Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA SIKAP IBU NIFAS TERHADAP MAKANAN GIZI SEIMBANG DENGAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI KLINIK BERSALIN KHAIRUNNISA TAHUN 2012 Rismawanti, Venny; ., Yulizawati
Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan Akbid YLPP Purwokerto Vol 3, No 01 (2012): Jurnal Bidan Prada Edisi Juni 2012
Publisher : Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan Akbid YLPP Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.543 KB)

Abstract

Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara sikap ibu nifas terhadap makanan gizi seimbang dengan penyembuhan luka perineum di Klinik Bersalin Khairunnisa tahun 2012.Metode : metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik dengan pendekatan potong lintang (Cross Sectional).Hasil : Hasil penelitian yang dilakukan terlihat bahwa sikap ibu nifas terhadap makanan gizi seimbang mayoritas adalah positif sebanyak 37 orang (53,62%) dan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas mayoritas adalah baik sebanyak 41 orang (59,42%).Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara sikap ibu nifas terhadap makanan gizi seimbang dengan penyembuhan luka perineum.Kata Kunci : Hubungan, Sikap ibu nifas, gizi seimbang, penyembuhan luka perineum.
HUBUNGAN SIKAP IBU BALITA TENTANG GIZI TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAN HERAN KECAMATAN RENGAT BARAT TAHUN 2012 ., Yulizawati; Rismawanti, Venny
Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan Akbid YLPP Purwokerto Vol 3, No 01 (2012): Jurnal Bidan Prada Edisi Juni 2012
Publisher : Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan Akbid YLPP Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.946 KB)

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan sikap ibu balita tentang gizi terhadap status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pekan Heran Kecamatan Rengat Barat tahun 2012.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectionalHasil: Responden yang memiliki sikap positif sebanyak 51 orang (53,1%) dengan 7 balita (10,1%) memiliki status gizi kurang dan status gizi baik yaitu 44 orang (40,9%). Responden dengan sikap negatif sebanyak 45 orang (46,9%) dimana balita yang status gizi kurang sebanyak 12 orang (8,9%) dan status gizi baik yaitu 33 orang (36,1%). Hasil uji bivariabel antara variabel sikap dengan status gizi didapatkan hasil Pvalue = 0,183 dimana P>0,05 yang berarti maka Ha ditolak atau tidak terdapat hubungan antara sikap ibu balita dengan status gizi balitaKesimpulan: Tidak ada hubungan antara sikap ibu balita tentang gizi terhadap status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pekan Heran Kecamatan Rengat Barat tahun 2012Kata kunci:Sikap ibu, status gizi balita.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) ., Yulizawati
Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan Akbid YLPP Purwokerto Vol 3, No 02 (2012): Jurnal Bidan Prada Edisi Desember 2012
Publisher : Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan Akbid YLPP Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.154 KB)

Abstract

BACKGROUND Controlling the population of Indonesia requires the proper use of contraception by couples of childbearing age. Intrauterine device is a long-term contraceptive Alar highly effective, yet very little is used that needs to be analyzed factors that can leverage the increased use of the intrauterine device. OBJECTIVE to analyze factors associated with the increased use of an intrauterine device (IUD). METHODS Data were obtained from 100 respondents and 100 respondents IUD users non IUD users by analyzing the factors of knowledge, attitude, behavior and motivation. Bivariate analysis performed using Mann Whitney test, multivariate analysis using multiple logistic regression. RESULTS multiple logistic regression calculation that the attitude of family planning acceptors related WUS highly significant (p <0.001) for IUD use. While the variables of knowledge, behavior and motivation are not correlated (p = <0.05). CONCLUSIONS Increased use of IUD can be done with emphasis on changing attitudes factor couples of childbearing age. Policy and decision-making and budgeting funds for the IUD should consider factors WUS attitude. Keywords: Knowledge, attitudes, behaviors, motivations, IUD
Description of knowledge and Attitudes Breast Self-Examination (BSE) in Women of Fertile Age in the Kalumbuk District Yulizawati Yulizawati; Hardisman Hardisman; Filda Filda
Journal of Midwifery Vol 5, No 2 (2020): Published on Desember 2020
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jom.5.2.39-44.2020

