Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PERBEDAAN JUMLAH MIKROBA PADA ALAT MAKAN SEBELUM DAN SESUDAH DICUCI DENGAN DAUN JERUK PURUT (Citrus histrik. DC) Sulistiyani . .; Ulfa . Nurullita; Dina Dwi Nuryani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 1. No. 2 Tahun 2004
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4707.14 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.1.2.2004.%p

Abstract

ABSTRACT Background: Food tools can be a medium of diseases transmission if they are not washed cleanly. To prevent diseases transmission through food dishes are usually done by washing them some detergents or sanitizers. This way can produce waste water and cause environment pollution. (using natural substances (Citrus histrix leal) can reduce the polluted environment and microbe density on food dishes. This kind of leaf consists of polifenol, saponin, and atsiri oil to be functioned as disinfectants. Objective; This research is to count and analyze the difference of total microbe on the food dishes before and after being washed by Citrus histrix leaf. Method: This explanatory research applies the quasi experimental design, one group pretest posttest. Result; Total, microbes on food dishes before being washed by Citrus histrix leaf are t 13.2 x103 colony per cm2 and 9.7 x l03 after being washed. Statistical analysis by paired samples t test shows the signifiiant difference of microbe number (p = 0.000). Conclusion ; Citrus histrix leaf can reduce microbe density on the food dishes Keywords : Total of microbe, food dishes, Citrus histrix leaf
Pemanfaatan Vct Pada Orang Berisiko Tertular HIV/Aids Puskesmas Kota Bandar Lampung Citra, Citra Wahyu; Nuryani, Dina Dwi; Febriani, Christin Angelina
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2021): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i2.473

Abstract

HIV/ AIDS merupakan salah satu penyakit menular yang mengelobal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mengenai pemanfaatan VCT pada orang berisiko HIV/AIDS. Penelitian ini menngunakan jenis penelitian dengan pendekatan desian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang Risiko HIV/AIDS yang terdata di klinik VCT Puskesmas Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung berjumlah 4354. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling sehingga jumlah sampel 122 orang. Analisis data secara univariat, bivariat dan multivariate. Ada hubungan antara kerentanan yang dirasakan (p-value = 0,002 dan OR 4,683), bahaya yang dirasakan (p-value = 0,036 dan OR 2,786), manfaat yang dirasakan (p-value = 0,010 dan OR 3,563), hambatan yang dirasakan (p-value = 0.000 dan OR 7,906), isyarat untuk bertindak (p-value = 0,000 dan OR 22,077) dengan Pemanfaatan VCT pada orang berisiko AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) di Puskesmas Sukaraja dan Simpur Bandar Lampung Tahun 2021. Faktor yang paling dominan adalah isyarat untuk bertindak dengan nilai OR yaitu 13.652.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU HIGI ENIS REMAJA PUTRI PADA SAAT MENSTRUASI DI MTS AL-KHAIRIY AH KANGKUNG KECAMATAN BUMI WARAS BANDAR LAMPUNG TAHUN 2012 Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i3.366

