Muhammad Nursid
Balai Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS KUANTITATIF B-KAROTEN DAN UJI AKTTVITAS KAROTENOID DALAM ALGA COKLAT TURBINARIA DECURRENS Biranti, Fransisca; Nursid, Muhammad; Cahyono, Bambang
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 17 Issue 2 Year 2009
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6725.173 KB)

Abstract

ABSTRACT---One of the Indonesian marine natural resources, brown alga of Turbinaria decurrens, used in pharmacy in order of carotenoid pigment as antioxidant. We interested in analysis B-caroten in Turbinaria decurrens and antioxidant and anti-tumor activity. The method that is use to divide carotenoid is the hierarchy maseration method using n-hexane, ethyl acetate  and methanol  and  then using chromatography column. To analyze the qualitative carotenoid uses HPLC  by Crc column and eluenmethanol-acetonitrile  (3:I).  Meanwhile,  the test of bioactivity carotene  uses  radical DPPH  (1I'difenil-2-pibilhidrozil)  to  test  of  antioxidant  qnd  sitotoksik asscy with  MTT  [3,(4,5-dimethylthiazol-2yl)-2,5-diphenyltetrcaolium  bromideJ  for  HeLa tumor cells  to test of anti-tumor. The  result of this research  is  B -caroten  thqt is in qctract  has 0.00387%.  Moreover,  bioacttvity  test  shows  that B -caroten  fraction does  notactive  to neutralize  of DPPHfree radical than  ascorbic  aci{  but  it shows  the  acttvity  to kill HeLa  tumor  cells.Keywords  : Turblnaria decunens,  Carolenoid,  Antioksidan,  Antitumor
BIOACTIVE TERPENOID FROM THE BALINESE NUDIBRANCH Hypselodoris infucata Martiningsih, Ni Wayan; Prasetia, I Nyoman Dodik; Nursid, Muhammad; Mudianta, I Wayan
Indonesian Journal of Pharmacy Vol 27 No 2, 2016
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.52 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm27iss2pp104

Abstract

Marine organisms, in particular nudibranchs (Mollusca: nudibranchia), are known as a rich source of chemically diverse secondary metabolites exhibiting potential as antimalarial, anti-inflammatory, antiviral and anticancer activity. We presented the chemical investigation of an extract of nudibranch Hypselodoris infucata collected from Bali, an unexplored water but rich in nudibranch diversity. The extract contained the known (–)-furodysinin (1), a furanosesquiterpene that for the first time isolated from this species. Metabolite 1 was purified by chromatography and the structure was characterised by comparison of 1H NMR data with that of the reported data. The absolute configuration was determined by comparing the optical rotation values with the known enantiomer. In vitro cytotoxic activity of compound 1 against HeLa cell line displayed an IC50 at 102.7µg/mL. We also report for the first time the development of a method to assay nudibranch extracts for their feeding deterrence activity against local shrimps Penaeus vannamei. The extract show food rejection with highly significant difference in respect to the control (P = 0.0061) at natural concentration of 3.0mg/mL.Keywords: nudibranch, natural product, feeding deterrence, Hypselodoris
Kadar Emestrin Emericella nidulans yang Dikultivasi pada Media dan Waktu yang Berbeda Nursid, Muhammad; Fajarningsih, Nurrahmi Dewi; Marraskuranto, Endar; Chasanah, Ekowati
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v7i2.71

Abstract

Penelitian untuk mengetahui pengaruh jenis media dan waktu kultivasi terhadap kadar senyawa emestrin dari kapang Emericella nidulans telah dilakukan. Kapang dikultivasi dalam 2 jenis media yaitu malt extract broth (MEB) dan soluble starch-water-soytone (SWS) dalam waktu 1, 2, 3, 4, dan 5 minggu. Kadar emestrin dianalisis dengan menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah biomassa dan kadar emestrin tertinggi dihasilkan E.nidulans yang dikultivasi dalam media SWS selama 5 minggu.
Bioprospeksi Spons, Karang Lunak dan Ascidian Asal Taman Nasional Laut Kepulauan Wakatobi: Antitumor dan Antioksidan Fajarningsih, Nurrahmi Dewi; Nursid, Muhammad; Januar, Hedi Indra; Wikanta, Thamrin
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v8i2.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi manfaat (bioprospeksi) spons, karanglunak, dan ascidian asal Taman Nasional Laut (TNL) Kepulauan Wakatobi sebagai antitumor dan antioksidan. Sampel makroinvertebrata laut diambil dengan menggunakan scuba diving di empat stasiun pengambilan di perairan TNL Kep. Wakatobi. Sebanyak 74 sampel diuji aktivitas antitumornya terhadap 3 jenis sel lestari tumor (HeLa, MCF7, SKOV3) dengan metode Thiazolyl Blue Tetrazolium Blue (MTT) dan diuji pula aktivitas antioksidannya dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl pikryl hidrazil). Sampel yang dapat menghambat >50% sel lestari tumor pada konsentrasi 20 µg/ml dikategorikan sebagai sampel aktif antitumor. Sampel yang memiliki aktivitas penghambatan radikal bebas >50% pada konsentrasi 100 µg/ml dalam uji DPPH dikategorikan sebagai sampel yang aktif antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 sampel (ascidian W0208; spons W2408 dan W2508) yang aktif terhadap tiga jenis sel lestari tumor, 11 sampel aktif terhadap dua jenis sel lestari tumor dan 22 sampel aktif terhadap satu jenis sel lestari tumor. Dari 74 sampel yang diuji aktivitas antioksidannya, terdapat 8 sampel yang tergolong aktif (7 sampel spons dan 1 sampel karang lunak).
Uji Aktivitas Antioksidan, Toksisitas, The Assays of The Antioxidative Activity, Toxicity, and Cytotoxicity of The Red Algae. Wikanta, Thamrin; Januar, Hedi Indra; Nursid, Muhammad
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i4.475

Abstract

Riset tentang aktivitas antioksidan, toksisitas dan sitotoksisitas ekstrak Rhodymenia palmata telah dilaksanakan. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1‑ difenil‑2­pikrilhidrazil).Uji toksisitas terhadap Artemia salina dilakukan dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Uji sitotoksisitas terhadap sel lestari tumor HeLa ditentukan dengan metode MTT (3‑(4,5‑dimetilthiazol‑2yi)‑2,5‑difeniI tetrazolium bromida). Hasil uji menunjukkan bahwa ekstralk kasar metanol memiliki aktivitas antioksidan rendah (IC .0~464,89 ppm). Fraksi etil asetat memiliki toksisitas paling tinggi (L C50 =5,36 ppm), dan fraksi n‑heksana memiliki toksisitas rendah (LC 0=55,20 ppm), sedangkan fraksi metanol termasuk kelompok tidak toksik (LC 50=39012,95 ppm). Uji sitotoksisitas terhadap sel lestari tumor HeLa menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki sitotolksisitas rendah (LC 5,=432,43 ppm), sedangkan fraksi n‑heksana memiliki sitotoksisitas tinggi (LC 5,=29,68 ppm).