Abstract

Breast cancer (Ca Mamae)  is a major health problem in Indonesia and the world. One of the causes of this disease can’t be cured when found in the advanced stage.  The efforts of preventing and controlling breast cancer by the government have been conducted by the clinical Breast Examination (CBE). CBE is done by medical personnel. CBE formed women to be able to perform breast self-examination (CBE). CBE is an early detection intervention that has many advantages including simple, easy and practical. If done correctly and periodically can detect early breast cancer. The purpose of this research is to look at the knowledge and attitude of CBE in women of childbearing age (WUS) in Kalumbuk District.MethodThis type of research uses quantitative descriptive with simple random sampling. Data suspension was conducted on October 2019 – July 2020. The population of this research is 30-50 years old in women of fertile age. The number of samples in this study was 101 respondents. Data processing using   SPSS 25 software.ResultsThe results of the study gained that the knowledge of respondents in the category is sufficient, while the respondents attitude is in the negative attitude category to BSE.ConclusionKnowledge is enough and the negative attitude to BSE this is being done by a number of things such as age, education, employment, and health education BSE.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TYPE STAD TERHADAP KETERAMPILAN PENGISIAN PARTOGRAF MAHASISWA KEBIDANAN Yulizawati, Yulizawati; Rismawanti, Venny
The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol 1 No 1 (2015): The Southeast Asian Journal of Midwifery
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan pendidikan menuntut adanya cara berfikir dan bertindak yang berbeda dari apa yang telah ada. Sistim pembelajaran yang baik harus mampu memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk membuka potensi dirinya dalam menginternalisasikan knowledge, skills dan attitudes melalui pengalaman belajarnya. Untuk mencapai hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan pola pembelajaran aktif melalui student centered learning (SCL) yang salah satunya adalah tipe STAD (Student Teams Achievement Division) karena tipe ini mengajarkan kerjasama, tanggung jawab, interaksi promotif, kepercayaan, pembuatan keputusan, komunikasi dan manajemen konflik. Dengan metode STAD, penguasaan pengisian partograf sebagai kompetensi inti dari mahasiswa kebidanan dalam pemantauan persalinan dapat meningkat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari metode STAD terhadap keterampilan mahasiswa dalam pengisian partograf. Metode yang dipakai penelitian ini adalah penelitian komparasi untuk membandingkan tingkat penguasaan keterampilan pengisian partograf sebelum dan sesudah penggunaan metode kooperatif tipe STAD. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu terdapat perbedaan yang sangat signifikan pada tingkat penguasaan keterampilan mahasisa dalam mengisi partograf antara sebelum dengan sesudah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan nilai p= 0,001. Metode pembelajaran student centered learning (SCL) dengan tipe STAD terbukti signifikan dalam peningkatan kompetensi mahasiswa dalam pengisian partograf.ABSTRACTEducational development demands different ways of thinking and act from what have already existed. Ideal learning system must be able to provide a learning experience for students, to open up their potential for internalizing knowledge, skills and attitudes through their learning experiences. It can be done by applying an active learning method through student centered learning (SCL), one of these methods is STAD (Student Teams Achievement Division). This type teaches cooperation, responsibility, interaction, confidence, decision-making, communication, and conflict management. With this method, partograph filling skill as the core competencies of midwifery students in labor monitoring may increase..This research aims to determine the effect of STAD method on partograph filling skill of midwifery students. This was a comparative study to compare the level of student skill in filling up partograph before and after applying cooperative learning using STAD method. The results obtained in this study showed that there was a very significant difference of the skill of students before and after using cooperative learning of STAD method, with a p-value is 0.001. Student centered learning using STAD method is proved to be more significant to improve student competence of filling up partograph.
Implementation of Menstrual Cycle Counselling in Premarital Screening Yulizawati Yulizawati Yulizawati; Ayu Nurdiyan; fitrayeni fitrayeni; Detty Iryani; Lusiana Elsinta Bustami; Aldina Ayunda Insani
Journal of Midwifery Vol 1, No 1 (2016): Published on June 2016
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.914 KB) | DOI: 10.25077/jom.1.1.1-11.2016

