Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PEMANFAATAN LAHAN KOSONG SEBAGAI TANAMAN OBAT KELUARGA WARGA PRANCAK DUKUH PANGGUNGHARJO, SEWON, BANTUL, YOGYAKARTA Pambudi, Dholina Inang; Erlangga, Rizqi Yudha
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.338 KB) | DOI: 10.12928/jp.v2i2.462

Abstract

Salah satu permasalahan yang dijumpai di Desa Prancak Dukuh RT 03 dan RT 04 adalah kurangnya pemanfaatan lahan kosong yang ada disekitar sebagai lahan hijau. Sehingga program KKN Alternatif VI.B.2 difokuskan pada program yang mendukung kegiatan berwawasan lingkungan. Program ini bertujuan memanfaatkan lahan perkarangan warga yang kosong menjadi lebih berdaya guna dalam mewujudkan lingkungan sehat dan hijau. Metode pelaksanaan program KKN meliputi penyuluhan, dan praktik langsung. Dampak dari kegiatan KKN ini adalah : 1) Terciptanya kesadaran masyarakat akan lingkungan sehat dan hijau, 2) Peningkatan pengetahuan masyarakat untuk memanfaatkan lahan perkarangan yang tidak terpakai sebagai lahan tanaman obat keluarga (Toga).
PENANAMAN NILAI ANTIKORUPSI SISWA SD MELALUI PENDIDIKAN KELUARGA DI KAMPUNG PRENGGAN Waskito, M Nur; Pambudi, Dholina Inang
Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) Vol 1, No 3: November 2018
Publisher : universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/fundadikdas.v1i3.664

Abstract

The habit of corruption that is entrenched if since elementary school age is not strengthened by the planting of character and leadership spirit to reject corruption. The act of corruption is a set of activities that deviate and harm others. This study aims to determine the anti-corruption value planting and to know the supporting and inhibiting factors of the anti-corruption value of elementary school students through family education in Prenggan Village. This study uses qualitative research. Informants that are used as subjects are parents of elementary school students, heads of RW / RT, elementary school students, and village heads and objects of family education research. The Methods of collecting data on interviews, observation and documentation. This study uses a credibility test by triangulating techniques and source triangulation. The results of this study indicate that Planting the Anti-Corruption Value of Elementary School Students through Family Education in Prenggan Village, Planting anti-corruption values through exemplary, habituation, dialogue on planting religious values in Prenggan Village starts from the family and local community's commitment to bring up behaviors that reflect anti-corruption attitudes such as being honest , always be disciplined and build a relationship of mutual trust with the community. The supporting factors for the planting of anti-corruption values of elementary school students through family education in Kampung Prenggan family environment, peer groups, family education in the planting of anti-corruption values. While the inhibiting factor is awareness of children in understanding corruption.
IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA DI SD NEGERI BHAYANGKARA YOGYAKARTA Nurdiati, Dwi; Pambudi, Dholina Inang
Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) Vol 1, No 1: Maret 2018
Publisher : universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/fundadikdas.v1i1.69

