Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

INTERPRETASI GLOBAL HADIS RUKYAT HILAL Rusmin, Pranoto Hidaya; Rohman, Arief Syaichu; Herdiwijaya, Dhani; Khaerani, Izzah Faizah Siti Rusydati; Pahlevi, Reza; Darmawan, Dadang
Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Vol. 7 No. 1 (2017): JUNI
Publisher : Program Studi Perbandingan Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.584 KB) | DOI: 10.15642/mutawatir.2017.7.1.50-75

Abstract

Before Islamic Calendar begins, Muslims were used to wait for the earliest visible crescent (hilâl), which marks the beginning of Ramadan. The determination of the beginning of Ramadan is based on the rukyat al-hilâl hadith. Because the hilâl visibility on the earth surface is not the same, it results the differences on the beginning of Ramadan fasting. In addition, the sighting hilâl method can only determine the next 29 days, it cannot reach for the next month and even for the next year. These are the main reasons for re-interpretation of the rukyat al-hilâl hadith from global perspective. From this study, it is found that the context in the Qur?an, related to the Ramadan fasting, is fasting in one full month, 29 or 30 days, according to the duration of the lunar synodic cycle. However, the condition of the people and the science at that time has not developed yet, which is the cause of calculation (h}isâb) verses in the Qur?an cannot be used. When they have developed, the calculation verses in the Qur?an can be used to determine the number of days in a calendar month. This will produce a global calendar for mankind.
KEWENANGAN PENDAMPING DESA DALAM RANGKA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA (Studi Di Desa Pugung Raharjo Kabupaten Lampung Timur) Pahlevi, Reza
JURNAL HIMA HAN Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Hukum Administrasi Negara FH UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat desa dilaksanakan antara lain dengan pendampingan desa. Hal tersebut menunjukan bahwa betapa pentingnya Pendampingan desa dalam menyelenggarakan pemerintahan desa. Namun, fakta yang ada di lapangan menunjukkan bahwa keberadaan pelaksanaan pendampingan desa belum maksimal dan belum sesuai dengan apa yang ada dalam Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pendampingan Desa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: a. Bagaimanakah kewenangan pendamping desa dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa di Desa Pugung Raharjo Kabupaten Lampung Timur? b. Faktor-faktor apakah yang menjadi penghambat terhadap kewenangan pendamping desa dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa di Desa Pugung Raharjo Kabupaten Lampung Timur?Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dan yuridis empiris. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder, dan dianalisis secara kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan pendamping desa di Desa Pugung Raharjo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur yaitu a) kewenangan pendamping desa dalam hal perencanaan program-program serta alokasi dana desa, b). kewenangan pendamping desa dalam hal pemanfaatan atau peruntukan alokasi dana desa, c). kewenangan pendamping desa dalam hal pengendalian alokasi dana desa, d). kewenangan pendamping desa dalam hal pengawasan alokasi dana desa. Faktor penghambat dalam pelaksanaan kewenangan pendamping desa yaitu kurangnya partisipasi dari masyarakat desa, ketersediaan fasilitas yang belum memadai, dan kurangnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pendamping desa di kecamatan.Disarankan sebaiknya pendamping desa maupun pemerintah desa harus bersama–sama meningkatkan partisipasi masyarakat desa untuk meningkatkan optimalisasi kinerja, serta saling bersinergi dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk mewujudkan kelancaran dalam hal pembangunan di desa. DAFTAR PUSTAKAAdisasmita, Rahardjo. 2006. Membangun Desa Partisipatif. Yogyakarta: Graha IlmuMuhammad, Abdulkadir. 2004. Hukum dan Penelitian Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.Soekanto, Soerjono & Sri Mamudji. 2001. Penelitian Hukum Normatif (Suatu Tinjauan Singkat), Jakarta: Rajawali Pers.Soekanto, Soerjono. 2002. Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta: Universitas Indonesia UI-PressUndang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Trasmigrasi  Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pendampingan Desa.http://www.lakerdin.org/2015/03/roadmap-implementasi-uu-nomor-6-tahun.html
Prediksi Self-Esteem, Social Support dan Religiusitas terhadap Resiliensi Pahlevi, Reza; Puji Sugiharto, Dwi Yuwono; Jafar, Muhammad
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Bimbingan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.158 KB)

Abstract

Resiliensi siswa belum yang memadai sehingga kesulitan menghadapi masalah, cenderung mencari pelarian dan tidak mau menghadapi masalah. Penelitian mengenai resiliensi dengan self-esteem, social support dan religiusitas masih menunjukkan hasil yang berbeda. Penelitian bertujunan untuk mengetahui prediksi self-esteem dengan resiliensi, social support dengan resiliensi, religiusitas terhadap resiliensi. sampel berjumlah 144 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara Self-esteem dengan resiliensi memiliki hubungan signifikan,  Social support dengan resiliensi memiliki hubungan signifikan, religiusitas dengan resiliensi memiliki hubungan signifikan.  Hasil temuan ini dapat memastikan signifikan hubungan antar variabel dan memberikan implikasi bagi pelayanan bimbingan dan konseling.The recilience of students were not yet to accomadate in order to be difficulty facing problems, finding to escape, and wanted to face problems. This research related recilience with self-esteem, social support, and religiusity were still showed different results. The aims of this researh were to know relation of self-esteem with recilience, social support with reciliance, religiusity with reciliance The total of samples was 144 students. The result of research showed that there were related the significance between self-esteem and reciliance relation signifance. social support with recilience had related signifiance, religiousity with recilience had related significance.  The results of these findings can ensure significant relationships between variables and gives implications for Ministry work and counseling.
Interpretasi Global Hadis Rukyat Hilal Rusmin, Pranoto Hidaya; Rohman, Arief Syaichu; Herdiwijaya, Dhani; Khaerani, Izzah Faizah Siti Rusydati; Pahlevi, Reza; Darmawan, Dadang
Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Vol 7 No 1 (2017): JUNI
Publisher : Program Studi Perbandingan Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.584 KB) | DOI: 10.15642/mutawatir.2017.7.1.50-75

