Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMETAAN KERAWANAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA PADANG Febry Handiny; Gusni Rahmah; Nurul Prihastita Rizyana
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12, No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i1.407

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi Demam Berdarah Dengue (DBD) diperkirakan mencapai 3,9 milyar orang di 128 negara berisiko terinfeksi virus dengue. DBD ditemukan didaerah tropis dan sub-tropis dimana Asia berada pada urutan pertama di dunia dalam kasus DBD setiap tahunnya. WHO melaporkan Indonesia adalah negara dengan jumlah penderita DBD tertinggi di Asia Tenggara.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kasus DBD per kecamatan dan sebaran kerawanan penyakit DBD berdasarkan kelembaban udara dan kepadatan penduduk di Kota Padang.Metode: Penelitian ini menggunakan pemodelan spasial faktor-faktor lingkungan fisik yang berpengaruh terhadap kejadian DBD dengan menggunakan sistem informasi geografis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif berbantuan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Padang dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang Tahun 2020. Analisa data menggunakan skoring untuk mengahasilkan zona kerawanan DBD.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Kurnji, Koto Tangah dan Padang Timur mempunyai kerawanan yang tinggi. Tingkat kerawanan penyakit demam berdarah di Kota Padang ditampilkan dalam bentuk peta.Simpulan: Perlunya upaya pencegahan penyakit DBD berbasis wilayah dalam pengendalian fakto risiko DBD
Determinan Kelelahan Mata Pada Pekerja Kantor Yang Work From Home (WFH) di Kota Padang Yulia Yulia; Nurul Prihastita Rizyana; Afzahul Rahmi
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 5, No 2 (2021): JIK-Oktober Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v5i2.431

Abstract

Berdasarkan hasil survei American Optometric Association tahun 2016 di Amerika Serikat tentang Most Americans Experience Digital Eye Strain from Overexposure to Computers According to Survey, bahwa rata-rata waktu kerja yang digunakan untuk bekerja dengan komputer adalah 5,8 jam atau 69% dari total 8 jam kerja. Penggunaan komputer yang berlebihan kerap kali mengakibatkan peningkatan risiko gangguan kerja. Data Riskesdas 2018 bahwa 94,6% pekerja mengalami cidera karena kelalaian /ketidaksengajaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian kelelahan mata pada pekerja kantor yang work from home (wfh)di Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan google form yang disebarkan pada pekerja kantor yang wfh di Kota Padang pada bulan September 2020. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa prevalensi kejadian kelelahan mata pada responden pekerja perkantoran yang wfh di Kota Padang sebesar 56,5%. Ada hubungan jarak pandang mata ke layar berisiko (p=0,000), waktu istirahat yang tidak cukup (p=0,000), lama bekerja > 8 jam (p=0,000), lama penggunaan HP/laptop/dll yang berisiko (p=0,000), dan lama bekerja wfh (p=0,001)  dengan kejadian kelelahan mata pada pekerja kantor di Kota Padang.Disarankan untuk pekerja yang wfh untuk melakukan istirahat yang cukup atau peregangan diantara waktu penggunaan laptop/handphone yang lama serta melakukan kebiasaan menjaga jarak ketika menggunakan laptop/handphone.
HUBUNGAN POLA ASUH TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DADOK TUNGGUL HITAM KOTA PADANG TAHUN 2018 Nurul Prihastita Rizyana; Yulia Yulia
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 2 (2018): JIK-Oktober Volume 2 No 2 Tahun 2018
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.373 KB) | DOI: 10.33757/jik.v2i2.126

