Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

GERAKAN EKONOMI KEAGAMAAN DAN POLITIK IDENTITAS MUSLIM PEDESAAN Nugraha, Firman
Jurnal Bimas Islam Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.976 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v11i4.67

Abstract

The purpose of writing this article is to describe how the Islamic economy in the form of Baitul Maal wat Tamwil can portray itself as a representation of economic social movements in rural Moslems. The economic social movement is sustained by the Islamic identity politic in rural areas. Being a pious Moslem is the dream of every one. The one of characteristics of kaaffah in religion is to apply the values ??of Islam in all life dimensions including in the economy activity. With the study setting in Arjasari sub-districtBandung Regency and focus of this study is collectiving action on members of BMT Beyond Funds. The study was carried out through observation and interviews. The result of study shown there is a role of political identity in the success of BMT Beyond Funds as a movement of Islamic finance amid the economic struggle of rural Moslem agriculture in Arjasari. The Islamic identity politic appears in the social structure of rural communities with the majority of Moslems. The power of identity politic also gets a place through awareness, strategy and legitimacy. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan bagaimana ekonomi Islam yang secara akademik lebih dikenal dengan ekonomi syariah dalam wujud baitul maal wat tamwil dapat memerankan dirinya sebagai representasi gerakan sosial ekonomi Islam bagi muslim perdesaan. Gerakan sosial ekonomi Islam ini sendiri ditopang oleh politik identitas Islam di perdesaan.Menjadi Muslim yang kaaffah, adalah dambaan setiap umat Islam.Salahsatu ciri kaaffah dalam beragama adalah menerapkan nilai-nilai agama Islam dalam seluruh dimensi kehidupan tidak terkecuali dalam perekonomian. Dengan setting kajian di Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung serta fokus kajian pada BMT Dana Akhirat, dimana studi dilakukan dengan observasi dan wawancara, dapat ditunjukkan bahwa ada peran politik identitas dalam keberhasilan BMT Dana Akhirat untuk menjadi oase pembiayaan syariah ditengah pergulatan ekonomi pertanian Muslim perdesaan di Arjasari. Politik identitas Islam tampak dalam struktur sosial masyarakat pedesaan dengan mayoritas beragama Islam.Kekuatan politik identitas ini juga mendapatkan tempat melalui kesadaran, strategi dan legitimasi
Peran Majlis Taklim dalam Dinamika Sosial Umat Islam firman nugraha
Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 3 (2016): Jurnal Bimas Islam
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraksi Bagaimana posisi majlis taklim dalam dinamika sosial umat Islam Indonesia menjadi tema kajian ini. Perjalanan panjang keberadaan majlis taklim dalam gerak perubahan sosial umat Islam menunjukan warna tersendiri pada setiap tempat yang kondisi sosialnya berbeda termasuk masa yang berbeda. Majlis taklim mengingat eksistensinya yang megakar kuat pada masyarakat Islam pada kurun waktu tertentu telah menjadi perhatian politik untuk mengukuhkan pola pengkaderan dan pembinaan masyarakat. Dan pada dimensi masyarakat urban ia dapat dikatakan sebagai respon masyarakat atas kondisi sosial di sekitarnya. Sementara pada masyaraat perdesaan ia menjadi bagian penting sebagai agen untuk melakukan perubahan ekonomi sosial jamaahnya. Hal ini merupakan refleksi dari peran sosial yang ada dalam dirinya Abstract The aim of this article is to describe the position of majlis taklim in the social dynamics of Indonesian Muslims. The long journey of majlis taklim in motion social change has showed any variant color in every place different social conditions including different times. Majlis taklim by the existence of deep-rooted in Islamic societies at a certain time has become a political concern to establish the pattern of cadre and community development. On the dimensions of urban society it can be said as response to the public on social conditions in the vicinity. While in the rural it was became an important part as an agent for social change on economy congregation. This is a reflection of the social role of majlis taklim.
DEMOKRASI DAN PERDA SYARIAT: KASUS SUKABUMI FIRMAN NUGRAHA
Jurnal Dialog Vol 40 No 1 (2017): DIALOG
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.295 KB) | DOI: 10.47655/dialog.v40i1.175

