Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

TERAPI SENAM DIABETIC PADA LANSIA SEBAGAI PENATALAKSAAN MANDIRI PENYAKIT DIABETES MELITUS Harlina Putri Rusiana; Dewi Nur Sukma Purqoti; Istianah Istianah; Susilia Idyawati; Baiq Nurul Hidayati; Rias Pratiwi Syafitri; Nurul Fatmawati; Yesvi Zulviana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.134 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5081

Abstract

Abstrak: Kesakitan yang disebabkan karena Diabetes Mellitus menjadi masalah yang harus diselesaikan. Penatalaksanaan diabetes mellitus membutuhkan penanganan secara terus menerus. Salah satu metode perawatan mandiri yang dapat membantu mengurangi komplikasi kearah diabetic foot ulcer yaitu melalui senam diabetic. Pengabdian ini bertujuan untuk mencapai kemandirian perawatan lansia dengan diabetes mellitus sehingga mengurangi angka kesakitan pada lansia. Cara ini dirasa efektif untuk memperlancar sirkulasi darah pada penderita sehingga mengurangi komplikasi yang muncul. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan dan pendampingan senam diabetic. Sasaran yang terlibat sebanyak 32 lansia di Lingkungan Karang Bedil Mataram. Peserta antusias mempraktikkan dan berkonsultasi terkait dengan perawatan pada penderita DM. Lansia juga mampu mempraktikkan secara langsung senam diabetic. Selain itu kemampuan softskill mahasiswa dapat terasah. Selanjutnya diharapkan pengabdian melalui pendekatan kader dan tokoh masyarakat setempat untuk dapat melakukan kontrol pada perawatan mandiri lansia. Abstract: Pain caused by Diabetes Mellitus is a problem that must be solved. Management of diabetes mellitus requires continuous treatment. One of the self-care methods that can help reduce complications towards diabetic foot ulcers is through diabetic exercise. This service aims to achieve independent care for the elderly with DM so as to reduce morbidity in the elderly. This method is effective for improving blood circulation, thereby reducing complications that arise. This project is carried out by providing counseling, health checks and diabetic exercise. The targets involved were 32 elderly in Karang Bedil environment of Mataram. Participants enthusiastically practice and consult about DM treatments. The elderly are also able to directly practice diabetic exercise. In addition, students' soft skills can be honed. Furthermore, it is hoped that service through the approach of cadres and local community leaders can control the elderly self-care.
EDUKASI PENGATURAN DIET DIABETES MELLITUS (DM) PADA PENYANDANG DM SELAMA MENJALANI PUASA RAMADHAN Istianah Istianah; Hapipah Hapipah; Harlina Putri Rusiana
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.13 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4829

Abstract

ABSTRAKPengaturan diet DM sebagai salah satu pilar penatalaksanaan DM masih menjadi masalah sehingga memerlukan edukasi lebih lanjut bagi para penyandang DM di wilayah kerja puskesmas Tanjung Karang Kota Mataram terutama di bulan puasa. Pengaturan diet sangatlah penting sehingga glukosa darah penyandang DM tetap terkontrol pada batas normal. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman penyandang DM dalam mengatur diet dibulan puasa sehingga meminimalisir timbulnya berbagai komplikasi akibat ketidakstabilan glukosa darah, meningkatkan kualitas hidup dan dapat menjalankan puasa dengan lancar. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Kegiatan yang dilakukan berupa pre-test, pemberian edukasi serta post-test pengetahuan tentang diet saat menjalankan puasa pada penyandang DM. Dari 30 orang penyandang DM yang mengikuti kegiatan ini didapatkan pengetahuan sebelum diberikan edukasi dengan kategori baik 10%, cukup sebanyak 40% dan kurang sebanyak 50% dan setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 67% dan cukup 33%. Dengan demikian dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan terkait pengaturan diet pada penyandang DM melalui edukasi yang baik sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: diabetes mellitus; diet; puasa; edukasi. ABSTRACTThe regulation of the DM’ diet as one of the pillars of DM management is still a problem so it requires further education for people with DM in the working area of the Tanjung Karang Public Health Center, Mataram City, especially during the fasting month. Dietary regulation is very important so that the blood glucose of people with diabetes remains controlled at normal limits. The purpose of this service activity is to increase the understanding of people with diabetes in regulating diet in the month of fasting so as to minimize the emergence of various complications due to blood glucose instability, improve quality of life and be able to carry out fasting smoothly. This community service is carried out using lecture and discussion methods. Activities carried out in the form of pre-test, providing education and post-test knowledge about diet when fasting for people with DM. Of the 30 people with DM who took part in this activity, knowledge was obtained before being given education in the good category of 10%, sufficient as much as 40% and less as much as 50% and after being given education there was an increase in knowledge in the good category as much as 67% and enough 33%. Thus, it can be concluded that there is an increase in knowledge related to diet management in people with DM through good education so that it can be applied in everyday life. Keywords: diabetes mellitus; diet; fasting; education.
Efektivitas Senam Jantung Sehat terhadap Tekanan Darah dan Kualitas Tidur pada Lansia dengan Hipertensi Istianah; Ni Putu Sari Indriani; Hapipah
Journal of Health (JoH) Vol 9 No 1 (2022): Journal of Health (JoH) - Januari 2022
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v9n1.405

