Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENATAAN KAWASAN SUMBER JENON, DESA GUNUNGRONGGO KECAMATAN TAJINAN, KABUPATEN MALANG Mohammad Reza; Agung Witjaksono; Fardiah Qonita Ummi Naila; Joana Angelia Putri Agustinus Teweng; I Gede Krisna Borneo Putra Pratama; Mierta Ramadea; Iqbal Rahmadi; Randy Elfranda Natanael
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2020): Ruang Tematik
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/space.v2i2.831

Abstract

The area of Jenon Water Source has been determined as tourism development area. This research is aimed to arrange the spatial development brief of Jenon Water Source. The method used in this research is descriptive qualitative method. The research result show that regional arranfement is needed. Where in the area arrangement in Sumber Jenon carried out in this project has a positive effect in Gunungronggo Village, which can improve the economy of the Gunungronggo Village community and improve the quality of Human Resources in Gunungronggo Village by adding a central souvenir in Sumber Jenon.
Kajian Komoditas Unggulan Kehutanan dalam Mendukung Industri Kreatif Batik Kayu Kabupaten Gunungkidul: Identification of Leading Forest Commodities in Supporting ‘Batik’ Wood Creative Industry in Gunungkidul Regency Mohammad Reza; Fardiah Qonita Ummi Naila
Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan) Vol. 4 No. 3 (2020): Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangu
Publisher : P4W LPPM IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jp2wd.2020.4.3.186-194

Abstract

Identification of Leading Forest Commodities in Supporting ‘Batik’ Wood Creative Industry in Gunungkidul Regency The forestry sector is one of the sectors that has a role in increasing revenue in Gunungkidul Regency, contributing more than a quarter of the regency’s GRDP with main commodities of mahogany, acacia, and sengon. With a forest area of ​​56,592 Ha, it is possible for Gunungkidul Regency to produce large amounts of wood. Wood produced in Gunungkidul Regency are processed into wood-derived products in the form of wooden batik handicrafts, with an average annual turnover of Rp 4,134,801,000.00. This study aims to identify leading commodities using Location Quotient method and to provide land suitability factor for forestry commodities as batik wood industry raw material. Secondary data and primary data are used in this study. Secondary data were obtained through data collection from related institutions, such as the Office of Cooperatives and SMEs of Gunungkidul Regency and Gunungkidul Regency in Figures, Meanwhile, primary data were sourced from interviews. From the results of the study, it was concluded that mahogany and acacia are leading commodities compared to sengon. The implications of this research are expected to be input for the formulation of local government strategies, as well as for batik wood craft producers concentrated at Patuk District in developing the creative economy sector using raw material from Gunungkidul Regency.
PENENTUAN ZONASI DAERAH RAWAN BENCANA LONGSOR STUDI KASUS DI KECAMATAN TUMPANG, KABUPATEN MALANG Mohammad Reza; Ghestiar Kharisma Kusumo; Mita Nur Bulan Sari; Alisya Fahza Nur Rahmah; Tasya Almira Syah Putri; Yohanes Kurnia Natalino; Muhammad Ilham
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2020): Ketahanan dan Adaptasi Ruang
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/space.v2i1.829

Abstract

Tumpang Subdistrict is one of the sub-districts in Malang Regency which has many steep slopes especially in the east of Tumpang Subdistrict, this area has a high potential for natural disasters, one of which disasters is landslides, so it needs to be repaired. Landslides by tracing the areas that caused landslides in order to minimize losses caused. The purpose of this study is to know the cause and distribution areas which has high potential of landslides. This research method is scoring and weighting, and overlapping with physical digital basic map Tumpang to get areas that use landslides, which are processed using ArcGis 10.2 software. The results of this study are Landslide Prone Maps which are maps that describe areas with the level of landslide vulnerability assessment in the study area. With this result, then it becomes a reference in landslide disaster mitigation to assist the government in diverting landslide disasters in the area
KONSEP WISATA BUDAYA KALIJA KELURAHAN TASIKMADU KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Mohammad Reza; Endratno Budi Santosa; Titik Poerwati
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 01 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.63 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v4i01.2345

