Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Kebijakan Formulasi Undang-undang Narkotika Dalam Legalisasi Penggunaan Ganja Sebagai Bahan Pengobatan di Indonesia Leonie Lokollo; Yonna Beatrix Salamor; Erwin Ubwarin
JURNAL BELO Vol 5 No 2 (2020): Volume 5 Nomor 2, Februari 2020 - Juli 2020
Publisher : Criminal of Law Department, Faculty of Law, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.541 KB) | DOI: 10.30598/belovol5issue2page1-20

Abstract

Abstrak Ganja merupakan jenis narkotika terlarang di Indonesia, hal ini diatur dalam Lampran I Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ganja merupakan narkotika Golongan I yang tidak bisa digunakan untuk keperluan medis. Bahkan ada beberapa orang yang menggunakan sebagai bahan medis untuk menangani penyakit mereka padahal belum legal di Indonesia. Penulisan ini memakai metode yuridis normatif dengan tujuan untuk memberikan masukan kepada Pemerintah Republik Indonesia maupun Dewan Perwakilan Rakyat tentang pentingnya ganja sebagai bahan medis. Pembahasan penulisan ini menemukan bahwa ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa ganja berkhasiat menjadi obat untuk para pasien dan terbukti sembuh contohnya penyakit Alzheimer, Kanker, HIV/AIDS, epilepsy, Parkinson disease, Hepatitis C dan glaukoma, bahkan di Kota Ambon, perna menggunakan ganja sebagai obat herbal untuk beberapa penyakit ganja sudah diakui khasiatnya dan legal dibeberapa Negara. Untuk itu ganja perlu dimasukan kedalam Narkotika Golongan II atau Golongan III supaya dapat digunakan sebagai bahan medis.
MEMBANGUN KESADARAN HUKUM DAN PEMENUHAN HAK-HAK PEREMPUAN DI NEGERI SEILALE Yonna Beatrix Salamor; Anna Maria Salamor
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.454 KB) | DOI: 10.31004/cdj.v1i2.705

Abstract

Masyarakat abad 21 yang telah memasuki era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta wacana penegakan hak asasi manusia (HAM) yang telah berkembang masih menyisahkan perbedaan antara perempuan dan laki-laki. Menomor duakan perempuan sebagai second making decision, membuat kedudukan perempuan masih jauh tertinggal dibandingkan dengan laki-laki. Dalam berbagai segi, perempuan sebagai orang kedua, pemenuhan hak-hak perempuan diabaikan. Hal ini juga dirasakan bagi perempuan dan anak perempuan di Negeri Seilale, kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Tingginya perkawinan dibawah umur bagi perempuan, rendahnya tingkat Pendidikan bagi anak perempuan, serta kekerasan yang sering diterima oleh perempuan-perempuan di negeri Seilale, menjadi latarbelakang dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan serta konseling hukum bagi perempuan dan anak perempuan di Negeri Seilale. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak yang positif dengan berkurangnya tindak kekerasan, persamaan pendidikan, dan persamaan pendapat bagi perempuan dan laki-laki di desa Seilale.
ETIKA BERMEDIA SOSIAL BAGI GENERASI MUDA GEREJA Yonna Beatrix Salamor; Anna Maria Salamor
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i2.1681

Abstract

Perkembangan teknologi informasi terus mengalami perkembangan yang luar biasa khususnya teknologi telekomunikasi, media dan informasi. Salah satu bentuk kongkrit dari Teknologi tersebut adalah komputer dan internet yang telah menjadi bagian aktifitas manusia modern. Kehadiran informasi dan teknologi (IT) tanpa disadari telah membentuk masyarakat baru. Melalui pengembangan jaringan/jejaring (network) dengan sistem sarang laba-laba. Adanya asumsi bahwa Internet saat ini dapat dengan mudah diakses melalui ponsel pintar atau smartphone pada dasarnya adalah media yang netral, maka manusia sebagai pengguna yang dapat menentukan tujuan media tersebut digunakan dan manfaat yang dapat diambil. Berdasarkan asumsi tersebut, maka pendidikan media dan pemahaman akan penggunaannya menjadi suatu hal yang penting bagi semua orang. Terutama bagi para generasi muda yang kerap menggunakan Internet untuk mencari beragam informasi untuk menunjang pendidikannya. Pemahaman dan penggunaan media ini disebut literasi media Internet. Metode yang digunakan dalam penyuluhan hukum bagi AM GPM Ranting Militia Christy kami berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda gereja dalam peningkatan kesadaran dan etika memakai media sosial dengan bijak.
PENYULUHAN HUKUM BERSAMA MAHASISWA KKN URITETU TENTANG KEKERASAN DALAM PACARAN Yonna Beatrix Salamor; Anna Maria Salamor
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2894