Abstract

SD Negeri Bhayangkara Yogyakarta is one of the Adiwiyata schools in DIY Province that implements the Adiwiyata program. The purpose of this research is to know the implementation of Adiwiyata program as well as to know the supporting factors and factors inhibiting the implementation of Adiwiyata program in Bhayangkara State Elementary School Yogyakarta.The type of this research is descriptive qualitative. Subjects used are principals, Adiwiyata school teams, students, and teachers. Meanwhile, the object of this research is the implementation of Adiwiyata program in Bhayangkara State Elementary School. Data collection was obtained through interview, observation, and documentation.The results of Adiwiyata program implementation in Bhayangkara State Elementary School based on four components are as follows. 1) Environmentally sound policies are contained in school vision, mission and objectives, curriculum structure content integrated with PPLH efforts, and RKAS schools allocated 20% for PPLH activities. The inhibiting factor of this policy is that there are some students who have no concern for the environment. 2) The environment-based curriculum uses the 2013 curriculum containing environmental materials. The inhibition of environmental curriculum is the existence of some teachers who are less understanding and less creative in developing learning.Participatory activities involving all members of the school and community elements to participate in PPLH activities. But there are still some parents who have not fully understood the activities of the school. 4) Eco-friendly facilities and infrastructure owned quite a lot and quite complete and used for learning. But there are still some facilities and infrastructure that have not been used optimally.
KEKERASAN DI DUNIA MAYA: SURVEY TERHADAP SISWA SD DI KABUPATEN SLEMAN Kurniawan, Ragil; Karimah, Arini Rizqy; Pambudi, Dholina Inang
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol 6, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.28 KB) | DOI: 10.22219/jp2sd.v6i2.7147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa, bentuk -bentuk kekerasan, dan faktor-faktor penyebab kekerasan di dunia maya terhadap siswa SD di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa tentang kekerasan di dunia maya adalah positif, tetapi dalam kenyataannya siswa masih mengalami dan melakukan kekerasan di dunia maya. Bentuk-bentuk kekerasan di dunia maya yang paling banyak dialami siswa yaitu mendapat pesan yang membuat marah dimedia sosial (11%), mendapat pesan yang mengganggu dimedia sosial (10%), dan mendapat foto tidak sopan dimedia sosial (9,8%). Sedangkan, bentuk-bentuk kekerasan di dunia maya yang paling banyak dilakukan siswa kelas yaitu mengirim pesan yang membuat orang lain marah dimedia sosial (11,6%), mengirim pesan yang mengganggu orang lain dimedia sosial (11,2%), dan mengomentari foto atau video orang lain dengan kata yang tidak menyenangkan dimedia sosial (11,2%). Faktor-faktor penyebab kekerasan di dunia maya terhadap siswa kelas V di Kabupaten Sleman terbesar adalah karena iseng (12,1%), benci atau jengkel (12,1%) dan alasan yang lainnya (11,3%)
KEKERASAN DI DUNIA MAYA: SURVEY TERHADAP SISWA SD DI KABUPATEN SLEMAN Ragil Kurniawan; Arini Rizqy Karimah; Dholina Inang Pambudi
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 6 No. 2 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v6i2.7147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa, bentuk -bentuk kekerasan, dan faktor-faktor penyebab kekerasan di dunia maya terhadap siswa SD di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa tentang kekerasan di dunia maya adalah positif, tetapi dalam kenyataannya siswa masih mengalami dan melakukan kekerasan di dunia maya. Bentuk-bentuk kekerasan di dunia maya yang paling banyak dialami siswa yaitu mendapat pesan yang membuat marah dimedia sosial (11%), mendapat pesan yang mengganggu dimedia sosial (10%), dan mendapat foto tidak sopan dimedia sosial (9,8%). Sedangkan, bentuk-bentuk kekerasan di dunia maya yang paling banyak dilakukan siswa kelas yaitu mengirim pesan yang membuat orang lain marah dimedia sosial (11,6%), mengirim pesan yang mengganggu orang lain dimedia sosial (11,2%), dan mengomentari foto atau video orang lain dengan kata yang tidak menyenangkan dimedia sosial (11,2%). Faktor-faktor penyebab kekerasan di dunia maya terhadap siswa kelas V di Kabupaten Sleman terbesar adalah karena iseng (12,1%), benci atau jengkel (12,1%) dan alasan yang lainnya (11,3%)
IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA DI SD NEGERI BHAYANGKARA YOGYAKARTA Dwi Nurdiati; Dholina Inang Pambudi
Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) Vol. 1 No. 1: Maret 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/fundadikdas.v1i1.69

Abstract

SD Negeri Bhayangkara Yogyakarta is one of the Adiwiyata schools in DIY Province that implements the Adiwiyata program. The purpose of this research is to know the implementation of Adiwiyata program as well as to know the supporting factors and factors inhibiting the implementation of Adiwiyata program in Bhayangkara State Elementary School Yogyakarta.The type of this research is descriptive qualitative. Subjects used are principals, Adiwiyata school teams, students, and teachers. Meanwhile, the object of this research is the implementation of Adiwiyata program in Bhayangkara State Elementary School. Data collection was obtained through interview, observation, and documentation.The results of Adiwiyata program implementation in Bhayangkara State Elementary School based on four components are as follows. 1) Environmentally sound policies are contained in school vision, mission and objectives, curriculum structure content integrated with PPLH efforts, and RKAS schools allocated 20% for PPLH activities. The inhibiting factor of this policy is that there are some students who have no concern for the environment. 2) The environment-based curriculum uses the 2013 curriculum containing environmental materials. The inhibition of environmental curriculum is the existence of some teachers who are less understanding and less creative in developing learning.Participatory activities involving all members of the school and community elements to participate in PPLH activities. But there are still some parents who have not fully understood the activities of the school. 4) Eco-friendly facilities and infrastructure owned quite a lot and quite complete and used for learning. But there are still some facilities and infrastructure that have not been used optimally.
PENANAMAN NILAI ANTIKORUPSI SISWA SD MELALUI PENDIDIKAN KELUARGA DI KAMPUNG PRENGGAN M Nur Waskito; Dholina Inang Pambudi
Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) Vol. 1 No. 3: November 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/fundadikdas.v1i3.664

Abstract

The habit of corruption that is entrenched if since elementary school age is not strengthened by the planting of character and leadership spirit to reject corruption. The act of corruption is a set of activities that deviate and harm others. This study aims to determine the anti-corruption value planting and to know the supporting and inhibiting factors of the anti-corruption value of elementary school students through family education in Prenggan Village. This study uses qualitative research. Informants that are used as subjects are parents of elementary school students, heads of RW / RT, elementary school students, and village heads and objects of family education research. The Methods of collecting data on interviews, observation and documentation. This study uses a credibility test by triangulating techniques and source triangulation. The results of this study indicate that Planting the Anti-Corruption Value of Elementary School Students through Family Education in Prenggan Village, Planting anti-corruption values through exemplary, habituation, dialogue on planting religious values in Prenggan Village starts from the family and local community's commitment to bring up behaviors that reflect anti-corruption attitudes such as being honest , always be disciplined and build a relationship of mutual trust with the community. The supporting factors for the planting of anti-corruption values of elementary school students through family education in Kampung Prenggan family environment, peer groups, family education in the planting of anti-corruption values. While the inhibiting factor is awareness of children in understanding corruption.
Pengembangan multimedia ‘gejala alam di Indonesia’ berbasis Lectora bagi siswa sekolah Dholina Inang Pambudi
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 15, No 1 (2018): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.561 KB) | DOI: 10.21831/socia.v15i1.20802

