Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Novy Ramini Harahap
Nursing Arts Vol 12 No 2 (2018): NURSING ARTS
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.203 KB) | DOI: 10.36741/jna.v12i2.78

Abstract

Pendahuluan; Anemia adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal atau turunya kadar sel darah merah/hemoglobin dalam darah. Tujuan; untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 8 Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2018. Metode; jenis penelitian ini bersifat survei analitik dengan pendekatan Cross sectional.Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebagai subjek kasus adalah remaja putri SMP Negeri 8 Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang tahun 2018 berjumlah 188 orang dan sampel dalam penelitian berjumlah 65 sampel. Hasil; penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 8Percut Sei Tuan adalah pengetahuan (p=0,037), pendapatan orangtua (p=0,017), status gizi (p=0.009) dan menstruasi (p=0,000). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan secara signifikan adalah tingkat pendidikan orangtua (p=0,339).Kesimpulan; dari hasil penelitian, saran yang dapat diajukan adalah hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu pertimbangan dalam upaya penanggulangan dan pencegahan anemia pada remaja putri.
PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DENGAN PUTIH TELUR AYAM Novy Ramini Harahap; Pratiwi Nasution; Mila Syari
Jurnal Gentle Birth Vol 4, No 2 (2021): JULI
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56695/jgb.v4i2.62

Abstract

Robekan perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama atau tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. Dampak terkajadinya rupture erineum atau robekan jalan lahir pada ibu antara lain tejadinya infeksi luka jahitan. Dimana dapat merambat pada saluran kandung kemih ataupun pada jalan lahir. Akibatnya muncul komplikasi infeksi kandung kemih maupun infeksi pada jalan lahir. Rupture perineum yang terjadi di Indonesia  mencapai 30%. Survey awal d yang dilakukan di RB Hanum didapatkan 101 ibu bersalin dari 101 ibu bersalin mengalami luka perineum berjumlah 75 (74%) ibu bersalin. Berdasarkan observasi langsung ibu yang mengontrol luka jahitan berjumlah 10%, dan mengalami keterlambatan penyembuhan berjumlah 50%, dimana penyembuhan luka perieum antara 9-1 hari. Penyebab keterlambatan penyembuhan luka perineum yaitu gizi, ibu nifas sangat membutuhkan gizi yang cukup untuk proses pemulihan salah satunya makanan yang tinggi protein. Protein diperlukan untuk perteumbuhan dan penggantian sel-sel yang rusak atau mati. Makanan tinggi protein dapat diperoleh dari putih telur. Tujuan mengetahui pengaruh konsumsi putih telur rebus dengan penyembuhan luka perineum. Metode penelitian menggunakan quasi experimental, populasi dalam penelitian sebanyak 22 orang ibu nifas hari pertama yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji Mann-whitney. Hasil menunjukkkan terdapat pengaruh mengkonsumsi putih telur rebus dengan penyembuhan luka perineum dengan nilai p value = 0,000 < 0,05. Kesimpulan terdapat pengaruh mengkonsumsi putih telur ayam rebus dengan penyembuhan luka perineum.
KECEMASAN KEHAMILAN PADA IBU PENGGUNA NARKOBA Novy Ramini Harahap; Mila Syari; Novitri Adelina Sipayung
Jurnal Gentle Birth Vol 3, No 2 (2020): JULI
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56695/jgb.v3i2.52