Abstract

Hypertension is a state of increased contraction of the arteries and increased blood pressure against the walls of blood vessels. One of the non-pharmacological therapies that can affect heart rate, blood pressure, relaxation, and sleep quality is healthy heart exercise. This study aims to determine the effect of healthy heart exercise on blood pressure and sleep quality in the elderly with hypertension. The research design used a pre-experimental design with One Group Pretest Posttest. The sample amounted to 16 respondents who were selected by purposive sampling by the inclusion criteria. The instruments used were sphygmomanometer and Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. Data were analyzed using Univariate and Bivariate. The results of data analysis using the Paired Sample t-Test showed a significance value of 0.000 (p-value <0.05), which means that there is an effect of healthy heart exercise on reducing blood pressure and improving sleep quality in hypertensive elderly. Based on the results of this study, it is expected that healthy heart gymnastics can be applied both to first-level health services and can be carried out at home regularly for the elderly who are affected by hypertension.
EDUKASI MENCUCI TANGAN YANG BAIK DAN BENAR UNTUK MENCEGAH DIARE DI MASA PANDEMI COVID-19 Hapipah Hapipah; Istianah Istianah; Zaenal Arifin
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 2 (2021): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i2.1147

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, hal ini disebabkan karena masih tingginya angka kesakitan diare di Indonesia dari tahun ke tahun. Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pencegahan terjadinya penyakit diare berasal dari pengetahuan tentang diare yang masih rendah. Salah satu cara pencegahan diare adalah dengan mencuci tangan. Hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan adalah dengan memberikan penyuluhan kesehatan tentang cara mencuci tangan. Pengabdian kepada masyarakat ini  bertujuan untuk memberikan edukasi mencuci tangan yang baik dan benar untuk mencegah diare di masa pandemi covid-19. Kegiatan ini diikuti oleh pasien rawat jalan di puskesmas Kediri Lombok Barat dengan menggunakan media laptop, LCD, poster dan leaflet. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan sikap yang positif dari peserta dengan memperhatikan setiap penjelasan tim pengabdian kepada masyarakat serta antusias dalam mempraktekkan langkah-langkah mencuci tangan. Semua peserta bersedia untuk menerapkan semua materi yang didapatkan pada kegiatan penyuluhan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Perlu dilakukan kegiatan penyuluhan kesehatan secara berkelanjutan untuk memberikan informasi yang adekuat sehingga terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat dalam bidang kesehatan.
PENCEGAHAN DIABETIK FOOT ULCER (DFU) MELALUI EDUKASI DAN DETEKSI DINI TERJADINYA NEUROPATI PADA PESERTA PROLANIS DI PUSKESMAS KARANG PULE KOTA MATARAM, NTB Istianah Istianah; Hapipah Hapipah; Ernawati Ernawati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i1.1207

