Harlina Nurtjahjanti
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro

Published : 68 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENURUNAN TINGKAT STRES KERJA PADA PENERBANG MILITER MELALUI PENERAPAN TERAPI YOGA TAWA Prasetyo, Anggun Resdasari; Nurtjahjanti, Harlina; Fauziah, Nailul; Kustanti, Erin Ratna
Jurnal Psikologi Vol 15, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.506 KB) | DOI: 10.14710/jpu.15.1.11-20

Abstract

The laughter yoga therapy is a physical exercise technique that combines yoga breathing techniques, fitness exercise, laughter, applause rhythmic movements, and meditation. The purpose of this study was to test the effect of laughter yoga therapy to reduce work stress levels on military pilots of Indonesian army in Semarang, Central Java. A quasi-experimental pretest-posttest control group design was applied. Subjects comprised 10 military pilots of Indonesian army in Semarang which were compared to 10 military pilots that served ascontrols. Data were collected using the Work Stress Scale (26 items; α= .902). The t-test results showed a significant reduced work-stress level after the laughter yoga therapy was applied (t(16.025)=-8.471; p=.00; p<.001).
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP BEBAN KERJA DENGAN CYBERLOAFING PADA KARYAWAN BIRO ADMINISTRASI UMUM DAN KEUANGAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Ramadhan, Hafidz Ibnu; Nurtjahjanti, Harlina
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.982 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap beban kerja dengan cyberloafing pada karyawan biro administrasi umum dan keuangan Universitas Diponegoro. Cyberloafing merupakan perilaku menggunakan berbagai jenis gadget, baik milik instansi ataupun milik pribadi dengan tujuan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan secara sadar oleh karyawan ditempat dan saat jam kerja. Penelitian ini memiliki sampel sebanyak 45 karyawan untuk uji coba skala dan 60 karyawan untuk penelitian. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Penelitian ini menggunakan 2 skala sebagai alat ukur, yaitu Skala Persepsi terhadap Beban Kerja (33 aitem valid dengan α=0,893) dan Skala Cyberloafing (36 aitem valid dengan α=0,897). Berdasarkan metode analisis regresi sederhana didapatkan hasil rxy= -0,274 dengan p=0,000 (p<0,001). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara persepsi terhadap beban kerja dengan cyberloafing. Persepsi terhadap beban kerja memberikan sumbangan efektif sebesar 7,5% terhadap cyberloafing.
HUBUNGAN ANTARA KEADILAN DISTRIBUTIF DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA KARYAWAN PT. TELKOM, TBK DIVISI REGIONAL IV SEMARANG Desyani, Inggan Dwi Putri; Nurtjahjanti, Harlina
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.388 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7483

Abstract

Sumber daya manusia sangat penting dalam mengaplikasikan segala bentuk teknologi yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Beberapa hal terkait organisasi yang dapat mempertahankan karyawan adalah dengan memperhatikan persepsi mereka tentang manfaat yang mereka terima secara adil. Karyawan yang memiliki persepsi keadilan yang tinggi dalam organisasi lebih cenderung merasa berkewajiban untuk juga bersikap adil dalam bagaimana mereka melakukan peran mereka dengan memberikan lebih dari diri mereka sendiri melalui tingkat engagement yang lebih besar. Employee engagement adalah usaha karyawan secara fisik seperti memberikan ide terhadap perusahaan, dan dilengkapi dengan keinginan terlibat lebih dalam dengan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keadilan distributif dengan employee engagement pada karyawan PT. TELKOM, Tbk Divisi Regional IV Semarang.Populasi penelitian ini adalah karyawan PT. TELKOM, Tbk Divisi Regional IV Semarang yang berjumlah 670 dengan sampel karakteristik karyawan tetap dan berusia lebih dari 40 tahun sebanyak 73 karyawan. Sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah Skala Psikologi yaitu Skala Employee Engagement (32 aitem valid,  α = 0.955) dan Skala Keadilan Distributif (26 aitem valid, α = 0.961).Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0.419 dengan p=0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif antara keadilan distributif dengan employee engagement. Semakin positif keadilan distributif maka semakin tinggi employee engagement. Keadilan distributif memberikan sumbangan efektif sebesar 17.6% pada employee engagement dan sebesar 82.4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
The role of resilience and readiness to change on students’ learning interest: E-learning implementation during Covid-19 Harlina Nurtjahjanti; Anggun Resdasari Prasetyo; Lusi Nur Ardhiani
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 40, No 3 (2021): Cakrawala Pendidikan (October 2021)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v40i3.39080

