Ardiyaningsih Puji Lestari
Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jambi Indonesia

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Respon Kedelai Glycine max L. merril di Lahan Kering Terhadap Pupuk Organik Fermentasi Padat Ardiyaningsih Puji Lestari; Sosiawan Nusifera; Akmal Akmal
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi|JIITUJ| Vol. 2 No. 2 (2018): Volume 2, No (Issue) 2, Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.019 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v2i2.5979

Abstract

Lahan pertanaman kedelai di Provinsi Jambi umumnya berupa tanah podsolik merah kuning yang kering dan rendah unsur hara sehingga kurang cocok untuk tanaman kedelai. Dilihat dari kondisi yang ada, maka perlu dilakukan intensifikasi lahan diantaranya melalui pemupukan. Pemupukan dengan menggunakan pupuk organik fermentasi padat merupakan solusi yang ditawarkan. Alasan penggunaan pupuk organik fermentasi padat karena merupakan pemanfaatan limbah, ramah lingkungan dan dapat digunakan sebagai subtitutor pupuk anorganik. Pelaksanaan penelitian dilakukan di lokasi Teaching and Research Farm Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Mendalo Indah Kabupaten Muaro Jambi. Benih kedelai yang dipakai adalah Varietas Anjasmoro, Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 1 faktor yaitu pupuk organik fermentasi padat dengan 5 taraf, yaitu : F0 = 0, F1 = 5 ton/ha, F2 = 10 ton/ha, F3 = 15 ton/ha dan F4 = 20 ton/ha. Ukuran petak percobaan 3 m x 2 m dengan jarak tanam 30 cm x 20 cm. Peubah yang diamati dalam penelitian ini terdiri atas tinggi tanaman, jumlah bintil, jumlah bintil efektif, , bobot kering akar, bobot kering tajuk, Jumlah cabang primer, jumlah polong, jumlah polong berisi, bobot 100 biji dan hasil. Untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap variabel yang diamati, maka data dianalisis secara statistik dengan menggunakan sidik ragam, dan untuk melihat perbedaan antar perlakuan digunakan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf α = 5%. Data penunjang dari penelitian ini meliputi analisis N,P,K dan pH tanah sebelum penelitian serta data suhu, kelembaban dan curah hujan selama percobaan. Melalui penelitian ini didapat (1) Tanaman kedelai memberikan respon yang positif terhadap pemberian pupuk organik fermentasi padat, (2) dosis kompos yang efektif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.adalah 10 ton ha-1 dan (3). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengkayaan bahan ajar serta memberikan informasi bagi peningkatan program pengoptimalan pemanfaatan lahan kering marginal di Indonesia umumnya dan lahan kering marginal di Provinsi Jambi khususnya.
Ppm Himae Dalam Memproduksi Trichokompos Berbasis Sampah Organik Kampus Jasminarni Jasminarni; Ardiyaningsih Puji Lestari; Evita Evita; Trias Novita
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Volume 4, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkam.v4i1.9823

Abstract

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra melalui pendampingan, penyuluhan dan demontrasi tentang tehnik pengolahan sampah organik dengan bahan baku sampah organik yang ada disekitar lingkungan kampus Universitas Jambi menjadi trichokompos. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan dan demontrasi kepada kelompok HIMAE sebagai mitra dalam hal mengolah sampah-sampah organik yang ada dilingkungan kampus menjadi trichokompos, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dan juga dapat berdampak terhadap lingkungan yang bersih dan indah. Tim pengabdian juga akan memberikan cara cara untuk meningkatkan nilai jual produk dengan cara membuat kemasan dan mencantumkan kandungan trikompos yang dihasilkan. Diharapkan dari upaya tersebut produk trikompos yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai kegiatan wirausaha yang bernilai ekonomi bagi HIMAE. Hasil yang didapat dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan mitra tentang pentingnya kegiatan pengolahan sampah organik kampus untuk mengelola kebersihan lingkungan. Sampah yang tadinya hanya merupakan limbah yang tidak punya nilai ekonomi dapat diolah menjadi kompos yang mempunyai nilai tinggi. Kompos yang dihasilkan dapat di pasarkan sehingga bisa dijadikan salah satu kegiatan wirausaha bagi HIMAE.
Pemanfaatan Trichokompos Pada Budidaya Sayuran Organik Sebagai Kegiatan Entrepreneurship Himae Jasminarni Jasminarni; Ardiyaningsih Puji Lestari; Evita Evita; Trias Novita
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): Volume 4, Nomor 3, Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkam.v4i3.11580

