Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Neonatus dengan Ibu Diabetes Nur Agustini
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 5 (1998): October
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i5.307

Abstract

Kehamilan pada seorang ibu dengan diabetes sangat mempengaruhi kondisi bayi yang akan dilahirkannya. Kondisi tersebut dapat timbul karena selama janin dalam kandungan kadar gula darah ibu senantiasa mempengaruhi kadar gula darah janin, sedangkan kadar insulin ibu tidak. Hal ini mengakibatkan hiperinsulinisme pada janin, yang kemudian meyebabkan timbulnya berbagai komplikasi yang berbahaya pada janin ataupun pada bayi setelah dilahirkan. Masalah utama yang timbul akibat hiperinsulinisme adalah hipoglikemia dan ditres pernapasan. Pemahaman yang baik tentang bayi dengan ibu diabetes harus dimiliki oleh seorang perawat, agar kelak dapat memberikan perawatan yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. AbstractA pregnancy in a woman with diabetes mellitus can affect the health status of her fetus. This is because the level of blood sugar in a fetus will be affected by the level of blood sugar in the mother, which on the other hand the level of insulin of a mother does not affect the level; of insulin of her fetus. This condition may produce a hyperinsulinism that leads to hypoglycemia and respiratory distress in a newborn. A well understanding on a baby of diabetic mother is required for a nurse to deliver a comprehensive nursing care as an effort to assist a growth and development process of a baby optimally.Keywords: A level of blood sugar, hyperinsulinism.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA Siti Chodidjah; Nur Agustini; Titin Ungsianik
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 8, No 2 (2004): September
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v8i2.147

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan HIV/AIDS dan perilaku seksual pranikah. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan memilih remaja usia 11-22 tahun yang ditemui di mal-mal sebagai responden. Tempat penelitian dilakukan di Mal Blok M dan Cijantung. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan teknik analisa regresi linier dan berganda. Berdasarkan perhitungan didapatkan bahwa pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS rata-rata tinggi tetapi dalam aktivitas pacaran masih banyak yang berisiko dan berisiko tinggi tertular HIV/AIDS melalui hubungan seksual. Disarankan agar melakukan penelitian lanjut untuk melihat sumbangan faktor lain, seperti moral, orang tua dan peer agar dapat dilakukan upaya pencegahan yang lebih tepat kepada remaja. AbstractThe objective of this research is to identify relationship between HIV/AIDS knowledge and premarital sexual activity in adolescents. The sample of this study are adolescents whose 11-12 years old. This research took place at Blok M and Cijantung Mall. Result of this study found out that adolescents’ knowledge about HIV/AIDS is high, but still in high risk for HIV/AIDS on their romantic relationship.
Madu Menurunkan Frekuensi Batuk pada Malam Hari dan Meningkatkan Kualitas Tidur Balita Pneumonia Rokhaidah Rokhaidah; Nani Nurhaeni; Nur Agustini
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 18, No 3 (2015): November
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v18i3.437

