHA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (UIKM) KERIPIK TALAS BENENG DI KAMPUNG CINYURUP KECAMATAN KARANGTANJUNG KABUPATEN PANDEGLANG Suhandi Suhandi; Hadi Kurniawanto; Abdul Rauf Chaerudin; Listiawati Listiawati
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.866 KB) | DOI: 10.46306/jabb.v3i1.179

Abstract

The majority of the residents of Cinyurup village are beneng taro farmers and entrepreneurs of beneng taro chips, but the management is still simple and is not managed systematically and wellplanned, so that it cannot provide maximum results. The aim of this training is to increase competitiveness for the small and medium entrepreneurs of taro chips into independent small industries. The method of implementation is through: seminars of material delivery, discussion, practice, mentoring, monitoring and evaluation. The results of this training show that not all small and medium industrial entrepreneurs are taro beneng chips those in Cinyurup village who have not implemented business management, have not processed distribution permits, halal certificates, produced product innovations and online marketing, due to limited funds and human resources