Ika Oktavianawati
Departement of Chemistry, Faculty of Mathematic and Natural Sciences, Universitas Jember

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

CHANGES OF SUCROSE CONTENT AND INVERTASE ACTIVITY DURING SUGARCANE STEM STORAGE Siswoyo, Tri Agus; Oktavianawati, Ika; ., Djenal; Sugiharto, Bambang; Murdiyanto, Untung
Indonesian Journal of Agricultural Science Vol 8, No 2 (2007): October 2007
Publisher : Indonesian Agency for Agricultural Research and Development - MOA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTInvertases (beta-D-fructofuranosidase, E.C. 3.2.1.26) are the keyenzymes involved in sucrose metabolism in sugarcane plants.They are highly correlated with sucrose and reducing sugar contentsduring plant growth. The sugarcane plants have two kindsof invertases, namely neutral invertase (NI) and acid invertase(AI). They have different function in sucrose accumulation.The research aimed to study the role of AI and NI in accumulationof reducing sugar during storage of sugarcane stems. Plantmaterials of 18-month-old field grown sugarcane of the commercialvariety R-579 (wet-land) and M 442-51 (dry-land) wereused. Three internodes were sampled to represent immature(internode 1-8/F1), maturing (internode 9-16/F2), and mature(internode 17-24/F3) stem tissues. All tissues were stored for0-9 days at room temperature (28-32oC) and each day, the samplewas extracted to determine invertase activity, total solubleprotein, and sugar contents. This observation was valid forinvertase activity expressed on a protein basis. At the initiateharvested (0-3 days), NI had a higher specific activity than AIin the sucrose-accumulating region of the sugarcane stems.Negative significant correlation was found between NI specificactivity and sucrose accumulation (r2 = 0.41, P < 0.05). AIshowed a higher specific activity after 4 days harvested and hadnegative correlation with sucrose accumulation (r2 = 0.40, P <0.05). These results showed that NI could be more responsiblein sucrose hydrolisis than AI at early storage of sugarcane stems.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI DAN pH ASAM LARUTAN SODIUM DODESIL SULFAT TERHADAP PROSES PEMISAHANNYA PADA MEMBRAN SELULOSA ASETAT Farida, Elis Nur; Indarti, Dwi; Oktavianawati, Ika
BERKALA SAINSTEK Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : My Home

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan dengan mempelajari pengaruh konsentrasi dan pH larutan asam surfaktan anionik natrium lauril sulfat terhadap pemisahanya pada membran ultrafiltrasi terhadap: kinerja membran selulosa asetat (fluks NaLS dan rejeksi NaLS). Preparasi membran selulosa asetat dilakukan dengan metode inversi fasa. Konsentrasi NaLS yang digunakan di bawah KKM (0,001-0,003M) dan pH asam(3-6). Hasil pengukuran KKM pada pH 3, 4, 5, 6 adalah sebagai berikut: 0,00398 M; 0,00469 M; 0,00571 M; 0,00669 M. Hasil uji kinerja membran tertinggi fluks, koefisien rejeksi dan massa teradsorb berturut-turut adalah sebagai berikut: NaLS 0,001 M pH 3 0,855 (L/m2jam); 0,003 M pH 6 99,646 %: 0,0408 g. Kata kunci: natrium lauril sulfat, konsentrasi kritis misel, selulosa asetat
Perubahan Kandungan Sukrosa dan Aktivitas Invertase pada Batang Tebu Selama Pemanenan Siswoyo, Tri Agus; Oktavianawati, Ika; Sugiharto, Bambang; Murdiyanto, Untung
Zuriat Vol 17, No 2 (2006)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v17i2.6739

Abstract

Invertase (_-D-fructofuranosidase, E.C. 3.2.1.26) merupakan enzim kunci dalam metabolisme sukrosa pada tanaman tebu serta berkolerasi tinggi terhadap kandungan sukrosa dan gula reduksi selama masa pertumbuhan. Pada tanaman tebu terdapat 2 jenis invertase yaitu Acid Invertase (AI) dan Neutral Invertase (NI) yang mempunyai fungsi berlainan dalam pengakumulasion sukrosa. Penelitian ini bertujuan mempelajari peranan AI dan NI setelah pemanenan serta hubungannya terhadap perubahan kandungan sukrosa. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas NI tertinggi terjadi pada awal pemanenan dan mempunyai korelasi negatif yang nyata sebesar (r2) = 0.41 dengan kandungan sukrosa. Aktivitas AI baru menunjukkan aktivitas yang meningkat setelah umur penyimpanan diperlama dan mempunyai korelasi negatif yang tinggi dengan kandungan sukrosa sebesar (r2) = 0.40. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa peranan NI lebih menentukan terhadap degradasi sukrosa pada awal pemanenan.
Pengaruh Fermentasi Oleh Effective Microorganis-4 (EM-4) Terhadap Kadar Kurkumin Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Karolina, Anita; Winata, I Nyoman Adi; Oktavianawati, Ika
BERKALA SAINSTEK Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v6i2.9229