Abstract

This article sheds some lights on the implementation of regional sharia regulations (Perda syariah) from the perspective of democracy, focusing on the aspects of representation and accountability. Qualitative study was employed in this research. The study finds out that the presence of regional sharia regulations in the context of democratic Sukabumi is substantially representative. This is due to the fact that Sukabumi people represent the majority group, which is Muslims. However, from the side of accountability, the regulations have low level of accountability since the sharia regulations have not solved the real issues amidst Sukabumi people. KEY WORDS: Accountability, Democracy, Regional Sharia Regulations, Reformation, Representative
PERAN MAJLIS TAKLIM DALAM DINAMIKA SOSIAL UMAT ISLAM nugraha, firman
Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 3 (2016): Jurnal Bimas Islam
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.692 KB)

Abstract

Abstraksi Bagaimana posisi majlis taklim dalam dinamika sosial umat Islam Indonesia menjadi tema kajian ini. Perjalanan panjang keberadaan majlis taklim dalam gerak perubahan sosial umat Islam menunjukan warna tersendiri pada setiap tempat yang kondisi sosialnya berbeda termasuk masa yang berbeda. Majlis taklim mengingat eksistensinya yang megakar kuat pada masyarakat Islam pada kurun waktu tertentu telah menjadi perhatian politik untuk mengukuhkan pola pengkaderan dan pembinaan masyarakat. Dan pada dimensi masyarakat urban ia dapat dikatakan sebagai respon masyarakat atas kondisi sosial di sekitarnya. Sementara pada masyaraat perdesaan ia menjadi bagian penting sebagai agen untuk melakukan perubahan ekonomi sosial jamaahnya. Hal ini merupakan refleksi dari peran sosial yang ada dalam dirinya   Abstract The aim of this article is to describe the position of majlis taklim in the social dynamics of Indonesian Muslims. The long journey of majlis taklim in motion social change has showed any variant color in every place different social conditions including different times. Majlis taklim by the existence of deep-rooted in Islamic societies at a certain time has become a political concern to establish the pattern of cadre and community development. On the dimensions of urban society it can be said as response to the public on social conditions in the vicinity. While in the rural it was became an important part as an agent for social change on economy congregation. This is a reflection of the social role of majlis taklim.
Pengaruh Kemudahan Dan Kebermanfaatan Simlitbang Diklat Terhadap Perilaku Widyaiswara Dalam Penggunaannya Firman Nugraha
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 19 No. 2 (2021): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v19i2.730

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to find out the effect of Simlitbangdiklat's simplicity and usefulness on its usage behavior by widyaiswara. The method used is descriptive with a positivistic approach. The data were obtained through questionnaires to widyaiswara in Bandung Religious Education and Training Center. The Data analysis uses statistics by a-means of SPSS version 21. The results of the t-test and probability test on the hypothesis showed that simplicity (X1) affected widyaiswara's behavior in using Simlitbangdiklat (Y) with R equal to 0.493 and the coefficient of determination was 0.243. At the same time, the usefulness of Simlitbangdiklat (X2) affected Y with an R of 0.397 and a determination coefficient of 0.158. Furthermore, X1X2 simultaneously influences Y with R of 0.586 and the determination coefficient of 0.343. So, this study concludes that Simlitbangdiklat simplicity and usefulness significantly influence the behavior of widyaiswara to use it.AbstrakTujuan penelitian ini untuk menemukan pengaruh kemudahan dan kebermanfaatan Simlitbangdiklat terhadap perilaku widyaiswara. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan positivistik. Data diperoleh melalui kuesioner terhadap widyaiswara di Balai Diklat Keagamaan Bandung. Analisis data menggunakan statistik berbantu SPSS versi 21. Hasil penelitian dan uji t serta uji probabilitas terhadap hipotesis menunjukkan bahwa kemudahan Simlitbangdiklat (X1) berpengaruh terhadap perilaku widyaiswara dalam penggunaan Simlitbangdiklat (Y) dengan nilai R 0.493 dan nilai koefisien determinasi 0.243. Sedangkan kebermanfaatan Simlitbangdiklat (X2) berpengaruh terhadap Y dengan R sebesar 0.397 dengan koefisien determinasi sebesar 0.158. Dan X1X2 secara bersamaan berpengaruh terhadap Y dengan R sebesar 0.586 serta koefisien determinasinya sebesar 0.343. Jadi, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kemudahan dan kebermanfaatan Simlitbangdiklat berpengaruh signifikan terhadap perilaku widyaiswara dalam penggunaannya. 
BAITUL MAL WA TAMWIL SEBAGAI GERAKAN SOSIAL EKONOMI KEAGAMAAN MUSLIM PERDESAAN Firman Nugraha; Mohammad Anton Athoillah; Yadi Janwari
Penamas Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v34i1.475

