Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Effect of Freeze Dried Lactobacillus acidophilus Culture Concentration an Microbiological and Organoleptic Characteristics of Synbiotic Biscuits Made From Sorghum Flour and Soybean Flour Een Sukarminah; Endah Wulandari; Debby Moody Sumanti; Efri Mardawati; Elazmanawati Lembong; Okta Paulia
Journal of Industrial and Information Technology in Agriculture Vol 1, No 2 (2017): DECEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.594 KB) | DOI: 10.24198/jiita.v1i2.14514

Abstract

Sorghum flour and soybean flour can be processed as the main raw material in the manufacture of functional food product, namely synbiotic biscuits with addition of freeze dried Lactobacillus acidophilus culture. The purpose of study was to determine the concentration of freeze dried L. acidophilus culture on synbiotic biscuits made from sorghum flour and soybean flour with the best microbiological and organoleptic characteristics. The research method used was randomized block design with 4 treatments and 3 replications. The treatments were the freeze dried L. acidophilus concentration 8%, 10%, 12%, and 14%. The results of study showed that the addition of freeze dried culture of L. acidophilus to the synbiotic biscuits made from sorghum flour and soybean flour gave a significant different effect on total L. acidophilus probiotic bacteria, aroma and yield, but did not give a significant effect on the color, taste and texture preferences. Synbiotic biscuits made from sorghum flour and soybean flour with the addition of freeze dried L. acidophilus concentration of 14% (w/w) were selected as the synbiotic biscuit with the best characteristic with total bacterial content of probiotics 10,67 Log CFU g-1, were perceived a bit like to like by the panelist and the obtained yield was 92,14%.
KAJIAN TEKANAN PADA ISOLASI BEBERAPA SENYAWA MINYAK NILAM (Pogostemon cablin Benth) DENGAN METODE DISTILASI FRAKSINASI Zahrah Eza Arpima; Sarifah Nurjanah; Asri Widyasanti; Bambang Nurhadi; Tita Rialita; Elazmanawati Lembong
AGROINTEK Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v14i2.6318

Abstract

In the fractional distillation process, the pressure that used is one of the important factors determining the operating conditions to obtain optimal product. This research aims to determine the effect of pressure on the fractinal distillation process of patchouli oil. The research method that used in this research was an experimental method with descriptive analysis. This research was conducted with three treatments that is different pressure treatments and repeated twice. The pressure treatments that used in the fractional distillation process are A = 5 mmHg, B = 10 mmHg, and C = 15 mmHg and arranged to produce five (5) fractions of each treatment. The parameters that measured including the yield of fractional distillation, distillation process time, specific gravity, and refractive index. The lower the pressure used in the distillation process, the greater the yield and the faster the distillation process time. The results of this research indicate that the variation of pressure that used does not have a significant effect on the characteristics of patchouli oil such as specific gravity and refractive index. The application of 5 mmHg pressure is good enough to separate the distillate yield into 5 fractions and is more efficient because it obtains the highest total yield of 93.5% with a distillation process time of 18.16 hours.
Kajian Substitusi Kacang Komak (Lablab Purpureus (L.) Sweet) Terhadap Nasi Kecambah Sorgum Merah Endah Wulandari; Heni Radiani Arifin; Een Sukarminah; Elazmanawati Lembong; Devi Nurul Fadilah
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.495 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n3.23136