Abstract

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra melalui pendampingan, penyuluhan dan demontrasi tentang pemanfaatan trichokompos pada budidaya sayuran organik sebagai kegiatan Entrepreneurship HIMAE (Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi). Secara umum target luaran yang akan dicapai akan memberi dampak terhadap Masyarakat umumnya dan kelompok mitra khususnya, serta masyarakat disekitarnya. Dampak positif yang diharapkan tercapai melalui kegiatan ini dimana tim pengabdiaan akan melakukan pelatihan dan demontrasi kelompok HIMAE sebagai mitra dalam hal pemanfaatan trichokompos yang merupakan hasil produk pada kegiatan PPM tahun sebelumnya sebagai pupuk dan juga dapat berdampak terhadap lingkungan yang bersih dan sehat. Tim pengabdian juga akan memberikan cara cara untuk meningkatkan nilai jual produk sayuran organik dengan cara membuat kemasan. Diharapkan dari upaya tersebut produk sayuran organik yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai kegiatan wirausaha yang bernilai ekonomi bagi HIMAE, sehingga dapat menjadi tambahan penghasilan bagi mitra. Luaran yang dihasikan adalah berupa produk sayuran organik. Pemanfaatan trichokompos pada budidaya sayuran merupakan salah satu upaya membantu mengatasi pencemaran lingkungan dan kerusakan lahan akibat penggunaan pupuk kimia. Hasil yang didapat dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan mitra tentang pentingnya penggunaan pupuk organik pada budidaya sayuran organik yang dihasilkan. Sayuran organik yang dapat di kosumsi dan di jual sebagai kegiatan Entrepreneurship HIMAE
Pembinaan Kelompok Usaha Bersama Desa Nyogan Menuju Desa Sejahtera Mandiri Ardiyaningsih Puji Lestari; Ade Octavia; Ardi Novra; Agus Syarif
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2018): Volume 2, No (Issue) 2, Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.725 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v2i2.6097

Abstract

Di Desa Nyogan terdapat 24 kelompok usaha bersama (KUBE) yang mengelola 12 jenis usaha. Dalam menjalankan usahanya terdapat beberapa masalah yang muncul. Faktor penyebab masalah tersebut antara lain (1) Pemilihan jenis kegiatan usaha kelompok usaha bersama yang kurang tepat dengan kebutuhan masyarakat desa (2) Keterbatasan kemampuan anggota dalam menguasai pengetahuan yang berkaitan dalam menjalankan usaha (3) Keterbatasan atau bahkan tidak adanya kegiatan pengawalan atau pendampingan, dan (4) Kemampuan manajerial yang rendah. Solusi permasalahan yang dapat dilakukan adalah melalui penguatan sumber daya masyarakat dan penguatan usaha keswadayaan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan yaitu (1) Pendidikan dan Latihan (Diklat) untuk peningkatan sumber daya manusia sehingga menghasilkan individu yang kreatif inovatif, (2) Melakukan visit study ke pelaku usaha yang dinilai sukses sehingga diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan perluasan wawasan anggota KUBE, dan (3) Melakukan pendampingan untuk dapat membantu mengatasi permasalahan permasalahan yang muncul sehingga keberlanjutan usaha dapat lebih terjamin. Hasil yang didapat dari kegiatan ini (1) Peserta merasakan manfaat yang besar dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, (2) KUBE yang putus asa dan akan menutup usahanya mulai terlihat bersemangat dan berencana untuk mengaktifkan kembali usaha kelompok bersamanya, (3) Peserta KUBE berkolaborasi antar kelompok usaha bersama untuk menerima pesanan paket dari konsumen, (4) Peserta mulai memahami bahwa dalam melakukan usaha tidak selalu langsung menjadi sukses melainkan dapat mengalami hambatan yang berasal dari dalam kelompok maupun luar kelompok dan (5) Adanya keinginan bersama masyarakat dan desa untuk menggali potensi desa untuk dijadikan desa wisata yang dapat menarik wisatawan sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
APPLICATION OF PIT HEAT METHOD IN SANGGAI MACHINE TECHNOLOGY AS A ORGANIC PRESERVATIVE OF FOOD Dede Martino; Ardiyaningsih Puji Lestari; Linda Handayani
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 5 No. 1 (2019): JOP (Journal Online of Physics) Vol 5 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v5i1.8268

