Fandi Lintang Wahyu Saputra
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta 9 Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembuatan Asam Laktat dari Selulosa oleh Bakteri Lactobacillus delbrueckii dengan Selulase dari Bakteri Bacillus subtilis dan Bacillus circulans Yanty Maryanty; Fandi Lintang Wahyu Saputra; Robby Prasetyo
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 4, No 2 (2020): October 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v4i2.179

Abstract

Bakteri asam laktat memanfaatkan gula sebagai sumber energi, pertumbuhan, dan menghasilkan metabolit berupa asam laktat selama proses fermentasi. Gula berupa monomer glukosa dapat diperoleh dari hidrolisis atau pemutusan ikatan pada selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi asam laktat dari media selulosa menggunakan metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF). SSF diharapkan bermanfaat untuk pengembangan produksi asam laktat yang efektif dari limbah lignoselulosa. Pada tahap pertama, selulosa digunakan oleh Bacillus subtilis dan Bacillus circulans untuk memproduksi enzim selulase. Tahap kedua, enzim selulase kemudian digunakan untuk sakarifikasi selulosa menghasilkan glukosa. Glukosa yang diperoleh difermentasi oleh Lactobacillus delbrueckii menghasilkan asam laktat. Proses pada tahap kedua ini terjadi secara simultan, setelah itu proses fermentasinya digunakan metode SSF, dengan variasi konsentrasi enzim selulase untuk proses sakarifikasi berasal dari Bacillus subtilis dan Bacillus circulans. Proses awal pembuatan enzim selulase menggunakan bakteri Bacillus subtilis dan Bacillus circulans sebagai variabel dan waktu inkubasi selama 84 jam. Enzim selulase selanjutnya digunakan untuk mendegradasi media selulosa dalam proses SSF menjadi glukosa yang selanjutnya akan difermentasi oleh Lactobacillus delbrueckii. Pada proses SSF dengan inokulum Bacillus circulans diperoleh asam laktat tertinggi pada kadar enzim selulase 10% yaitu 1,29% dan dengan inokulum Bacillus subtilis pada kadar enzim selulase 5% yaitu 1,24%.Lactic acid bacteria use sugar as an energy source, growth, and produce metabolites in the form of lactic acid during the fermentation process. This research aimed to make lactic acid from cellulose used Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF). Cellulose is composed of glucose monomers. This method is expected to be useful for the development of significant lactic acid production from lignocellulosic waste. In the first stage, cellulose was used by Bacillus subtilis and Bacillus circulans to produce cellulase enzymes. In the second stage, the cellulase enzyme is then used to saccharify cellulose to produce glucose. The glucose fermented by Lactobacillus delbrueckii to produce lactic acid. The fermentation process uses the SSF method with various concentrations of cellulase enzymes. The initial process by making cellulase enzymes first used the bacteria Bacillus subtilis and Bacillus circulans as variables, and the incubation time was 84 hours. The cellulase enzyme is then used to degrade cellulose media in the SSF process into glucose, which will then be fermented by Lactobacillus delbrueckii. In the SSF process with Bacillus circulans inoculum, the highest lactic acid was obtained at 10% cellulase enzyme levels, amounting to 1.29%, and with Bacillus subtilis inoculums at 5% cellulase enzyme levels, amounting to 1.24%.