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI ) di Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN yaitu 359 per100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) 35 per 1000 kelahiran hidup.(SDKI,2012). AKI dan AKB merupakan indikator utama derajat kesehatan masyarakat. Data  AKI dan AKB jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya memang telah mulai menurun, Masa remaja adalah masa dimana terjadi proses ke arah kematangan, baik kematangan fisik, sosial atau psikologisnya. Setelah berakhirnya masa remaja, seorang undividu akan memasuki masa dewasa awal.  Dewasa awal merupakan periode antara remaja akhir dan dewasa pertengahan yaitu pada rentang usia 20-40 tahun. Masa dewasa awal merupakan masa reproduksi. Pada masa dewasa awal merupakan masa permulaan dimana seseorang mulai menjalin hubungan secara intim dengan lawan jenisnya.. Masa dewasa awal akan membentuk individu dalam membangun karier dan memutuskan apakah akan menikah atau tidak.
Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Kekerasan Seksual dan Kesehatan Reproduksi Remaja di Desa Sioban Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai Yulizawati Yulizawati; Rika Susanti; Yantri Maputra; Taufik Hidayat; Laila Rahmi; Afriandi Putra; Siti Dzakiyyah Masyar; Taufik Saputra
Jurnal Pengabdian Warta Andalas Vol 26 No 4.c (2019): Published in December 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengkompilasi masalah kesehatan reproduksi remaja yang terjadi di seluruh dunia. Sekitar 50 juta orang (20%) populasi Indonesia adalah remaja (usia 10-19 tahun). Berdasarkan data PKBI tahun 2005, sebanyak (33,79%) remaja siap untuk melakukan aborsi. Pada penelitian lain didapatkan, dari 2,4 juta kasus aborsi atau 21% (700-800 ribu) dilakukan oleh remaja (BBKBN-LDFEUI, 2000). Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kekerasan seksual dan kesehatan reproduksi sehingga menekan terjadinya pergaulan bebas di kalangan remaja. Kegiatan PKM dilakukan dengan pemberian Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) serta Konseling tentang : 1)Kekerasan Seksual pada Anak, 2)Kesehatan Reproduksi, 3)Kondisi Psikologis terhadap Kekerasan Seksual pada Anak, dan, 4)Dampak Pergaulan Bebas dan Pernikahan Dini pada Remaja. Kegiatan pemberikan pendidikan kesehatan dan konseling kekerasan seksual dan kesehatan reproduksi pada remaja di SMP 01 Desa Sioban dan Asrama Putri Desa Sioban Kecamatan Sipora Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai terlaksana dengan baik dengan dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak baik dari perangkat Desa, Kepala Sekolah dan Majelis Guru, serta warga sekitar. Maraknya pergaulan bebas yang terjadi di kalangan remaja di Desa Sioban memberikan kesan yang negatif terhadap remaja karena penyimpangan perilaku yang dilakukan serta kurangnya pengawasan dari masyarakat.
INOVASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAMPUNG KB NAGARI MUNGO Yulizawati Yulizawati; Fuad Aufa Hasari; Suci Juliana; Miftahul Fikri; Nidia Irsada
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v2i1.90

Abstract

West Indobaleh Family Planning Village, Nagari Mungo as a community empowerment innovation aimed at increasing the participation of families, communities, the role of government, non-governmental institutions and the private sector in carrying out KKBPK programs by the needs and conditions of the KB Kampung region in West Indobaleh, Nagari Mungo. The method used in this activity is documentary studies, interviews, and quantitative analysis. The results of the KB village data are the residents in West Indobaleh with a total of 1985 inhabitants. The data obtained included 72% of family heads and 28% of non-family members. Then the total number of fertile couples is 365 couples and 86 non-fertile couples. Then the number of residents who have used KB is 140 people, who are using KB 128 people, and those who have not used KB are 274 people. Then the data shows that of 173 households, there were 219 toddlers, of 289 family heads, there were 483 teenagers, and 131 family heads, there were 200 older people. The KB village is also one of BKKBN's work programs that can help the community to set priorities and help realize the goals to be achieved by the family, and to improve the quality of life of the city.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI NAGARI LUMPO KABUPATEN PESISIR SELATAN Yusrawati Yusrawati; Yulizawati Yulizawati; Lusiana El Sinta Bustami; Aldina Ayunda Insani; Vaulinne Basyir; Hudila Rifa Karmila; Feni Andriani; Erda Mutiara Halida; Fitrayeni Fitrayeni; Uliy Iffah; Miranie Safaringga; Laila Rahmi; Rafika Oktova; Ulfa Farah Lisa; Muhammad Iqbal; Rahmat Syawqi; Syandrez Prima Putra; Liganda Endo Mahata; Elfira Yusri
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 2 No 4 (2019)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.712 KB) | DOI: 10.25077/bina.v2i4.130