Abstract

ABSTRAK        Sumatera barat merupakan salah satu dari 18 provinsi yang memiliki prevalensi diatas prevalensi nasional gizi buruk dan gizi kurang balita. Data menunjukkan bahwa persentase balita kurus dan sangat kurus berumur 0-59 bulan di Provinsi Sumatera Barat adalah berturut turut 1,9% dan 7,0%.Pola pengasuhan anak adalah penyebab tidak langsung yang memengaruhi status gizi balita,terutama pola asuh makan. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan pola asuh dengan status gizi balita. Jenis penelitian studi observasional dengan desain cross sectional pada 60 sampel yang diambil secara accidental di Wilayah Kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam kota Padang tahun 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 43,3% balita dengan status gizi tidak baik, 53,3% memiliki pola asuh yang tidak baik, uji chi-Square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pola asuh dengan status gizi balita (p<0,05).                                                                                                                    Key word: Pola asuh, status gizi, malnutrisi  ABSTRACT             West Sumatera is one of 18 provinces that has higher prevalence on malnutrition and chronic malnutrition than national prevalence average. Data shows that percentage of skinny children and very skinny children aged 0-59 months in West Sumatera are 1,9% and 7%, respectively. Parenting is the indirect factor that affects children nutritional status, especially eating pattern. Purpose of this research is to discover relations between parenting and and children nutritional status. Method of this research is observational study with cross-sectional design, involving 60 sample by accidental picks in working area of Puskesmas Dadok Tunggul Hitam, Padang, 2018. Data collection is conducted through interview with questionnaire. This research shows 43,3% children with malnutrition, 53,3% children with poor parenting, and chi-Square test shows significant relation between parenting and children nutritional status (p<0,05). Key word: Parenting, Children Nutritional Status, malnutrition
Faktor yang Berhubungan Dengan Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Selama Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Yulia Yulia; Nurul Prihastita Rizyana; Gusni Rahma
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2022): JIK-April Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i1.507

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit penyerta utama setelah hipertensi dari kejadian kasus positif dan kasus meninggal covid-19. Berdasarkan Data Satuan Tugas Covid-19, dari total kasus terkonfirmasi positif covid-19 , penderita yang memiliki riwayat penyakit penyerta Diabetes  diperoleh 34,5%. Dari total kasus meninggal akibat Covid-19 diperoleh 7,7% adalah penderita Diabetes Melitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisfaktor yang berhubungan dengan upaya peningkatan kualitas hidup penderita DM salaam masa adaptasi kebiasaan baru di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas.Desain penelitian ini adalah cross sectional. Variabel dependen adalah kualitas hidup penderita Diabetes sedangkan variabel independennya adalah tingkat kecemasan, aktivitas fisik, info kesehatan, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan Google Form yang disebarkan kepada pasien yang berkunjung ke Puskesmas Andalas dengan metode pusposive sampling diperoleh sampel sebanyak 43 orang selama satu minggu. Berdasarkan hasil penelitian ini sebagian besar  penderita DM selama masa adaptasi kebiasaan baru memiliki kualitas hidup sedang 39,53%.Terdapat hubungan yang bermakna status kecemasan (p=0,006), aktivitas fisik (p=0,024), dukungan keluarga (p=0,003)dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,038)dengan kualitas hidup penderita DM selama masa adaptasi kebiasaan baru di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas.Selama adaptasi kebiasaan baru diharapkan kepada penderita DM untuk tetap melakukan aktifitas fisik secara rutin. Keluarga dan tenaga kesehatan selalu memberikan dukungan kepada  penderita DM selama masa adaptasi kebiasaan baru.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KETERSEDIAAN AIR DENGAN PEMANFAATAN JAMBAN KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIKABU KECAMATAN LUBUK ALUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN TAHUN 2016 Nurul Prihastita Rizyana; Dhea Revita Sari Mayanda; Yulia Yulia
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 1, No 1 (2017): JIK - Oktober Volume 1 No 1 Tahun 2017
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.874 KB) | DOI: 10.33757/jik.v1i1.36