Abstract

ABSTRACT : INFLUENCE OF TRAINING PERFORMANCE ASSESSMENT SYSTEMS TO HEAD OF ROOM APPLICABLE APPLYING PERFORMANCE ASSESSMENT SYSTEM IN INSTALLATION OF INGREDIENTS OF RSJD ATMA HUSADA MAHAKAM EAST KALIMANTAN PROVINCE The room chief plays a role in the performance appraisal system can run properly and appropriately to give satisfaction to the nurse. The understanding and implementation of performance assessment systems that does by the chief of room can be done through training. This study aims to identify the effect of performance appraisal system training on the ability of the head of the room to apply performance appraisal system. This study used Quasy Experiment and approached one group  pre test-post test design. Samples numbered 9 chiefs of room. Measuring instrument used was a questionnaire by univariat and bivariat analysis. The results showed there was the Changes of capability in implementing the performance appraisal system before and after training  (ρ=0.019). Based on this study suggested that the head of the room optimizes the implementation of the program performance appraisal system programmatically and improves the ability and skills of the head of the room in performing the assessment function.. Keywords: Performance Appraisal System,  Ability Kepala ruangan berperan dalam sistem penilaian kinerja dapat berjalan dengan baik dan tepat sehingga dapat memberikan kepuasan kepada perawat pelaksana.Pemahaman dan implementasi sistem penilaian kinerja yang dilakukan kepala ruangan dapat dilakukan melalui pelatihan.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh pelatihan sistem penilaian kinerja terhadap kemampuan kepala ruangan menerapkan sistem penilaian kinerja.Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment dan menggunakan pendekatanone group pretest -posttest design.Sampel berjumlah 9 orang kepala ruangan.Alat ukur yang digunakan kuesioner dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan kemampuan kepala ruangan dalam menerapkan sistem penilaian kinerja sebelum dan sesudah pelatihan (ρ=0,019). Berdasarkan penelitian ini disarankan agar kepala ruangan mengoptimalkan pelaksanaan sistem penilaian kinerja secara terprogram dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan kepala ruangan dalam melaksanakan fungsi penilai. Kata kunci : Sistem Penilaian Kinerja, Kemampuan
KOMPRES HANGAT JAHE UNTUK MENGURANGI NYERI RHEUMATOID ARTHRITIS PADA WARGA DUSUN BONGOR DESA TAMAN AYU KECAMATAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT Istianah Istianah; Hapipah Hapipah; Elisa Oktaviana Oktaviana
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2480

Abstract

Jumlah penderita Rheumatoid Artritis di dunia saat ini telah mencapai angka 355 juta jiwa, artinya 1 dari 6 penduduk bumi menderita penyakit Rheumatoid Arthritis (WHO. 2010). Di Indonesia prevalensi nyeri Rheumatoid Artritis 23,3%-31,6% dari jumlah penduduk Indonesia. Pada tahun 2007 lalu, jumlah pasien ini mencapai 2 juta orang, dengan perbandingan pasien wanita tiga kali lebih banyak dari pria. Diperkirakan angka ini trus meningkat hingga tahun 2025 dengan indikasi lebih dari 25%  akan mengalami kelumpuhan (Zen, 2010). Nyeri sendi banyak dikeluhkan oleh lansia dibagian lutut, kaki dan panggul sehingga mereka merasakan terganggu dalam melakukan aktifitas akibat rasa nyeri yang dirasakan (Damaiyanti & Siska dalam Hasim & Relawati, 2017). Nyeri merupakan masalah utama pada pasien dengan Rheumatoid Artritis maka penatalaksannan penyakit ini berfokus pada upaya mengurangi rasa nyeri. Terapi nonfarmakologi menjadi upaya pertama dalam manajemen nyeri pada  Rheumatoid Artritis. Tujuan Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagaimana tekhnik menurunkan nyeri secara non farmakologi melalui kompres hangat jahe kepada warga Dusun Bongor Desa Taman Ayu  Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah mengajarkan kompres hangat jahe untuk menurunkan nyeri Rheumatoid Artritis dengan metode demonstrasi. Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang tekhnik non farmakologi untuk mengurangi nyeri pada pasien Rheumatoid Artritis dengan kompres hangat jahe.Kata Kunci: Rheumatoid Artritis, kompres hangat jahe, NyeriABSTRACTThe number of Rheumatoid Arthritis sufferers in the world today has reached 355 million, meaning that 1 in 6 earth population suffer from Rheumatoid Arthritis (WHO. 2010). In Indonesia the prevalence of Rheumatoid Arthritis pain is 23.3% -31.6%. In 2007, the number of patients reached 2 million, with a ratio of three times more female patients than men. The estimated of that number will increase until 2025 with an indication that more than 25% will experience paralysis (Zen, 2010). Joint pain is often complained of by the elderly in the knees, legs and pelvis so that they feel disturbed in carrying out activities due to the perceived pain (Damaiyanti & Siska in Hasim & Relawati, 2017). Pain is a major problem in patients with Rheumatoid Arthritis, so the management of this disease focuses on reducing pain. Nonpharmacological therapy is the first attempt at pain management in Rheumatoid Arthritis. The purpose of this service is expected to provide information on how to reduce pain in a non-pharmacological way through warm compresses of ginger to residents of Bongor Village, Taman Ayu, Gerung District, West Lombok. The activity carried out is to teach ginger warm compresses to reduce Rheumatoid Arthritis pain with demonstration methods. An increase in public knowledge about non-pharmacological techniques to reduce pain in patients with Rheumatoid Arthritis with warm compresses of ginger. Keywords: Rheumatoid Arthritis, ginger warm compresses, Pain
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG GASTRITIS PADA SANTRIWATI DI PONPES DARUL FALAH PAGUTAN KOTA MATARAM TAHUN 2019 Ernawati Ernawati; Istianah Istianah; Hapipah Hapipah; Laela Badria
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i2.2060