Abstract

Curcuma xanthorrhiza Roxb. merupakan tanaman asli Indonesia yang lebih dikenal sebagai temulawak. Rimpang temulawak merupakan salah satu bahan untuk pembuatan jamu ternak. Jamu ternak berfungsi untuk meningkatkan produktivitas ternak. Pembuatan jamu ternak relatif murah dan mudah, yaitu dengan mencampurkan rimpang temulawak yang telah dihaluskan dengan cairan EM4. Campuran tersebut difermentasi selama 7 hari pada wadah tertutup. Kandungan kimia utama dalam rimpang temulawak adalah kurkumin. Penelitian untuk mengetahui pengaruh fermentasi oleh EM4 (dengan variasi volume 10, 20 dan 30 ml) terhadap kadar kurkumin yang diperoleh dari ekstrak rimpang temulawak yang dianalisa dengan menggunakan metode KLT-Densitometri, menunjukkan semakin banyak EM4 yang ditambahkan, semakin besar kadar kurkumin yang diperoleh. Namun, pada penambahan EM4 sebanyak 10 dan 20 ml kadar kurkumin yang diperoleh lebih sedikit dibanding kontrol (tanpa penambahan EM4). Hal tersebut didukung dengan adanya dua spot baru selain spot pada larutan standar dengan intensitas yang besar. Sedangkan pada penambahan EM4 30 ml memiliki kadar kurkumin paling besar. Kata Kunci: Fermentasi, Jamu ternak, KLT-Densitometri, Kurkumin, Rimpang temulawak.
The Influence of Supplementary Feeding (Probiotic and Azolla pinnata) on Protein and Amino Acids Content in Patin Fish Oktavianawati, Ika; Hermiastuti, Meirinda; Rahmawati, Novita; Handayani, Wuriyanti; Winata, I Nyoman Adi
UNEJ e-Proceeding Indonesian Protein Society (IPS), International Seminar and Workshop 2014
Publisher : UNEJ e-Proceeding

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the important factors in fish farming is feeding. Feed intake is able to affect the growth and production of fish, especially on nutritional content such as protein. In this research, Patin (Pangasius djambal), a catfish, were given variations in feed, i.e pellets only (P1) as a control; pellets and probiotic (P2); pellets and Azolla pinnata (P3). A. piñata (known locally as matalele) is a water plant that has complete essential amino acids including threonine, valine, methionine, isoleucine, leucine, phenylalanine, lysine, histidine, arginine and tryptophan. Probiotic is living microbial cells that affects the speed of feed fermentation and helps the absorption of food in the gastro intestinal tract. The results show that P2 gains more weight than P1 and P3. This feed variations also give different levels of crude protein in fish meat P1, P2, and P3 that are in the order 14.62%; 15.74%; and 13:35%. Based on the results of LC-MS analysis, the amount and the dominant amino acids content in the protein of P1, P2, and P3 are 13 amino acids–aspartic acid; 13 aminoacids–glutamic acid; and 14 amino acids and is predominantly asparagine. Keywords: protein, amino acid, patin, probiotic, Azolla pinnata
Dye-Sensitized Solar Cells (Dssc) Using Natural Dyes Extracted From Red Cabbage And Counter Electrode Based Tio2-Graphite Composites Haryati, Tanti; Mulyono, Tri; Oktavianawati, Ika; Badrianto, Wawan
UNEJ e-Proceeding Indonesian Protein Society (IPS), International Seminar and Workshop 2014
Publisher : UNEJ e-Proceeding