Abstract

COVID-19 affects the learning system at university. This study aims to determine the relationship between resilience and readiness for changes in students’ interest to learn in the Faculty of Psychology, Universitas Diponegoro, Indonesia, under the implementation of an e-learning system during the COVID-19 pandemic. The subjects in this study were 190 Students (M = 37, F = 153). The sampling technique used was cluster random sampling. The instruments used were the CD-RISC (16 items; α = .886), readiness for change questionnare (28 items; α = .919), and interest in leaning questionnare (14 items; α = .882). The multiple regression analysis show that there was a positive and significant correlation between resilience and interest in learning (r = .555; p .001), and a positive and significant correlation between readiness for change and interest in learning (r = .580; p .001). Furthermore, resilience and readiness for change together can predict students’ interest in learning during e-learning implementation (r = .675, p .001), R2 = .456, F = 78,294; p .001). Resilience and readiness for change effectively contributed 45.6% to predicting students’ interest in learning. These results suggest that students have resilience and readiness for change so that their interest in learning remains high despite having to face uncertain situation.
KONFORMITAS DAN MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA JURUSAN ADMINISTRSI BISNIS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO Dyra Sri Amini; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.921 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15053

Abstract

Konformitas adalah perilaku individu untuk menyesuaikan diri dengan kelompok sesuai dengan harapan kelompok meskipun ada atau tidak ada permintaan langsung untuk mengikuti agar anggota dapat diterima di sebuah kelompok tersebut. Minat berwirausaha adalah keinginan, serta kesediaan untuk berkemauan keras memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa merasa takut akan resiko yang akan dihadapi, serta senantiasa mengembangkan usaha yang diciptakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara konformitas dan minat berwirausaha pada Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro. Subjek penelitian berjumlah 100 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel convenience sampling. Pengambilan data menggunakan skala Konformitas (25 aitem, α =0,89) dan Skala Minat Berwirausaha (67 aitem, α =0,97). Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi antara konformitas dengan minat berwirausaha rxy= -0,27 dengan p = 0,01 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang dipaparkan peneliti ditolak. Pada penelitian ini konformitas memberikan sumbangan efektif sebesar 7,5% pada minat berwirausaha.
HUBUNGAN ANTARA JOB INSECURITY DENGAN MOTIVASI KERJA PADA KARYAWAN PT. NYONYA MENEER SEMARANG Bonita, Richa; Nurtjahjanti, Harlina
Empati Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.404 KB)

Abstract

Motivasi kerja merupakan sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja, sehingga motivasi kerja yang timbul dalam diri seseorang atau pegawai untuk melakukan sesuatu karena adanya rangsangan dari luar baik itu dari atasan maupun lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara job insecurity dengan motivasi kerja pada karyawan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara job insecurity dengan motivasi kerja pada karyawan PT. Nyonya Meneer Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Nyonya Meneer Semarang, dengan menggunakan purposive sampling didapatkan jumlah sampel sebanyak 83 orang. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan skala psikologi yang terdiri dari skala Job Insecurity (23 aitem:α=0,929) dan Skala Motivasi kerja (20 aitem: α=0,884). Analisis data dengan menggunakan metode analisis regresi sederhana mengungkapkan bahwa ada hubungan negatif antara Job Insecurity dengan Motivasi Kerja (rxy=-0,223 ; p = 0,043), maka hipotesis dapat diterima. Artinya, semakin tinggi job insecurity maka motivasi kerja akan semakin menurun. Berlaku pula sebaliknya, semakin rendah job insecurity maka motivasi kerja akan semakin tinggi. Koefisien determasi menunjukkan secara simultan job insecurity dapat menjelaskan perubahan motivasi kerja sebesar 5% dan selebihnya 95% dipengaruhi oleh faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SOSIAL DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN PT. TELKOM INDONESIA REGIONAL IV JAWA TENGAH DAN DI YOGYAKARTA PUTRA, EKI DWI; Nurtjahjanti, Harlina
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.66 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.20034

