Anita Lidesna Shinta Amat
Fakultas Kedokteran, Universitas Nusa Cendana

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IBM FABRIC MASK MAKING TRAINING FOR THE RESIDENTS OF EAST PENFUI VILLAGE, KUPANG TENGAH, KUPANG DISTRICT IN CENTRAL PANDEMI COVID-19 Anita Lidesna Shinta Amat; Herman Pieter Louis Wungouw; Efrisca Damanik
Journal of Health Community Service Vol. 1 No. 1 (2021): Journal of Health Community Service: 2021 May
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhcs.v1i1.2107

Abstract

Covid-19 pandemic has become a global problem that has an impact on almost all levels of society, both those with income and no income. Recommendations regarding the use of masks in the community, during home care, and in health care facilities in areas need to be mobilized massively. Current information indicates that the two main modes of transmission of the COVID-19 virus are respiratory droplets and contact. The use of masks has become a culture in life and daily activities so that the need for masks has increased. Therefore, it is necessary to have a stock of masks that are clean and of good type of cloth as prevention and first aid when doing activities outside the home. The condition of the residents in Penfui Village shows that not all are able to provide a large stock of masks for at least 1 house / small family. This situation prompted the Community Service team from the Faculty of Medicine (FK) Undana to provide training in making cloth masks for the community in East Penfui Village.
HUBUNGAN INSOMNIA TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI KUPANG Ronaldo Osario Lau Gue; Anita Lidesna Shinta Amat; I Nyoman Sasputra
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 9 No 1 (2021): April (Terbitan 21 Tahun 2021)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.172 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4939

Abstract

Seseorang yang mengalami insomnia akan mengantuk pada siang hari, sehingga dapat menurunkan konsentrasi dan akan mengganggu aktivitas. Konsentrasi diperlukan agar dapat berpikir dan bertindak untuk memiliki perhatian terhadap objek yang dipelajari dengan mengesampingkan hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan insomnia terhadap konsentrasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran di Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini jenis penelitian kuntitatif. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proportional stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 76 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner KSPBJ-IRS untuk mengukur insomnia dan kuesioner Konsentrasi Belajar untuk mengukur kemampuan konsentrasi belajar. Analisis data yang digunakan adalah uji spearman rank. Hasil analisis bivariat pada 76 orang mahasiswa menunjukkan adanya hubungan signifikan (p=0,000) antara insomnia dengan konsentrasi belajar. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara insomnia dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di Kupang.
HUBUNGAN PENGGUNAAN TELEPON SELULER DENGAN NYERI KEPALA PRIMER PADA MAHASIWA KEDOKTERAN UNDANA Andre Januar Dwi Putra Haning; I Made Artawan; Anita Lidesna Shinta Shinta Amat; Dyah Gita Rambu Kareri
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 9 No 1 (2021): April (Terbitan 21 Tahun 2021)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.714 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4949

Abstract

Nyeri kepala adalah nyeri yang dirasakan di bagian kepala atau disebut juga sefalgia. Nyeri kepala secara umum dibedakan atas dua yaitu nyeri kepala primer dan nyeri kepala sekunder. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2016 secara global sekitar 50% dari orang dewasa berumur 18-65 tahun pernah menderita nyeri kepala. Jenis nyeri kepala yang paling sering dialami adalah nyeri kepala primer yaitu Tension-type headache (TTH), Migren, dan Klaster. Salah satu faktor penyebab terjadinya nyeri kepala adalahan penggunaan media elektronik dan telepon seluler adalah media elektronik yang paling banyak dimiliki. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara penggunaan telepon seluler dengan nyeri kepala primer pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Undana. Metode penelitian ini termasuk penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional .Sampel pada penelitian ini berjumlah 69 orang diperoleh dengan teknik propotionate stratified ramdom sampling. Hasil dari 69 responden didapati 43 orang mengalami nyeri kepala dan 26 orang tidak mengalami nyeri kepala. Didapati juga penggunaan telepon seluler yang sedang 1 orang dan tinggi 68 orang. Pada penelitian ini diperoleh hasil p= 0,181, yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan telepon seluler dengan nyeri kepala primer pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Undana dengan penilaian menggunakan uji chi-square. Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan antara penggunaan telepon seluler dengan nyeri kepala primer pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Undana.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK PADA PEROKOK AKTIF DAN PASIF DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SIKUMANA KOTA KUPANG Fransiskus Tandang; Anita Lidesna Shinta Amat; Prisca Deviani Pakan
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 6 No 3 (2018): Desember (Terbitan 15 tahun 2018)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.455 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v6i3.670