Abstract

Gejala umum yang sering dirasakan balita pneumonia adalah batuk. Intervensi keperawatan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah batuk pada malam hari dan kualitas tidur anak di antaranya adalah dengan memberikan terapi komplementer madu. Madu bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung antibiotik alami,  antiinflamasi, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektivitas pemberian madu terhadap batuk pada malam hari dan kualitas tidur balita yang mengidap pneumonia. Desain penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu pretest posttest with non equivalent control group dengan tiga puluh enam responden yang diambil secara consecutive sampling. Hasil analisis data menggunakan independent t-test yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penurunan skor batuk (p< 0,001; CI 95% 1,82–3,37) dan peningkatan kualitas tidur yang bermakna (p< 0,001; CI 95% 0,66–1,67) saat posttest pada kelompok yang mendapatkan madu dibandingkan dengan kelompok kontrol. Peneliti merekomendasikan pemberian madu bagi balita pneumonia sebagai terapi komplementer yang aman untuk mengatasi batuk. Kata kunci: batuk, kualitas tidur, madu, pneumonia Abstract Honey for Decreasing Cough at Night and Increasing the Sleep Quality of Children with Pneumonia. A common symptom of pneumonia in toddler is coughing. Coughing is the body's natural mechanism in response to the inflammation that occurs in the lungs. Coughing that occurs at night can disrupt sleep quality of toddler with pneumonia. Independent nursing interventions that can be done to overcome this problem is to provide honey as a complementary therapy. Honey is very beneficial for health because it contains natural antibiotic, anti-inflammation, and antioxidant. This study aimed to identify the effectiveness of honey to decrease night time cough and to increase sleep quality of toddler with pneumonia. This study used a quasi-experimental pretest-posttest design with non-equivalent control group with 36 respondents taken by consecutive sampling. Results of data analysis using independent t-test showed differences decrease cough scores (p< 0,001; CI 95% 1,82–3,37) and a significant increase in sleep quality (p< 0,001; CI 95% 0,66–1,67). It is recommended to give honey to toddlers with pneumonia as a safe complementary therapy for treating coughs. Keywords: cough, honey, pneumonia, quality of sleep
Kualitas Tidur Anak Usia Sekolah yang Menjalani Kemoterapi Di Rumah Sakit Kanker Novita Dewi Rahmayanti; Nur Agustini
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 18, No 2 (2015): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v18i2.408

Abstract

Kemoterapi diyakini efektif dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Namun demikian kemoterapi juga menimbulkan efek samping bagi penderita kanker, salah satunya yaitu gangguan pemenuhan kebutuhan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang gambaran kualitas tidur anak usia sekolah yang sedang menjalani kemoterapi di rumah sakit kanker. Penelitian menggunakan metode potong-lintang dengan melibatkan 40 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Responden mengisi kuesioner berupa data demografi dan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisa data menggunakan uji univariat. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor PSQI adalah 7 dari maksimal 21 (95% CI, 6,24–7,76) yang berarti responden memiliki kualitas tidur buruk. Tenaga kesehatan (khususnya perawat) diharapkan dapat melakukan monitoring untuk evaluasi pemenuhan kebutuhan tidur anak kanker. Abstract Quality of Sleep of School Age Children are Undergoing Chemotheraphy in Cancer Hospital Chemotherapy is believed to be effective in inhibiting cancer cell’s growth. However, this therapy has side effects for cancer patients, one of them is sleeping needs disturbance. This study aims to get information about the status of sleep quality in school-age children whom are undergoing chemotherapy at cancer hospital, Jakarta. This study used cross sectional design with 40 participants using total sampling technique. Participants filled the questionnaire consisting of demographic data and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). This study was analyzed using univariate test. The result showed that participants have quality sleep index with average score 7 from total 21 (95% CI, 6.24–7.76). It’s indicated that participants have poor sleep quality. Health providers (especially nurses) are expected to conduct monitoring to evaluate sleep quality in children with cancer.Keywords: cancer, chemotherapy, school-age children, sleep quality
PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DAN TINGKAT EFIKASI DIRI IBU DALAM MERAWAT BBLR Suyami -; Yeni Rustina; Nur Agustini
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.716 KB)