Abstract

Kekerasan bukanlah suatu hal yang mudah, sebab kekerasan pada dasarnya merupakan tindakan agresif yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Kasus kekerasan dalam pacaran bagaikan fenomena gunung es yang sebenarnya jauh lebih besar, namun ada banyak hal yang membuat kasus tersebut tidak dilaporakan kepada pihak yang berwenang mengenai kekerasan yang dialami bahkan kepada orang tuanya sendiri. Timbulnya kekerasan dalam berpacaran pada dasarnya merupakan salah satu bentuk ketidak mampuan seseorang dalam melakukan kontrol diri. Keadaan mental dan emosi yang masih labil akan mendorong remaja melakukan tindakan kekerasan tanpa berpikir panjang. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan serta konseling hukum bersama mahasiswa KKN di Kelurahan Uritetu. Setelah dilakukan kegiatan PKM, berdasarkan wawancara dengan babinkamtibmas kelurahan Uritetu, terjadi penurunan laporan masyarakat terhadap dugaan tindak pidana kekerasan selama pacaran. Hal ini dapat dilihat juga dari data, ditahun 2021 hanya tercatat 13 kasus kekerasan selama pacaran. Meningkatnya kesadaran muda mudi dalam etika berpacaran merupakan sebuah progress yang baik untuk mewujudkan masyarakat yang patuh dan taat hukum serta memiliki moral dan etika yang baik. 
SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN DAMPAK PTM DI KELURAHAN MANGGA DUA Yonna Beatrix Salamor; Jihan Khairunisa Asriyati; Depi Heumase; Muh. Zainul Nasrullah Amin; Grefly Jeams Luhukay; Cindy Griseldia Lisapaly; Lilis Suganda; Galang Ramadhan Djodja
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2929

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit katastropik dengan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Hal ini mengakitbatkan hilangnya hari produktif bagi penderita dan pendamping. Sementara itu, dari penelitian yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa saat ini perkembangan PTM di Indonesia kian mengkhawatirkan Program luaran mahasiswa KKN ini dilakukan di Kelurahan Mangga Dua Kota Ambon. Kegiatan ini di ikuti oleh 23 peserta dari berbagai kalangan . Metode yang diberikan adalah memberikan edukasi tentang Penyakit Tidak Menular selain mahasiswa KKN Universitas Pattimura Ambon juga melakukan pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah,asam urat serta kolesterol. Pelaksanaan Edukasi dilakukan selama kurang lebih 2 x 50 menit. Hasil dari Program luaran mahasiswa KKN UNPATTI ANGKATAN XLVIII gelombang I di masyarakat kelurahan mangga dua antara lain, didapatkan 89% lansia mempunyai pengetahuan yang baik tentang PTM (Penyakit Tidak Menular) dan upaya pencegahan yang harus dilakukan. Pada saat sesi diskusi di dapatkan data melalui hasil observasi, dimana peserta penyuluhan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Peserta kurang mengajukan pertanyaan terkait masalah-masalah yang terjadi dalam Kesehatan Lansia, terutama tentang PTM (Penyakit Tidak Menular ).  upaya pencegahan dan penata laksanaanya. Dan peserta juga antusias dalam mengikuti pelayanan konseling kesehatan serta pelaksanaan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol.
SOSIALISASI DAMPAK KENAKALAN REMAJA BAGI ANAK DI SMA NEGERI 10 AMBON Yonna Beatrix Salamor; Anna Maria Salamor
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i2.4535

