Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN SIKAP IBU BALITA TENTANG GIZI TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAN HERAN KECAMATAN RENGAT BARAT TAHUN 2012 ., Yulizawati; Rismawanti, Venny
Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan Akbid YLPP Purwokerto Vol 3, No 01 (2012): Jurnal Bidan Prada Edisi Juni 2012
Publisher : Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan Akbid YLPP Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.946 KB)

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan sikap ibu balita tentang gizi terhadap status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pekan Heran Kecamatan Rengat Barat tahun 2012.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectionalHasil: Responden yang memiliki sikap positif sebanyak 51 orang (53,1%) dengan 7 balita (10,1%) memiliki status gizi kurang dan status gizi baik yaitu 44 orang (40,9%). Responden dengan sikap negatif sebanyak 45 orang (46,9%) dimana balita yang status gizi kurang sebanyak 12 orang (8,9%) dan status gizi baik yaitu 33 orang (36,1%). Hasil uji bivariabel antara variabel sikap dengan status gizi didapatkan hasil Pvalue = 0,183 dimana P>0,05 yang berarti maka Ha ditolak atau tidak terdapat hubungan antara sikap ibu balita dengan status gizi balitaKesimpulan: Tidak ada hubungan antara sikap ibu balita tentang gizi terhadap status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pekan Heran Kecamatan Rengat Barat tahun 2012Kata kunci:Sikap ibu, status gizi balita.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP IBU NIFAS TERHADAP MAKANAN GIZI SEIMBANG DENGAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI KLINIK BERSALIN KHAIRUNNISA TAHUN 2012 Rismawanti, Venny; ., Yulizawati
Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan Akbid YLPP Purwokerto Vol 3, No 01 (2012): Jurnal Bidan Prada Edisi Juni 2012
Publisher : Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan Akbid YLPP Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.543 KB)

Abstract

Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara sikap ibu nifas terhadap makanan gizi seimbang dengan penyembuhan luka perineum di Klinik Bersalin Khairunnisa tahun 2012.Metode : metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik dengan pendekatan potong lintang (Cross Sectional).Hasil : Hasil penelitian yang dilakukan terlihat bahwa sikap ibu nifas terhadap makanan gizi seimbang mayoritas adalah positif sebanyak 37 orang (53,62%) dan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas mayoritas adalah baik sebanyak 41 orang (59,42%).Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara sikap ibu nifas terhadap makanan gizi seimbang dengan penyembuhan luka perineum.Kata Kunci : Hubungan, Sikap ibu nifas, gizi seimbang, penyembuhan luka perineum.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) ., Yulizawati
Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan Akbid YLPP Purwokerto Vol 3, No 02 (2012): Jurnal Bidan Prada Edisi Desember 2012
Publisher : Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan Akbid YLPP Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.154 KB)

