Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Seminar Mengenal Anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder dan Penanganannya Rizki Amalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat (abdira) Vol 1, No 2 (2021): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v1i2.38

Abstract

This Community Service activity aims to 1) provide understanding for PAUD teachers and parents to recognize/understand ADHD children, 2) provide insight into handling ADHD children 3) find out the response of PAUD teachers and parents regarding seminar activities on children with attention deficit hyperactivity disorder. and handling. Seminar activities with the theme of getting to know children with attention deficit hyperactivity disorder and their treatment make it easy for teachers and parents to recognize ADHD children from an early age and can take appropriate steps to deal with them. This community service activity method uses the lecture method, demonstration, and question and answer method.
PELATIHAN SKILL LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK GURU TK MUTIARA KAMPUNG GODANG Rizki Amalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat (abdira) Vol 1, No 1 (2021): Abdira, April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v1i1.2

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk 1) memberi pelatihan skill  bimbingan kelompok bagi guru TK Mutiara Kampung Godang , 2) mengetahui respon guru di  TK Mutiara Kampung Godang pelatihan skill bimbingan kelompok anak usia dini. Bimbingan kelompok pada anak usia dini akan membuat guru mudah berkomunikasi anak, membangun kedekatan, memahami anak dan mudah memnyampaikan informasi kepada anak degan format kelompok Metode kegiatan pengabdian  masyarakat ini menggunakan metode ceramah, demontrasi, metode tanya jawab dan melakukan praktik bimbingan kelompok untuk anak usia dini.
EMPATI SEBAGAI DASAR KEPRIBADIAN KONSELOR Rizki Amalia
Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol. 1 No. 1 (2019): JPDK
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.821 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v1i1.350

Abstract

Empati merupakan kemampuan untuk memahami apa yang orang lain rasakan dan pikirkan yang merupakan keterampilan penting dalam proses konseling. Empati sebagai dasar dari kepribadian konselor. dalam membina kepribadian konselor agar mampu berkomunikasi dengan klien dan dapat merasakan apa yang dirasakan klien. Konselor harus dapat merasakan apa yang dirasakan, dipikirkan, dan dialami klien sehingga konselor dapat memasuki dunia klien dan memahami permasalahan klien.
KOORDINASI BIMBINGAN KONSELING DENGAN GURU BIDANG STUDI MENGHADAPI SISWA BERKESULITAN BELAJAR MATEMATIKA Dian Puspita; Rizki Amalia
Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol. 2 No. 1 (2020): JPDK
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.117 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v2i1.528

Abstract

Banyak siswa yang menganggap matematika merupakan bidang studi yang paling sulit. Tetapi, semua orang harus mempelajarinya sebab matematika merupakan sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Kesulitan belajar matematika pada siswa harus segera di tangani, karena hampir semua bidang studi memerlukan matematika yang bersesuaian. Koordinasi antara bimbingan konseling dengan guru bidang studi sangat penting untuk mengetahui kesulitan apa yang dialami peserta didik selama proses pembelajaran matematika dan apa penyebab nya serta bagaimana cara menanggulangi kesulitan tersebut.
MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG BERINTEGRASI KEISLAMAN Indun Ariningsih; Rizki Amalia
Journal on Teacher Education Vol. 1 No. 2 (2020): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.965 KB) | DOI: 10.31004/jote.v1i2.511

Abstract

Tujuan pendidikan Indonesia tercantum dalam undang-undang no. 20 Tahun 2003. Menyebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kecerdasarn intelektual dan kecerdasan spiritual seperti beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehingga dapat menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, diperlukan peran seorang guru dalam membagun karakter siswa agar memilki karakter atau akhlak yang mulia. Namun, dalam hal ini bukan saja tugas seorang guru bimbingan dan konseling tetapi tugas semua guru yang ada di sekolah tersebut, termasuk guru mata pelajaran. Salah satu saran yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah bahan ajar. Peran seorang pendidik harus memperhatikan kelayakn bahan ajar yang berintegrasi keislaman sehingga nantinya peseta didik tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual. Membangun karakter siswa juga dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran matematika dengan cara melakukan pembelajaran matematika dengan mengaitkanya dengan nilai-nilai keislaman.
PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (AUTISME) DI SEKOLAH INKLUSIF Maria Ulva; Rizki Amalia
Journal on Teacher Education Vol. 1 No. 2 (2020): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.295 KB) | DOI: 10.31004/jote.v1i2.512

Abstract

Pertumbuhan anak berkebutuhan khusus di Indonesia dewasa ini sangat cepat, sehingga pelayanan pendidikan yang diharapkan oleh orang tua belum bisa terpenuhi dengan baik. Akibatnya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mengikuti pendidikan di sekolah reguler yang tidak memberikan perhatian secara khusus pada semua anak didiknya. Matematika telah diperkenalkan secara resmi pada anak didik di awal sekolahnya demikian juga dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di dalamnya. Kesulitan matematika adalah hambatan atau gangguan belajar pada anak yang ditandai oleh ketidak mampuan anak untuk mengekspresikan hubungan-hubungan kuantitatif dan keruangan. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang mengalami kesulitan dapat diketahui melalui kriteria-kriteria yang sebenarnya merupakan indikator terjadinya kesulitan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan matematika Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) saat proses pembelajaran matematika berlangsung, yang selanjutnya guru dapat mengambil langkah-langkah perbaikan yang tepat untuk proses belajar mengajar. Namun pengetahuan matematika muncul ketika Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mengerjakan sesuatu dengan aktivitas fisik, seperti menyusun blok puzle dan mengurutkan benda sesuai ukuran. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) juga dapat memperoleh pengetahuan matematika walaupun sangat terbatas. Sehingga anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tersebut dapat menerima pelajaran sesuai dengan kemampuan mereka dan diberikan bimbingan sesuai dengan hak yang seharusnya mereka dapatkan sehingga dapat mencapai kemampuan optimal.
STRATEGI PENINGKATAN MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS Vani Rahmayani; Rizki Amalia
Journal on Teacher Education Vol. 2 No. 1 (2020): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.77 KB) | DOI: 10.31004/jote.v2i1.901