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan bagaimana gerakan ekonomi keagamaan yang merupakan khas Muslim perkotaan (modernis) dapat terbentuk dan tumbuh di perdesaan yang pada umumnya tradisionalis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Data dan informasi sesuai dengan tujuan penelitian diperoleh melalui pengamatan pada lingkungan penelitian. Pengamatan diperkuat dengan wawancara kepada beberapa narasumber dan partisipan dalam penelitian yang dikombinasikan dengan membaca data-data dokumentatif. Semua informasi yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Analisis teoritik terhadap temuan data di lapangan menggunakan teori Max Weber yang menyatakan adanya relasi antara pemahaman keagamaan dengan perilaku ekonomi pemeluknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan sosial ekonomi keagamaan di perdesaan terbentuk ketika simbol agama bertemu dengan faktor kesempatan, antara lain: pertama, dukungan struktural yaitu menguatnya semangat formalisasi doktrin Islam dan dukungan politis. Kedua, adanya ketegangan struktural akibat terbentuknya kemiskinan baru sebagai dampak perubahan ekologi. Ketiga, formalisasi substansi agama menjadi simbol sekaligus framing gerakan. Keempat, watak kegotongroyongan di perdesaan dan perilaku kolektif alamiah dalam majelis taklim telah menjadi modal dasar untuk menjadi kelompok terorganisir dalam gerakan ekonomi. Kelima, adanya aktor gerakan yang hadir dari fragmentasi kewibawaan desa baru akibat modernisasi perdesaan. Dengan demikian, kesimpulan penelitian ini, agama pada Muslim perdesaan bukan menjadi faktor utama yang mendorong terwujudnya gerakan sosial ekonomi, melainkan ketika dorongan perilaku ekonomi keagamaan bertemu dengan faktor-faktor tersebut.
MAJELIS TAKLIM SEBAGAI BASIS PEMBERDAYAAN UMAT Firman Nugraha
Tatar Pasundan : Jurnal Diklat Keagamaan Vol 12, No 33 (2018): Tatar Pasundan : Jurnal Diklat Keagamaan
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38075/tp.v12i33.60

Abstract

The aims of this article is to describe comparatively the model of community developmentbase on majelis taklim. The rationale framework is used that Islam and Muslims who become the majority can become social capital for community development. The results of this study conclude that the social context being the entry point for community empowering. The articulation of the developmentactivism was adjusted to the real problems. So that from the two majelis taklim are studied show a different development models, but in the same spirit to defend to the opressed.  Key words: Majelis Taklim, Transformative Councelling, the Oppressed, Islamic Economy.
MAJLIS TAKLIM DAN AKTUALISASI VISI ISLAM TRANSFORMATIF Firman Nugraha
FASTABIQ : JURNAL STUDI ISLAM Vol 1, No 1 (2020): FASTABIQ : Jurnal Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47281/fas.v1i1.5