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru. Jumlah seluruh kasus TB (Case Notification Rate)/CNR di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2015, CNR tertinggi adalah Kota Kupang yakni 683 kasus, dengan kasus terbanyak terjadi pada jenis kelamin laki-laki. Salah satu faktor risiko TB paru adalah kebiasaan merokok meliputi status merokok, usia mulai merokok dan lama merokok. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan merokok pada perokok aktif dan pasif dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 31 responden dan diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Hasil analisis data menggunakan uji chi quare. Hasil analisis data didapatkan variabel bebas yang berhubungan dengan kejadian TB Paru di Puskesmas Sikumana Kota Kupang secara signifikan adalah status merokok (P = 0,037, OR = 10,889),usia mulai merokok (P = 0,041, OR = 21,000), dan lama merokok (P = 0,035, OR = 20,000), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok pada perokok aktif dan pasif dengan kejadian TB paru di Puskesmas Sikumana Kota Kupang.
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN BERALKOHOL (SOPI, BIR DAN VODKA) TERHADAP KADAR GLUTATION TEREDUKSI (GSH) TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley Ratih Anjani; Anita Lidesna Shinta Amat; Maria Agnes E D; Aji Winarso
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 7 No 1 (2019): Maret (Terbitan 16 tahun 2019)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.241 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i1.1464

Abstract

Angka konsumsi alkohol di Provinsi NTT menduduki peringkat pertama pada tahun 2016. Alkohol tradisional paling banyak dikonsumsi di Indonesia, alkohol tradisional dari NTT biasa disebut Sopi. Alkohol merupakan suatu radikal bebas yang dapat menyebabkan stres oksidatif. Stres oksidatif akan menyebabkan kerusakan biologis pada tubuh. Salah satu antioksidan yang berpengaruh untuk melawan atau menetralisir stres oksidatif adalah Glutation tereduksi (GSH). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman beralkohol jenis sopi, bir dan vodka terhadap kadar GSH tikus putih. Metode jenis rancangan penelitian adalah eksperimental laboratorik dengan pendekatan post test only control group design. Sebanyak 24 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) betina galur Sprague dawley berumur 2-3 bulan dengan berat badan 150-250 gram yang dibagi dalam empat kelompok perlakuan terdiri atas enam ekor tikus. Kelompok Kn, P1, P2 dan P3 secara berturut-turut adalah kelompok kontrol normal, kelompok perlakuan sopi, kelompok perlakuan bir dan kelompok perlakuan vodka. Dosis yang diberikan adalah 0,008 ml/g BB/hari per oral. Setelah 10 hari perlakuan, darah tikus diambil untuk pengukuran kadar GSH melalui sampel serum darah tikus dan diuji menggunakan ELISA Reader. Hasil penelitian ini rerata kadar GSH pada kelompok Kn, P1, P2 dan P3 secara berturut-turut adalah 1,114, 6,366, 1,852 dan 2,303 nmol/ml. Terdapat peningkatan kadar GSH yang bermakna (p<0,05) pada kelompok P1, P2 dan P3 dibandingkan dengan kelompok Kn. Terdapat perbedaan bermakna yang signifikan (p<0,05) pada kelompok P1 dibandingkan dengan kelompok Kn. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minuman beralkohol jenis sopi, bir dan vodka memiliki efek berupa peningkatan kadar GSH
PERBANDINGAN KADAR GLUTATION TEREDUKSI (GSH) PADA KEHAMILAN NORMAL DAN KEHAMILAN PREEKLAMPSIA DI RSUD. PROF. DR. W.Z. JOHANNES KUPANG Elsye Jasicha Ly; Anita Lidesna Shinta Amat; Herman Pieter Louis Wungouw
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 7 No 1 (2019): Maret (Terbitan 16 tahun 2019)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.436 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i1.1497