Abstract

BACKGROUND Controlling the population of Indonesia requires the proper use of contraception by couples of childbearing age. Intrauterine device is a long-term contraceptive Alar highly effective, yet very little is used that needs to be analyzed factors that can leverage the increased use of the intrauterine device. OBJECTIVE to analyze factors associated with the increased use of an intrauterine device (IUD). METHODS Data were obtained from 100 respondents and 100 respondents IUD users non IUD users by analyzing the factors of knowledge, attitude, behavior and motivation. Bivariate analysis performed using Mann Whitney test, multivariate analysis using multiple logistic regression. RESULTS multiple logistic regression calculation that the attitude of family planning acceptors related WUS highly significant (p <0.001) for IUD use. While the variables of knowledge, behavior and motivation are not correlated (p = <0.05). CONCLUSIONS Increased use of IUD can be done with emphasis on changing attitudes factor couples of childbearing age. Policy and decision-making and budgeting funds for the IUD should consider factors WUS attitude. Keywords: Knowledge, attitudes, behaviors, motivations, IUD
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TYPE STAD TERHADAP KETERAMPILAN PENGISIAN PARTOGRAF MAHASISWA KEBIDANAN Yulizawati, Yulizawati; Rismawanti, Venny
The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol 1 No 1 (2015): The Southeast Asian Journal of Midwifery
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan pendidikan menuntut adanya cara berfikir dan bertindak yang berbeda dari apa yang telah ada. Sistim pembelajaran yang baik harus mampu memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk membuka potensi dirinya dalam menginternalisasikan knowledge, skills dan attitudes melalui pengalaman belajarnya. Untuk mencapai hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan pola pembelajaran aktif melalui student centered learning (SCL) yang salah satunya adalah tipe STAD (Student Teams Achievement Division) karena tipe ini mengajarkan kerjasama, tanggung jawab, interaksi promotif, kepercayaan, pembuatan keputusan, komunikasi dan manajemen konflik. Dengan metode STAD, penguasaan pengisian partograf sebagai kompetensi inti dari mahasiswa kebidanan dalam pemantauan persalinan dapat meningkat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari metode STAD terhadap keterampilan mahasiswa dalam pengisian partograf. Metode yang dipakai penelitian ini adalah penelitian komparasi untuk membandingkan tingkat penguasaan keterampilan pengisian partograf sebelum dan sesudah penggunaan metode kooperatif tipe STAD. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu terdapat perbedaan yang sangat signifikan pada tingkat penguasaan keterampilan mahasisa dalam mengisi partograf antara sebelum dengan sesudah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan nilai p= 0,001. Metode pembelajaran student centered learning (SCL) dengan tipe STAD terbukti signifikan dalam peningkatan kompetensi mahasiswa dalam pengisian partograf.ABSTRACTEducational development demands different ways of thinking and act from what have already existed. Ideal learning system must be able to provide a learning experience for students, to open up their potential for internalizing knowledge, skills and attitudes through their learning experiences. It can be done by applying an active learning method through student centered learning (SCL), one of these methods is STAD (Student Teams Achievement Division). This type teaches cooperation, responsibility, interaction, confidence, decision-making, communication, and conflict management. With this method, partograph filling skill as the core competencies of midwifery students in labor monitoring may increase..This research aims to determine the effect of STAD method on partograph filling skill of midwifery students. This was a comparative study to compare the level of student skill in filling up partograph before and after applying cooperative learning using STAD method. The results obtained in this study showed that there was a very significant difference of the skill of students before and after using cooperative learning of STAD method, with a p-value is 0.001. Student centered learning using STAD method is proved to be more significant to improve student competence of filling up partograph.
CONTINUITY OF CARE PADA NEONATUS DAN BAYI DI ERA PANDEMI COVID-19 DI SUMATERA BARAT Lusiana El Sinta Bustami; Yulizawati Yulizawati; Erda Mutiara Halida; Fitrayeni Fitrayeni; Rafika Oktova; Laila Rahmi; Ulfa Farrah Lisa; Aldina Ayunda Insani; Uliy Iffah; Feni Andriani; Miranie Safaringga
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.1.161-165.2021