Abstract

Kenakalan remaja kebanyakan dilakukan oleh mereka yang gagal dalam mengembangkan emosi jiwanya, mereka tidak bisa menahan diri terhadap hal baru yang masuk ke dalam dirinya, yang menimbulkan sikap yang tidak seharusnya dilakukan. Kenakalan remaja adalah wujud dari konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun pada saat remaja. Hal tersebut adalah merupakan suatu masalah yang dihadapi masyarakat yang kini semakin marak, Oleh karena itu masalah kenakalan remaja seyogyanya mendapatkan perhatian yang serius dan terfokus untuk mengarahkan remaja ke arah yang lebih positif. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu sosialisasi dampak kenakalan remaja bagi anak di SMA Negeri 10 Ambon. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak yang positif daalam menanggulangi kenakalan remaja bagi anak.
EDUKASI HUKUM DAN PENCEGAHAN KEKERASAN GENDER DI MEDIA SOSIAL Anna Maria Salamor; Yonna Beatrix Salamor
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i2.4696

Abstract

Kekerasan yang dilakukan terhadap seseorang dapat didasarkan atas latar belakang sosial atau identitas sosial yang melekat pada diri seseorang. Hal ini dikarenakan adanya perasaan unggul atau lebih kuat dibandingkan dengan korban yang dianggap lebih lemah dan tidak berdaya, kemudian menjurus pada tindakan yang ingin menguasai dan apabila tidak mendapat persetujuan dari korban maka muncul tindakan kekerasan tadi. Identitas sosial dalam konteks ini adalah gender yang melekat pada diri seseorang. Gender berbeda dengan jenis kelamin, walaupun keduanya melekat pada diri seseorang namun memiliki konsep yang berbeda. Kegiatan edukasi hukum dan pencegahan kekerasan gender di media sosial dilaksanakan melalui sebuah sosialisasi hukum yang bertempat di negeri Porto Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah dengan sasaran edukasi hukum meliputi anak, remaja, serta pemuda-pemudi negeri tersebut.
Kewenangan Penghentian Penyidikan Dalam Perkara Dengan Pelaku Gangguan Kejiwaan Anna Maria Salamor; Yonna Beatrix Salamor
Bacarita Law Journal Vol 2 No 2 (2022): April (2022) Bacarita Law Journal
Publisher : Programs Study Outside the Main Campus in Law Pattimura University ARU Islands Regency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.214 KB) | DOI: 10.30598/bacarita.v2i2.5396

Abstract

Latar belakang: Peradilan pidana dalam KUHAP dibagi menjadi tiga tahap, yaitu pra-Ajudikasi, Ajudikasi, dan pasca-Ajudikasi. Dalam kaitannya dengan tugas penegakan hukum, Kepolisian diberikan wewenang oleh undang-undang melakukan penyelidikan dan penyidikan, yang mana merupakan bagian dari tahap pra ajudikasi dalam peradilan pidana. Tahap ini merupakan permulaan dari serangkaian proses acara pidana, tujuan dari tahap ini untuk mendapatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Tujuan Penulisan: tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui tentang kewenangan penghentian penyidikan dalam perkara dengan pelaku gangguan kejiwaan Metode Penulisan: Tulisan ini menggunakan metode penelitian hukum normatif karena fokus kajian berangkat dari kekaburan norma, dengan menggunakan pendekatan statute approach, conceptual approach serta analytical approach. Teknik penelusuran bahan hukum menggunakan Teknik studi dokumen serta analissi kajian menggunakan analisis kualitatif. Hasil/Temuan Penulisan : Berdasarkan pada Pasal 109 ayat (1) KUHAP, maka seorang penyidik yang telah memulai melaksanakan penyidikan terhadap peristiwa tindak pidana, penyidik harus sesegera mungkin untuk memberitahukan telah mulai penyidikan kepada Penuntut Umum. Untuk mencegah penyidikan yang berlarut-larut tanpa adanya suatu penyelesaian, seorang penyidik kepada Penuntut Umum, sementara di pihak Penuntut Umum berwenang minta penjelasan kepada penyidik mengenai perkembangan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik. Apabila dalam hal penghentian penyidikan karena tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut ternyata bukan merupakan tindak pidana atau penyidikan dihentikan demi hukum, maka penyidik wajib mengeluarkan SP3 (Surat Penghentian Penyidikan) yang mana tembusan surat tersebut dismpaikan kepada Penuntut Umum, tersangka dan keluarganya (Pasal 109 ayat (2) KUHAP).