Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan

Pemanfaatan Precipitated Calcium Carbonat dari Batu Kapur dalam Pembuatan β-TCP sebagai Bahan Dasar Implan Tulang Noor Isnaini Azkiya; Fanny Prasetia; Rosita Dwi Chrisnandari; Wianthi Septia Witasari
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v5i1.208

Abstract

Salah satu material yang bersifat biokompatibel serta sering digunakan sebagai bahan dasar implan tulang dan gigi adalah trikalsium fosfat. Material ini dapat dihasilkan dari precipitated calcium carbonate (PCC) batu kapur karena memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi. Metode yang digunakan untuk mensintesis trikalsium fosfat yaitu melalui pengendapan prekursor CaO dan H3PO4 dalam media etanol. Hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan instrumen FT-IR, AAS, spektroskopi UV-Vis, dan XRD. Dari hasil analisis spektroskopi UV-Vis, rasio Ca/P dari hasil sintesis diperoleh sebesar 1,64. Uji FT-IR menunjukkan adanya gugus Ca-O pada bilangan gelombang sekitar 1400 cm-1 dan gugus PO43- pada bilangan gelombang 561 cm-1 dan 1041 cm-1. Uji XRD menunjukkan 3 puncak tertinggi dari β-TCP (trikalsium fosfat) yang sesuai dengan JCPDS no. 09-0169.One of the biocompatible materials that are often used as a basic materials for bone and dental implants is tricalcium phosphate. This material can be produced from precipitated calcium carbonate (PCC) limestone because it has a very high calcium content. The method used to synthesize tricalcium phosphate was deposition of CaO and H3PO4 precursors in ethanol media. The results of the synthesis was characterized using FT-IR instruments, AAS, UV-Vis spectroscopy, and XRD. Based on the results of the UV-Vis spectroscopic analysis, the Ca/P ratio of the synthesis results obtained was 1.87. FT-IR test showed the presence of a Ca-O group at wave number 1400 cm-1 and PO43- group at wave numbers 561 cm-1 and 1041 cm-1. XRD test showed highest peaks of β-TCP (tricalcium phosphate) according to JCPDS no. 09-0169.
Asam Askorbat, Natrium Nitrit dan Natrium Fosfat sebagai Inhibitor Laju Korosi pada Alumunium dan Seng dalam Media Biosolar Dyah Ratna Wulan; Noor Isnaini Azkiya; Kristina Widjajanti; Nadua Bella Wardani; Yanty Maryanty
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v6i1.245