Abstract

Before Islamic Calendar begins, Muslims were used to wait for the earliest visible crescent (hilâl), which marks the beginning of Ramadan. The determination of the beginning of Ramadan is based on the rukyat al-hilâl hadith. Because the hilâl visibility on the earth surface is not the same, it results the differences on the beginning of Ramadan fasting. In addition, the sighting hilâl method can only determine the next 29 days, it cannot reach for the next month and even for the next year. These are the main reasons for re-interpretation of the rukyat al-hilâl hadith from global perspective. From this study, it is found that the context in the Qur’an, related to the Ramadan fasting, is fasting in one full month, 29 or 30 days, according to the duration of the lunar synodic cycle. However, the condition of the people and the science at that time has not developed yet, which is the cause of calculation (h}isâb) verses in the Qur’an cannot be used. When they have developed, the calculation verses in the Qur’an can be used to determine the number of days in a calendar month. This will produce a global calendar for mankind.
BATAS WAKTU PENETAPAN SP3 (SURAT PERINTAH PENGHENTIAN PENYIDIKAN) TERKAIT KEWENANGAN KEPOLISIAN PADA PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI Pahlevi, Reza
NOVUM : JURNAL HUKUM In Press - Syarat SPK (3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2674/novum.v0i0.37910

Abstract

Pemberlakuan aturan baru dalam KPK tepatnya pada Pasal 40 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 (UU No. 19/2019) Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi telah memberikan wewenang kepada KPK untuk dapat menghentikan penyidikan terhadap perkara korupsi maksimal dua tahun penyidikan, hal ini menimbulkan pertanyaan kepada lembaga lain dalam pemberantasan korupsi yaitu kepolisian, karena kepolisian sendiri dalam prosedur penyelesaian perkara terkait dengan penghentian penyidikan berpedoman kepada aturan yang ada pada pidana umum yaitu KUHP dan KUHAP. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis Pasal 78 dan 79 KUHP ini, dapat atau tidak digunakan sebagai batas waktu penetapan SP3 pada tindak pidana korupsi oleh kepolisian dan alasan yang mendasari batas waktu penetapan SP3 tindak pidana korupsi pada KPK lebih singkat daripada kepolisian. Penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, Pengumpulan bahan hukum dengan studi pustaka. Teknik analisis bahan hukum dengan preskriptif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Pasal 78 dan 79 KUHP dapat digunakan sebagai pedoman kepolisian dalam penjatuhan daluwarsa SP3 bagi tersangka perkara korupsi pada tahap penyidikan. Batas waktu penetapan SP3 pada KPK lebih singkat dari kepolisian karena kepolisian menggunakan pedoman daluwarsa penyidikan pada KUHP dan KUHAP, sedangkan KPK mendasarkan daluwarsa pada naskah akademik rancangan UU No. 19/2019 yang melihat aspek kepastian hukum dan HAM, asas peradilan cepat, sederhana dan biaya yang ringan, sekaligus KPK sebagai lembaga khusus dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dalam mencegah kerugian negara yang lebih besar.
PENERAPAN TEKNIK ROLE PLAYING DALAM BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL SISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Dewi, Yunia Shinta; Fatimah, Siti; Pahlevi, Reza
FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling dalam Pendidikan) Vol 4, No 4 (2021): Vol 4, No 4 Juli 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was motivated by the existence of the Covid-19 pandemic condition which affected the provision of guidance and counseling services in schools, especially the provision of group guidance services to grade VII students at MTs Al-Inayah Bandung City. To support group guidance service activities, interesting techniques are needed so that these services are in demand by students, namely by using role playing techniques, role playing activities between students in groups by playing a real role in everyday life. Grade VII students are a transitional period of developmental tasks from childhood to adolescence. Prosocial behavior is one of the developmental maturities of adolescence, but in reality there are still students who have not optimized this development, in order to prevent misconduct, therefore group guidance services with techniques are needed role playing. This research was conducted using qualitative research methods. The data collected in this study are data obtained through observation, interviews and documentation. The subjects in this study were 3 students who tended to have a less caring attitude towards others, low tolerance and help to help. The results showed that after being provided with services by the counseling teacher, there was a change in behavior that was displayed compared to before being given the service. So it can be understood that the application of group guidance services with techniques is role playing effective on the prosocial behavior of class VII students at MTs Al-Inayah Bandung.Keywords: Group Guidance Service, Role Playing Techniques, Prosocial Behavior