Abstract

Nasi sorgum memiliki nutrisi yang setara dengan nasi beras padi. Namun permasalahan yang terdapat dalam sorgum yaitu mengandung zat antinutrisi seperti tanin yang cukup tinggi dan memiliki kualitas protein rendah karena kurangnya kandungan lisin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan keeratan substitusi kacang komak terhadap daya cerna protein nasi sorgum merah. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif (regresi korelasi). Percobaan terdiri dari 6 perlakuan yaitu dengan penambahan kacang komak sampai dengan 50% pada beras sorgum dan beras kecambah sorgum. Hasil penelitian ini menunjukkan nasi kecambah sorgum merah dengan penambahan kacang komak akan meningkatkan kadar tanin sebesar 0,189%. Kadar protein pada nasi kecambah sorgum merah sebesar 7,314%. Daya cerna protein pada nasi kecambah sorgum yaitu sebesar 57,605%. Terdapat hubungan yang sangat kuat antara substitusi kacang komak dan pengecambahan pada nasi sorgum merah dan dapat meningkatakan kadar protein dan daya cerna protein, dan menurunkan kadar tanin.
PENAMBAHAN -AMILASE DAN GLUKOAMILASE PADA PEMBUATAN ROTI DARI TEPUNG SORGUM DAN GANDUM Elazmanawati Lembong; Toto Subroto; Debby M Sumanti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan enzim dapat memperbaiki proses fermentasi pada pembuatan roti dan memperbaiki mutu simpannya. Belum banyak diketahui bagaimana pengaruh a-amilase dan glukoamilase pada roti yang terbuat dari tepung sorgum dan terigu. Penelitian ini bertujuan untuk membuat roti dari tepung sorgum : terigu (30 : 70) dengan penambahan a-amilase dan glukoamilase sehingga dihasilkan roti dengan karakteristik yang baik dan disukai panelis. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan analisis deskriptif. Perlakuan yang digunakan adalah penambahan a-amilase dan glukoamilase sebesar 0 U/g tepung; 1,15 U/g tepung; 1,35 U/g tepung; dan 1,55 U/g tepung. Roti yang dihasilkan diuji menggunakan Uji hedonik menggunakan nilai antara 1 - 5 dari yang tidak disukai sampai sangat suka. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan analisis deskriptif. Roti menggunakan sorgum : terigu (30 : 70) yang ditambahkan a-amilase dan glukoamilase sebesar 1,35 U/g tepung memiliki karakteristik yang disukai menurut Uji hedonik dengan nilai penampakan keseluruhan 4; warna crust 4,2; warna crumb 3,8; aroma 3,6; keempukan ditekan dan digigit 4; dan rasa juga bernilai 4. Kata kunci : Sorgum, a-amilase, Glukoamilase 
SOSIALISASI DIVERSIFIKASI PRODUK PANGAN FUNGSIONAL BERBASIS SORGUM DI DESA CIMANGGU KECAMATAN PAMEUNGPEUK KABUPATEN BANJARAN Endah Wulandari; Een Sukarminah; Elazmanawati Lembong
Dharmakarya Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i4.19783

Abstract

Biji sorgum memiliki kandungan gizi yang baik, seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin, serta tidak mengandung gluten seperti yang terdapat di dalam gandum, sehingga aman untuk penderita penyakit intoleran terhadap gluten seperti autisme, penyakit seliak, dan lain sebagainya. Tujuan dari program  ini adalah sosialisasi diversifikasi produk pangan berbasis sorgum menjadi pangan fungsional, membangun kesadaran untuk memulai berwirausaha dan mengembangkan industri rumah tangga berdasarkan potensi pangan lokal yang dimiliki demi perbaikan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitar dan melakukan penyuluhan/penyadaran tentang cara pengolahan pangan yang baik dan benar. Hasil dari proses PPM adalah respon warga masyarakat dan aparat kecamatan Pamengpeuk Kabupaten Bandung baik dan positif terhadap kegatan PPM yang akan dilaksanakan selama bulan April sampai dengan Desember 2018 Respon aparat desa sayang dan ibu PKK baik dan mendukung kegiatan dengan batuan perijinan penggunaan fasilitas desa.
POTENSI SORGUM SEBAGAI PRODUK KEWIRAUSAHAAN DI DESA SAYANG KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Endah Wulandari; Elazmanawati Lembong
Dharmakarya Vol 8, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.498 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i3.19779

Abstract

Biji sorgum memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai makanan pokok oleh masyarakat. Kegiatan PPM ini bertujuan memetakan data UKM di desa Sayang yang dapat memanfaatkan sorgum sebagai bahan baku UKM/kewirausahaan. Kegiatan PPM ini mendapat sambutan, tanggapan dan perhatian yang cukup baik dari warga sekitar dan pejabat desa setempat. Setelah melakukan wawancara pemetaan dan kuesioner ke ukm, diketahui bahwa masih banyak warga Desa Sayang yang masih belum mengetahui sorgum dan penggunaannya sebagai bahan pangan alternatif, dan untuk pengembangan budidaya sorgum kurang berpotensi untuk dilakukan di wilayah Desa Sayang karena kurang tersedianya lahan. UKM sudah ada di setiap RW minimal 1 UKM tetapi terdapat beberapa masalah yaitu kurangnya modal, peluang, dan pangsa pasar.
Pengaruh Penambahan Kacang Tunggak (Vigna Unguiculata) terhadap Komposisi Proksimat Nasi Kecambah Sorgum (Sorghum Bicolor (L) Moench) Endah Wulandari; Hanaa Rachmawati Sari; Een Sukarminah; Dian Kurniati; Elazmanawati Lembong; Fitry Filianty
agriTECH Vol 40, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.851 KB) | DOI: 10.22146/agritech.38256

