Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KUAT MEDAN MAGNET PADA SALURAN BAHAN BAKAR TERHADAP PERFORMANSI GASOLINE ENGINE HIGH TECHNOLOGY Pakpahan, Binsar Maruli Tua; Iskandar, Henry; Manullang, Robert
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Some researchers have conducted research on the effect of fuel magnetation on the performance of the engine it self. But of the many studies conducted, it has never done research on high-tech machines (high technology). So the writer is challenged to do testing on high-tech cars. This research was conducted to determine the effect of the magnetic field on fuel consumption on otto (gasoline) engines. The test method is carried out by attaching a magnet to the fuel line with a variety of magnetic placement positions in the fuel hose. The test results show the amount of fuel consumption in the magnetic position A (closest to the combustion chamber) has decreased by 20% at 750 rpm (idle rotation) followed by the amount of exhaust emissions reduced by 12.9%. Keyword: Fuel magnetization, Fuel, High tech.
PERBANDINGAN PEMANFAATAN MATRIKS TEPUNG TAPIOKA DAN SAGU PADA KARBON AKTIF TONGKOL JAGUNG UNTUK MENGURANGI EMISI GAS BUANG KENDARAAN Hasan, Hanapi; Gunawan, Safri; Pakpahan, Binsar Maruli Tua; Eswanto, Eswanto
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan limbah tongkol jagung sebagai karbon aktif dengan matriks tepung sagu dan tepung tapioka. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil emisi gas buang kendaraan bermotor dengan penggunaan karbon aktif tongkol jagung dengan matriks tepung sagu dan tapioka. Pemanfaatan karbon aktif diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu tongkol jagung dengan jenis matriks tepung sagu dan tongkol jagung dengan jenis matriks tepung tapioka. Komposisi masing-masing karbon aktif dengan matriks divariasikan menjadi 80:20, 70:30, dan 60:40. Saat pengujian, karbon aktif tersusun rapi pada saringan udara untuk menyerap senyawa Nitrogen dari udara yang masuk ke intake manifold. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penurunan CO, HC, CO2, O2, dan NOx berturut-turut tidak signifikan dihasilkan matriks tertentu. Hal ini terlihat pada komposisi perbandingan tertentu matriks tepung sagu lebih baik untuk senyawa gas buang tertentu yang dihasilkan gas buang dan sebaliknya. Kesimpulan utama yang dapat ditarik adalah bahwa karbon aktif dari tongkol jagung sangat mempengaruhi emisi gas buang pada kendaraan. Kata kunci: Tongkol jagung, tepung sagu, tepung tapioka, emisi gas buang
Kelayakan Modul Pembelajaran Digital Mata Kuliah Ilmu Bahan Otomotif Binsar Maruli Tua Pakpahan; Erma Yulia; Saut Purba
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8519

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membuat materi media pembelajaran dapat ditampilkan dengan menggunakan peralatan digital (elektronik). Media pembelajaran digital lebih interaktif dan dapat disimpan dalam bentuk softcopy sehingga mudah diterapkan tanpa batasan ruang dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan modul pembelajran digital mata kuliah ilmu bahan otomotif di prodi Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan. Pengembangan modul pembelajaran digital menggunakan pendekatan research and development (R and D), Sebagai acuan dalam mengembangkan mudul digital menggunakan 3 langkah dari model ADDIE (Analysis, Design, Development). Teknik pengumpulan data dalam menilai kelayakan modul pembelajaran digital dilakukan dengan penyebaran angket. Subjek penelitian adalah 3 orang ahli yakni ahli desain pembelajaran ahli materi ilmu bahan dan ahli media. Kriteria penilaian kelayakan oleh ahli pada modul pembelajaran digital menggunakan skala likert, nilai kategori yaitu 5 ( sangat baik), 4 (baik), 3 (cukup baik), 2 (kurang) dan 1(sangat kurang), yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan nilai kelayakan ahli desain pembelajaran 4,3 ahli materi 4,5, dan ahli media pembelajaran 4,2. Dengan demikian dapat disimpulakan bahwa modul pembelajaran digital ilmu bahan yang dikembangkan sangat layak untuk di implementasikan.