Abstract

Industri pariwisata pada umumnya memberi peran penting bagi perekonomiandaerah karena dapat memberikan tambahan Pendapatan Asli Daerah sehinggapenerimaan daerah meningkat, selain itu dapat menambah lapangan pekerjaanbagi masyarakat di sekitar tempat wisata, dimana potensi pariwisata tersebutdapat di kelola oleh penduduk setempat.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsep Wisata Budaya Kalija(Kalimantan Jawa) di Kelurahan Tasikmadu Kecamatan Lowokwaru KotaMalang. Metode analisa dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatifdan berdasarkan kondisi eksisting dari lokasi penelitian. Wisata Kalijamerupakan tempat wisata degan konsep budaya tradisional. Konsep wisata inimenyajikan objek wisata yang berbeda dibandingkan dengan objek-objekwisata lain yang ada di lingkup Malang Raya. Wisata Kalija akan menampilkanpentas budaya setiap harinya, secara bergantian antara Kalimantan dan Jawa.Wisata ini dibuat semenarik mungkin dan dapat membuat pengunjung merasaseakan berada di Kota Kalimantan maupun di Jawa.
KONSEP KAWASAN WISATA BERBASIS BUDAYA “RT DOLANAN NUSANTARA” Mohammad Reza; Maria Christina Endarwati; Arif Setyawan
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v4i02.2804

Abstract

Pariwisata adalah suatu aktivitas perubahan tempat tinggal sementara dari seseorang, di luar tempat tinggal sehari-hari dengan suatu alasan apapun selain melakukan kegiatan yang bisa menghasilkan upah atau gaji. Selain itu, pariwisata merupakan aktivitas, pelayanan dan produk hasil industri pariwisata yang mampu menciptakan pengalaman perjalanan bagi wisatawan. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu untuk mengetahui penerapan prinsip Landscape dalam perencanaan kawasan wisata berbasis budaya di Kelurahan Tasikmadu. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah dengan melakukan pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan, pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal, pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung serta pelestarian lingkungan dan membuat skenario pariwisata, yang diwujudkan dalam desain dan perencanaan pariwisata secara spesifik. Perencanaan Landscape dengan memerhatikan keadaan fisik wilayah menjadi modal perencanaan konsep wisata berbasis budaya. Salah satunya yaitu, pemilihan arah hadap Kawasan Wisata “RT Dolanan Nusantara” yang juga mempertimbangkan keberadaan Gunung Arjuna yang dapat terlihat dari lokasi perencanaan, sehingga menambah nilai keindahan bagi “RT Dolanan Nusantara”.
MASTERPLAN WISATA EDUFARM KEDOK OMBO DESA GUNUNG REJO, KECAMATAN SINGOSARI, KABUPATEN MALANG Mohammad Reza; Fardiah Qonita Ummi Naila
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 2 (2021): Pengembangan Wilayah dan Pariwisata
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/space.v3i2.2091

Abstract

Perencanaan Agrowisata berbasis Edufarm di desa Gunungrejo sudah tepat karena adanya potensi dan peluang pengembangannya. Namun, untuk memaksimalkan dampak dan menjadi obyek wisata yang dapat bersaing dengan konsep-konsep wisata di pedesaan yang lain pertimbangan ekonomi, sosial, budaya dan kondisi fisik lingkungan tapak harus dipertimbangkan dengan matang. Peluang pesona alam yang indah, adanya sumber air yang cukup dekat untuk irigasi, serta kekayaan sejarah di daerah tersebut dengan peninggalan Kerajaan Singosari membuat peluang perencanaan dapat menjadi berkarakter dan memiliki pembeda dengan obyek lain. Penataan yang teliti, kontekstual, berbasis lokal dan memberdayakan masyarakat sekitar akan meningkatkan potensi ekonomi masyarakat sekitar, terlebih-lebih di saat-saat pandemi yang menyebabkan masyarakat sekitar kehilangan pendapatan signifikan. Selain itu, dengan kolaborasi bersama pihak swasta dan masyarakat sekitar, diharapkan perencanaan Edufarm di Desa Gunungrejo dapat berjalan dengan baik.
PERENCANAAN GAPURA DI KAWASAN MCK TERPADU JL. TIRTARONA RT 03, RW 07, KELURAHAN TLOGOMAS, KECAMATAN LOWOKWARU, KOTA MALANG Agustina Nurul Hidayati; Mohammad Reza; Fardiah Qonita; M. Dafa Murtado; Andhyka Putra B; Utas Satrio Pangintan; Evan Evan
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2020): Ketahanan dan Adaptasi Ruang
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/space.v2i1.828

Abstract

The gate as an identity in an area can be a center for depicting partnerships between the Tirtarona Foundation as a tour manager caring for changes in the Integrated Sanitation area with the National Institute of Technology Malang as a university in the field of technology that can enable to introduce the seriousness of the National Institute of Technology in developing technology in seeking the vision of the National Institute of Technology Malang to the community. For this reason, in the community service program we hope to provide a choice of the concept of the gate that will be built in the Integrated Sanitation Area.