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Berdasarkan data laporan World Drug Report tahun 2016, angka kematian karena narkoba diperkirakan 207.400 kematian. Penggunaan narkoba pada masa kehamilan sangat memiliki dampak yang fatal bagi janin dan ibu. Penyebab pemakaian narkoba pada ibu hamil antara lain karena kurangnya pengetahuan, dukungan keluarga yang akan berdampak pada psikologis ibu, faktor pendapat dan lemahnya keimanan seseorang denan mudah melanggar norma-norma agama seperti penyalahgunaan narkoba. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada kehamilan ibu pengguna narkoba di Lapas Perempuan Kelas II A Tanjung Gusta Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil di Lapas Perempuan Kelas II A Tanjung Gusta pada Oktober sebanyak 31 ibu hamil, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik total population. Pengumpulan data diambil dari  data primer dengan penyebaran koesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95%.. Hasil: Hasil uji statistic dengan menggunakan uji chi-square didapatkan nila p = 0,047 pada variabel pengetahuan, nilai p = 0,022 pada variabel stres, nilai p = 0,031 pada variabel pendapatan, dan nilai p = 0,008 pada variabel religius dimana p < 0,05. Kesimpulan: Penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan, stres, pendapatan dan religius dengan kecemasan pada kehamilan ibu pengguna narkoba di Lapas Perempuan Kelas II A Tanjung Gusta Medan Tahun 2018. Disarankan kepada Petugas Kesehatan agar dapat meningkatkab perannya dalam memberikan informasi dan motivasi serta meningkatkan pengetahuan ibu dalam masa kehamilan yang membuat ibu terhindar dari kecemasannya selama masa kehamilan..Kata Kunci : Pengetahuan, Stres, Pendapatan, Religius, Kecemasan AbstractBackground: Based on data from the World Drug Report in 2016, the death rate due to drugs is estimated to be 207,400 deaths. Drug use during pregnancy has a fatal impact on the fetus and mother. The causes of drug use in pregnant women are due to a lack of knowledge, family support that will have an impact on the psychological condition of the mother, opinion factors and the weakness of one's faith by easily violating religious norms such as drug abuse. The purpose of this study was to determine the factors associated with anxiety in maternal drug users in Tanjung Gusta Medan Class II A Women's Prison Methods: This study used an analytical survey method with a cross sectional approach. The study population was all pregnant women in Tanjung Gusta Class II A Female Prison in October as many as 31 pregnant women, with sampling using the total population technique. Data collection was taken from primary data with questionnaire spread. Data analysis using univariate analysis in the form of frequency distribution and bivariate analysis using the chi-square test at a confidence level of 95%. Result: The results of statistical tests using the chi-square test obtained the value of p = 0.047 on the knowledge variable, the value of p = 0.022 on the stress variable, the value of p = 0.031 on the income variable, and the value p = 0.008 on the religious variable where p <0.05. Conclusions : The conclusions of the study are the relationship between knowledge, stress, income and religion with anxiety in pregnancy of drug user mothers in Class II A Tanjung Gusta Medan Women's Prison.. It is recommended that health workers can improve their role in providing information and motivation and increasing maternal knowledge in the future pregnancy that makes the mother avoid her anxiety during pregnancy Keywords: Knowledge, Stress, Income, Religious, Anxiety
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Suyanti Suwardi; Novy Ramini Harahap
Jurnal Gentle Birth Vol 4, No 1 (2021): JANUARI
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Anemia defisiensi zat besi pada wanita hamil merupakan problema kesehatan yang dialami oleh wanita seluruh dunia dan akan meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Kekurangan zat besi dapat meningkatkan risiko kematian saat melahirkan, BBLR, janin dan ibu mudah terkena infeksi, keguguran, dan meningkatkan risiko bayi lahir premature. Survey awal pada bulan Februari Tahun 2019 di Wilayah Kerja Puskesmas Pangaribuan diperoleh data ibu hamil sebanyak 125 orang dan dilakukan Pemeriksaan Hb Sahli. Sebanyak 44%  (55 responden) dari 125 ibu hamil yang menderita anemia dan 12% (15 responden)  yang mengalami Kurang Energi Kronik. Wawancara yang dilakukan kepada 55 orang ibu hamil yang mengalami anemia, didapatkan informasi bahwa mereka tidak rutin mengkonsumsi tablet besi dengan alasan lupa, takut mual, dan takut efek samping, sebagian besar dari responden tidak tahu apa itu anemia, dampak anemia bagi kehamilan dan janin, bagaimana penanganan anemia, dan makanan apa saja yang mengandung zat besi. Tujuan penelitian; untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2019. Metode Penelitian; Desain penelitian ini adalah survei analitik Dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara.  Sampel berjumlah 35 orang dengan cara menyebarkan kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian: analisa univariat didapatkan mayoritas pengetahuan cukup sebanyak 30 orang (54,5%), mayoritas paritas multigravida sebanyak 21 orang (38,2%), mayoritas konsumsi tablet zat besi tidak cukup sebanyak 30 orang (54,5%), mayoritas dengan status gizi <23,5 sebanyak 28 orang (50,9%), dan mayoritas mendapat peran petugas kesehatan yang kurang sebanyak 34 orang (61,8%). Analisa bivariat dengan uji statistic Chi-Square, pada variabel pengetahuan (p-value=0,000), paritas (p-value=0,000), konsumsi tablet zat besi (p-value=0,000), status gizi (p value=0,000), peran petugas kesehatan (p value= 0,000). Kesimpulan: terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, konsumsi tablet zat besi, status gizi, peran petugas kesehatan dengan anemia pada ibu hamil.
Pijat Bayi Meningkatkan Berat Badan Bayi Usia 0-6 Bulan Novy Ramini Harahap
Jurnal Kesehatan Prima Vol 13, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.778 KB) | DOI: 10.32807/jkp.v13i2.226

