Efrizal Efrizal
Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DISEMINASI TEKNOLOGI PAKAN BUATAN ALTERNATIF UNTUK PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN GURAME INTENSIF DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERIKANAN DI KELURAHAN LIMAU MANIS KECAMATAN PAUH KOTA PADANG Efrizal Efrizal; Nurmiati Nurmiati; Chairul Chairul; Anthoni Agustien; Suwirmen Suwirmen; Rusnam Rusnam; Deswati Deswati
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.612 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v3i1.347

Abstract

Lecturer and community based science and technology activities (IbDM) were carried out with the aim of disseminating technology for Gurame culture intensively in an effort to increase fisheries productivity in Limau Manis, Pauh Subdistrict, Padang City and increase the knowledge and skills of fish farmers (community) in Koto Tangah Village in the field of Gurame fish maintenance business in West Sumatra, so that they are expected to be able to carry out maintenance in a good / environmentally friendly manner. Besides this IbDM activities are also expected to be able to reduce operational costs in maintaining Nirwana Tilapia and in the end can increase the income of the farmers (community) of Limau Manis Village through the development of sustainable fish farming. To achieve optimal technology dissemination results, the main target of IbDM in Pauh Subdistrict is fish farmer groups and community leaders / leaders of Limau Manis Village who are expected to be able to motivate farmers to socialize the method of making alternative formula feeds for intensive development of Nirwana Tilapia aquaculture and environmentally friendly. The methods used in this activity are (1) counseling, with the main material: (a) providing knowledge of various kinds of raw materials that can be used for fish food, (b) providing knowledge about the preparation of artificial food formulas / compositions, ( c) provide knowledge about the process of making artificial food (d) increase public knowledge about how to store pellets that are good to be more durable and (e) provision of material on testing the quality of feed, both physically, chemically and biologically; and (2) Intensive demonstration of making alternative pellet feeds for Nirwana Tilapia aquaculture. From the results of the IbDM activity, it was found that the knowledge and skills of farmer groups in Limau Manis Sub-district, Kec. Pauh, Padang before the IbDM activities were carried out was still very low. However, the motivation or desire of the community of IbDM partner farmer groups to carry out the culture or maintenance of fish is very large. This can be seen from the desire of the IbDM partner farmer group to master the technology of making fish feed from the results of leaf waste and taro stems which are processed into flour relatively high. Furthermore, the results of IbDM activities in the community can increase the knowledge and skills of the community in finding alternative feed for fish feed so that culture activities can run well in IbDM partner areas. In order for aquaculture to run well in partner areas of IbDM, it is necessary to carry out IbDM activities continuously on the techniques of making alternative fish pellets and efficient and effective fish-raising techniques. Besides that, it needs financial support or credit by the authorities to the community or fish farmers for capital to develop their businesses.
PENGEMBANGAN SAPI POTONG MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI DETEKSI KEBUNTINGAN DINI DAN INOVASI PAKAN RAMAH LINGKUNGAN PADA KELOMPOK TANI DI NAGARI PERSIAPAN LANGGAM, PASAMAN BARAT Ferry Lismanto Syaiful; Fauzia Agustin; Rusmana Ningrat; Uyung Gatot S. Dinata; Efrizal Efrizal
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 4.a (2018)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.624 KB)

Abstract

Kabupaten Pasaman Barat merupakan daerah yang memiliki potensi lahan perkebunan maupun pertanian yang cukup luas. Daerah Langgam merupakan salah satu nagari di Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat yang memiliki daya dukung lahan berupa lokasi yang luas. Daerah ini cocok untuk pemeliharaan sapi potong yang bisa memberikan keuntungan yang baik bagi peternak jika dikelolah dengan manajemen yang baik. Disamping itu daya dukung lahan yang luas berpotensi untuk pengembangan usaha sapi potong. Namun disuatu sisi, potensi yang dimiliki daerah ini belum tergali secara optimal dan rendahnya pengetahuan peternak dalam inovasi teknologi pengembangan ternak. Kegiatan ini bertujuan untuk 1. meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam budidaya sapi potong yang baik dan menguntungkan, 2. meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak tentang teknologi deteksi kebuntingan dini sapi potong dan 3. meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam formulasi ransum dan inovasi pakan yang ramah lingkungan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan tentang deteksi kebuntingan dini, formulasi ransum dan inovasi pakan yang ramah lingkungan berupa teknolosi silase dan pakan komplit. Sedangkan mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah kelompok tani Karya Muda dan Usaha Muda di daerah Langgam, Pasaman Barat. Kelompok Tani Karya Muda dan Usaha Muda ini memiliki ternak sapi potong sebanyak 200 ekor berupa sapi Bali yang pemeliharaannya secara semi intensif. Hasil kegiatan adalah peternak meningkat pengetahuannya tentang teknik budidaya sapi potong yang baik yang berbasis menguntungkan dan mampu melakukan teknologi deteksi kebuntingan dini pada sapi potong mereka. Disamping itu, peternak juga meningkat kemampuannya dalam formulasi ransum sehingga kebutuhan nutrisi ternak dapat terpenuhi sesuai standar kebutuhan ternak. Lebih lanjut, peternak mampu pemanfaatan limbah pertanian dan pengolahannya melalui teknologi inovasi pakan ramah lingkungan berupa teknolosi silase dan pakan komplit sebagai pakan ternak. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelaksanaan kegiatan ini dikategorikan sukses dalam pencapaian target yang direncanakan dan peserta/ peternak pun sangat antusias mengikuti pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan yang dilakukan sanagt bermanfaat dan berhasil dalam mentransfer pengetahuan dan meningkatkan keterampilan peternak.