Abstract

Korosi merupakan penurunan mutu logam akibat adanya reaksi elektrokimia dengan lingkungannya, sedangkan bio-korosi merupakan suatu peristiwa korosi yang dipengaruhi oleh mikroorganisme terutama dari kelompok Sulfat Reducing Bacteria (SRB). SRB mengakibatkan terjadinya korosi logam pada tangki penyimpanan biosolar. Laju korosi dapat diturunkan dengan cara penambahan inhibitor organik maupun anorganik ke dalam suatu media korosi. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh inhibitor organik berupa asam askorbat, dan inhibitor anorganik berupa natrium nitrit dan natrium fosfat terhadap terhadap laju korosi dan efisiensi inhibitor pada logam alumunium (Al) dan seng (Zn) yang direndam dalam media biosolar dalam kondisi pH asam. Pengaruh ketiga jenis inhibitor yang masing-masing memiliki konsentrasi sebesar 25, 50, dan 75 ppm terhadap logam yang direndam dengan biosolar diinvestigasi menggunakan teknik penurunan berat logam. Pengukuran berat logam yang direndam dalam inhibitor dan media biosolar dilakukan pada variasi waktu 0, 1, 4, 7, dan 10 hari kemudian dilakukan analisa laju korosi dan efisiensi inhibisi. Masing-masing inhibitor dapat mengghambat laju korosi logam dengan efisiensi inhibisi tertinggi yaitu asam askorbat. Inhibitor terbaik dalam media biosolar yaitu asam askorbat 75 ppm yang dikontakkan dengan logam selama 10 hari dengan nilai efisiensi inhibitor asam askorbat terhadap logam alumunium sebesar 26,92 % dan seng sebesar 70,90 %.Corrosion is a decrease in metal quality due to an electrochemical reaction with its environment while bio-corrosion is a corrosion event that is influenced by microorganisms, especially from the Sulfate Reducing Bacteria (SRB) group. This group of bacteria generally causes metal corrosion in biodiesel storage tanks. The corrosion rate can be reduced by adding organic or inorganic inhibitors. The purpose of this study was to study the effect of organic inhibitor such as ascorbic acid, and inorganic inhibitors such as sodium nitrite and sodium phosphate on the corrosion rate and inhibitor efficiency of aluminum and zinc metals immersed in biodiesel media under acidic pH conditions. The effect of the three types of inhibitors which each concentrations of 25, 50, and 75 ppm on metals immersed in biodiesel was investigated using weight loss techniques. The measurement of the weight of the metal immersed in the inhibitor and biodiesel media was carried out at various times of 0, 1, 4, 7, and 10 days and then calculated the corrosion rate and inhibition efficiency. The best inhibitor in biodiesel media is 75 ppm ascorbic acid which is in contact with metal for 10 days with has an efficiency value of ascorbic acid inhibitor against aluminum metal of 26,92 % and zinc of 70,90 %.
Pengaruh Jumlah Filler Kalsium Silikat dalam Pembuatan Biodegradable Plastic dari Biji Nangka S. Sigit Udjiana; Sigit Hadiantoro; Noor Isnaini Azkiya
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v6i1.242

Abstract

Biodegradable plastic adalah plastik yang memiliki sifat ramah lingkungan karena mampu terurai oleh mikroorganisme yang ada pada tanah. Pati berpotensi digunakan sebagai bahan dasar pembuatan biodegadable plastic karena dapat mudah terdegradasi dan menghasilkan senyawa yang ramah lingkungan. Pada penelitian ini sumber pati didapat dari biji nangka dengan kandungan pati sebesar 29,73%. Penambahan kalsium silikat sebagai filler bertujuan untuk memperbaiki sifat mekanik biodegadable plastic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh filler kalsium silikat terhadap kuat tarik, presentase biodegradasi (%) dan persentase serapan air (%) dari biodegadable plastic yang dihasilkan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, semakin banyak filler kalsium silikat maka biodegadable plastic memiliki kuat tarik yang semakin tinggi. Sedangkan kemampuan absorpsi biodegadable plastic terhadap air menurun seiring dengan semakin banyaknya jumlah kalsium silikat yang ditambahkan. Kemampuan biodegradasi plastik juga menurun seiring dengan bertambahnya jumlah filler kalsium. Biodegadable plastic dengan penambahan filler kalsium silikat 6% memiliki kuat tarik antara 7,85 MPa persentase serapan air sekitar 5% dan persentase biodegradasi sekitar 7%.Biodegradable plastic is a plastic that has environmentally friendly properties because it is able to decompose by microorganisms in the soil. Starch has the potential to be used as a basic material for making biodegradable plastics because it can be easily degraded and produces environmentally friendly compounds. In this study, the source of starch was obtained from jackfruit seeds with a starch content of 29.73%. The addition of calcium silicate as a filler aims to improve the mechanical properties of biodegradable plastic. This study aims to determine the effect of calcium silicate filler on tensile strength, % biodegradation and % water absorption of the resulting biodegradable plastic. Based on the results obtained, the more calcium silicate filler the biodegradable plastic has a higher tensile strength. Meanwhile, the absorption ability of biodegradable plastic to water decreases with the increasing amount of calcium silicate added. The biodegradability of plastics also decreases with the increase in the amount of calcium filler. Biodegradable plastic with the addition of 6% calcium silicate has tensile strength between 7,85 Mpa, percent water absorption between 5% and percent biodegradation between 7%. 
Perbandingan Karakteristik Plastik Biodegradable dari Biji Durian menggunakan Filler Kalsium Silikat dan Kalsium Karbonat S. Sigit Udjiana; Sigit Hadiantoro; Noor Isnaini Azkiya
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v5i1.197