Abstract

Remaja harus dipersiapkan baik pengetahuan, sikap dan perilakunya kearahpencapaian reproduksi yang sehat, terutama untuk remaja puteri yang nantinya menjadiseorang wanita yang bertanggung jawab terhadap keturunannya. Kelompok remajamenjadi perhatian karena jumlah mereka yang besar dan rentan serta mempunyai risikogangguan terhadap kesehatan reproduksi (Santrock, 2008).Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan jenis penelitian kuantitatif,dengan desaincross sectional.Penelitian dilakukan di MTs Al-Khairiyah KecamatanBumiWaras Bandar Lampung pada tanggal 11-12 Desember 2012. Populasi dalam penelitianini adalah remaja puteri yang sedang menempuh pendidikan di MTs Al-KhairiyahKecamatan Bumi Waras Bandar Lampung yang berjumlah77 orang, sedangkan sampeldalam penelitian ini adalah 75 orang dikarenakan ada 2 orang remaja puteri yang belummenstruasi. Variabel terikat pada penelitian ini adalah perilaku higienis remaja puteripada saat menstruasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yangberhubungan dengan perilaku higienis remaja puteripada saat menstruasi yaitu:pengetahuan tentang higiene menstruasi, sikap terhadap higiene menstruasi,kepercayaan terhadap mitos, KIE tentang higiene menstruasi, sumber informasi, saranakebersihan dan kesehatan sekolah.Analisis data dilakukan menggunakan distribusifrekuensi presentase univariat, analisa bivariat dengan ujiChi-Square,dan analisamultivariat.Hasil ujichi-squarediperolehp-value=0,014 (p < 0,05), maka dapat disimpulkanbahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang higiene menstruasidengan perilaku remaja puteri pada saat menstruasi,dengan nilai OR 0,250.Hasil ujistatistik chi-square diperoleh p-value =0,041 (p <0,05), maka dapat disimpulkan bahwaada hubungan yang signifikan antara sikap terhadaphigiene menstruasi dengan perilakuhigienis remaja puteri pada saat menstruasi. NilaiOR 4,8 yang berarti bahwa respondenyang mempunyai sikap terhadap higiene menstruasi positif mempunyai peluang 4,8 kalilebih besar untuk berperilaku higienis pada saat menstruasi dibandingkan dengan yangsikap terhadap higiene menstruasi negatif. Hasil analisis chi-square menunjukkan tidakada hubungan kepercayaan terhadap mitos dengan perilaku higienis remaja puteri padasaat menstruasi diperoleh p-value 0,633 yang berarti (p > 0,05). Hasil uji statistik chi-square diperoleh p-value = 0,001 (p < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa adahubungan yang signifikan antara KIE dengan perilaku higienis remaja puteri pada saatmenstruasi. Nilai OR 6,77 yang berarti bahwa responden yang mendapatkan KIEmempunyai peluang 6,77 kali lebih besar untuk berperilaku higienis pada saatmenstruasi dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan KIE. Hasil uji statistikchi-square diperolehp-value= 0,041 (p < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa adahubungan yang signifikan antara sumber informasi dengan perilaku higienis remajaputeri pada saat menstruasi. Nilai OR 1,41 yang berarti bahwa responden yangmendapatkan sumber informasi mempunyai peluang 1,41kali lebih besar untukberperilaku higienis pada saat menstruasi dibandingkan dengan yang tidak mendapatkansumber informasi.Hasil uji statistikchi-square diperolehp-value0,170 (p > 0,05), makadapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara sarana kebersihandan kesehatan dengan perilaku higienis remaja puteri pada saat menstruasi, dengan nilaiOR 0,27.Kata kunci : Perilaku, Higiene menstruasi, faktor-faktor yang berhubungan
HUBUNGAN KEBIASAAN KELUAR PADA MALAM HARI DAN MEMAKAI OBAT NYAMUK DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DESA LEMPASING KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN PESAWARAN 2015 Melisah Melisah; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.462

Abstract

Kabupaten Pesawaran merupakan daerah endmis malaria. Kasus di Kecamatan Hanura 2013 sebanyak 1.988, Padang Cermin 63 kasus, dan Pedada 262 kasus. Lempasing salah satu desa di Wilayah kerja Kecamatan Teluk Pandan merupakan salah satu desa endemis malaria, Tahun 2014 Lempasing terjadi kasus malaria Teriana, Tropica dan Mix Malaria. Tujuan penelitian diketahui hubungan kebiasaan keluar pada malam hari dan memakai obat nyamuk dengan kejadian malaria di Desa Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran.Rancangan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 92 orang dipilih dengan random sampling sederhana. Analisis menggunakan uji Chi-square dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil Penelitian ini memunjukkan bahwa ada hubungan kebiasaan keluar pada malam hari dengan kejadian malaria (p=0,000), kebiasaan memakai obat nyamuk (p=0,000) dengan kejadian malaria. Disarankan bagi masyarakat desa Lempasing jika harus ada kegiatan di luar rumah pada malam hari harus menggunakan obat anti nyamuk atau menggunakan pakaian yang menutup badan.Kata Kunci : Malaria, keluar, obat nyamuk.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUNGGUR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2013 Titin Septina; Ahcmad Farich; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i2.395

Abstract

Kader merupakan relawan yang berasal dari masyarakat yang mempunyai perananbesar dalam penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat. Perkembangan danpeningkatan mutu pelayanan posyandu sangat dipengaruhi oleh peran serta masyarakatdiantaranya adalah kader. Menurut data Kecamatan Punggur terdapat 275 kadersampai Juni tahun 2012 terdapat 223 kader aktif dan 22 posyandu dengan kaderkurang yang aktif. Tujuan penelitian ini adalah diketahui hubungan tingkat pendidikandan pelatihan dengan keaktifan kader posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas PunggurKabupaten Lampung Tengah Tahun 2013.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Punggur pada bulan Juni sampaiAgustus tahun 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader posyandu diWilayah Kerja Puskesmas Punggur sebanyak 275 orang dengan sampel sebanyak 163orang yang diambil secara proposi non random sampling. Penelitian ini menggunakananalisis bivariat chi square dengan nilai α = 0,05.Hasil penelitian sebagian besar responden aktif sebagai kader 90 responden(55,2%), sebagian besar responden memiliki pendidikan lanjutan yaitu 94 responden(57,7%) dan sebagian besar responden tidak pernah dilatih yaitu 85 responden(52,1%). Hasil analisis ditemukan terdapat hubungan tingkat pendidikan (p value =0,00) dan pelatihan (p value = 0,00) dengan keaktifan kader posyandu. Disarankanuntuk pembinaan dan pelatihan secara berkesinambungan serta pendanaan untukposyandu.Kata Kunci : Keaktifan Kader, Pendidikan, Pelatihan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAKTIFAN KADER POSYANDU DI DESA MULANG MAYA KECAMATAN KOTABUMI SELATAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2012 Harisman Harisman; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i4.341