Abstract

ABSTRAKInsiden gastritis sekitar 182,1 juta dari jumlah penduduk setiap tahun di dunia, dimana di Asia tenggara kejadian gastritis sekitar 583,635 dari jumlah penduduk setiap tahunnya. Prevalensi gastrititis dikonfirmasi melalui endoskopi. Berdasarkan gambaran 10 macam penyakit menonjol di Provinsi Nusa Tenggara Barat, gastritis menempati urutan ke delapan sebanyak 60.452 penderita, setelah penyakit infeksi akut lain pada saluran pernafasan bagian atas,rematik,hipertensi, penyakit kulit infeksi. Tujuan setelah penyuluhan, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang gastritis pada Santriwati Di Ponpes Darul Falah Pagutan Tahun 2019. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan booklet. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang gastritis pada Santriwati Di Ponpes Darul Falah Pagutan dan cara pencegahan terjadinya gastristis yang efektif. Kata Kunci: Santriwati, Gastritis, Penyuluhan  ABSTRACT The incidence of gastritis is around 182.1 million of the population every year in the world, where in Southeast Asia the incidence of gastritis is around 583,635 of the total population each year. The prevalence of gastrititis is transferred through endoscopy. Based on the description of 10 diseases that appear in the Province of West Nusa Tenggara, gastritis determines the sequence with a total of 60,452 patients, after acute infectious diseases in the upper respiratory tract, rheumatism, hypertension and infectious skin diseases. The goal after counseling is expected to increase knowledge about gastritis in Santriwati at Darul Falah Pagutan Islamic Boarding School in 2019. The activities carried out consisted of counseling using leaflets and booklets. Improving the knowledge of gastritis in Santriwati at  Darul Falah Pagutan Islamic Boarding School and and how to improve effective gastristic prevention Key Words : Santriwati, Gastritis, Counseling
Edukasi Manajemen Inkontinensia Urine pada Lansia Hapipah Hapipah; Baiq Ruli Fatmawati; Bahjatun Nadrati; Istianah Istianah; Abdul Aziz Azhari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.5116