Abstract

Padang Pariaman District Health Department in 2015, reported the achievement of environmental sanitation program in particular the use of toilet families still 64.79%. Diarrhea was one of highest diseases, from 255 428 people there were 8042 cases  of diarrhea. This study aims to determine the association of knowledge and availability of water to the utilization of family latrines in Puskesmas Sikabu District of Lubuk Alung Padang Pariaman in 2016. Descriptive analytic Reasearch quantitative approach that has been carried out in February-August 2016. The population in this study were 540 households have latrines and 84 families were taken by cluster random sampling. Data collected through interviews and analyzed by univariate and bivariate using chi-square test. 56.0% of respondents are less in to use the toilet, 51.2% of respondents have lack of water availability, 56.0% of respondents are less to use of toilet. There is a association between knowledge and the availability of water to the utilization of family latrines in Puskesmas Sikabu District of Lubuk Alung Padang Pariaman 2016. Suggestion are to improve the counseling, groups and home visits. For the policy makers have to invite the community leaders to mobilize the community to take advantage of family latrines for example through recitation forum, PKK and discussion conducted a comprehensive and integrated.Data Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman tahun 2015, didapatkan pencapaian program penyehatan lingkungan khususnya pemanfaatan jamban keluarga masih 64,79%. Sedangkan kasus diare termasuk salah satu distribusi penyakit terbanyak dimana terdapat 8.042 kasus diare. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan ketersediaan air dengan pemanfaatan jamban keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Sikabu Kecamatan Lubuk Alung  Kabupaten Padang Pariaman  tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif yang telah dilakukan pada bulan Februari – Agustus 2016. Populasi dalam penelitian ini 540 KK yang memiliki jamban. Sampel pada penelitian ini adalah 84 KK diambil secara cluster sampling. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner. Didapatkan 56,0% responden kurang baik dalam pemanfaatan jamban, 51,2% responden memiliki ketersediaan air yang kurang, 56,0% responden kurang baik dalam pemanfaatan jamban. Terdapat hubungan pengetahuan dan ketersediaan air dengan pemanfaatan jamban keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Sikabu Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2016. Kepada Puskesmas Sikabu Kecamatan Lubuk Alung diharapkan meningkatkan penyuluhan, baik secara berkelompok maupun kunjungan rumah dan kepada pemegang kebijakan di Nagari Sikabu agar mengajak tokoh masyarakat dengan cara advokasi untuk menggerakkan masyarakat agar mau memanfaatkan jamban keluarga misalnya lewat forum pengajian, PKK dengan metode ceramah dan diskusi yang dilakukan secara menyeluruh dan terpadu.
Determinan Penerimaan Vaksinasi Covid-19 Pada Masyarakat Kota Padang Fadillah Ulva; Nurul Prihastita Rizyana
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v6i1.372

Abstract

Vaksinasi merupakan imunisasi aktif dengan memberikan antigen dari suatu patogen yang dilemahkan. Usaha pemerintah di dunia untuk menanggulangi penyebaran covid 19 adalah dengan melakukan program vaksinasi covid 19 kepada masyarakat. Pada awal 2021 beberapa vaksin telah menunjukkan data kemanjuran yang kuat dan uji klinis telah diizinkan untuk penggunaan umum. Namun kemanjuran vaksin yang efektif akan memiliki manfaat terhadap kesehatan masyarakat yang terbatas jika masyarakat menganggap vaksin itu tidak aman sehingga tidak bersedia di vaksinasi. Cakupan vaksinasi di Kota Padang tahun 2021 baru mencapai 40,5%. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan penerimaan vaksinasi Covid-19 pada masyarakat di Kota Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Padang dengan sampel adalah penduduk di Kota Padang sebanyak 100 orang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan google form. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner. Data di analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui 51% masyarakat menolak vaksinasi Covid 19, 44% masyarakat memiliki persepsi hambatan negatif, 55% masyarakat memiliki persepsi kerentanan negatif, 60% memiliki persepsi manfaat negatif dan 53% masyarakat memiliki persepsi keparahan negatif. Terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi hambatan (p-value=0,041), persepsi kerentanan (p-value=0,028), persepsi manfaat (p-value=0,016) dan persepsi keparahan (p-value=0,003) dengan penerimaan vaksinasi Covid 19 pada masayarakat di Kota Padang. Penerimaan vaksinasi sangat dipengaruhi oleh persepsi masyarakat. Edukasi yang komprehensif perlu dilakukan guna memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga terbentuk persepsi yang positif.
Edukasi Kesehatan Dalam Upaya Peningkatan Kualiatas Hidup Penderita Diabetes Melitus Selama Adaptasi Kebiasaan Baru Yulia; Nurul Prihastita Rizyana; Gusni Rahma
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK) Vol. 1 No. 2 (2022): JPIK - Desember 2022 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : STIKes Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jpik.v1i2.8

Abstract

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit penyerta utama setelah hipertensi dari kejadian kasus positif dan kasus meninggal covid-19. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya pada penderita Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Andalas diperoleh bahwa proporsi kualitas hidup rendah adalah 32,56%, kualitas hidup sedang 39,53% dan kualitas hidup tinggi adalah 27,91%. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah memberikan edukasi pada penderita Diabetes Mellitus untuk meningkatkan kualitas hidup selama masa adaptasi kebiasaan baru. Metode kegiatan yang dilakukan dengan penyuluhan dan diskusi menggunakan leaflate. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan tiga tahapan yaitu, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil post tes dari pengabdian masyarakat ini diperoleh 85,7% peserta memiliki pengetahuan yang baik dan 75% peserta memiliki sikap yang positif  tentang self management care untuk penderita Diabetes Melitus.