Abstract

Indonesia is a country that has extraordinary natural resources, both biological and non-biological natural resources. Indonesia has a great opportunity in utilizing natural resources to improve the welfare of the people. Unfortunately, Indonesia has not been yet able to exploit all of that. The prices of agricultural products are quite high but ironically the welfare of farmers has not improved either. On the other hand, other natural resources from the marine and earth sector also have export potential, but in fact these potentials have not had a significant influence. One of the causes of the suboptimal use of natural resources in Indonesia is the lack of integration of technology in developing the potential of the biodiversity. One of the efforts made to optimize the potential for life is to apply the concept of physics, which uses the concept of pit heat in the “sanggai” engine technology. This machine can be used to optimize the potential of agriculture in Indonesia. Pit heat technology can dry food without damaging the vitamin content. This technology does not damage the protein structure of food substances so that the application of technology on this machine can be used to optimize the potential of agriculture in Indonesia.
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN (Cucumis sativus L.) PADA TANAH ULTISOL(The Effect of Chiken Manure on Growth and Yield of Cucumber (Cucumis sativus L.) at Ultisols) . Bertua; . Irianto; . Ardiyaningsih
Bioplantae Vol. 1 No. 4 (2012): Bioplantae
Publisher : Bioplantae

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aim is to observe the effect of chiken manure on cucumbergrowth and yield, cultivar Mercy F1. Research was conducted at AgricultureTeaching and Research Farm. This experiment was design in RandomizedComplete block design. The treatment are six doses of chiken manure (k0 = 0ton ha-1, k1 = 2.5 ton ha-1, k2 = 5 ton ha-1, k3 = 7.5 ton ha-1, k4 = 10.0 ton ha-1,k5 = 12.5 ton ha-1). The parameter observes are plant dry weight, timeflowering, amount of male flower, the ratio of between male and femaleflower and yield component. Research result showed that there was significanteffect between the treatments. The highest dry weight was achived at 10ton/ha. The fastest time of flowering was achieved at 10 ton/ha. The highestcucumber yield was achieved at 10ton/ha, but there were no significant effectbetween 10 ton/ ha and 7, 5 ton/ha dan 12,5 ton/ha doses.Key words : Cucumber, chiken, male flower.
Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam Inovasi Pengembangan Budidaya dan Produk Olahan Kunyit Di Desa Ibru Kabupaten Muaro Jambi Ardiyaningsih Puji Lestari; Dede Martino; Buhaira Buhaira; Yulia Alia; Agus Kurniawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4848

Abstract

Desa Ibru adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan mestong Kabupaten Muaro Jambi. Sesungguhnya, desa tersebut memiliki banyak potensi dan ada banyak sumber daya manusia yang bisa dioptimalkan untuk mengembangkan potensi tersebut, namun ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat setempat.  Masyarakat khususnya petani desa Ibru belum dapat mengoptimalkan potensi hasil pertanian yang mereke miliki. Kegiatan pengabdian dilakukan selama 5 bulan yakni dari bulan Mei sampai November 2021. Metode yang akan digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah dengan membimbing petani dalam bercocok tanam kunyit selanjutnya menerapkan teknologi mesin Sanggai pada kunyit. Penerapan teknologi ini ditujukan supaya petani tidak hanya menjual kunyit dalam bentuk rimpang segar, namun dalam bentuk inovasi lain sehingga harganya bisa lebih tinggi. Metode tersebut akan diterapkan melalui beberapa kegiatan workshop, mulai dari workshop peningkatan produktivitas kunyit, penggunaan teknologi mesin Sanggai, hingga materi peningkatan jiwa kewirausahaan. Tim melakukan sosialisasi dan juga survei bahan baku kunyit langsung di kebun petani. Dari kasus tersebut, tim membuat rencana baik untuk perkembangbiakan kunyit ataupun pengolahan kunyit sehingga bisa meningkatkan nilai jual. Kegiatan kedua, tim mulai memperkenalkan teknologi untuk mengolah kunyit. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa produk bubuk kunyit murni tanpa pengawet dengan warna yang kuning cerah dan dikemas dengan variasi ukuran dan bernilai ekonomis tinggi. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam pengolahan kunyit agar bernilai ekonomis tinggi.  Ibru Village is one of the villages in the Mestong District, Muaro Jambi Regency. The village has a lot of potentials, and many human resources can be optimized to develop this potential, but the local community faces some problems. The problem farmers face is that they have the potential to increase turmeric productivity, but they cannot optimize this potential. The service activity is carried out for five months, from May to November 2021. The method used in this service activity is to guide farmers in turmeric cultivation and then apply Sanggai machine technology to turmeric. The application of this technology is intended so that farmers do not only sell turmeric in the form of fresh rhizomes but other forms of innovation so that the price can be higher. The method will be applied through several workshop activities, ranging from workshops on increasing turmeric productivity using Sanggai machine technology to materials for improving the entrepreneurial spirit. The team carried out socialization and surveyed turmeric raw materials directly in farmers' gardens. From this case, the team made a plan for either breeding turmeric or processing turmeric so that it could increase the selling value. In the second activity, the team introduced technology to process turmeric. The results of this service activity are pure turmeric powder products without preservatives with bright yellow colour and packaged in various sizes and with high economic value. It can be concluded that this service activity has succeeded in increasing the skills and knowledge of the community in processing turmeric so that it has high economic value. 
Penerapan Agroteknologi Terintegrasi Guna Mewujudkan Desa Wisata Menarik pada Masa Pandemi COVID-19 di Kecamatan Tanjung Jabung Barat Dede Martino; Ardiyaningsih Puji Lestari; Linda Handayani; Dawam Suprayogi; Rustan Rustan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4863