Abstract

Angka Kematian Ibu di Indonesia mencapai 305 per 100.000KH dengan 25% dintaranya disebabkan oleh preeklampsia. Salah satu teori penyebab preeklampsia adalah stres oksdatif yang menyebabkan kerusakan sel endotel pembuluh darah. Stres oksidatif ditandai dengan peningkatan radikal bebas dan penurunan antioksidan. Glutation tereduksi (GSH) merupakan salah satu antioksidan endogen tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kadar GSH pada kehamilan normal dan kehamilan preeklampsia di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang Tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah Observasional Analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan teknik consecutive sampling dengan hasil 30 sampel darah vena pada kehamilan normal dan 30 sampel darah vena pada kehamilan preeklampsia. Kadar GSH pada sampel darah diuji menggunakan Spektrofotometri. Hasil rerata dan median kadar GSH pada kehamilan preeklampsia lebih rendah dibandingan rerata dan median kadar GSH pada kehamilan normal. Pada kehamilan preeklampsia rerata kadar GSH yaitu 1,875 nmol/ml dengan median 1,2 nmol/ml lebih rendah dibandingkan pada kehamilan normal rerata kadar GSH yaitu 3,612 nmol/ml dengan median 1,8 nmol/ml Berdasarkan uji Mann Whitney didapatkan nilai p= 0,010 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan kadar GSH yang signifikan pada kehamilan normal dibandingkan dengan kehamilan preeklampsia. Kesimpulan dari penelitian ini kadar GSH pada kehamilan normal lebih tinggi daripada kehamilan preeklampsia.
PENGARUH HEMODIALISIS TERHADAP KADAR GLUTATION TEREDUKSI (GSH) PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG Elaine Courtesy Sianturi; Anita Lidesna Shinta Amat; Stefany Adi Wahyuningrum
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 7 No 2 (2019): Agustus (Terbitan 17 Tahun 2019)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.507 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1804

Abstract

Gagal Ginjal memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap seperti hemodialisis. Pasien hemodialisis beresiko mengalami kelainan kardiovaskular lebih tinggi daripada populasi umum. Salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan resiko ini adalah stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi sebagai akibat ketidakseimbangan kadar radikal bebas dan antioksidan. Glutation tereduksi (GSH) adalah salah satu antioksidan penting dalam tubuh yang menurun. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh hemodialisis terhadap kadar GSH pasien gagal ginjal kronik di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah One-group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan cara pemilihan sampel jenis Consecutive sampling. Kadar GSH pada sampel darah diuji menggunakan Elisa Reader. Hasil penelitian jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 31 orang. Rerata kadar GSH pada pre-hemodialisis lebih tinggi dari pada rerata kadar GSH pada post-hemodialisis. Pada pre-hemodialisis rerata kadar GSH yaitu 1,80 nmol/ml lebih tinggi daripada post-hemodialisis yaitu 1, 72 nmol/ml. Berdasarkan uji Wilcoxon didapatkan nilai p= 0,422 (>0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan kadar GSH pasien gagal ginjal sebelum dan sesudah hemodialysis. Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat pengaruh hemodialisis terhadap kadar GSH pada pasien gagal ginjal kronik
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica (L.) URBAN) DENGAN SALEP GENTAMISIN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI TIKUS PUTIH Sprague dawley Helena Vaustina Anu; Anita Lidesna Shinta Amat; I Nyoman Sasputra
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 8 No 1 (2020): Januari (Terbitan 18 tahun 2020)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.566 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2654

Abstract

Luka merupakan permasalahan medis yang sering kita temui. Masih sering didapatkan penggunaan obat tradisional untuk luka. Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) atau yang sering dikenal dengan tanaman tapak kuda adalah satu dari beberapa tanaman di Indonesia yang digunakan dalam pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak pegagan dengan salep gentamisin terhadap penyembuhan luka insisi tikus putih Sprague dawley. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Hewan percobaan dibagi dalam 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (P1) diberi perawatan aquades, kelompok kontrol positif (P2) diberi perawatan salep gentamisin dan kelompok perlakuan (P3) diberi perawatan dengan ekstrak pegagan. Pengamatan proses penyembuhan luka secara makroskopis menggunakan kriteria Nagaoka. Analisis data mengunakan uji Anova dan Kruskall Wallis. Hasil penelitian menunjukan bahwa efek penyembuhan luka secara makroskopis oleh esktrak pegagan dengan salep gentamisin tidak menunjukan perbedaan yang signifikan dengan nilai signifikan p > 0,05. Kesimpulan hasil penelitian menunjukan ekstrak pegagan memberikan efek penyembuhan luka yang sama dengan salep gentamisin.
UJI EFEK ANTI DIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP TIKUS PUTIH SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI ALOKSAN Tarsisius Ryang Toby; Anita Lidesna Shinta Amat; I Made Artawan
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 8 No 2 (2020): April ( Terbitan 19 tahun 2020)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.311 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i2.3336