Abstract

Upaya yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan cakupanposyandu di Desa Mulang Maya Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utaradengan meningkatkan peran kader dalam setiap kegiatan posyandu melalui pembinaanoleh petugas. Tujuan penelitian diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifankader posyandu di Desa Mulang Maya Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten LampungUtara Tahun 2012.Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode penelitian cross sectional. Populasiadalah semua kader posyandu di Desa Mulang Maya Kecamatan Kotabumi SelatanKabupaten Lampung Utara sebanyak 50 orang dari 10 Posyandu dengan jumlah sampel50 orang, analisa menggunakan uji Chi-square (c2).Hasil uji statistik didapatkan ada pengaruh tingkat pendidikan (p-value = 0,005),pengetahuan (p-value = 0,015), penghargaan kader (p-value = 0,025) dan dukungankeluarga (p-value = 0,015) terhadap keaktifan kader posyandu di Desa Mulang MayaKecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara Tahun 2012Saran, bagi petugas kesehatan diharapkan untuk terus menggerakkan kader posyandudalam melaksanakan kegiatan posyandu secara aktif dengan memberikan penyuluhansecara berkala pada kader posyandu dan bagi masyarakat diharapkan ikut berperanserta aktif untuk mendukung kader posyandu, dengan cara memberikan dukunganberupa informasi dan fasilitas yang kepada kader posyandu yang ada.Kata Kunci : Keaktifan Kader, Posyandu
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERNIKAHAN DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG LABUHAN KABUPATEN WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG Nina Sopiyana; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i3.401

Abstract

Angka remaja menikah di usia dini semakin hari semakin meningkat. PuskesmasGunung Labuhan merupakan salah satu puskesmas dengan jumlah remaja kategori usia10 – 16 tahun terbesar dan merupakan urutan pertama dengan jumlah pasangan nikahdini < 16 tahun di Kabupatn Way Kanan. Berdasarkan data SP2TP (Sistem Pencatatandan Pelaporan Terpadu Puskesmas) gunung labuhan tahun 2012 jumlah perempuanyang menikah dini < 16 tahun sebesar 62 orang (40%) dari 155 total pernikahan danmeningkat di tahun 2013 menjadi sebesar 74 orang (45,7%) dari 162 total pernikahan.Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan dini diwilayah kerja puskesmas gunung labuhan kabupaten waykanan Tahun 2014.Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasiadalah wanita usia 21 tahun yang sudah menikah di Wilayah Kerja puskesmas gununglabuhan kabupaten waykanan tahun 2014 yaitu sebanyak 2115 responden, jumlahsampel dalam penelitian ini adalah sebesar 337 responden. Data diperolehmenggunakan kuesioner dengan wawancara. Analisis data menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pendidikan (pvalue.0,000)OR=18,37, ada hubungan adat istiadat (pvalue.0,027)OR=1,70, ada hubungan kepercayaan(pvalue.0,005)OR=1,92 dengan prnikahan dini. Saran melakukan kerja sama lintassektoral petugas puskesmas dengan Kecamatan dan masyarakat, agar memberikanpenyuluhan promosi kesehatan kepada masyarakat tentang pernikahan dini dandampaknya terhadap kesehatan reproduksi remaja.Kata Kunci : Pendidikan, Kepercayaan, Adat Istiadat
FAKTOR KEAKTIFAN PENDERITA TB PARU DALAM MENJALANI PENGOBATAN DI KOTA METRO TAHUN 2014 Saleh Saleh; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i1.421