Abstract

Kelahiran BBLR menuntut penyesuaian orang tua terhadap pengasuhan bayinya. Keyakinan terhadap kemampuan diri mencakup kepercayaan diri, harga diri, dan kompetensi. Ibu yang mempunyai keyakinan terhadap kemampuan diri yang tinggi berdampak positif terhadap interaksiantara ibu dan bayi prematur. Perawatan BBLR di NICU berdampak perpisahan antara ibu dengan bayinya, sehingga kesempatan ibu untuk kontak dengan bayinya menjadi terbatas. Ibu merasa bersalah, sedih, frustasi, marah, dan cemas dengan kondisi bayinya yang dapat memburuk sewaktu-waktu. Edukasi yang diberikan kepada ibu sebelum bayi dipulangkan efektif dalam meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku ibu sehingga mengurangi kecemasan dan meningkatkan efikasidiri. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh edukasi dalam perencanaan pulang terhadap kecemasan dan efikasi ibu merawat BBLR. Desain penelitian quasi experiment, pretest posttest with control group. Sampel penelitian 44 ibu BBLR dibagi dua kelompok, 22 kelompokintervensi, dan 22 kelompok kontrol secara consecutive sampling dengan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HRSA) dan Perceived Maternal Parenting Self Efficacy (PMP-SE). Edukasi diberikan dengan media leaflet, video dan phantom bayi. Hasil penelitian menunjukkan sesudah diberikan edukasi 86,4% responden mengalami penurunan kecemasan dan 18,2% responden mengalami peningkatan efikasi diri. Tingkat kecemasan dan efikasi diri pada kelompok intervensi terdapat perbedaan yang bermakna; sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Kecemasan berhubungan dengan pendapatan dan pengalaman (p<0,05); sedangkan efikasi diri berhubungan dengan pendapatan, pengalaman, dan jumlah anak (p<0,05). Kesimpulan bahwa edukasi memandikan dan perawatan metode kanguru efektif menurunkankecemasan dan meningkatkan efikasi diri. Rekomendasi edukasi dapat diberikan pada ibu dengan bayi berat lahir rendah..Kata kunci: BBLR ,edukasi, tingkat kecemasan, tingkat efikasi diri
Faktor-Faktor Berhubungan dengan Kualitas Hidup Anak Leukemia Limfositik Akut yang Menjalani Kemoterapi Dwi Novrianda; Krisna Yetti; Nur Agustini
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.523 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v4i1.132

Abstract

Leukemia limfositik akut merupakan tipe leukemia yang paling banyak terjadi pada anak-anak yaitu sekitar75-80%. Kemajuan pengobatan kemoterapi pada pasien leukemia limfositik akut telah meningkatkan angkakeberhasilan hidup. Akan tetapi, lama kehidupan yang dapat dicapai oleh pasien belum diiringi dengan pencapaiankualitas hidup yang lebih baik akibat efek sekunder kemoterapi terhadap fisik dan psikososial pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup anak leukemia limfositik akut yang menjalani kemoterapi. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dilakukan pada 25 anak secara consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan PedsQLTM 4.0 Generic Core Scale dan peran perawat (Cronbach α = 0,90). Analisis data menggunakan korelasi Pearson dan uji t independen untuk mengetahui hubungan antar variabel serta regresi linear berganda untuk mengetahui faktor yang paling berhubungan dengan kualitas hidup generik. Hasil menunjukkan terdapat hubungan fase kemoterapi dan peran perawat dengan kualitas hidup generik(p<0,05). Peran perawat merupakan faktor prediktor kualitas hidup generic. Dengan demikian diperlukan upaya peningkatan peran perawat melalui pendidikan pelatihan terkait manajemen kemoterapi dan efek sampingnya.Kata kunci: Fase kemoterapi, kualitas hidup generik, peran perawat.Factors that are Related to Quality of Life of Children with Acute Lymphocytic Leukemia who Undergo ChemotherapyAbstractAcute lymphocytic leukemia is a type of leukemia that is most prevalent among children which is around 75-80%. The progress of chemotherapy for acute lymphocytic leukemia has increased the survival rate for this cancer. However, the length of life of the patients is often not accompanied by the better quality of life due to chemotherapy side effects towards patients’ physical and psychosocial conditions. This study aimed to identify factors that are related to the quality of life of children with acute lymphocytic leukemia who undergo chemotherapy in Dr. M.Djamil Hospital, Padang. Quantitative research with cross sectional approach was used to study 25 children who wererecruited using consecutive sampling. The data collection was conducted using PedsQLTM 4.0 Generic Core Scaleand nurses roles (Cronbach α = 0,90). The data analysis uses Pearson correlation and independent t-test to examinethe relationships between variable and multiple linear regression to identify the factor that is most related with the generic quality of life. The results showed that there was correlation between chemotherapy phases and nurses roles with generic quality of life (p<0.05). Nurses roles is a predictor factors for generic quality of life. Thus, there is a need to improve nurses’ roles through education and training regarding chemotherapy management and its side effects.Keywords: Chemotherapy phases, generic quality of life, nurses’ roles.