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolik yang terjadi secara kronik atau menahun akibat kelainan dari produksi dan sifat insulin atau keduanya yang menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan. Hal ini mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah diatas nilai normal atau hiperglikemia. Angka kejadian DM di dunia pada tahun 2017 berjumlah 424,9 juta jiwa, sedangkan di Indonesia berjumlah 10,3 juta jiwa yang menepati peringkat ke enam didunia dan provinsi NTT menepati peringkat ke empat di Indonesia. Pada daun kelor (Moringa oleifera) terkandung antioksidan flavonoid yang memiliki fungsi untuk meningkatkan sekresi insulin dan meningkatkan ambilan glukosa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya efek antidiabetika eksrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap tikus putih Sprague dawley yang diinduksi aloksan. Metode penelititan eksperimental dengan desain true experimental-randomized pretest and post test with control group. Sampel penelitian berjumlah 24 ekor tikus jantan dipilih secara acak ke dalam beberapa kelompok yaitu kontrol normal (tidak diberikan perlakuan), kontrol negatif (diberikan Na-CMC 0,5%),kontrol positif (diberikan glibenklamid 5 mg/kgBB) dan tiga kelompok perlakuan ekstrak yaitu dosis 1 (250 mg/kgBB), dosis 2 (450 mg/kgBB) dan dosis 3 (600 mg/kgBB). Berikutnya dilakukan pre-test untuk mengetahui keadaan awal sampel, kemudian dilanjutkan dengan post-test untuk melihat pengaruh pemberian perlakuan tersebut. Hasil ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dalam semua dosis memiliki nilai probabilitas <0,05 yang menunjukan penurunan kadar gula darah yang signifikan secara statistik. Kesimpulan dari penelitian ini didapat Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) memiliki efek anti diabetik
HUBUNGAN DEPRESI DENGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ARSITEKTUR Cydri Anggreny Rade Dendo Ngara; Anita Lidesna Shinta Shinta Amat; Derri Tallo Manafe; S.M.J Koamesah
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 9 No 1 (2021): April (Terbitan 21 Tahun 2021)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.183 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4954

Abstract

Tuntutan akademik yang tinggi berupa tugas-tugas yang banyak dan deadline yang singkat dapat menyebabkan depresi pada mahasiswa Arsitektur. Depresi tersebut dapat menyebabkan gangguan dalam pengolahan informasi sehingga dapat mengakibatkan kesulitan dalam proses belajar dan pelaksaaan tugas akademik. Kesulitan dalam proses belajar tersebut dapat mempengaruhi Indeks Prestasi Kumulatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan depresi dengan Indeks Prestasi Kumulatif. Metode yang digunakan adalah analitikal observasional dengan rancangan cross sectional pada mahasiswa Aristektur UNDANA yang dilakukan dengan pengisian kuesioner BDI II dan data sekunder diperoleh melalui nilai IPK terakhir mahasiswa Arsitektur UNDANA yaitu angkatan 2016, 2017, 2018, dan 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah 154 orang yang memenuhi kriteria inklusi,ekslusi dan dropout. Penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji somer’d. Hasil dari 154 responden, kategori normal sebanyak 24 orang (15,6 %), derpesi ringan sebanyak 41 orang (26,6%), depresi sedang sebanyak 59 orang (38,3%) dan depresi berat sebanyak 30 orang (19,5%). Hasil uji analisis bivariat pada penelitiaan ini diperoleh hasil p = 0,847 (p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak ada hubungan antara depresi dengan IPK pada mahasiswa Arsitektur UNDANA