Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FENOMENA PLEONASME DALAM BAHASA INDONESIA: PERSPEKTIF GAYA BAHASA DAN KALIMAT EFEKTIF Jendri Mulyadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 4 No. 2 (2021): Volume 4 Nomor 2 Desember Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v4i2.2839

Abstract

Pleonasme dalam bahasa Indonesia dapat dipandang sebagai gaya bahasa. Namun di sisi lain, pleonasme menjadi faktor ketidak efektian kalimat. Pleonasme adalah salah satu gaya bahasa yang kerapkali digunakan dalam bahasa Indonesia. Pleonasme merupakan pemakaian kata yang mubazir (berlebihan). Jika ditinjau dari hakikatnya sebagai gaya bahasa, keberadaan pleonasme dapat dipandang sebagai sebuah kewajaran. Pleonasme sering digunakan oleh penutur untuk mempertegas sebuah pikiran atau memperkuat sifat ekpresif kalimat. Kalimat sebagai sarana penyampaian pesan dalam komunikasi tentunya harus memuat informasi secara lengkap, akurat, dan tidak bertele-tele. Kehematan adalah salah satu ciri yang perlu diperhatikan dalam membentuk kalimat efektif. Dengan demikian, hal ini tentunya berbenturan dengan hakikat pleonasme. Pleonasme secara jelas menunjukkan penggunaan kata-kata secara berlebihan dari yang dibutuhkan. Dilihat dari sudut pandang keefektifan penggunaan unsur bahasa dan kalimat efektif, pleonasme tidak dapat diterima keberadaanya.
PENINGKATAN PERAN AYAH DALAM KELUARGA MELALUI DISKUSI FORUM AYAH DI KELURAHAN PUHUN TEMBOK KOTA BUKITTINGGI Ashabul Fadhli; Jendri Mulyadi; Devi Syukri Azhari
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6429

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini ditujukan untuk peningkatan peran ayah dalam keluarga terutama dalam keterlibatannya sebagai ayah. Berangkat dari kegelisahan kaum ayah di Kelurahan Puhun Tembok Kota Bukittinggi, rutinitas dan tanggung jawab sebagai ayah di ruang publik mengurangi kualitas komunikasi bersama anak di rumah. Pada pembicaraan forum ayah, beberapa ayah memiliki kendala dalam kapasitasnya sebagai suami dan ayah untuk membicarakan persoalan seputar ke-Ayah-an. Untuk memaksimalkan tujuan kegiatan ini, Tim PKM sudah menentukan metode kegiatan dimulai dari persiapan, screening, pelaksanaan, evaluasi serta laporan dan luaran kegiatan. Keagiatan akan menjadi lebih terarah dengan hadirnya fasilitator yang akan memfasilitasi diskusi terarah oleh forum ayah dalam mengkaji persoalan tematis. Temuannya adalah beberapa ayah memiliki kesulitan untuk mengekspresikan diri mereka untuk berkomunikasi dan melaksanakan peran-peran ayah karena tidak terdapatnya media yang membicarakan hal itu layaknya kaum ibu. Meskipun begitu, kegiatan ini menjadi awal dari keterbukaan ayah untuk berkomunikasi dan bersikap lebih terbuka di dalam keluarga. Menurut para ayah, kegiatan ini menjadi media bagi mereka untuk saling berbagi dan mendengarkan pendapat sehubungan dalam peningkatan perannya sebagai ayah dan kepala keluarga di rumah. Kata kunci: Forum ayah, peran ayah; keluarga; anak  ABSTRACTThis community service activity (PKM) is aimed at increasing the role of fathers in the family, especially in their involvement as fathers. Departing from the anxiety of fathers in Puhun Tembok Village, Bukittinggi City, the routine and responsibility of being a father in public spaces reduces the quality of communication with children at home. In the discussion of the father's forum, some fathers have difficulties in their capacity as husbands and fathers to discuss issues related to fatherhood. To maximize the purpose of this activity, the PKM Team has determined the method of activities starting from preparation, screening, implementation, evaluation as well as reports and activity outputs. Activities will become more focused with the presence of a facilitator who will facilitate focused discussions by the father's forum in reviewing thematic issues. The finding is that some fathers have difficulty expressing themselves to communicate and carry out fatherly roles because there is no media that talks about it like mothers. Even so, this activity was the beginning of the father's openness to communicate and be more open in the family. According to the fathers, this activity became a medium for them to share and listen to opinions regarding the improvement of their roles as fathers and heads of families at home. Keywords: Father forum, father role; family; children
Gaya Bahasa Pada Pernyataan Penutup Najwa Shihab Dalam Gelar Wicara “Mata Najwa” di Trans 7 Jendri Mulyadi; Dian Christina
Jurnal Ilmiah Langue and Parole Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Langue and Parole
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36057/jilp.v4i2.482

Abstract

This research aims to describe the style of language in the closing statement of NajwaShihab on the talk show "Mata Najwa" in Trans 7. This type of research is a qualitative research using a descriptive approach. The data of this research is in the form of NajwaShihab's speech in the closing statement in the talk show "Mata Najwa" which contains language style. The data source for this research is the video recording of Mata Najwa's talk show on Trans 7 March - April 2020 edition. The video was taken on the Narasi Newsroom Youtube Channel. The methods and techniques used at the stage of providing the data are the listening method with tapping techniques and advanced listening techniques, free involvement, conversation and notes. At the stage of data analysis, the method used is the matching method with the technique of sorting the determining elements, while at the stage of presenting the results of data analysis, the method is used the informal method. The language styles found in NajwaShihab's closing statement on the talk show "Mata Najwa" in Trans 7 are hyperbole, personification, metaphor, synecdoche (totem pro parte), association, euphemism, anaphora, epanolepsis, epizeuksis, cynicism, innuendo, sarcasm, paradox, antithesis, and repetition. Repetition is the most dominant language style found in this research (in all data). The repetition in question is in the form of repeating phonemes at the end of the sentence (having a rhyme/rhyme "aa"). Each row in the data has a pair, namely odd and even rows (eg rows 1 and 2, 3 and 4, and so on).