Abstract

Pada penelitian ini biji durian digunakan sebagai sumber pati dalam pembuatan plastik biodegradable. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan jumlah filler terhadap sifat biodegradable, sifat mekanik dan sifat water absorbtion pada plastik biodegradable berbasis pati biji buah durian. Plasticizer yang digunakan dalam penelitian ini adalah sorbitol  40%, sedangkan filler yang digunakan adalah Kalsium silikat (Ca2SiO4) dan Kalsium karbonat (CaCO3) dengan variable konsentrasi 2%, 4%, 6%, dan 8%. Dari hasil penelitian, diperoleh % yield dari pati biji buah durian sebesar 34,57%. Hasil dari plastik biodegradable terbaik dengan karakteristik transparan, tidak ada gelembung, lentur serta permukaan yang halus diperoleh pada variabel penambahan filler kalsium karbonat 4%. Hasil uji bio-degradasi paling mendekati standard ASTM D6400 diperoleh pada variabel kalsium karbonat 2%. Pada Uji water absorption hasil terbaik dicapai pada variabel kalsium silikat 8%. Uji tarik hasil terbaik diperoleh pada variabel kalsium silikat 6%.In this study, durian seeds were used as a source of starch in making biodegradable plastics. This study aims to determine the effect of the type and amount of filler on biodegradable properties, mechanical properties, and water absorption properties of biodegradable plastics based on durian fruit starch. The plasticizer used in this study was sorbitol 40%, while the filler used was Calcium silicate (Ca2SiO4) and Calcium carbonate (CaCO3) with variable concentrations of 2%, 4%, 6%, and 8%.. From the research results, the% yield of durian seed starch was 34.57%. The results of the best biodegradable plastic with the characteristics of transparent, no bubbles, flexible and smooth surface were obtained with the addition of 4% calcium carbonate filler variables. The bio-degradation test results closest to the ASTM D6400 standard were obtained in the 2% calcium carbonate variable. In the water absorption test, the best results were achieved at the 8% calcium silicate variable. The best tensile test results were obtained in the 6% calcium silicate variable.
Aplikasi Chitosan Modified Carboxymethyl sebagai Coating Agent dalam Perbaikan Mutu Kertas Sigit Hadiantoro; S. Sigit Udjiana; Noor Isnaini Azkiya
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.118 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v4i1.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapisan kertas dengan Chitosan Modified Carboxymethyl (Cs-Mcm) terhadap peningkatan mutu kertas, meliputi gramatur kertas, kuat tarik kertas, kuat sobek kertas dan tingkat kehalusan kertas. Penelitian dilakukan dengan melapiskan Cs-Mcm sebagai coating agent pada kertas yang berbahan dasar pulp jerami padi, pulp kertas bekas dan pulp campuran (jerami padi dan kertas bekas) dengan variasi konsentrasi pelarut asam asetat 2%, 3%, 5%, dan 7%. Hasil analisis menunjukkan konsentrasi pelarut asam asetat berpengaruh terhadap mutu kertas daur ulang. Pelapisan dengan Cs-Mcm pada penelitian ini dapat meningkatkan mutu kertas daur ulang.This study aimed to determine the effect of coating paper with Modified Carboxymethyl Chitosan (Cs-Mcm) to improve the quality of the paper, including paper grammage, tensile strength of paper, torn paper and a strong degree of fineness of the paper. The study was conducted by superimposing the Cs-Mcm as a coating agent on a paper-based pulp rice straw pulp waste paper and pulp mixture (rice straw and waste paper) with various concentration of acetic acid solvent 2%, 3%, 5% and 7%. The analysis showed the concentration of acetic acid solvent effect on the quality of recycled paper. Coating with Cs-Mcm in this study can improve the quality of recycled paper.