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dye sensitized solar cells (DSSC) has been a popular research topic which benefits in high energy conversion efficiency and less cost in fabrication process. The components of DSSC consist of photoanode, electrolyte, and counter electrode that are arranged as sandwich. The photoanode contains ITO (indium tin oxide) glass covered by TiO2 particles, while the counter electrode contains ITO glass covered by composite of TiO2-graphite as counter electrode and red cabbage extract, as a dye agent. The cell was fabricated in various amount of graphite, i.e 10%; 30%; and 50 %, and time of soaking i.e 2; 13; 24; and 48 hours. The performance of the solar cell per active area of ​​1 cm2 was tested on irradiation of 75 Watt halogen lamp (distance 15 cm) and measured by multimeter and rheostat. The optimum synthesis condition of DSSC was obtained with composition of TiO2:graphite on the counter electrode is 70%:30 %, and soaking time in dye agent is for 24 hours. This cell results in an optimum performance, Isc = 0.028 mA ;Voc = 0.344 mV, FF = 0.29 and = 0.0055 % efficiency. Keywords: DSSC, Red Cabbage, Counter Electrode
Sintesis Asam 2-(2-(n-(2,6-diklorofenil)-4 fluorobenzamida)fenil)asetat sebagai Kandidat Obat Penghambat COX (siklooksigenase) Hutahuruk, Triodora; Rosita, Ayik; Oktavianawati, Ika
Pustaka Kesehatan Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sodium diclofenac is a non selectif NSAID that used as an inflammatory, analgesic, and antipyretic. Several experiment about compound as a derivate sodium diclofenac has been synthesized for reduce side effect. 2-(2-(N-(2,6-dichlorophenyl)-4-fluorobenzamido)phenil)acetat acid (N4FND) is derivate of sodium diclofenac that synthesized for development of drugs. The target compound has been synthesized by benzoylation reaction between sodium diclofenac with 4-fluorobenzoylchloride. And then, the target compound has been purified using Coloumn Chromatography. The isolate was identified using 1HNMR 400 MHz and KBr FTIR. Spectra of of 1HNM 00 MHz and KBr FTIR showed that 2-(2-(N-(2,6-dichlorophenyl)-4-fluorobenzamido)phenil)acetat acid was successfully synthesized. Pure product compound form yellowish white crystals with melting point 165-1670C.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI DAN pH ASAM LARUTAN SODIUM DODESIL SULFAT TERHADAP PROSES PEMISAHANNYA PADA MEMBRAN SELULOSA ASETAT Farida, Elis Nur; Indarti, Dwi; Oktavianawati, Ika
BERKALA SAINSTEK Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan dengan mempelajari pengaruh konsentrasi dan pH larutan asam surfaktan anionik natrium lauril sulfat terhadap pemisahanya pada membran ultrafiltrasi terhadap: kinerja membran selulosa asetat (fluks NaLS dan rejeksi NaLS). Preparasi membran selulosa asetat dilakukan dengan metode inversi fasa. Konsentrasi NaLS yang digunakan di bawah KKM (0,001-0,003M) dan pH asam(3-6). Hasil pengukuran KKM pada pH 3, 4, 5, 6 adalah sebagai berikut: 0,00398 M; 0,00469 M; 0,00571 M; 0,00669 M. Hasil uji kinerja membran tertinggi fluks, koefisien rejeksi dan massa teradsorb berturut-turut adalah sebagai berikut: NaLS 0,001 M pH 3 0,855 (L/m2jam); 0,003 M pH 6 99,646 %: 0,0408 g. Kata kunci: natrium lauril sulfat, konsentrasi kritis misel, selulosa asetat
EKSTRAKSI LIKOPEN DARI BUAH TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.) DENGAN BERBAGAI KOMPOSISI PELARUT Arifulloh, Arifulloh; Oktavianawati, Ika; Adi Winata, I Nyoman
BERKALA SAINSTEK Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Likopen merupakan pigmen jingga hingga merah pada buah dan sayur. Buah tomat merupakan sumber utama likopen.Likopen merupakan salah satu antioksidan yang paling penting diantara senyawa karotenoid lainnya. Penenelitian inibertujuan untuk melakukan optimasi pelarut campuran ekstraksi pada ekstraksi likopen dari buah tomat. Ekstraksi likopenmenggunakan metode maserasi dengan beberapa komposisi pelarut campuran, yaitu n-heksana:aseton:metanol (1:2:1; 1:1:1;2:1:1) dan petroleum eter:aseton (3:1). Ekstrak yang dihasilkan dievaporasi menggunakan rotary evaporator untukmemperoleh ekstrak kasar likopen. Ekstrak kasar likopen tersebut kemudian dipisahkan dengan kromatografi kolomgravitasi dan di analisis menggunakan spektofotometer visibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut campuran n-heksana:aceton:methanol dengan komposisi 1:2:1 mampu mengekstrak likopen paling optimum diantara pelarut campuranlainnya.
KARAKTERISASI DAN PENENTUAN KOMPOSISI ASAM LEMAK DARI HASIL PEMURNIAN LIMBAH PENGALENGAN IKAN DENGAN VARIASI ALKALI PADA PROSES NETRALISASI Ratih, RD; Handayani, Wuriyanti; Oktavianawati, Ika
BERKALA SAINSTEK Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pemurnian limbah dari pengalengan ikan dengan menggunakan variasi basa alkali. Alkali yang digunakan adalah KOH dan NaOH dengan masing konsentrasi 10 0Be, 140Be, 180Be. Tahap pemurniannya meliputi degumming, netralisasi, dan bleaching. Minyak dari hasil pemurnian dikarakterisasi sifat fisik dan kimia, serta ditentukan komposisi asam lemaknya menggunakan GC-MS. Dari karakteristik fisik dan kimia diketahui bahwa NaOH dengan konsentrasi 18 0Be dapat menghasilkan minyak dengan mutu yang paling baik yakni kadar ALB 0,89%, bilangan perosida 7,06 mgO 2/100g, bilangan iod 114 mg/100g, bilangan penyabunan 102, titik keruh 65,4 0C, asam lemak jenuh sebesar 34,32% dan asam lemak tak jenuh sebesar 40,98%.