Abstract

Keberhasilan suatu perusahaan memerlukan dukungan penuh sumber daya manusia yang ditandai dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB). Karyawan perusahaan dapat menciptakan lingkungan pekerjaan yang kondusif dengan kecerdasan sosial sehingga dapat berperilaku OCB. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling, dengan jumlah sampel 107 karyawan. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Organizational Citizenship Behavior (30 aitem, α = 0,886) dan Skala Kecerdasan Sosial (35 aitem, α =0,928). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif signifikan antara kecerdasan sosial dengan Organizational Citizenship Behavior pada karyawan PT. Telkom Indonesia Regional IV (r= 0,681; p< 0,00). Hal tersebut menunjukan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu hubungan antara Kecerdasan Sosial dengan Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan PT. Telkom Indonesia Regional IV dapat diterima. Semakin tinggi kecerdasan sosial maka semakin tinggi Organizational Citizenship Behavior pada karyawan PT. Telkom Indonesia Regional IV, sebaliknya semakin rendah kecerdasan sosial maka semakin rendah Organizational Citizenship Behavior pada karyawan PT. Telkom Indonesia Regional IV. Variabel kecerdasan sosial memberikan sumbangan efektif sebesar 46,4% terhadap Organizational Citizenship Behavior, 53,6% sisanya ditentukan oleh faktor lain yangtidak diteliti dalam penelitian ini.
PENGARUH PENERAPAN TERAPI TAWA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES KERJA PADA PEGAWAI KERETA API Prasetyo, Anggun Resdasari; Nurtjahjanti, Harlina
Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.249 KB) | DOI: 10.14710/jpu.11.1.14

Abstract

Kesuksesan secara psikologis seperti merasakan kepuasan, kenyamanan dan kebahagiaan dalam bekerja dibutuhkan oleh setiap pekerja, akan tetapi dalam kenyataan banyak pekerja yang mengalami stres kerja. Salah satunya  pegawai PT. Kereta Api bagian SDM DAOP IV Semarang yang memiliki tuntutan harus menangani masalah-masalah pengembangan sistem dan tata kelola ketenagakerjaan di perusahaan. Penanganan stres dapat menggunakan terapi tawa, yaitu metode terapi dengan humor dan tawa untuk membantu individu menyelesaikan masalah dan gangguan fisik maupun mental. Sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, yang melibatkan 36 orang karyawan. Analisis data penelitian menggunakan statistik nonparametrik Mann-Whitney U-Test. Terlihat bahwa nilai p hitung berdasarkan statistik z adalah 0,000 yang lebih kecil dari taraf nyata (p<0,05). Hal ini menunjukkan data posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki perbedaan yang signifikan, dengan demikian hipotesis penelitian dapat diterima.Kata Kunci: stress kerja, terapi tawa, karyawan
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIANTHE BIG FIVE PERSONALITY DENGAN INTENSI MENJADI WORKAHOLIC PADA KARYAWAN HALLIBURTON INDONESIA Dewi, Annisaa Tiara; Nurtjahjanti, Harlina
Empati Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.477 KB)