Abstract

Pertumbuhan anak merupakan hal yang sangat penting dan aspek yang harus diperhatikan sejak usia dini. Salah satu penyebab permasalahan berat badan adalah nafsu makan yang turun, stimulasi yang dianjurkan adalah pijat bayi.Penelitian untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi usia 0-6 Tahun 2018. Desain Penelitian True Eksperimental dengan pendekatan randomized control group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian seluruh ibu yang mempunyai bayi yang berkunjung di klinik Siti Hajar bulan Agustus 2018 sebanyak 46 orang. Cara pengambilan sampel penelitian adalah Random Sampling dengan teknik simple random sampling. Sampel penelitian sebanyak 40 orang. Kelompok intervensi 20 responden dan kelompok kontrol 20 responden. Analisa data yang digunakan analisa uji paired sampel  T Test. Penelitian dengan kenaikan berat badan bayi pada kelompok tidak dilakukan sebanyak 570 gram, kelompok dilakukan sebanyak 1250 gram. Hasil р = 0,000 ( р< 0,05 ), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. penelitian ada pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi usia 0-6 bulan ,disarankan kepada ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan agar memantau tumbuh kembang bayi dengan cara melakukan penimbangan berat badan bayi ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat dan saat menghadapi masalah dengan berat badan bayi dapat memanfaatkan pijat bayi.
PENGARUH PERAWATAN TALIPUSAT METODE TOPIKAL KUNYIT TERHADAP WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT BBL Elvi Era Liesmayani; Nadiah Husnul Khotimah; Novy Ramini Harahap
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeski tali pusat merupakan salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas pada bayi di Indonesia. Perawatan tali pusat dilakukan untuk mencegah infeksi tali pusat dan mempercepat pelepasan tali pusat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan tali pusat menggunakan metode topikal kunyit terhadap waktu pelepasan tali pusat. Design penelitian yang digunakan adalah True Experiment dengan pendekatan Posttest Only With Control Group Design. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 14 responden yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok perawatan tali pusat menggunakan topikal kunyit dan kassa steril. Data penelitian dianalisis menggunakan Uji Mann-Whitney. Hasil Analisa bivariat didapatkan ada pengaruh perawatan tali pusat menggunakan metode topikal kunyit terhadap waktu pelepasan tali pusat, dengan hasil uji Mann-Whitney yang menunjuukan nilai Exact Sig. 0.001. Nilai ini lebih kecil dibandingkan dengan nilai α = 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa 0.001 < 0.05 maka Ho ditolak. Kesimpulan : ada pengaruh yang signifikan antara perawatan tali pusat menggunakan metode topikal kunyit terhadap waktu pelepasan tali pusat.
PENGARUH PERAWATAN TALIPUSAT METODE TOPIKAL KUNYIT TERHADAP WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT BBL Elvi Era Liesmayani; Nadiah Husnul Khotimah; Novy Ramini Harahap
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeski tali pusat merupakan salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas pada bayi di Indonesia. Perawatan tali pusat dilakukan untuk mencegah infeksi tali pusat dan mempercepat pelepasan tali pusat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan tali pusat menggunakan metode topikal kunyit terhadap waktu pelepasan tali pusat. Design penelitian yang digunakan adalah True Experiment dengan pendekatan Posttest Only With Control Group Design. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 14 responden yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok perawatan tali pusat menggunakan topikal kunyit dan kassa steril. Data penelitian dianalisis menggunakan Uji Mann-Whitney. Hasil Analisa bivariat didapatkan ada pengaruh perawatan tali pusat menggunakan metode topikal kunyit terhadap waktu pelepasan tali pusat, dengan hasil uji Mann-Whitney yang menunjuukan nilai Exact Sig. 0.001. Nilai ini lebih kecil dibandingkan dengan nilai α = 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa 0.001 < 0.05 maka Ho ditolak. Kesimpulan : ada pengaruh yang signifikan antara perawatan tali pusat menggunakan metode topikal kunyit terhadap waktu pelepasan tali pusat.
PENGARUH AIR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH TERHADAP PENURUNAN GEJALA FLUOR ALBUS PADA WANITA USIA SUBUR Mila Syari; Novy Ramini Harahap; Pratiwi Nasution; Rauda Rauda; Gita Dwitari
Indonesian Trust Health Journal Vol 5 No 2 (2022): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v5i2.102