Abstract

Bayi Baru Lahir dan neonatus memiliki resiko ganggguan kesehatan paling tinggi, berbagai masalah kesehatan bisa muncul, sehingga tanpa penanganan yang tepat, akan memiliki dampak berbahaya pada bayi. Saat ini, Indonesia sedang menghadapi bencana nasional non alam Covid-19 sehingga pelayanan kesehatan maternal dan neonatal menjadi salah satu layanan yang terkena dampak baik secara akses maupun kualitas. Kasus Covid-19 untuk wilayah Sumatera Barat yang masih meningkat dan kasus positif tidak hanya terjadi pada wanita yang sehat, namun juga ada yang tanpa gelaja, wanita hamil, menyusui, bayi baru lahir, anak dan dewasa. Agar ibu dan bayi tetap dapat selalu mendapatkan asuhan selama masa pandemi, maka sebagai bidan dapat dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of care) pada ibu dan keluarga dengan lebih inovatif dengan tetap harus memperhatikan protokol kesehatan dalam memberikan asuhan pada ibu dan bayi. Tujuan yang akan dicapai dalam kegiatan ini adalah meningkatnya angka derajat kesehatan yang lebih baik pada bayi, sehat fisik dan tumbuh serta berkembang secara normal di era pandemi covid-19. Metode yang dipakai dengan melakukan survey dan wawancara untuk pengumpulan data, analisis data, penyajian data, merumuskan pembahasan dan selanjutnya diberikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) dilakukan dengan metode daring dengan menggunakan aplikasi SMS,video conference, zoom,WA dan aplikasi lainnya. Kata kunci : Bayi Baru Lahir, Neonatus, Covid-19, Continuity of Care ABSTRACT Newborn and neonatus have the highest risk of health problems, various health problems can arise. So that without proper handling, it will have a dangerous impact on the baby. Currently, Indonesia is facing a national non-natural disaster Covid-19 so that maternal and neonatal health services are among the services that are affected both in terms of access and quality. Covid-19 cases for the West Sumatra region are still increasing and positive cases do not only occur in healthy women, but also those who are uneasy, pregnant, breastfeeding, newborns, children and adults. So that mothers and babies can always receive care during the pandemic, as a midwife continuous midwifery care can be carried out for mothers and families more innovatively while still having to pay attention to health protocols in providing care to mothers and babies. The goals in this event that will be achieved are to increase the health status in babies, physically healthy and grow and develop normally in the era of the Covid-19 pandemic. The method used by conducting surveys and interviews for data collection, data analysis, data presentation, formulating discussions and give the education, information by online using SMS, video conferencing applications, zoom, WA and other video applications. Keywords: Newborns, Neonates, Covid-19, Continuity of Care
INOVASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAMPUNG KB NAGARI MUNGO Yulizawati Yulizawati; Fuad Aufa Hasari; Suci Juliana; Miftahul Fikri; Nidia Irsada
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v2i1.90

Abstract

West Indobaleh Family Planning Village, Nagari Mungo as a community empowerment innovation aimed at increasing the participation of families, communities, the role of government, non-governmental institutions and the private sector in carrying out KKBPK programs by the needs and conditions of the KB Kampung region in West Indobaleh, Nagari Mungo. The method used in this activity is documentary studies, interviews, and quantitative analysis. The results of the KB village data are the residents in West Indobaleh with a total of 1985 inhabitants. The data obtained included 72% of family heads and 28% of non-family members. Then the total number of fertile couples is 365 couples and 86 non-fertile couples. Then the number of residents who have used KB is 140 people, who are using KB 128 people, and those who have not used KB are 274 people. Then the data shows that of 173 households, there were 219 toddlers, of 289 family heads, there were 483 teenagers, and 131 family heads, there were 200 older people. The KB village is also one of BKKBN's work programs that can help the community to set priorities and help realize the goals to be achieved by the family, and to improve the quality of life of the city.
DETEKSI DINI KOMPLIKASI KEHAMILAN, PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SERTA DETEKSI DINI GANGGUAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAYI DAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEGAMBIRAN KOTA PADANG Aldina Ayunda Insani; Erda Mutiara; Fitrisia Amelin; Yulizawati Yulizawati; Lusiana El Sinta Bustami; Feni Andriani
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 2 No 4 (2019)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.176 KB) | DOI: 10.25077/bina.v2i4.129