Abstract

Wabah COVID-19 yang terjadi di Wuhan China pada akhir 2019 telah menjadi pandemi di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Kondisi pandemi ini mengakibatkan jumlah kunjungan wisata menurun drastis akibat larangan keluar masuk beberapa daerah termasuk wisata alam Kopi Liberika di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kegiatan pengabdian ini mencoba membantu masyarakat menghidupkan sektor pariwisata tersebut dengan menerapkan beberapa teknologi terintegrasi supaya wisata alam ini menarik dan menarik minat banyak pengunjung. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah Kelompok Sadar Wisata Sukarejo Kelurahan Mekar jaya Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama kurang lebih 5 bulan mulai dari Mei sampai November 2021. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah metode Particippatory Rural Appraisal (PRA). Kegiatan yang dilakukan yaitu pembimbingan terkait pembenihan kembang, penerapan teknologi BPPC, dan juga penerapan hidroponik. Meskipun kondisi masih sangat rawan dengan COVID-19, tim masih terus berupaya optimal dalam mendampingi masyarakat baik secara daring ataupun luring. Hasil pengabdian ini yaitu terbentuknya taman bunga yang menjadi daya tarik pengunjung, pupuk cair dari limbah sampah organik, dan sayuran hidroponik. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan daya tarik wisata alam Kopi Liberika Tanjung Jabung Barat dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sampah menjadi pupuk cair dengan teknologi BPPC, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan hidroponik.  The COVID-19 outbreak in Wuhan, China, at the end of 2019 has become a worldwide pandemic, and Indonesia is no exception. As a result, various sectors of human life are experiencing serious impacts, especially UMKM in the tourism sector. The tourism industry depends on its growth on physical tourist visits. This pandemic has resulted in the number of tourist visits dropping drastically due to the prohibition on going in and out of several regions. In Tanjung Jabung Barat Regency, there is Liberika Coffee nature tourism which local people and immigrants often visit. Based on interviews with administrators, since COVID-19, the number of visitors has been very small and can be counted on the fingers. Therefore, the team will try to revive the tourism sector by implementing several integrated technologies so that this natural tourism can attract and attract many visitors. Service activities are carried out for approximately five months, from May to November 2021. The team has assisted the community regarding flower seeding, the application of BPPC technology, and also the application of hydroponics. The community is very enthusiastic about the application of this technology. Even though conditions are still very vulnerable to COVID-19, the team continues to strive optimally to assist the community both online and offline. This activity has been visited by the LPPM UNJA and received appreciation. 
Diversitas Genetik Populasi Padi (Oryza sativa L.) Payo di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi Berdasarkan Marka Morfologi: Diversitas Genetik Populasi Padi (Oryza sativa L.) Payo di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi Berdasarkan Marka Morfologi Sosiawan Nusifera; Yulia Alia; Ardiyaningsih Puji Lestari; Muhammad Maulana
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 1 (2020): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v4i1.130

Abstract

Payo rice is one of the local rice varieties from Kerinci, Jambi Province. It is popular in Jambi due to its texture and good taste qualities. Farmer preferences changing to modern varieties and massive infrastructure development lead to Payo rice extinction. This research was aimed to find out the genetic diversity of Payo rice population-based on morphological markers in Kerinci area. Non-experimental research was conducted to obtain the data by direct survey or in situ characterization. Samples were determined using the proportionate stratified random sampling method. Morphological characters were measured both quantitatively and qualitatively based on IRRI and WARDA guidelines with few modifications. Quantitative data were analyzed using the coefficient of variability, while qualitative data were analyzed using relative diversity index (J). Genetic diversity among individual members of the population was analyzed using cluster analysis and presented in a dendrogram. Results indicated that several morphological characters, which were number of productive tillers, angle of flag leaf, threshability, number of empty grain, color of ligule, color of auricle, leaf surface, and color of grain, showed large variability, while others were narrow. Overall, relatively large genetic diversity was observed in Payo rice population in Kerinci area. At least 21 different genotypes were identified in the existing population.