Abstract

The purpose of this article is to describe the actualization of the transformative Islamic vision within religious economic movement. The transformative vision is the theological spirit embodied in the Qoran. A spirit that manifests to da'wah movement. Da'wah actions that answer problems of Ummah rather than just verbal activities. Da'wah action can be started from the activities held in  majelis taklim. Majelis taklim transforms a laboratory for social change in Muslim circles. The existence of majlis taklim is extraordinarily transformed into social capital as transformative vision formulation through reading the context of Muslims challenges, while referring to the Qur'anic doctrine. Throughout the theology of change, da'i has become not only a religious social elite, but also a person who has vision of change in society by a means of da'wah movement.Keywords: da'wah, social change, transformative theology
Gerakan Ekonomi Keagamaan dan Politik Identitas Muslim Pedesaan: Studi di BMT Dana Akhirat Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung Firman Nugraha
Jurnal Bimas Islam Vol. 11 No. 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v11i4.67

Abstract

The purpose of writing this article is to describe how the Islamic economy in the form of Baitul Maal wat Tamwil can portray itself as a representation of economic social movements in rural Moslems. The economic social movement is sustained by the Islamic identity politic in rural areas. Being a pious Moslem is the dream of every one. The one of characteristics of kaaffah in religion is to apply the values ​​of Islam in all life dimensions including in the economy activity. With the study setting in Arjasari sub-districtBandung Regency and focus of this study is collectiving action on members of BMT Beyond Funds. The study was carried out through observation and interviews. The result of study shown there is a role of political identity in the success of BMT Beyond Funds as a movement of Islamic finance amid the economic struggle of rural Moslem agriculture in Arjasari. The Islamic identity politic appears in the social structure of rural communities with the majority of Moslems. The power of identity politic also gets a place through awareness, strategy and legitimacy. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan bagaimana ekonomi Islam yang secara akademik lebih dikenal dengan ekonomi syariah dalam wujud baitul maal wat tamwil dapat memerankan dirinya sebagai representasi gerakan sosial ekonomi Islam bagi muslim perdesaan. Gerakan sosial ekonomi Islam ini sendiri ditopang oleh politik identitas Islam di perdesaan.Menjadi Muslim yang kaaffah, adalah dambaan setiap umat Islam.Salahsatu ciri kaaffah dalam beragama adalah menerapkan nilai-nilai agama Islam dalam seluruh dimensi kehidupan tidak terkecuali dalam perekonomian. Dengan setting kajian di Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung serta fokus kajian pada BMT Dana Akhirat, dimana studi dilakukan dengan observasi dan wawancara, dapat ditunjukkan bahwa ada peran politik identitas dalam keberhasilan BMT Dana Akhirat untuk menjadi oase pembiayaan syariah ditengah pergulatan ekonomi pertanian Muslim perdesaan di Arjasari. Politik identitas Islam tampak dalam struktur sosial masyarakat pedesaan dengan mayoritas beragama Islam.Kekuatan politik identitas ini juga mendapatkan tempat melalui kesadaran, strategi dan legitimasi
Pengembangan Sistem Pelatihan Jarak Jauh Berbasis Moodle di Balai Diklat Keagamaan Bandung Dedi Restendi; Firman Nugraha; Agus Trianto
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 8 No 2 (2020): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v8i2.166

Abstract

[MOODLE BASED DISTANCE TRAINING SYSTEM DEVELOPMENT IN BALAI DIKLAT KEAGAMAAN BANDUNG]. Developing online training system is essential to create equalization over training opportunities, enrich learning materials, and increase trainees participation in learning. The development is also a medium to create accessible learning environment. Online training requires learning management system. One of the most widely used applications is Moodle. It has the latest version that can be used to improve online training’s quality, namely Moodle version 3.7.1. This study aims to find out Moodle-based remote training system implementation at Bandung Religious Training Center in 2020. Research and Development waterfall model is applied. Application testing is by using blackbox techniques. The analysis uses SCORM and Haughey theory. The result showed that Moodle-based remote training is considered good based on black box tests. It can be seen from several aspects of websites, such as appearance and content, implementation, institutional readiness, as well as facilities and infrastructure. Moodle 3.7.1 based remote training websites are recommended for socialization and provided remote training manual instructions