Abstract

Pelajaran Matematika merupakan pelajaran yang bersifat abstrak. Bila dalam pelajaran Matematika terjadi permasalahan seperti tidak semangatnya siswa dalam belajar akan berdampak pada berkurangnya keaktifan siswa di kelas. Salah satu permasalahan yang dialami siswa yaitu rendahnya motivasi siswa dalam belajar Matematika. Untuk itu sebagai guru mata pelajaran Matematika perlu adanya ide-ide atau strategi-strategi untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar Matematika.
PENINGKATAN KERJASAMA MELALUI METODE OUTBOUND PADA ANAK KELOMPOK A RA MUADZ BIN JABAL DESA SAWAH KAMPAR UTARA Jenny Amelia; Musnar Indra Daulay; Rizki Amalia
Journal on Teacher Education Vol. 2 No. 1 (2020): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.299 KB) | DOI: 10.31004/jote.v2i1.979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu pelaksanaan pada kegiatan outbound dalam meningkatkan kemampuan kerjasama dan peningkatan kemampuan kerjasama kelompok A RA Muadz bin Jabal Desa Sawah Kampar Utara. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model KurtLewin. Penelitian ini terdiri dari prasiklus, siklus I, siklus II. Pada siklus dan siklus I terdiri dari 4 tahap pengumpulan data dan pada penelitian ini menggunakan teknik obesrvasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Peningkatan kemampuan kerjasama dari hasil pra siklus menuju siklus II mencapai 100%. Dapat dilihat dari prasiklus terdiri 20 anak dalam satu kelas, diketahui bahwa 1 anak mendapat skor BSB (5%), tidak ada anak yang mendapat skor BSH (0%), dan 6 anak mendapat skor MB (30%), dan 13 anak mendapat skor BB (65%) jumlah penilaian dari 20 anak adalah 768,75 sedangkan nila rata- rata adalah 38,43 dan siklus I dari 20 anak, diketahui bahwa 7 anak mendapat skor BSB (35%), 13 anak mendapat skor BSH (65%), dan tidak ada anak mendapat skor MB (0%), dan tidak ada anak mendapatskor BB (0%) jumlah penilaian dari 20 siswa adalah 1487,5 sedangkan nilai rata-rata adalah 74,375, sedangkan pada siklus II : 20 anak yang mendapat skor BSB (100%), tidak ada anak mendapat skor BSH (0%), tidak ada anak mendapat skor MB (0%), tidak ada anak mendapat skor BB (0%).
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM MENGENAL WARNA MELALUI BERMAIN MEDIA PENJEPIT BAJU PADA ANAK KB ADZKYAH BANGKINANG KOTA SECARA BDR Nurhalimah Nurhalimah; Nurmalina Nurmalina; Rizki Amalia
Journal on Teacher Education Vol. 2 No. 1 (2020): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.456 KB) | DOI: 10.31004/jote.v2i1.1163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal warna melalui bermain media penjepit baju pada anak KB Adzkyah. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru kelas. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan setiap siklusnya dilaksanakan 3 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 13 anak KB Adzkyah yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Objek penelitian adalah kemampuan kognitif dalam mengenal warna. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi dan dokumentasi. Teknis analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan kognitif dalam mengenal warna. Hasil observasi pada pratindakan menunjukkan bahwa anak yang berkriteria berkembang sesuai harapan ada 2 orang atau 15,38%. Pada siklus I meningkat menjadi 3 orang anak atau 23,07%, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 8 orang anak atau 61,53%.
KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN KOLASE DENGAN BAHAN LOOSE PART PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN DI BANGKINANG KOTA Nurfadilah Nurfadilah; Nurmalina Nurmalina; Rizki Amalia
Journal on Teacher Education Vol. 2 No. 1 (2020): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.456 KB) | DOI: 10.31004/jote.v2i1.1193

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan kolase dengan bahan Loose part pada anak usia 4-6 Tahun di Bangkinang Kabupaten kampar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis, yaitu metode yang bersifat memaparkan sejelas jelasnya tentang objek yang diteliti, serta menggambarkan secara keseluruhan, sistematis dan akurat. Penelitian ini dilakukan dua kali pertemuan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya prilaku, presepsi, motivasi , tindakan dan lain-lain, secara holistik dan dengan cara deksripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan motorik halus anak dengan persentase kenaikan 22%, hal ini dapat di lihat dari sebelum penelitian diperoleh nilai rata- rata 60% namun setelah dilakukan penelitian meningkat menjadi 82%.