Abstract

Tuberkolusis (TB) paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh basil mycobacterium tuberkolusis. Angka Succes Rate Kota Metro 89,04% (2013), dibawah target Nasional (>91%). Kendala yang dihadapi diantaranya terdapat penderita TB yang mangkir dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit TB paru. Tujuan penelitian adalah diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan penderita TB paru dalam menjalani pengobatan di Kota Metro tahun 2014.Jenis penelitian kuantitatif, rancangan survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi adalah seluruh penderita TB (BTA positif) yang tercatat dan berobat di seluruh Puskesmas di Kota Metro pada tahun 2013 berjumlah 103 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner, teknik analisis data uji chi squareHasil penelitian menunjukkan responden aktif menjalani pengobatan (89%), memiliki pengetahuan baik (54%), pendidikan tinggi (56%), bekerja (64%), dukungan keluarga baik (68%), peran PMO baik (76%). Tidak ada hubungan pengetahuan dan keaktifan penderita TB dalam menjalani pengobatan (p=0,112), tidak ada hubungan pendidikan dan keaktifan penderita TB dalam menjalani pengobatan (p=0,204), ada hubungan pekerjaan dan keaktifan penderita TB dalam menjalani pengobatan (p=0,001), ada hubungan dukungan keluarga dan keaktifan penderita TB dalam menjalani pengobatan (p=0,004), ada hubungan peran PMO dan keaktifan penderita TB dalam menjalani pengobatan (p=0,004). Saran untuk Penderita TB paru agar aktif menjalani pengobatan. Petugas kesehatan agar meningkatkan program penyuluhan kesehatan, konseling, meningkatkan pengetahuan PMO, melakukan jemput bola pada penderita mangkir.Kata Kunci : Keaktifan Penderita TB paru
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN PENYAKIT KECACINGAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DUSUN PANGKUL TENGAH DESA MULANG MAYANG KECAMATAN KOTABUMI SELATAN, KABUPATEN LAMPUNG UTARA Dina Dwi Nuryani; Ima Yustitia
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i2.486

Abstract

Penyakit infeksi masih merupakan masalah kesehatan utama di dunia, terutama di negara tropis dan sedang berkembang, termasuk di Indonesia. Di antara penyakit infeksi, ternyata hingga saat ini penyakit kecacingan terkesan kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Angka prevalensi cacingan di Indonesia mencapai 28,12% sedangan target kecacingan di Indonesia < 20% Tujuan penelitian diketahui Diketahui hubungan personal hygine (mencuci tangan, kuku tangan dan penggunaan alas kaki) dengan kecacingan pada anak sekolah dasar. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak SD kelas 4-6 di Dusun Pangkul Tengah Desa Mulang Jaya. Populasi berjumlah 78 orang dengan jumlah sampel total sampling (78). Analisa data menggunakan chi-square, dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil Penelitian menunjukan bahwa hanya 8 (10,3%) menderita kecacingan. Sebagian besar responden mencuci tangan baik (64,1%), kebersihan kuku tangan dalam kategori bersih sebesar 73,1%, dan yang menggunakan alas kaki sebesar 67,9%. Ada hubungan mencuci tangan (p=0,022; OR 6,5), kebersihan kuku tangan (p=0,029; OR 5,6), dan penggunaan alas kaki (p=0,012; OR 8,0) dengan penyakit kecacingan pada anak sekolah dasar di Dusun Pangkul Tengah Desa Mulang Maya Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Disarankan pada petugas kesehatan peningkatan pengetahuan masyarakat khusus nya pada anak sekolah dasar tentang kebersihan diri, melalui promosi kesehatan atau penyuluhan yang dapat diberikan pada saat kegiatan pramuka, PMR, dan lain-lain atau dapat juga membina anak sekolah dasar dari masyarakat yang dapat mentransfer pengetahuan kesehatan kepada anak yang lain.Kata kunci : Penyakit kecacingan, personal hygiene
ANALISA FAKTOR GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN FLOUR ALBUS PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMAJU BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016 Meli Maulina Sari; Dina Dwi Nuryani; Ririn Wulandari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i3.578

Abstract

Data penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75% wanita didunia pasti menderita keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantaranya bisa mengalaminya sebanyak dua kali atau lebih. Tujuan penelitian ini diketahui Analisa Faktor Gaya Hidup Dengan Kejadian Flour Albus Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamaju Bandar Lampung Tahun 2016.Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Sukamaju Bandar Lampung tahun 2016 yang berjumlah 374, sampel berdasarkan total populasi. Pengambilan data secara langsung dengan metode wawancara menggunakan kuisioner. Analisis Bivariat dalam penelitian ini menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian pada analisa multivariat menunjukkan bahwa kebiasaan mengganti pembalut saat menstruasi dengan nilai p-value 0,001 dan OR=3.069. Kata Kunci : Gaya Hidup, Flour Albus