Abstract

According to WHO, the number of women in the world in 2015 was 6.7 billion and those who had experienced fluoride albus were around 75%. Meanwhile, data from BPS in North Sumatra in 2014 shows that as many as 75% of women experience vaginal discharge, in Medan City as much as 45% of women experience vaginal discharge. The research objective was to determine the effect of red betel leaf boiled water on the reduction of fluor albus symptoms in fertile aged women at the Dolok Masihul Public Health Center in 2020. The research design was a Quasi Experiment with one group pre test post test without control. The total population was 35 respondents and the sample used purposive sampling as many as 35 respondents. The data used are primary and secondary data. Data analysis used univariate and bivariate using non-parametric using the Wilcoxon test. The results showed that there was an effect of Red Betel Leaf Boiled Water on the Decrease in Symptoms of Fluor Albus in Fertile Women with p value = 0.000 <0.05. The conclusion is that there is the effect of Red Betel Leaf Boiled Water on Decreasing Symptoms of Fluor Albus in Women of Fertile Age at Dolok Masihul Public Health Center in 2020. It is hoped that women couples of childbearing age will increase their knowledge about the benefits of red betel leaves and problems for women of childbearing age to maintain their health. especially for the reproductive section of mothers and for health workers to provide information on the importance of maintaining reproductive organs and applying betel leaf in caring for reproductive organs to the community, especially WUS. Abstrak Menurut WHO jumlah wanita didunia pada tahun 2015 sebanyak 6,7 milyar jiwa dan yang pernah mengalami flour albus sekitar 75%. Data BPS di Sumatera Utara tahun 2014 bahwa sebanyak 75% perempuan mengalami keputihan, di Kota Medan sebanyak 45% perempuan mengalami keputihan. Tujuan Penelitan untuk mengetahui Pengaruh Air Rebusan Daun Sirih Merah Terhadap Penurunan Gejala Fluor Albus Pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Dolok Masihul Tahun 2020. Desain penelitian yaitu Quasi Eksperimen dengan one grup pre test post test without control. Jumlah populasi sebanyak 35 responden dan sampel menggunakan Purposive Sampling yaitu sebanyak 35 responden. Data yang digunakan dengan menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan non parametrik dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian diperoleh ada pengaruh Air Rebusan Daun Sirih Merah Terhadap Penurunan Gejala Fluor Albus Pada Wanita Usia Subur dengan hasil p value =0.000 <0.05. Kesimpulan ada pengaruh Air Rebusan Daun Sirih Merah Terhadap Penurunan Gejala Fluor Albus Pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Dolok Masihul Tahun 2020. Diharapkan kepada wanita pasangan usia subur untuk menambah pengetahuan tentang manfaat daun sirih merah dan permasalahan bagi wanita usia subur untuk menjaga kesehatannya, khususnya bagian reproduksi ibu dan untuk tenaga kesehatan agar memberi informasi pentingnya menjaga alat reproduksi dan mengaplikasikan daun sirih dalam merawat alat reproduksi kepada masyarkat khsususnya WUS.
PENGARUH AROMA TERAPI LEMON TERHADAP EMESIS GRAVIDARUM Novy Ramini Harahap; Rauda Rauda; Pratiwi Nasution; Mila Syari; Dewi Pitriana
Indonesian Trust Health Journal Vol 5 No 2 (2022): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v5i2.103

