This Author published in this journals
All Journal Verbum Christi
David Tong
International Reformed Evangelical Seminary

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

QUANTUM INDETERMINACY AND THE SOVEREIGNTY OF GOD David Tong
VERBUM CHRISTI JURNAL TEOLOGI REFORMED INJILI Vol 1 No 1 (2014): Verbum Christi
Publisher : STTRII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.879 KB) | DOI: 10.51688/vc1.1.2014.art6

Abstract

Pada akhir abad ke-18, paradigma fisika Newtonian dinilai mendukung wawasan materialisme dan determinisme. Konsep akan Allah yang deistik dinilai sebagai suatu alternative pemikiran rasional dari konsep akan Allah yang tradisional. Akan tetapi, keyakinan akan paradigma fisika Newtonian, beserta implikasi filosofis dan teologisnya, telah tersisihkan dengan munculnya paradigma baru fisika kuantum pada permulaan abad ke-20. Ketidakpastian Kuantum dilihat oleh sebagian pihak sebagai sekutu mereka untuk membawa kembali hal-hal yang bersifat supra-natural dan immaterial ke dunia ini. Akan tetapi, paradigma fisika yang baru ini sekaligus datang dengan tantangan-tantangannya sendiri; sebagian pihak telah menemukan sokongan ilmiah di dalam paradigma fisika yang baru ini terhadap wawasan Molinisme dan Teisme yang terbuka. Kedua wawasan akan Allah ini memberikan batasan akan kedaulatan Allah sehingga menyepelekan gambaran Allah yang alkitabiah. Komitmen kita kepada kemutlakan kedaulatan Allah akan setiap detil dari dunia yang Ia ciptakan dan kepada perbedaan antara Pencipta-ciptaan, telah memberikan suatu jalan keluar bagi kita untuk mengerti ketidakpastian kuantum.?
THE RELATIONSHIP BETWEEN CHRISTIANITY AND SCIENCE: A BRIEF HISTORICAL STUDY ON DARWINISM AND THE DUTCH NEO-CALVINIST THEOLOGIANS David Tong
VERBUM CHRISTI JURNAL TEOLOGI REFORMED INJILI Vol 1 No 2 (2014): Verbum Christi
Publisher : STTRII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.429 KB) | DOI: 10.51688/vc1.2.2014.art4

Abstract

The philosopher Ilse N. Bulhof's conclusion that the reception of Darwinism in the Netherlands was easy with opposition coming only from the religious quarters needs to be explained further. The fact is, opposition towards Darwinism came also from the academics and not all religious groups opposed it. The modern liberal accepted Darwinism without much reservation. Two great figures of the Dutch neo-Calvinisme, Abraham Kuyper and Herman Bavinck, accepted evolution as a fact while rejecting Darwinism. Bulfhof's conclusion above should not be understood as a conflict between faith and science. The real conflict is not between faith and science, but between two diametrically opposing worldviews. This is the reason why not all scientists embraced Darwinism. It is interesting to observe that the second generation of the Dutch neo- Calvinsm (Valentine Hepp, for example) resisted all forms of evolution theories. Several possible reasons explaining the discontinuity between these two generations of neo-Calvinism will also be given in this paper.?