Abstract

IPS sebagai salah satu ilmu yang mengkaji  segala sesuatu yang terjadi pada lingkungan mencoba menjawab terjadinya gejala alam yang berbeda  setiap wilayah di Indonesia. Berdasarkan kondisi tersebut maka dikembangkan multimedia pembelajaran gejala alam berbasis Lectora yang diharapkan dapat membantu memudahkan siswa Sekolah Dasar dalam memperoleh gambaran secara visual, audio, audiovisual tentang keberagaman gejala alam yang terdapat di Indonesia, selain itu siswa dapat memahami  cara menanggulangi bencana alam dengan karakteristik yang berbeda-beda pada setiap wilayah. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan subjek penelitian terdiri atas satu orang ahli materi, satu orang ahli media, uji coba terbatas pada siswa SD. Instrumen pengumpulan data berupa lembar  validasi untuk  ahli  media dan ahli materi, angket untuk siswa. Selanjutnya data yang diperoleh diolah dan dianalisis menggunakan  statistik  deskriptif sebagai bahan untuk revisi produk agar layak digunakan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut; penilaian dari ahli materi terhadap aspek materi memperoleh rerata 4,09 dengan kategori (Baik), penilaian dari ahli media terhadap aspek media memperoleh rerata 4,77 dengan kategori (Sangat Baik), hasil uji coba terbatas pada siswa memperoleh rerata 4,74 dengan kategori (Sangat Baik). Berdasarkan penilaian ahli, dan uji coba        terbatas dapat disimpulkan bahwa multimedia gejala alam di Indonesia berbasis Lectora layak digunakan bagi siswa SD dalam memahami Kompetensi Dasar IPS.
Empowering PAUD Institute and Character Education Development through Sodaqoh Sampah Program Avanti Vera Risti Pramudyani; Anom Wahyu Asmorojati; Dholina Inang Pambudi; Ega Asnatasia Maharani
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 22, No 1: April 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.939 KB) | DOI: 10.21831/hum.v22i1.19043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengelolaan sampah melalui program sodaqoh sampah di lembaga PAUD. Program sodaqoh sampah selain sebagai salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan sampah, juga dapat dikembangkan untuk mengatasi persoalan lembaga pendidikan khususnya bidang finansial sehingga lebih berdaya, sekaligus dapat dijadikan sebagai media dalam menanamkan pendidikan karakter. Metode penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan model spiral yang terdiri dari lima fase pengembangan yakni: define, design, demonstrate, develope, dan delivery. Tahap define dan design akan dilakukan pada tahun pertama sedangkan tahap berikutnya akan dilaksanakan di tahun berikutnya. Hasil penelitian pada tahun pertama adalah modul pelatihan yang akan digunakan untuk tahap demonstrate, develop, dan delivery tahap berikutnya. Program dikembangkan  dengan mengembangkan konsep pengelolaan bank sampah namun hasil penjualan dikelola oleh sekolah untuk dijadikan sebagai sumber pembiayaan sehingga sekolah dapat mengembangkan program pengembangan sekolah. Program ini menekankan pada karakter religius, jujur, peduli lingkungan, mandiri, dan kreatif. Produk yang dihasikan dalam penelitian ini adalah modul yang telah tersusun dan divalidasi oleh para ahli lingkungan, kelembagaan, dan pendidikan karakter. Penilaian dari masing-masing ahli diperoleh skor rata-rata 96,79 dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil penilaian para ahli tersebut modul layak digunakan pada tahap selanjutnya
PEMANFAATAN LAHAN KOSONG SEBAGAI TANAMAN OBAT KELUARGA WARGA PRANCAK DUKUH PANGGUNGHARJO, SEWON, BANTUL, YOGYAKARTA Dholina Inang Pambudi; Rizqi Yudha Erlangga
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v2i2.462

Abstract

Salah satu permasalahan yang dijumpai di Desa Prancak Dukuh RT 03 dan RT 04 adalah kurangnya pemanfaatan lahan kosong yang ada disekitar sebagai lahan hijau. Sehingga program KKN Alternatif VI.B.2 difokuskan pada program yang mendukung kegiatan berwawasan lingkungan. Program ini bertujuan memanfaatkan lahan perkarangan warga yang kosong menjadi lebih berdaya guna dalam mewujudkan lingkungan sehat dan hijau. Metode pelaksanaan program KKN meliputi penyuluhan, dan praktik langsung. Dampak dari kegiatan KKN ini adalah : 1) Terciptanya kesadaran masyarakat akan lingkungan sehat dan hijau, 2) Peningkatan pengetahuan masyarakat untuk memanfaatkan lahan perkarangan yang tidak terpakai sebagai lahan tanaman obat keluarga (Toga).