Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI

AKTIVASI SERAT KAPUK DENGAN ASAM DAN BASA PADA SINTESIS BIOSORBEN UNTUK MENYERAP ION LOGAM NIKEL DARI LARUTAN NISO4 Thomi Nugraha Pratama; Sigit Hadiantoro
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.281

Abstract

Serat kapuk memiliki potensi sebagai biosorben dikarenakan memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis aktivator HCl dan NaOH terhadap kemampuan adsorpsi ion logam nikel dari larutan NiSO4, untuk mengetahui pengaruh lama waktu aktivasi atau perendaman terhadap kemampuan adsorpsi ion logam nikel dari larutan NiSO4, dan untuk mengetahui pengaruh jumlah massa biosorben terhadap kemampuan adsorpsi ion logam nikel dari larutan NiSO4. Prosedur pembuatannya terdiri dari pencucian kapuk, pengeringan, aktivasi kapuk dengan larutan HCl dan NaOH, pembilasan, dan dikeringkan hingga kering. Variabel bebas yang digunakan yaitu jenis larutan aktivasi HCl 0,5 N dan NaOH 0,5 N, waktu perendaman 12, 18, 24 jam, massa biosorben 0,5; 1; 1,5; 2; 2,5 gram. Variabel kontrol yaitu, waktu adsorpsi 1 jam, volume larutan NiSO4 100 ml, konsentrasi logam nikel 41.725 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan aktivasi yang optimum menggunakan NaOH dengan lama perendaman 24 jam dan pada massa 2,5 gram menunjukkan efektivitas adsorpsi sebesar 88% dan mengalami penurunan konsentrasi nikel dari 41.725 menjadi 5.195 ppm.
REVIEW: PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN KITOSAN SEBAGAI COATING AGENT TERHADAP DAYA SERAP AIR PADA BIOPLASTIK DARI PATI SINGKONG DAN GLUTEN Muhammad Yusuf Ramadhani; Sigit Hadiantoro
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.136

Abstract

Bioplastik merupakan jenis plastik dibuat dengan bahan berasal dari tanaman. Plastik ini dapat diuraikan oleh mikroorganisme atau jamur secara alami. Bioplastik dapat tersusun dari pati, lignin, selulosa, atau dari hasil samping perkembangbiakan mikroorganisme. Bioplastik memiliki kelemahan dalam hal ketahanan air daya tahan penyerapan air dan sifat mekanik. Kelemahan tersebut dapat diatasi dengan menambahkan kitosan sebagai bahan tambahan dari penyerapan air dan gluten untuk memperbaiki sifat mekanik bioplastik. Studi penelitian ini digunakan sebagai mendapatkan cara jenis bioplastik baru dengan pendekatan secara teori pada penelitian pembuatan bioplastik sebelumnya. Studi dilakukan pada penelitian bahan bioplastik dari pati singkong, gluten, dan kitosan. Karateristik bioplastik meliputi tensile strenght dan water uptake. Hasil studi didapatkan karakteristik bioplastik gluten memiliki water uptake yang lebih rendah dengan nilai 38-65%. Karakteristik kuat tarik memiliki nilai yang tinggi pada bioplastik pati kentang-kitosan sebesar 53 MPa sedangkan bioplastik pati singkong dengan coating kitosan layer by layer didapatkan kuat tarik sebesar 14,47 ± 1,25 MPa.
EVALUASI KINERJA FUEL OIL PUMP UNTUK SISTEM COMBUSTION TURBINE GENERATOR Muhammad Hafizh Ahsan; Sigit Hadiantoro
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 5, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i1.8

Abstract

Combustion Turbine Generator merupakan salah satu power generator yang menggunakan sebuah turbin untuk menghasilkan energi listrik. CTG mengonversikan energi mekanik menjadi energi listrik. Untuk mendapatkan udara dengan tekanan yang tinggi, maka udara intake dibakar dalam combustion chamber dengan firing system berupa fuel oil dan fuel gas. Fuel oil ditampung pada tangki penyimpanan bahan bakar. Untuk memindahkan fluida dari tangki ke dalam sistem 3 unit CTG diperlukan sebuah pompa berjenis Centrifugal pump sebanyak 2 unit. Namun dengan alasan reliability maka ditambahkan sebuah pompa yang memiliki spesifikasi berbeda. Penelitian dilakukan untuk mengamati performa pompa dengan menghitung efisiensi aktual dan dibandingkan dengan efisiensi desain. Data-data diambil dari control room serta pengamatan langsung di lapangan. Hasilnya efisiensi terbaik terjadi pada load CTG 18 mW dengan nilai pompa A sebesar 25,6%, pompa C sebesar 24,62%.
ANALISIS DAYA SERAP LUMPUR LAPINDO TERHADAP LOGAM KROM DENGAN MENGGUNAKAN AAS Nindy Prahesta; Sigit Hadiantoro
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 5, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.46

Abstract

Salah satu industri yang berkembang di Indonesia adalah industri elektroplating, akan tetapi elektroplating menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan. Krom merupakan salah satu logam berat yang terdapat pada limbah cair dari hasil elektroplating. Kromium dapat menyebabkan iritasi pada mata, tenggorokan, dan hidung, serta memiliki resiko tinggi sebagai penyebab kanker paru-aru. Kadar maksimum krom dalam limbah industri yang diperbolehkan adalah 0,25 mg/l. Oleh sebab itu, maka diperlukan sebuah usaha untukmengurangi kadar krom dalam limbah hasil industri. Salah satu metode yang digunakan dalam mengurangi kadar limbah cair adalah dengan proses penyerapan dengan memanfaatkan lumpur lapindo sebagai adsorben.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya serap lumpur lapindo yang telah diaktivasi terhadap kadar logam krom. Aktivasi lumpur lapindo dilakukan secara kimia dengan menggunakan HCl dan NaOH dilanjutkan dengan aktivasi secara fisika dengan pemanasan pada suhu 800oC. Lumpur hasil aktivasi diuji dengan dengan variasi variabel jumlah massa (50, 75, 100, 125, dan 150 gram) dan waktu pengadukan adsorben (30, 90, 150 menit). Kadar logam hasil proses adsorpsi dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom(AAS). Hasil terbaik ditunjukkan oleh sampel 1 (berat adsorben 50 gram dengan lama pengadukan 30 menit) yang mampu menurunkan kadar krom dari menjadi 0.56 ppm (daya serap 97%).