Abstract

Konsep gaya hidup masyarakat modern yang mengutamakan peningkatan kualitas sosial menyebabkan masyarakat selalu berusaha memenuhi kebutuhannya dengan cara bekerja sehingga bekerja dipandang sebagai suatu kegiatan yang prestige serta menimbulkan perilaku intensi menjadi workaholic. Faktor yang mempengaruhi intensi menjadi workaholic yaitu faktor internal. Kepribadian merupakan salah satu faktor internal dari perilaku karyawan. Salah satu kepribadian yang memiliki validitas untuk mengukur perilaku yaitu kepribadian the big five personality. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian the big five personality dengan intensi menjadi workaholicserta hubungan kelima dimensi kepribadian the big five personality yaitu concientiousness, neuroticsm, extraversion, openness, dan agreeablenes dengan intensi menjadi workaholic pada karyawan Halliburton Indonesia. Sampel penelitian merupakan karyawan Halliburton Indonesia sebanyak 150 karyawan yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu Skala Kepribadian The Big Five Personality (40 aitem valid, α = 0,905) dan Skala Intensi Menjadi Workaholic (38 aitem valid, α = 0,921) yang telah diuji coba pada 80 karyawan Halliburton Indonesia. Data yang diperoleh berdasarkan analisis regresi sederhana menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,319 dengan p= 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepribadian the big five personality dengan intensi menjadi workaholic. Agreeableness dengan intensi menjadi workaholic didapat angka koefisien sebesar 0,140 dengan signifikansi 0,453 pada p
HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN KESIAPAN UNTUK BERUBAH PADA KARYAWAN PT.KAI COMMUTER JABODETABEK Dharmawan, Dwi Cheppy; Nurtjahjanti, Harlina
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.049 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived organizational support (POS) dan kesiapan untuk berubah pada karyawan PT.KAI Commuter Jabodetabek (PT. KCJ). POS didefinisikan sebagai keyakinan terhadap dukungan organisasi yang dirasakan karyawan berkaitan dengan kontribusi dan kepedulian organisasi terhadap kesejahteraannya, sementara itu kesiapan untuk berubah adalah hasil dari evaluasi yang dilakukan individu terhadap diri sendiri dan lingkungan secara afektif dan kognitif untuk mau turut serta melakukan perubahan dalam organisasi.Populasi penelitian ini adalah 146 dan sampel penelitian sebanyak 81 orang. Petugas loket dipilih sebagai subjek penelitian karena pada posisi tersebut akan merasakan langsung pengaruh dari perubahan organisasi yang terjadi di PT. KCJ, yaitu penggunaan mesin penjualan tiket otomatis. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan 2 skala sebagai alat ukur, yaitu Skala POS (38 aitem valid dengan α=0,951) dan Skala Kesiapan untuk Berubah (32 aitem valid dengan α=0,923). Berdasarkan metode analisis regresi sederhana didapatkan hasil bahwa rxy=0,612 dengan p=0,000 (p<0,001). Hasil tersebut menunjukan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara POS dan kesiapan untuk berubah.POS memberikan sumbangan efektif sebesar 37,4% terhadap kesiapan untuk berubah.
Co-Authors Abdurrahman, Irfan Amanda Intan Puspitasari Anggun Resdasari Prasetyo Anjasmara Adiel Saputra Annisa Irti Annisaa Tiara Dewi Arini Izzati Fatimah Arviana Fitri Kusumastuti Astuti, Indri Murti Aufari, Gadhia Azkia Fadhilah Bagas Ramadhiansyah Briananta Winda Kurniawan Candra Rakhma Alima Catur Wahyu Wijayanti Chanya Paripurastu Sasongko, Chanya Paripurastu Cintantya, Danastri Costrie Ganes Widayanti Diah Ratna Sari Diana Rusmawati Dinda Karin Shaina Dwi Cheppy Dharmawan, Dwi Cheppy Dyra Sri Amini Egy Yolanda Putra Erin Ratna Kustanti Erna Dyah Krisnaningrum Fardia Astiarini Ilyas Febrie Sani Febrina, Avy Tiasa Ferina Nissa Fauzia Francisca Aully Adestyani Hafidz Ibnu Ramadhan, Hafidz Ibnu Hasna Pratiwi Kuswardani Hawa, Mollinda Aginza Hilmun Zahrina I Gusti Ayu Agung Yesika Yuniar Ika Zenita Ratnaningsih Inggan Dwi Putri Desyani Jati Ariati Kafhaya Maryama Suraya Lusi Nur Ardhiani Mia Novitaloka Mohamad Rizal Rifai Mukhammad Rangga Perdana Nailul Fauziah Nofiar Aldriandy Putra Nora Rizky Maulidina Novianti, Yusi Fitri NURLIAWATI, INTAN Pratidya Cantika Maharani Negara Pratiwi, Atina Kamila PUTRA, EKI DWI Putri Zahrah Adelia Rahadyan Sekar Gupita Negara Rahmah, Annisa Aulia Ratna Intifada Richa Bonita, Richa Rini Sulistyawati Rizka Augusta Rizky Meutia Ramadita Satri Purwito SEPTIANI, NURALINA Setianingrum, Anindhita Setyowati Wulandari Siti Maesaroh Suci Permatasari Syahrina Nurul Hidayah SYAIFULLAH, AKRAM SHIDDIQ Syarifuddin Syarifuddin Unika Prihatsanti Valentina Karina Dwiayuningtyas Pratiwi Yuli Agustiani