Abstract

  ABSTRAK Lansia adalah seseorang yang mengalami tahap akhir dalam perkembangan hidup manusia. Pada masa lansia, terjadi banyak perubahan dan penurunan fisiologi pada semua sistem tubuh. Inkontinensia urine merupakan salah satu keluhan yang banyak ditemui dan dialami oleh lansia yang disebabkan oleh penurunan kapasitas kandung kemih dan berkurangnya kemampuan otot lurik pada uretra karena perubahan fisiologi pada lansia. Penatalaksanaan inkontinensia urine dapat diupayakan lebih baik, sehingga kualitas ADL (Activity Daily Living) dapat dipertahankan dan meringankan beban yang ditanggung oleh keluarga yang merawat salah satunya dengan cara memberikan edukasi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada lansia dan keluarganya tentang manajemen inkontinensia urine di desa Mambalan dusun Baturiti kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi dengan media laptop, LCD dan leaflet. Hasil dari kegiatan ini didapatkan para peserta menunjukkan sikap yang positif selama mengikuti kegiatan pengabdian dari awal sampai akhir. Perlu diadakan penyuluhan kesehatan secara berkelanjutan pada lansia agar tercapai kehidupan lansia yang sehat, sejahtera dan bahagia bersama keluarga. Kata Kunci: Edukasi, Inkontinensia Urine, Lansia  ABSTRACT Elderly is someone who is experiencing the final stage in the development of human life. In the elderly, there are many changes and physiological decline in all body systems. Urinary incontinence is one of the most common complaints experienced by the elderly caused by decreased bladder capacity and reduced ability of the striated muscles in the urethra due to physiological changes in the elderly. The management of urinary incontinence can be strived to be better, so that the quality of ADL (Activity Daily Living) can be maintained and ease the burden borne by families who care for one of them by providing education. The purpose of this community service is expected to be able to provide education to the elderly and their families about urinary incontinence management in Mambalan village, Baturiti hamlet, Gunung Sari sub-district, West Lombok. The methods used in this service are lectures, discussions and demonstrations using laptop, LCD and leaflet media. The results of this activity showed that the participants showed a positive attitude during the service activities from beginning to end. It is necessary to hold ongoing health education for the elderly in order to achieve a healthy, prosperous and happy life for the elderly with their families. Keywords: Heatlh Education, Urinary Incontinence, Elderly 
Identifikasi Kejadian Obesitas Berdasarkan Indeks Masatubuh dan Lingkar Pinggang Zaenal Arifin; Istianah Istianah; Baik Heni Rispawati; Hapipah Hapipah; Supriyadi Supriyadi; Baiq Ruli Fatmawati
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 2 (2021): Supp April 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i2.1413

Abstract

Kelebihan berat badan dan kegemukan sering menjadi permasalahan yang mengarah kepada faktor resiko penyakit tidak menular, sehingga identifikasi adanya obesitas menjadi hal penting untuk menghidari faktor resiko tersebut. Obesitas berhubungan dengan indeks masa tubuh dan lingkar pinggang. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kejadian obesitas berdasarkan indeks masa tubuh dan lingkar pinggang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dengan sampel berjumlah 51 orang. Pengumpulan data melalui pengukuran antropometri untuk mengukur tinggi badan, berat badan dan lingkar pinggang. instrument untuk pengukuran berat badan merek omron scale, tinggi badan merek onemed 26 stature meter, dan lingkar pinggang merek onemed waist ruler od-235.Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk mendeskripsikan IMT, lingkar pinggang dan obesitas pada responden. Berdasarkan pengukuran IMT didapatkan responden yang mengalami kelebihan berat badan sebanyak 25,49% dan obesitas sebanyak 33,33%. Sedangkan hasil pengukuran lingkar pinggang didapatkan rata-rata lingkar pinggang responden laki-laki adalah 91,39+9,732 dan yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 92 cm sebanyak 60,86%. Sedangkan rata-rata lingkar pinggang responden perempuan adalah 84,93+8,764 dan yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm sebanyak 71.42%. Berdasarkan hasil pengukuran IMT dan lingkar pinggang dapat diketahui bahwa kejadian obesitas yang dialami responden meliputi kelebihan berat badan, obesitas dan obesitas sentral.
Physical Exercise To Recovery of Consciousness in Post Operative Patients With General Anesthesia Hapipah Hapipah; Erida Apsarina; Istianah Istianah
STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.391 KB) | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.456

Abstract

General anesthesia is one of the techniques that is often chosen in performing surgery as a painkiller when going through surgery, followed by loss of consciousness. Early post-surgery there may be aspiration and decreased ventilation. This study aims to find out the effect of physical exercise to recovery of consciousness of post operative patients with general anesthesia. This study is Pre experimental with one shot case study design with 20 respondents. The technique used to collect samples is purposive sampling. Instruments in this study used Aldrete score. The data analysis showed an average difference in the aldrete score scoring of the control and the intervention group (4), (4), (6.1), (7.8), (8.3), (9.3) and (4), (6), (9.3), (9.9), (9.9), (10). The results of the data analysis showed a signification value of 0.000 ( < 0.05), which means there was a difference in consciousness recovery between the intervention group and control group