Abstract

Puskesmas Pegambiran is located in Lubuk Begalung Sub-district, Padang City has five villages with a pregnancy complication rate of 19.9% and neonatal complications of 11.74% (2016). The general objective that will be achieved is to increase the number of better health degrees for pregnant women, infants, toddlers, and pre-school age children through promotive and preventive activities. The method used is by conducting surveys and interviews, conduct counseling, demonstrate clean and healthy living habits, anthropometric measurements of infants, toddlers, and pre-school children, observation, pregnancy checks, hemoglobin checks, and counseling. The results obtained were counseling and demonstrations on clean and healthy living behaviors in pre-school age children at Alya Zahira Kindergarten, which all students could participate in and run smoothly. 98% of kindergarten students demonstrated healthy hygiene habits, including washing hands, brushing teeth, and mentioning healthy snacks. Anthropometric measurements of infants and toddlers and pre-school age children showed that weight for age was within normal limits, height/length according to age, and expected limits. 3.7% thin and short toddlers and 1.2% of toddlers have speech delays, 1.2% children under five with a history of epilepsy, and need further treatment, so referrals are made. 1.2% of children under five were referred to because they did not recognize colors. All pregnant women (100%) have normal hemoglobin levels (10 g / dl), and pregnancy conditions are appropriate for their gestational age. It is hoped that further community service activities will be carried out by applying the partnership midwifery practice model (mentoring) to the above targets for several months. There are changes in behavior patterns for promotive and preventive actions that have been given.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI NAGARI LUMPO KABUPATEN PESISIR SELATAN Yusrawati Yusrawati; Yulizawati Yulizawati; Lusiana El Sinta Bustami; Aldina Ayunda Insani; Vaulinne Basyir; Hudila Rifa Karmila; Feni Andriani; Erda Mutiara Halida; Fitrayeni Fitrayeni; Uliy Iffah; Miranie Safaringga; Laila Rahmi; Rafika Oktova; Ulfa Farah Lisa; Muhammad Iqbal; Rahmat Syawqi; Syandrez Prima Putra; Liganda Endo Mahata; Elfira Yusri
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 2 No 4 (2019)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.712 KB) | DOI: 10.25077/bina.v2i4.130

Abstract

Pesisir Selatan Regency is one of the districts with 15 sub-districts with the largest population in IV Jurai District. The number of deaths per year on the South Coast fluctuates. In 2015 the number of infant deaths increased from 6 to 42 people (male 29 and 13 female) from the previous year, AKABA of 47 from 18 in the previous year. There were 16 toddlers with herniated nutrition and many pregnant women, namely around 273 pregnant women. Based on a preliminary study conducted by the activity implementation team at the Lumpo Public Health Center, IV Jurai District, Pesisir Selatan Regency, it is known that there is no ultrasound examination facility in pregnancy and prenatal yoga facilities at the Lumpo Puskesmas, besides that there are no similar activities carried out at SD Negeri 016 and MTsN. Nagari Lumpo which is included in the work area of Lumpo Puskesmas. Several tests can be done during pregnancy as an effort to detect early and prevent complications and growth disorders in the fetus. Among others, by monitoring weight gain during pregnancy, conducting general examinations (vital signs), physical examinations that focus on the breasts, abdomen, genitalia with inspection, palpation, auscultation, and percussion, ultrasonography (USG) examinations, and performing supporting examinations in the form of laboratory examination (hemoglobin examination). The result of this activity is an increase in each target group's quality of life by the stages of life after this activity.
Peran bidan dalam upaya peningkatan penggunaan jamkesmas oleh masyarakat. Yulizawati Yulizawati; Detty Iryani; fitrayeni fitrayeni; lusiana Elsinta Bustami; Aldina Ayunda Insani; Ayu Nurdiyan
Journal of Midwifery Vol 1, No 2 (2016): Published on December 2016
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.219 KB) | DOI: 10.25077/jom.1.2.41-50.2016

Abstract

Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang perannya sangat strategis karena melaksanakan pelayanan kepada setiap wanita dalam setiap tahapan kehidupannya serta penerapan konsep normal sehingga banyak program yang dapat dilaksanakan.Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang besar. Berdasarkan hasil sensus tahun 2010 menunjukkan hasil 238,5 juta jiwa. Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2035 diproyeksikan menjadi 305,6 juta jiwa sedangkan Umur harapan hidup menjadi 72,2 pada tahun 2030.Kepesertaan penduduk Indonesia yang memiliki jaminan kesehatan adalah 131 juta jiwa pada tahun 2015 berarti sekitar 55 % dari total masyarakat Indonesia sementara dalam undang-undang republik indonesia nomor 40 tahun 2004 Tentang sistem jaminan sosial nasional dinyatakan bahwa setiap orang berhak atas jaminan sosial untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak dan meningkatkan martabatnya menuju terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur. Dengan demikian perlu langkah strategis dalam upaya meningkatkan kepesertaan masyarakat karena dengan jumlah penduduk yang besar serta umur harapan hidup yang meningkat jika tidak diimbangi dengan kesiapan dalam menghadapi berbagai permasalahan pada masa lansia termasuk penyakit degeneratif akan menambah beban bagi negara serta bagi keluarganya jika mereka tidak produktif.
Implementation of Menstrual Cycle Counselling in Premarital Screening Yulizawati Yulizawati Yulizawati; Ayu Nurdiyan; fitrayeni fitrayeni; Detty Iryani; Lusiana Elsinta Bustami; Aldina Ayunda Insani
Journal of Midwifery Vol 1, No 1 (2016): Published on June 2016
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.914 KB) | DOI: 10.25077/jom.1.1.1-11.2016

