Nailil Faroh
STKIP Qomaruddin Gresik

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan TIK Guna Menunjang Karakter Kemandirian dan Pemecahan Masalah Matematika dengan Model MMP Nailil Faroh
Zeta - Math Journal Vol 3 No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6961.75 KB) | DOI: 10.31102/zeta.2017.3.1.22-26

Abstract

Pada kurikulum 2013 pelajaran TIK dihilangkan dan terintegrasi pada setiap mata pelajaran. Ini menjadi tantangan bagi guru matematika supaya kompetensi TIK siswa tetap ditanamkan di sekolah meskipun pelajaran TIK telah dihilangkan.Skenario pemanfaatan TIK dengan model Missouri Mathematics Project yaitu siswa diberi tugas terstruktur dengan memanfaatkan TIK pada setiap pertemuan, supaya kemandirian belajar dan pemecahan masalah siswa meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika yang valid, implemetasi perangkat pembelajaran yang praktis dan pembelajaran yang efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model Borg and Gall (1983). Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah silabus, RPP, buku siswa, LKS, dan TKPM.Kevalidan perangkat pembelajaran ditentukan berdasarkan validasi tim ahli dan teman sejawat. Kepraktisan diperoleh dari penerapan perangkat pembelajaran pada kelas terbatas dengan mengamati kemampuan guru mengelola kelas dan melihat respon siswa terhadap pembelajaran. Keefektifan pembelajaran didapatkan dengan melakukan ujicoba perangkat pada kelas eksperimen yaitu pada kelas VIIIB SMP Nurul Islam Semarang.Cara pengambilan data dengan dokumen, angket, observasi, wawancara, dan tes.Pengolahan data uji efektifitas dengan uji ketuntasan, uji pengaruh, uji banding, dan uji peningkatan.Hasil penelitian menunjukkan:(1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid dengan skor silabus 4.13, RPP 4.13, Buku Siswa 4.15, LKS 4.13, dengan skor tertinggi 5 sedangkan TKPM memenuhi kriteria valid; (2) perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan praktis karena respon positif siswa83,10 % dan skor kemampuan guru mengelola kelas 4,26 dari skor tertinggi 5; (3) pembelajaran matematika dinyatakan efektif karena rataan hasil kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen 77,33 melebihi KKM=70, rataan kelas ekperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, terdapat pengaruh positif antara kemandirian belajar dan keterampilan pemecahan masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah yang ditunjukkan dengan persamaan regresi Y ̂=30,072+5,439x_1+8,753x_2 dengan nilai pengaruh 79%, serta terdapat peningkatan kemandirian belajar, keterampilan pemecahan masalah, dan kemampuan pemecahan masalah.
Developing authentic assessment: Project assessment on mathematics learning evaluation by using e-learning Muhammad Jamaluddin; Nailil Faroh
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v5i3.729

Abstract

The standar become a theacher is to have four competencies, these are pedagogic, professional, personality, and social competence. However, there are still some competencies that are not fully mastered in practicing a teaching evaluation. According to that issue, a lecture is supposed to create an instrument evaluation that can be used to describe real students’ pedagogic competency achievement in learning evaluation. One of the assessment principles that can be applied to project authentic assessment by using e-learning. This project assessment is applied in electronic learning in which the students can be helped by electronic media when they finish the project. This study is aimed to create an instrument of project assessment for a class of Mathematics Learning Evaluation System. This study uses the ADDIE development model. The data of this study are expert validation, field observations, and students’ responses. The result obtained from the instrument validation test of project assessment is valid, the practicality of the use of the instrument included in practice category and students’ responses are positive, and instrument reliability is included in the high category, so it can be concluded that the instrument is appropriate to use.