Abstract

Pesisir Selatan Regency is one of the districts with 15 sub-districts with the largest population in IV Jurai District. The number of deaths per year on the South Coast fluctuates. In 2015 the number of infant deaths increased from 6 to 42 people (male 29 and 13 female) from the previous year, AKABA of 47 from 18 in the previous year. There were 16 toddlers with herniated nutrition and many pregnant women, namely around 273 pregnant women. Based on a preliminary study conducted by the activity implementation team at the Lumpo Public Health Center, IV Jurai District, Pesisir Selatan Regency, it is known that there is no ultrasound examination facility in pregnancy and prenatal yoga facilities at the Lumpo Puskesmas, besides that there are no similar activities carried out at SD Negeri 016 and MTsN. Nagari Lumpo which is included in the work area of Lumpo Puskesmas. Several tests can be done during pregnancy as an effort to detect early and prevent complications and growth disorders in the fetus. Among others, by monitoring weight gain during pregnancy, conducting general examinations (vital signs), physical examinations that focus on the breasts, abdomen, genitalia with inspection, palpation, auscultation, and percussion, ultrasonography (USG) examinations, and performing supporting examinations in the form of laboratory examination (hemoglobin examination). The result of this activity is an increase in each target group's quality of life by the stages of life after this activity.
Penerapan Pendidikan Interprofesi Dalam Pendidikan Profesi Bidan Ayu Nurdiyan; Yulizawati Yulizawati; Lusiana Elsinta Bustami; Detty Iryani; fitrayeni fitrayeni; Aldina Ayunda Insani
Journal of Midwifery Vol 1, No 1 (2016): Published on June 2016
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.825 KB) | DOI: 10.25077/jom.1.1.23-34.2016

Abstract

Pendidikan kesehatan merupakan bagian penting dalam pembangunan kesehatan. Bidan adalah salah satu tenaga kesehatan yang ada dalam sistem kesehatan dan memiliki posisi penting/ strategis dalam penurunan AKI dan AKB, serta peningkatan kesejahteraan. Untuk menyiapkan bidan yang tanggap terhadap situasi terkini dan dapat mengatasi berbagai situasi kompleks yang dihadapi perempuan sepanjang siklus reproduksinya, dibutuhkan bidan yang mampu berpikir kritis, melakukan analisis-sintesis, advokasi dan berjiwa kepemimpinan yang hanya dapat dihasilkan oleh sistem pendidikan tinggi kebidanan yang berkualitas dan mampu berkembangan sesuai kemajuan zaman. Dalam hal ini, bidan harus dapat bekerja dalam tim dan berkolaborasi dengan profesi kesehatan lain. Standar kompetensi profesi Bidan menjelaskan bahwa Bidan harus mampu menjalin kerjasama dengan tim kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan perempuan dan masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendidikan interprofesi dalam kurikulum pendidikan profesi Bidan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah dengan melakukan analisis dan kajian pustaka terhadap beberapa referensi yang mendukung. Beberapa referensi dikutip dan dikaji kemudian dibuat analisisnya terkait dengan topic kajian ini. Standar pendidikan profesi Bidan Indonesia menjelaskan bahwa Institusi Pendidikan Profesi Bidan (Akademik-Profesi) memiliki kebijakan untuk melakukan kerjasama dengan berbagai institusi lain, profesi lain yang terkait, wahana praktik klinik dan komunitas, organisasi profesi, dan mitra kerja luar negri. Program studi S1 Kebidanan FK – Unand dalam hal ini, untuk penerapan pendidikan interprofesi dilakukan pada tahap profesi sedangkan dalam tahap akademik, belum ada penerapan langsung berdasarkan kurikulum sehubungan dengan pendidikan interprofesi. Pendidikan profesi Bidan di Maastricht University dalam hal ini telah menerapkan pendidikan interprofesi sejak tahap akademik sampai tahap profesi. WHO dalam rekomendasinya tentang pendidikan interprofesi dan kolaborasi interprofesi dalam praktik menjelaskan tiga kunci penting dalam melaksanakan kolaborasi interprofesi dalam praktik yaitu adanya dukungan institusi, tanggap budaya, dan adanya lingkungan yang mendukung. Penerapan pendidikan interprofesi dalam pendidikan profesi Bidan di Indonesia perlu diintegrasikan dalam kurikulum yang sudah ada sehingga dapat memenuhi standar pendidikan Profesi Bidan dan Standar Kompetensi Profesi Bidan Indonesia.