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor (L) Moench.) merupakan bahan pangan lokal yang dapat digunakan sebagai pengganti beras. Sorgum memiliki kadar protein tidak tinggi, sehingga proses substitusi dengan kacang-kacangan atau proses perkecmabhan biji sorgum diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan kadar protein produk berbasis sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik proksimat nasi sorgum dan nasi kecambah sorgum tersubstitusi kacang tunggak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksperimental dengan perbandingan sorgum atau kecambah sorgum dengan kacang tunggak sebesar 90:10, 70:30 dan 50:50. Hasilpenelitian menunjukkan komposisi proksimat nasi sorgum mengalami perubahan seiring dengan meningkatnya substitusi kacang tunggak dan perkecambahan. Semakin besar substitusi kacang tunggak meningkatkan kadar protein dan kadar abu namun menurunkan kadar air, kadar lemak, dan kadar karbohidrat nasi sorgum sedangkan perkecambahan sorgum cenderung menaikkan kadar protein dan kadar air namun menurunkan kadar abu, kadar lemak dan kadar karbohidrat nasi kecambah sorgum.
Antibacterial Activity of -guaiene Patchouli Oil on Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis Novia Dwi Anggraeni; Sarifah Nurjanah; Elazmanawati Lembong
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 6, No 3 (2020): Special issue Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SNST) 2020
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v6i3.4964

Abstract

Patchouli oil has the content of α-guaiene as one of the dominant components. The α-guaiene compound is one of the seskuiterpen groups that has antibacterial capabilities, but there have been no reports of antimicrobial activity of the α-guaiene compound. Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis bacteria are normal human microbials that often cause nosocomial infections (originating from hospital environments). This study aims to find out the antibacterial activity of α-guaiene with a purity of 37,50%. The method used is the test of the diameter of the well diffusion method against the bacteria S. aureus ATCC 25923 and S. epidermidis ATCC 12228. The study used variations in α-guaiene concentrations of 20%, 40%, 60%, 80%, and 100%. The α-guaiene material used is the result of the process of distillation fractionation of patchouli oil, so that it is obtained α-guaiene components with a purity of 37,50%. The results showed that the α-guaiene components with purity of 37,50% able to inhibit the growth of both test bacteria, with the highest antibacterial activity found in the bacteria S. aureus in concentration variation of 60% with an average resistance diameter value of 10,33 mm. In conclusion, α-guaiene components with purity of 37,50% indicate the existence of antibacterial activity.
Characteristics of Spanish Mackerel (Scomberomorus commerson) Bone Gelatin for Ice Cream Stabilizer Souvia Rahimah; Anisa Fadhila; Elazmanawati Lembong; Nandi Sukri; Tri Cahyanto
Indonesian Journal of Halal Research (IJHAR) Vol 2, No 1 (2020): February
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijhar.v2i1.7820

Abstract

Ice cream is a milk-processed-based product that provides enough nutrients. The ice cream making process requires a stabilizer. The stabilizer used in this study was gelatin. This research used mackerel fish bones as the basic material for the gelatin, where the protein content is high enough to be made as gelatin. The purpose of this research was to determine the right amount of mackerel to make ice cream with good characteristics. The descriptive experimental method with an advanced regression analysis method was used to analyze the results of ice cream physical characteristics, while randomized block design (RBD) and descriptive method were used on the organoleptic results of the ice cream. The experiment consisted of four repetition sessions with different gelatin concentrations of 0%, 0.1%, 0.3%, and 0.5%, each treatment was repeated three times. The results showed additions of gelatin concentration on ice cream making had a very strong relationship with the characteristics of the ice cream namely overrun value, melting power, and viscosity with a correlation coefficient of 0.94, 0.911, and 0.995 respectively. While in terms of organoleptic, the higher the concentration gelatin, the softness of ice cream is higher, therefore more panelists preferred it.
Potensi pewarna dari bit merah (Beta vulgaris L.) sebagai antioksidan Elazmanawati Lembong; Gemilang Lara Utama
Jurnal Agercolere Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v3i1.122

Abstract

Pada abad ke-21 ini, pewarna alami mulai menjadi hal yang diperhitungkan di negara-negara maju. Hal ini disebabkan pewarna sintetik yang biasanya digunakan mulai ditinggalkan, dalam jangka waktu yang panjang akan mengakumulasi residu dalam tubuh sehingga memberikan efek negatif bagi kesehatan. Pewarna alami ini mempunyai dua fungsi yaitu sebagai pewarna dan sumber komponen bioaktif. Salah satu sumber pewarna alami ini adalah betalain dari umbi bit merah yang juga memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan warna dan aktivitas antioksidan umbi bit merah dari beberapa pelarut yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Pelarut yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelarut etanol dengan tambahan asam sitrat (2%), asam askorbat (0,05 M) dan asam tartrat (3%). Tingkat kecerahan dari ekstrak umbi bit merah dari berbagai pelarut rendah karena nilai L* yang diukur menggunakan Chromameter berkisar antara 5,70–6,01. Warna ekstrak umbi bit merah ini cenderung merah dan ada warna kekuningan ditandai dengan nilai a* positif dan b* positif yaitu 4,36–9,02 dan 0,20–2,33. Aktivitas antioksidan yang paling tinggi adalah ekstrak umbi bit merah menggunakan etanol + asam sitrat 2% yang mampu menghambat radikal bebas sebesar 96,65% pada konsentrasi 2000 ppm.