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI ) di Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN yaitu 359 per100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) 35 per 1000 kelahiran hidup.(SDKI,2012). AKI dan AKB merupakan indikator utama derajat kesehatan masyarakat. Data  AKI dan AKB jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya memang telah mulai menurun, Masa remaja adalah masa dimana terjadi proses ke arah kematangan, baik kematangan fisik, sosial atau psikologisnya. Setelah berakhirnya masa remaja, seorang undividu akan memasuki masa dewasa awal.  Dewasa awal merupakan periode antara remaja akhir dan dewasa pertengahan yaitu pada rentang usia 20-40 tahun. Masa dewasa awal merupakan masa reproduksi. Pada masa dewasa awal merupakan masa permulaan dimana seseorang mulai menjalin hubungan secara intim dengan lawan jenisnya.. Masa dewasa awal akan membentuk individu dalam membangun karier dan memutuskan apakah akan menikah atau tidak.
Co-Authors Afriandi Putra Aldina Ayunda Insani Aqila Salsabela Ayu Nurdiyan Corry Syafitri Detty Iryani Dhea Aulia Amanda Dina Taufia Dina Taufia Dyah Amalia Nauli Elfira Yusri Erda Mutiara Erda Mutiara Halida Ermawati Ermawati Fannysia Halim Feni Andriani Feni Andriani Feni Andriani Feni Andriani Feni Andriani Feri Anita Wijayanti Feri Anita Wijayanti Filda Filda Fira Rahmaditha Fitrayeni Fitrayeni Fitrisia Amelin Fitrsia Amelin Fuad Aufa Hasari Hadrah Alfina Hardisman Hardisman Hardisman Hardisman Henni Fitria Henni Fitria Henni Fitria Henni Fitria Henni Fitria Henni Fitria Hindun Mila Hindun Mila Hudzaifah Hindun Mila Hudzaifah Hudila Rifa Karmila Iffah, Uliy Ikhwan Arief Iney Pive Enosentris Iney Pive Enosentris Laila Rahmi Lailaturrahmi Lailaturrahmi Lasmi Farianti Lulisa Desrama Tasya Lusiana - El Sinta B, Lusiana - M. Pemberdi Intasir Mahata, Liganda Endo Marzatia Yulika Marzatia Yulika Miftahul Fikri Milletesya Govanda Miranie Safaringga Monica Lailatul Murarah Muhammad Iqbal Naomi Sondang Nidia Irsada Nur Indrawaty Lipoeto Ovella April Rieza Presellya Halim Prety Zinta Aprila Radhiyatan Mardhiyah Rafika Oktofa Rafika Oktova Rahmat Syawqi Rahmayani Afrah Rani Purnama Rika Susanti Sausan Dhinda Amallia Shasi Genia Sanjaya Siti Dzakiyyah Masyar Suci Fauziah Ramadhan Suci Juliana Syandrez Prima Putra Taufik Hidayat Taufik Saputra Trifia R ahmawati Ulfa Farah Lisa Ulfa Farah Lisa Ulfa Farrah Lisa, Ulfa Farrah Vanessa Alivia Savira Vaulinne Basyir Venny Rismawanti Venny Rismawanti Vivin Adella Yantri Maputra Yantri Maputra Yogi Afritunando Yollanda Vonitania Yulia Fatma Nasution Yusrawati Yusrawati Zalestya Viani