Abstract

One of treatments in handling emesis gravidarum is aromatherapy essential oils such as citrus oil (orange, grapefruit, mandarin, lime, bergamot and grapefruit) safe and soft to use at this time. Solution four drops of the oil of choice which you prefer in the 5ml/1 teaspoon of the oil base, pour the bath, or pour two drops on a cotton round to breathe when you feel nausea. The study aimed to determine the influence of Lemon Aromatherapy against Emesis Gravidarum in the Erna Wati Clinic in Labuhanbatu District 2020.The study was Quasi Experiment with research two group pretest posttest with control group. The population was all pregnant women at Erna Wati Clinic of 22 pregnant women in first Trimester of gestational age of 1-12 weeks. The sample was 22 first Trimester pregnant women of gestational age of 1-12 weeks. Analysis of data used univariate and bivariate using wilcoxon test. The results showed the frequency of emesis gravidarum before being given aromatherapy the majority of mothers experienced nausea and vomiting 6 times were 9 respondents (40.9%), and after being given aromatherapy the majority of mothers experienced nausea and vomiting 2 times were 15 respondents (58.2%) with the results of the Wilxocon test (p-value=0.000). Conclusion showed the Influence of Lemon Aromatherapy against Emesis Gravidarum found in Erna Wati Clinic in 2020. It is recommended to pregnant women in order to get additional knowledge about Lemon aromatherapy against Emesis Gravidarum by looking for information from either print media or electronic media. Abstrak Salah satu penanganan yang dilakukan untuk menangani emesis gravidarum adalah aromaterapi minyak esensial seperti minyak sitrus (jeruk, jeruk mandarin, limau, bergamot dan grapefruit) aman dan lembut saat digunakan. Larutan empat tetes minyak pilihan dalam 5 ml / 1 sendok teh minyak dasar, tuangkan pada bak mandi, atau tuangkan dua tetes pada kapas bulat untuk dihirup saat merasa mual. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Aroma Terapi Lemon terhadap Emesis Gravidarum di Klinik Bidan Erna Wati Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2020. Desain penelitian adalah Quasi Experiment dengan penelitian two group pretest posttest with control group. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan ibu hamil yang ada di Klinik Bidan Erna Wati Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2020 sebanyak 22 ibu hamil Trimester I usia kehamilan 1-12 minggu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 22 ibu hamil Trimester I usia kehamilan 1-12 minggu. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian berdasarkan frekuensi emesis gravidarum sebelum diberikan aroma terapi mayoritas ibu mengalami mual dan muntah 6 kali sebanyak 9 responden (40,9%), dan sesudah diberikan aroma terapi mayoritas ibu mengalami mual dan muntah 2 kali sebanyak 15 responden (58,2%) dengan hasil uji wilxocon (p value = 0,000). Kesimpulan penelitian ini memperlihatkan bahwa ada Pengaruh Aroma Terapi Lemon terhadap Emesis Gravidarum di Klinik Bidan Erna Wati Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2020. Disarankan kepada ibu hamil agar mendapatkan tambahan pengetahuan tentang Aroma Terapi Lemon terhadap Emesis Gravidarum dengan mencari informasi baik dari media cetak ataupun media elektronik.
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT BANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN (ABPK) OLEH PETUGAS KESEHATAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA PUS DI KELURAHAN GANG BUNTU WILAYAH KERJA PUSKESMAS GLUGUR DARAT Suyanti Suwardi; Yulida Effendi Nst; Novy Ramini Harahap
Jurnal Gentle Birth Vol 5, No 2 (2022): JULI
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56695/jgb.v5i2.94

Abstract

Alat bantu pengambilan keputusan merupakan alat yang membantu mengoptimalkan fungsi konseling dan membantu klien dalam pemilihan alat kontrasepsi agar efektif.. Tujuan: Penelitian untuk mengetahui hubungan penggunaan (ABPK) alat bantu pengambilan keputusan oleh petugas kesehatan dengan pemilihan alat kontrasepsi pada pus di Kelurahan Gang Buntu Wilayah Kerja Puskesmas Glugur darat. Metode: Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam peneletian ini seluruh akseptor KB, tehnik pengambilan sampel menggunkan stratified random sampling  yaitu sebanyak 75 responden. Data yang digunakan data primer yang pengumpulannya menggunakan kuesioner, dengan analisa data univariat, bivariat dan analisa  diuji menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: penelitian yang menggunakan ABPK sebanyak 19 responden (23,3%), yang tidak menggunakan ABPK sebanyak 56 responden (74,7%), yang menggunakan KB hormonal sebanyak 25 responden (33,3%), yang menggunakan KB non hormonal 50 responden (66,7%). diuji menggunakan uji statistik chi-square  di peroleh nilai p-value (0,012) < dari (0,05) Kesimpulan: penelitian ini ada hubungan penggunaan (ABPK) alat bantu pengambilan keputusan oleh petugas kesehatan dengan pemilihan alat kontrasepsi di Kelurahan Gang Buntu Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Darat.